
Setelah Ariana mengantar anak-anak ke sekolah TK.
Ariana mampir kesebuah toko bunga, dia membeli seikat bunga yang di sukai mamanya dan membawanya ke makam untuk di letakkan di atas pusat mamanya.
Tiba-tiba, di tengah-tengah perjalanan, mobilnya mogok.
Suasana hatinya yang tadi memang sudah muram, sekarang bertambah buruk. Dia pun keluar dari dalam mobil lalu menelpon orang bengkel.
Setelah menelpon, dia berdiri di pinggir jalan untuk menunggu.
Setelah beberapa menit kemudian, sebuah mobil melaju ke arahnya.
Ariana merasa familiar dengan mobil itu. Dia melihat mobil itu dengan cermat, dan merasa mengenalinya, ini marsedez Daniel.
Ariana merasa berharap dengan mobil Daniel, lalu dia pun melambaikan tangannya dengan penuh harap. Begitu mobil itu dekat, dia melaju saja di depannya, sepertinya Daniel tidak melihatnya.
Sial! Apakah dia buta?
Ariana mendengus kesal mengumpat Daniel dari belakang.
Daniel memang seorang pria sombong dan angkuh yang tidak punya hati dan perasaan sesama manusia, sedikitpun dia tidak punya empati kepada orang-orang di sekitarnya. Tinggal bersamanya dengan satu atap hanya sia-sia saja.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, orang bengkel datang untuk memperbaiki mobil Ariana.
Dan atas desakannya akhirnya mobilnya Pum selesai di perbaiki.
Setelah memberikan upah yang setimpal dan orang itu pun menerimanya, Ariana mengucapkan rasa terima kasih atas pertolongannya. Lalu dia pun melakukan mobilnya kembali menuju TPU.
Sampai di parkiran pemakaman umum, tiba-tiba cuaca menjadi mendung gerimis pun mulai datang.
Ariana segera keluar dari mobilnya dengan seikat bunga di tangan kanannya, dia sedikit berlari kecil, tak peduli dengan cuaca yang mulia membasahi dedaunan.
Brak ...
Tiba-tiba dia menabrak Daniel.
Belum sempat Ariana menyelesaikan kata-katanya, Daniel sudah berjalan meninggalkannya dengan memasang wajahnya yang dingin.
Melihat punggung Daniel semakin menjauh. Ariana menyipitkan matanya.
"Ingat, lain kali jangan menegurnya lagi, anggap saja dia bukan manusia." Ariana berkata dengan dirinya sendiri, dia akan mengingat tidak akan pernah berbicara dengannya lagi.
Ariana menghela nafasnya lalu pergi menuju makam Mamanya. Tiba-tiba sebuah suara memanggilnya dari belakang, teringat dengan kata-katanya barusan, dia pun mengabaikannya dan terus berjalan seperti orang yang tuli. Yah, lebih baik begitu saja.
__ADS_1
"Hey! Mobil jelek mu yang sudah menghalangi jalan! Jika kau tidak mau lagi, aku akan menyeretnya untuk di buang ke limbah!"
Daniel berkata dengan nada suara yang kesal.
Ariana merasa jengkel, dia pun menoleh dan kembali menuju mobilnya. Tadi dia begitu sembarangan saja memarkirkan mobil, hingga mobilnya menghalangi mobil Daniel. Selesai memindahkan mobile, Ariana kembali berjalan ke makam orang tuanya.
"Pria sombong ini benar-benar tak waras, wajahnya yang tampak sedih itu, dia kesini ke makam siapa?"
Setelah sampai di pusar ibunya, Ariana meletakkan seikat bunga itu tepat di bawah batu nisan mamanya. Dia menatap nama mamanya yang tertera di sana dengan mata yang berkaca-kaca.
Kemudian dia pun menoleh, tiba-tiba melihat seikat bunga yang ada di bawa batu nisan di samping Mama, itu adalah batu nisan yang bernama dirinya sendiri, yang sengaja di buat oleh ayahnya.
Dia ingat beberapa tahun yang lalu, sebelum dia membawa anak-anaknya keluar negeri, setiap kali mengunjungi makam orang tuanya, dia selalu mendapati seikat bunga di bawah pusar batu nisan yang tertulis namanya. Setiap tahun pasti akan ada bunga di sana.
Dan hari ini, dia juga mendapati seikat bunga itu.
Ariana tidak menyangka, bahwa dia akan mendapati bunga itu lagi.
Siapa yang begitu rajin melakukannya?
Tetapi dia masih sehat dan utuh, seharusnya ini bukan untuknya, lagi pula kenapa dia selalu rutin melakukannya?
__ADS_1
Ariana menjadi sangat penasaran, lain kali ku akan datang lebih awal untuk mengetahui siapa yang melakukannya?
Setelah cukup puas dan sedikit berbicara kepada mamanya, Ariana kembali ke parkir dan meninggalkan tempat pemakaman umum.