
❤️like❤️
Liki mengetuk pintu dan berjalan masuk kedalam ruangan itu tanpa menunggu respon dari Ariana.
"Nona Messa, kau sudah bekerja keras, istirahatlah."
"Tidak juga," Ariana menatapnya setelah menjawab dan matanya tertuju pada kotak kue yang sedang di tenteng Liki di tangannya.
Ini ....
Liki tersenyum menatap kue itu sekilas, kemudian menatap Ariana.
"Nona Messa, ini kue untuk mu, CEO kita sengaja memesannya khusus untuk mu. Kau boleh mencobanya."
Ariana mengernyitkan keningnya. Daniel sengaja memesannya kue khusus untuk dirinya? Bukankah ini sangat aneh? Apa lagi dari toko kue yang terkenal di kota ini! Ariana merasa curiga.
Ariana memandang Liki dengan cermat, dalam benaknya bertanya-tanya. Tidak mungkin bajingan yang seperti Daniel itu memperlakukan dirinya dengan baik?
"Bisakah kau mengatakannya sekali lagi?" Ariana menatap Liki dengan ekspresi tanda tanya.
Liki menatapnya dengan sungguh-sungguh.
"Nona Messa, kau tidak salah dengar, pak Daniel CEO perusahaan sengaja memesan kue ini untuk mu!"
Ariana masih menautkan kedua alisnya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang Liki katakan.
Dengan perubahan sikap Daniel yang begitu tiba-tiba, Ariana merasa kalau ini adalah suatu motif. Motif Daniel untuk mengelabuinya lagi. Apa maksudnya ini?
"Untuk mu saja, aku lagi tidak tertarik untuk makan kue." Ariana berkata dengan tidak menatapnya, matanya pokus memandang komputer, jemarinya tampak mengerik sesuatu di keyboard.
"Nona Messa, bukankah tidak baik jika menolaknya kebaikan seseorang? Mungkin pak Daniel merasa bersalah atau mungkin bisa jadi ini bentuk terima kasihnya kepada mu dengan kembalinya kau bekerja di sini."
Liki berusaha membujuk Ariana agar dia mau menerima kue mousse yang indah ini.
Ariana menghela napasnya. Kemudian menatap wajah Liki yang penuh harap.
Ariana terdiam beberapa saat. Tetapi dia tidak pernah membayangkan bahwa Daniel yang selalu berwajah dingin dan arogan itu memiliki hati yang baik.
Apakah maksud Liki itu yang sekarang Daniel lakukan kepadanya adalah juga bentuk kasih sayang dari atasan kepada karyawannya?
__ADS_1
Mungkin saja karena Daniel ingin dia menerjemahkan dokumen dengan baik dan benar. Sepertinya kerja sama pertahanan dengan negara A cukup penting dan dia sangat di perlukan di sini?
Ah tapi rasanya itu tidak mungkin. Daniel sangat licik dan kejam. Ariana mengingat apa saja yang sudah Daniel lakukan terhadapnya. Tidak mungkin Daniel begitu cepat berbaik hati padanya.
Ariana melihat kota kemasan kue mousse yang indah itu dan biasanya dia tak rela untuk membelinya. Produk baru dari toko kue itu harus di pesan sesuai antrian. Tidak hanya itu, harganya pun cukup mahal. mungkin seharga dengan gajinya tiga bulan.
Cukup mahal sekali!
Waktu itu Revi pernah melihat poster produk itu dengan waktu yang cukup lama. Dia terlihat sangat menginginkannya. Jika dia membawa pulang kue itu untuk ketiga anaknya, mereka pasti akan sangat senang.
"Nona Messa, aku harap kau mau mencoba kue ini."
Ariana terbangun dari lamunannya.
"Baik. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ku terlebih dahulu."
Eh ..., bukankah tadi pak Daniel menyuruhnya langsung memakannya?
Mengingat tadi Ariana sempat menolaknya, dia sudah sangat bersyukur sekarang karena Ariana sudah mau menerimanya walaupun belum ingin memakannya.
Liki segera keluar dari ruang kerja Ariana, dan kembali ke ruang kerja CEO.
Ketika Liki masuk, Daniel menatapnya dengan penuh harap, matanya terlihat berbinar dengan sedikit senyumannya.
Liki menggelengkan kepalanya dengan ringan.
"Belum. Tadi dia sempat menolaknya, tetapi saya berhasil membujuknya."
Daniel menatap liki. Wanita itu sok jual mahal, tidak ingin menerima kue yang dia beli dengan sangat mahal. Tidak mungkin dia tidak tertarik dengan bentuk kue itu!
"Benarkah?"
"Iya, dia sedang pokus bekerja, tadi dia mengatakan kalau akan memakannya nanti setelah menyelesaikan pekerjaan."
Mendengar jawaban Liki, senyuman tipis di bibirnya seketika hilang. Wajahnya berubah menjadi muram.
Liki meliriknya sekilas, Ada apa? Kenapa wajah pak Daniel berubah saat mendengar bahwa kue itu belum di makan oleh Nona Messa? Liki merasa ada sesuatu yang mencurigakan.
"Kenapa kau masih berdiri di sini! Pastikan kalau dia sudah memakan nya."
__ADS_1
"Baik pak Daniel." Liki terkejut dengan kemarahan Daniel yang tiba-tiba. Dia segera berlari keluar dari ruangan kerja Daniel. Kemudian kembali pergi keruangan Ariana.
Dia melihat Ariana masih pokus dengan pekerjaannya, dia begitu serius memandang layar komputernya. Liki melirik kue yang dia letakkan di sudut meja tadi, kue itu masih utuh dan belum bergerak sama sekali di tempatnya tadi, itu berarti Ariana belum menyentuhnya sama sekali.
Melihat Liki masuk, Ariana mengangkat kepalanya menatap Liki dengan cermat.
"Ada apa lagi?" Ariana berkata dengan dingin.
Wanita ini bukan saja berani berkata tidak sopan dengannya, tetapi dengan pimpinan yang paling tinggi pun dia berani, bahkan tidak memiliki ketakutan sama sekali.
"Tidak, aku cuma. Cuma mau melihat apakah kau sudah menakan kue itu?" Liki berkata dengan ragu.
Ariana semakin memandangnya dengan aneh, kemudian melirik kue di sampingnya sekilas.
"Ada apa dengan kue itu? Kenapa kau begitu menginginkan aku untuk memakannya sekarang?" Ariana menatapnya dengan penuh kecurigaan.
Liki tersentak. Dia menggosok rambutnya dengan salah tingkah.
"Tidak. Bukan begitu, maksud ku, kalau kau sudah memakannya apakah boleh aku ...."
Liki menggantung kalimatnya, mencari alasan yang tepat agar Ariana mempercayai.
Ariana menatapnya dengan cermat menunggu kalimat selanjutnya.
"Aku. Aku juga mau mencobanya. Kelihatan kue itu sangat enak, aku belum pernah memakannya." Liki berkata dengan malu-malu.
Mendengar tuturan kata Liki, Ariana tertawa garing.
"Kau seperti anak kecil saja. Tadinya aku mau membawanya pulang, tapi kalau kau mau, kau boleh membawanya." Ariana berbaik hati dengan Liki, jika Liki benar-benar menyukainya, maka dia akan memberikannya.
"Tidak, tidak Nona Messa, jika pak Daniel tau kalau aku mengambilnya, dia pasti akan memarahi ku, jangan. Kalau begitu bawa pulang saja nanti, kau boleh memakannya setelah sampai di rumah mu!"
Ariana memutar kedua bola matanya. Kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Daniel langsung keluar. Dan memberikan laporan kepada Daniel bahwa Ariana akan membawa pulang kue itu, dan memakannya saat di rumah nanti.
Ariana terlalu pokus dengan pekerjaannya, hingga di waktu pulang, dia lupa membawa kue itu. Ketika dia menerima telpon dari Reva dia berhenti bekerja dan buru-buru meninggalkan perusahaan untuk menjemput ketiga anaknya dari taman kanak-kanak.
Tentu saja dia lupa untuk membawa kue yang di berikan Daniel kepadanya.
__ADS_1
Begitu sampai di taman kanak-kanak, ketiga anaknya sudah menunggunya dengan tidak sabar. Melihat mobil Ariana datang, mereka terlihat sangat gembira, dan langsung masuk ke mobil pulang ke rumah.
🌺 vote 🌺