Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
130


__ADS_3

Daniel menatap Ariana dengan seksama.


"Bagaimana jika kita membicarakan suatu kesepakatan?"


Ariana tertegun sejenak dan sangat penasaran dengan kata kesepakatan apa yang akan di katakan Daniel.


"Pak Daniel, kesepakatan apa yang kau maksud?"


"Kau akan mendapatkan apa yang kau butuhkan. Aku ingin hak asuh Deffan dan kau akan memberikan kehidupan yang cukup untukmu bertahan hidup dengan kedua putrimu dan juga suami mu. Dan kau bisa menjalani hidup yang lebih baik. Bagaimana?"


Ariana mengeryitkan keningnya, tubuhnya gemetar menahan amarah. Napasnya sesak seketika. Bagaimana bisa Daniel mau menukar Deffan dengan uang?


Brengsek!


"Pak Daniel, Deffan adalah putraku, dia aku besarkan sejak kecil, bagaimana kau begitu tega berkata seperti itu? Walaupun aku kekurangan uang, aku tidak akan pernah menukar Deffan dengan uang mu?"


Ariana berkata dengan lirih, matanya berkaca-kaca ingin menangis. Bagaimana bisa dia bisa di pisahkan dengan Deffan?


Melihat Ariana seperti itu, bibir Daniel tersenyum kecil.


"Kau jangan munafik, itu yang kau mau, kan?"


Wajah Ariana menggelap. Daniel berpikir bahwa dirinya terlalu mementingkan uang daripada anaknya! Bagaimana bisa dia berkata seperti itu! Ingin rasanya dia menampar mulutnya begitu keras.


"Kau begitu menghina keadaan ku seperti ini? Sedari kecil aku membesarkannya! Dan setelah ini kau mau merebutnya dariku? Kau benar-benar tidak punya hati!"


Ariana menggebrak meja Daniel begitu keras.

__ADS_1


Daniel terkejut dengan sikap Ariana yang sangat keras kepala seperti ini. Beraninya dia membentaknya!


Daniel bangkit dan berdiri, menatap Ariana dengan tajam.


"Deffan akan menderita jika dia hidup bersama mu, apakah kau tega?"


"Menderita? Bukankah dia akan menderita jika bersama mu? Asal kau tau, dia akan bahagia bersama ku selamanya!"


Ariana berkata dengan sengit.


Daniel menatapnya dengan tatapan yang emosi.


"Tetapi aku tidak akan mengizinkannya. Dia adalah putra ku, putra Daniel Mahesa, keturunan keluarga Mahesa. Dia tidak pantas hidup dengan wanita seperti mu."


"Pak Daniel, apakah seorang anak akan bahagia dengan kehidupan yang bergelimang materi? Lihatlah Kenzie, Kenzie tumbuh besar dengan mu, dan kehidupannya serba berkecukupan, tapi apakah dia benar-benar bahagia? Aku sangat menyesal telah memberikannya kepadamu! Bahkan Kenzie, dia terlihat bahagia bersama kami! Aku pikir lebih baik kau memberikan hak asuh Kenzie kepadaku saja!"


"Jangan harap. Atas dasar apa kau meminta Kenzie bersama mu? Bahkan Deffan saja akan aku ambil dari mu! Ariana, aku harap kau memikirkan ini sebelum kesabaran ku habis. Katakan berapa jumlah yang kau inginkan, aku tidak akan keberatan asal aku cepat pergi dari sini!"


Mendengar kata-kata Daniel, kepalanya mendadak sakit dan pusing. Jika saja dia punya kekuatan, dia akan menghancurkan Daniel sekarang juga.


Melihat Ariana terdiam, Daniel langsung menawarkan sesuatu yang mengejutkan Ariana: "Kau jangan khwatir, aku menawarkan sebuah rumah yang mewah, ditambah uang 4 ratus juta! Aku rasa kau bisa membuka usaha untuk menjalani sisa hidupmu tanpa beban. Jika kau merasa kurang dengan uang yang sudah aku tawarkan itu, kau boleh menambahkan jumlah!"


Ariana terbelalak dengan tawaran Daniel. Daniel pun merasa bahwa Ariana tidak akan menolaknya, apalagi melihat ekspresi wajahnya yang terkejut seperti ini, Daniel semakin yakin kalau Ariana akan menyetujuinya.


Ariana menatap Daniel begitu cermat, kemudian dia tersenyum mencibir dengan dingin.


"Di mata mu uang benar-benar dapat membeli segalanya! Asal kau tau, seberapa banyak uang yang kau tawarkan bahkan seluruh hartamu kau berikan segalanya padaku, aku tidak akan memberikan hak asuh Deffan kepadamu!"

__ADS_1


Sikap Ariana ini membuat Daniel kehabisan cara. Dia memicingkan matanya dan menatap Ariana dengan lurus. Tidak mungkin seorang wanita tidak tergoda dengan tawarannya. Apakah dia menginginkan lebih banyak lagi? Atau dia menginginkan sesuatu yang lain?


Tanpa dia duga, Ariana sudah berkata lagi sebelum dia mengatakan tawaran yang lebih menggoda.


"Deffan adalah nafasku, tidak ada jumlah uang sepersen pun untuk menukarnya!"


Ariana menatap tatapan Daniel, dengan tegas dan jelas dia berkata seolah-olah tidak takut sedikitpun.


"Baik, jika kau tidak ma uang, kau juga tidak akan mendapatkan yang lainnya, termasuk Deffan."


"Bajingan! Apa yang kau katakan? Kenapa setiap orang kaya dapat menindas orang-orang lemah seperti ku. Kau menyangka aku akan memanfaatkan mu dengan menukar Deffan?"


Daniel menampilkan wajahnya yang menghina dan mencibir dengan dingin.


"Kau tidak mau uang yang aku tawarkan, dan aku pastikan hak asuh Deffan akan aku dapatkan!"


Deg ....


Jantung Ariana mendadak berhenti berdetak. Jika Daniel menempuh jalur hukum, dengan latar belakang dan sttus keluarganya, Ariana sudah tau dia akan kalah, dan hak asuh Deffan pasti akan jatuh kepadanya! Bagaimana Ariana bisa melawannya?


Ariana terlihat tegang dan cemas.


"Segera berkemas dan keluar dari rumah ku ini."


Hati Ariana menjerit mendengar kata-kata Daniel yang tidak berprikemanusiaan ini. Dia membalikkan badannya dan meninggalkan ruang kerja Daniel.


Begitu keluar, dia langsung masuk kedalam kamarnya dan mengemasi barang-barang miliknya.

__ADS_1


__ADS_2