Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
115


__ADS_3

Setelah mengambil uang itu, Reko keluar dari kantor Daniel dengan tergesa-gesa, Daniel yang baru saja menerima telpon dari departemen keuangan, bahwa dia mengatakan Reko sudah mengambil uangnya dan pergi dengan begitu cepat. Saat itu juga Daniel langsung berjalan keluar kantornya dan mengikuti Reko secara diam-diam.


Dia ingin tau, apa masalah Reko hingga dia membutuhkan uang sebanyak itu?


Saat itu, Reko begitu bersemangat melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Ariana. Mobil Liki yang mengikutinya dari belakang pun ikut mempercepat lajunya mobil.


"Pak Daniel, Tuan kedua terlalu buru-buru, aku rasa telah terjadi masalah yang cukup serius dengannya."


"Ikuti saja dia, kita akan segera tau."


Mata Daniel pokus memandang mobil Reko sepanjang jalan, sedikitpun dia tidak mengalihkan pandangannya.


"Baik pak Daniel."


Liki tidak bicara lagi, dia pokus menatap jalanan dan mengikuti mobil Reko.


Setelah merasa bahwa jalan yang di tuju Reko adalah jalan menuju rumah wanita sialan itu, Daniel mengernyitkan keningnya, Bukankah ini jalan menuju rumah gubuk itu? Rumah yang di tunggu Ariana dan anak-anaknya itu?


Benar saja, mobil Reko berhenti tepat di gang gedung apartemen yang di tunggu Ariana. Reko sudah sangat berani membawa Kenzie ke sini, dan ini dia meminta uang dan pergi kesini lagi, ada apa ini? Apa hubungannya antara Reko dan Ariana? seketika pupil mata Daniel mengecil, melihat Reko turun dari mobil dengan tergesa-gesa berlari menuju tempat tinggal Ariana.


Daniel sudah menduganya.


Sebenarnya jimat apa yang di gunakan wanita itu, sampai-sampai membuat Kenzie, Reko dan juga mamanya yang tercinta membantunya sampai seperti itu?


Bahkan meminta uang untuk diberikan kepada Ariana?


"Ikuti dia!"


Daniel berkata serta membuka pintu mobil.


"Baik pak Daniel."

__ADS_1


Daniel melangkahkan kakinya menuju kediaman Ariana, dan dari kejauhan melihat Reko masuk kedalam.


"Pak Daniel kita ...."


"Ketuk saja pintunya!" Daniel memotong kalimat Liki dengan tidak sabar ingin tau apa yang Reko dan Ariana lakukan.


Wanita sialan, beraninya menipu untuk memeras keluarga ku agar mendapatkan uang, aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah. Daniel menggertakkan giginya menahan emosi yang sudah memuncak.


Tok-tok-tok


Mendengar ketukan di pintu, Reko terlihat senang dengan matanya yang bersinar. Tadinya dia sangat khwatir kalau kakaknya itu tidak mau masuk.


Cepat sekali datangnya. Bagus, bagus sekali!


Reko sedang menunggunya untuk menampilkan pertunjukan yang seru!


"Siapa itu?"


Ariana terlihat kaget, Siska dan Erika sedang menunggu uang, mereka tidak mungkin datang ke sini. Melihat Ariana ragu-ragu, Reko khwatir Ariana tidak mau membukakan pintunya.


Saat itu Ariana membuka pintu dengan hati yang cemas. Seketika dia melihat bahwa orang yang berdiri di pintu itu adalah Daniel.


"Kau ..., mengapa kau ...?"


"Kak, mengapa kau datang kesini?" Reko sengaja berdiri dan melangkahkan kakinya menghampiri kakaknya itu, dia takut Daniel tidak melihatnya.


Daniel melangkahkan kakinya masuk kedalam, saat melewati Ariana yang berdiri di ambang pintu, dia dengan sengaja menabrak bahu Ariana dengan keras.


Ariana terlihat tidak senang, terlebih lagi bahunya yang sakit.


"Siapa yang mengizinkan mu masuk!" Ariana berteriak sambil menuding dengan matanya yang tajam.

__ADS_1


Namun Daniel tidak menggubrisnya, dia berjalan ke arah Reko kemudian mengulurkan tangannya.


Reko yang melihat sebuah telapak tangan Daniel terulur seperti meminta sesuatu, dia pun melangkah mundur selangkah.


"Ada apa, kak?"


Dia pura-pura tidak mengerti.


"Berikan padaku kartu yang baru saja kau ambil dari kantor ku!"


"Kartu?"


Reko terlihat kesulitan untuk bicara.


"Kak, kau sudah setuju dan sudah memberikannya kepadaku uang 2 miliar ini, kenapa sekarang kau memintanya kembali?"


Mendengar perdebatan antara kakak dan adik ini, Ariana baru tau kalau Reko sudah cukup memiliki uang untuk menebus Deffan yang di culik, ternyata Reko memintanya dari Daniel.


Pantas saja cepat sekali mendapatkannya!


"Uang ini tidak boleh di buang dengan sia-sia, tida muda untuk mengumpulkan uang sebanyak itu." ketika berbicara seperti itu, Daniel sengaja melirik Ariana.


"Saya menyarankan kepada siapapun, untuk berhenti mempengaruhi atau pun mencoba berpikir untuk menipu demi mendapatkan uang."


Ariana tau bahwa Daniel sedang menyindirnya. Tapi dia juga tidak tau bagaimana menyangkalnya, karena dia sangat-sangat membutuhkan uang itu untuk menyelamatkan Deffan.


Ariana yang biasanya selalu menantangnya, kini dia tidak berani mengatakan apapun kepada Daniel. Merasa Ariana tidak bisa berkata apa-apa, Daniel semakin yakin kalu yang dia katakan barusan adalah benar!


Jika dia tidak cepat mengikuti Reko tadi, dia yakin uang itu akan lenyap begitu saja karena penipuan yang dilakukan oleh wanita licik ini.


Dia memberikan waktu dua hari untuk pergi meninggalkan kota ini, ternyata dia menggunakan kesempatan itu untuk merogoh banyak uang darinya?

__ADS_1


Benar-benar penipuan yang sangat besar yang di rencanakan wanita ini!


Apapun itu tidak akan membuat rencananya berhasil.


__ADS_2