Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
20


__ADS_3

Kenzie yang dalam hatinya sangat senang, namun ia tidak mau memperlihatkannya di depan dokter Messa. Malah dengan tatapan tentang dia menatap Ariana lalu mengangguk dengan pelan.


Ariana menghela napasnya dengan perasaan lega. Akhirnya dia terus bisa tinggal dan merawatnya.


"Tetapi .., apakah papamu akan setuju ...?" Ujar Ariana dengan khwatir. Tentu saja Daniel tidak akan membiarkan Kenzie pergi bersamanya, Ariana tau itu. Dia ingin Kenzie yang memutuskan bagaimana caranya.


Melihat ada keraguan di wajah dokter Messa, Kenzie langsung mengambil keputusan:


"Aku tidak akan memberi tahu papa tentang ini."


Ariana sagat puas dengan Jawaban Kenzie, ia tersenyum dalam hati.


"Bagus sekali. Mari kita berjanji?" Ariana menunjukkan jari kelingkingnya untuk membuat janji.


Kenzie memberinya tatapan menghina dan mencibirkan bibirnya: "seperti anak kecil saja."


Namun Kenzie tetap mengulurkan jari kelingkingnya dan mengaitkannya jari kelingkingnya ke jari kelingking Ariana.


Keduanya telah mencapai kesepakatan, Ariana tersenyum manis melihat jari-jari yang bertautan itu .


Di malam hari, Daniel sudah berada di rumah, pulang dari kantor, mendapatkan Khabar kalu Kenzie mau memberikan kesempatan untuk dokter Messa tetap merawatnya sampai dia benar-benar sembuh. Daniel tampak terkejut. Dia ingin tahu bagaimana wanita itu dapat melakukan dan meyakinkan Kenzie.


penasaran sekali?


Kenzie sempat terdiam beberapa saat. Jika dia memberitahu papa kalu dia akan jalan-jalan bersama dokter Messa selama dua jam sehari, papa pasti keberatan.


Setelah berpikir sebentar, Kenzie melanjutkan kalimatnya: "Setelah aku lihat, dia sangat ahli dalam pengobatan," ucap Kenzie dengan polos.


Hanya karena alasan itu?


Alasan ini membuat Daniel ragu, Kenzie bukanlah anak yang mudah di bujuk. Pasti Ariana melakukan sesuatu!


Trik apa lagi yang wanita itu lakukan terhadapnya.


Daniel melirik Kenzie sekilas, lalu berjalan pergi keruangan kerjanya.


Kenzie menarik napasnya dalam-dalam, kemudian menghembusnya secara perlahan. Ini adalah hal yang pertama kali ia lakukan untuk membohongi papanya, semoga papa tidak mengetahuinya!


Ke esok harinya


Ariana datang ke Mansion Mewah itu tepat waktu.


Daniel sengaja menekankan kata-katanya untuk memperingatkan Ariana, jika dia melakukan sesuatu, jika dia berani merubah pikiran dan menghancurkan Kenzie, maja Ariana harus membayarnya dengan sagat mahal.


Ariana tidak bisa, tidak memasang wajah cemberut. Bajingan satu ini, selalu merasa bahwa dirinya tidak cukup baik. Dia adalah ibu kandung Kenzie, bagaimana mungkin seorang ibu kandung bisa menyakiti dan menghancurkan anak kandungnya sendiri. Dengan anak-anak lainnya yang bukan anak kandungnya, Ariana tidak akan pernah melakukannya, apalagi itu putranya sendiri. Kata-kata Daniel tidak masuk akal sama sekali.


"Apakah kau mendengarkan ucapan ku barusan!" Ucap Daniel sambil menatap Ariana dengan mata yang tajam, karena Ariana tidak menjawab kata-katanya barusan ia sangat geram.


Karena keinginan Ariana untuk merawat Kenzie, maka sementara ini ia akan tetap bersabar menghadapi sikap Daniel yang sangat tidak ia sukai itu.


"Aku sangat mendengarnya pak Daniel, percayalah, aku tidak akan pernah menyakiti ataupun melukai Kenzie."


Tatapan mata Daniel yang tajam, seakan menelanjanginya, sebelum ia berangkat ke kantor.


Setelah berbicara dengan Daniel, Ariana pergi ke kamar Kenzie dan memulai melakukan akupuntur untuk Kenzie yang telah ia persiapkan sejak awal.


Sementara Daniel pergi ke kantor dengan kesal. Sebelum Ariana pergi dari rumahnya, Daniel ajan selalu terlihat murung dan kesal.


Sementara di sisi lain, di dalam kamar, Kenzie mendesaknya untuk lebih cepat lagi. Kenapa dia selalu tidak sabar dalam keinginan. Apa karena Kenzie menirukan sifat dan tabiat ayahnya? Di bandingkan dengan Kenzie, Deffan lebih sabaran daripada Kenzie.


Itu karena Kenzie di didik oleh Daniel, dan anak mereka yang lainnya di didik oleh Ariana.


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya proses akupuntur pun selesai, Kenzie menunggu Ariana membereskan peralatan medisnya dengan tidak sabar.


"Ayo cepatlah!"


Kata-kata itu membuat Ariana menoleh, wajahnya sedikit khwatir.


"Apakah pelayan pengurus rumah tangga itu tidak akan memberitahu papa mu?" Tanya Ariana.


"Jangan khwatir!"


Selesai berucap seperti itu, Kenzie terlihat berjalan ke arah tempat tidur, dia mengambil boneka beruang beserta bantal, lalu ia juga mengambil selimut dan menutupnya layaknya dia yang sedang berbaring tidur dengan nyenyak.


Dia juga memberi tahu Ariana, agar memberitahu kepada pelayan bahwa Kenzie tertidur setelah proses akupuntur, dan biarkan saja dia beristirahat, karena mestinya Kenzie memang harus istirahat setelah akupuntur dan tidak boleh di ganggu.


Saat pelayan tua itu tidak memperhatikannya, Kenzie akan segera menyelinap keluar dari jendela, dan pergi bersama Ariana.


Ariana memandang Kenzie yang duduk di samping dengan, dia terlihat sangat bersemangat sekali. Ariana tidak pernah bermimpi bisa mendapatkan kesempatan hanya dengan berdua saja bersama putranya ini.


"Kenzie, apakah kau ingin memakan kue keju? jika kau mau, aku akan mengantarmu ke toko kue," Ucap Ariana, sambil menatap Kenzie.

__ADS_1


Kenzie menatapnya sekilas.


Meski ia ingin sekali memakan kue keju, tatapi baginya yang utama adalah mencari Mama dulu. Untuk kue keju, ia bisa menelpon papanya kapanpun ia menginginkannya Daniel akan menuruti keinginannya yang satu itu.


"Aku ingin pergi ke passion bar."


"Apa?"


Ariana menatapnya dengan heran, bagaimana mungkin dia ingin pergi ke tempat seperti itu di usianya yang sangat muda ini?


Kenzie malas untuk menjelaskan tujuannya, dia hanya mendesak Ariana untuk melajukan mobilnya ke arah sana.


"Kau mau apa kesana?"


Kenzie meliriknya lagi


Melihat penampilan serius Kenzie seperti itu Ariana hanya menghela nafas beratnya. Dia tidak berkata apa-apa lagi selain membawanya kesana. Ariana juga penasaran, apa yang akan Kenzie lakukan di sana, setelah mereka sampai?


Mobil yang di Kendarai Ariana melaju kencang menuju Passion Bar, tidak memakan waktu lama, Ariana sudah memarkirkan mobilnya dengan mantap.


Kenzie terlihat belum keluar dari mobil, ia hanya mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


Begitu telpon terhubung Kenzie langsung bertanya dengan polosnya: "Paman ada di mana sekarang?" Tanya Kenzie di dalam telepon genggamnya.


"Paman ada di kantor Tuan muda, ada apa menelpon ku?"


"Apakah paman sengaja melupakan sesuatu, bahwa masih ada perjanjian di antara kita yang belum selesai!"


Ketika mendengar kata perjanjian, jantung Liki berdetak kencang, Tuan muda benar-benar memiliki ingatan yang sangat baik.


"Tidak. tidak, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya, aku ingat itu."


"Lalu, apakah kau sudah menyelidikinya?" Tanya Kenzie, dia bicara seperti seorang yang sudah dewasa.


"Tuan muda, kamu juga tau, kalau masalah ini tidak lah mudah untuk di selidiki. Belum lagi aku juga harus berusaha menyembunyikan dari pak Daniel, jadi hanya bisa menyelidikinya diam-diam, makanya prosesnya agak lambat." Liki memberikan sebuah alasan.


Kenzie sudah tau dia akan mengatakan ini.


"Kalau begitu kau harus datang ke passion bar sekarang juga. Dalam dua puluh menit, kau sudah harus sampai di sini!"


"Apa? Tuan muda, saya sedang bekerja, bagaimana jika pak Daniel tahu maka ...."


"Jika kau tidak mau, maka kau akan menanggung resiko ini sendiri!" Ancam Kenzie dalam telponnya.


Liki mengelus-elus kepalanya yang tiba-tiba terasa sangat berat.


Liki seakan seperti mau makan buah simalakama. Disisi nya Daniel dengan wajah dinginnya, sementara di sisi lain Tuan muda yang tidak ingin di bantah.


Oh tuhan .., harus bagai mana ini?


Liki bingung, kedua sisi sama-sama memberatkannya. Tidak di turuti, maka Kenzie akan mengatakan ancamannya tempo hari masala lego dan tablet. Disisi lain, jika pak Daniel mengetahuinya, maka akan tamatlah riwayatnya. Maka dia akan tetap terancam, lebih baik dia menuruti janjinya dengan Tuan muda.


Memikirkan bahwa Tuan muda sama seperti pak Daniel dengan karakter yang cukup keras kepala, maka dia pasti melakukan apa yang dia katakan. Liki pun tidak berani lagi untuk menundanya, akhirnya Liki tiba di passion bar tepat waktu seperti yang Kenzie katakan.


Kenzie keluar dari mobil dengan sendirian. Dan dia menyuruh Ariana agar tetap di dalam mobil, agar Liki tidak melihatnya.


Liki langsung menghampiri Kenzie yang berdiri di depan pintu Passion Bar.


Dia kesini bersama siap?


"Tuan muda memanggil saya kesini untuk ...,"


"Pergi dan putar videonya untuk ku!" Kenzie langsung memotong kalimat Liki yang menurutnya banyak bicara.


Liki mengernyit, tidak tau apa yang di katakan Kenzie.


"Video apa?"


"Aku pernah mendengar, bahwa papa pernah menawarkan uang seratus juta dolar untuk mencari wanita ini. Wanita itu pernah memberi papa uang di bar ini, aku mau melihat video wanita itu!"


Mendengar ucapan Tuan mudahnya, Liki cukup terkejut. Bagaimana Tuan muda tahu tentang hal ini?


Dia pasti melihatnya di komputer.


Untuk mengajari Tuan muda mengenai perkembangan perusahaan keluarga Mahesa grup. Pak Daniel memintanya untuk memahami semua wawancara eksklusifnya dan Kenzie pasti sudah menonton setiap berita itu, dan pasti dari situlah Tuan muda mengetahuinya.


"Tuan muda, untuk apa kamu mencari wanita itu?"


Dia adalah satu-satunya wanita yang pernah di cari papanya, dan dia pasti memiliki hubungan yang spesial dengan papanya. Karena Kenzie tidak mendapatkan petunjuk lain selain itu, maka, untuk mencarinya, dia hanya memulainya dari situ.


"Kalu aku menyuruh mu pergi ya pergi!" Kenzie terlihat mulai kesal dan emosi.

__ADS_1


Tidak mengizinkan aku untuk bertanya?


Liki yang tidak berdaya, hanya menghela napasnya dalam-dalam sembari menundukkan kepalanya, lalu mengangguk setuju.


"Baiklah Tuan muda, tunggu sebentar, aku akan mencari videonya terlebih dahulu, mungkin akan memakan waktu lebih lama," ucapnya kemudian.


Kenzie melotot menatap Liki dengan amarah.


"Kau banyak bicara, cepat lakukan!"


"B ..., baik." Liki langsung berjalan tanpa berani bicara lagi.


Sementara Kenzie melipat kedua tangannya di dada, seakan dia sudah dewasa seperti orang dewasa pada umumnya.


Saat dia melangkah masuk, Liki merenungkan kejadian itu. Ya, menang benar wanita itu adalah ibu kandungnya. Liki jelas tau mengenai hal ini. Tetapi pak Daniel tidak ingin tuan muda tau, tentang ibunya itu. Jadi bagaimana aku harus menghadapi ini?


Liki pergi dengan waktu yang lama dan tidak kunjung kembali. Sementara Kenzie tidak sabar menunggu. tidak lama kemudian, dia berbalik dan hendak melakukan panggilan telepon pada Liki. Ketika sebuah suara nyaring dari atas kepalanya.


"Kenzie ..., kenapa kamu ada di sini?"


Kenzie mengangkat kepalanya keatas, dan menatap sumber suara perempuan itu.


Ternyata wanita itu adalah Silvia, wanita yang selalu mengikuti papanya sepanjang hari! Berceloteh tanpa henti. Berisik sekali. Kenzie tidak menyukai wanita itu.


Kenzie balik badan, melangkah kedepan dan mengabaikan Wanita itu.


"Kenzie, aku sedang bicara dengan mu!"


Selvia berteriak dan Kenzie tetap berjalan kedepan tanpa memperdulikannya.


"Anak ini benar-benar tidak tau aturan sama sekali!"


Silvia menatap punggung kecil anak itu sambil mengernyitkan kening. Aneh sekali, bagaimana dia bisa berada di sini sendirian?


Ada yang salah, Daniel tidak akan membiarkan Kenzie keluar sendirian, biasanya dimana ada Kenzie pasti juga ada Daniel, itu sudah di pastikan.


Beberapa hari ini, Silvia sedang cemas memikirkan, jika dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu Daniel lagi. Dan ini adalah kesempatan yang sangat baik.


Berpikir tentang ini, Silvia segera mengejar Kenzie. Tetapi bocah berandal ini cepat sekali hilangnya?


Silvia melihat deretan mobil dan dia panik.


Kesempatan untuk bertemu Daniel jangan sampai hilang.


Dia tertegun sejenak dan langsung berpikir menghubungi ponselnya Daniel.


Daniel yang sedang bekerja melihat ponselnya bergetar, lalu menatap layar ponselnya, tertera nama ID pemanggil, dan mengangkatnya dengan tidak sabar.


"Ada apa?"


"Daniel, barusan aku melihat Kenzie, tetapi dia menghilang dalam sekejap mata saja. Aku khwatir, apakah dia sedang bersama mu?"


Ucapan Silvia membuat kening Daniel mengernyit.


"Melihat Kenzie?"


Daniel sangat terkejut.


"Dimana kamu melihatnya?"


"Di pelataran parkir passion bar."


Nama ini lebih mengejutkan Daniel. Bagaimana mungkin Kenzie pergi ketempat itu?


"Kamu pasti salah lihat."


Daniel tidak ingin repot-repot bicara dengannya, dia langsung menutup telpon dan melanjutkan pekerjaannya sambil menundukkan kepalanya menatap layar laptopnya.


Setelah melihat dua baris angka, tiba-tiba Daniel membeku, seolah-olah memikirkan sesuatu.


Kenzie tidak akan pergi ke bar itu? tapi dengan Ariana, wanita bodoh itu bisa melakukan apa saja.


Kalau-kalu dia yang membawa Kenzie ke bar ....


Teringat akan hal ini, Daniel langsung menelpon kepala pelayan rumah tangga untuk memastikan Kenzie.


"Apakah Kenzie ada di rumah?"


... ...


...****************...

__ADS_1


Penasaran? ikuti terus kisahnya ya. jangan lupa untuk menekan like, vote, gift dan berkomentar lah dengan bijak.


__ADS_2