
"Kalu tau akan seperti ini, aku tidak akan pulang! Dari semalam hingga dalam pesawat, aku sudah tidak makan." Reko menggerutu di meja makan sambil menampakkan wajah yang kesal.
"Kalu begitu, kembali saja kau! Kau sudah tidak muda lagi, tidak mau mencari istri, bahkan pacar pun kau tidak punya. Benar-benar tidak berguna. Melihat mu saja aku bosan!"
Apa yang terjadi?
Reko tercengang. Sebelum Kenzie datang, Mahesa tidak memperlakukannya seperti ini, dan sekarang tiba-tiba berubah!
Dulu, dia di sambut ramah dan hangat, bagaikan tamu yang terhormat. Tetapi sekarang malah mengusirnya pergi.
Dia menghela napas. Dari awal dia sudah merasa, bahwa Kenzie si musuh kecilnya ini, tidak mungkin tiba-tiba berubah begitu saja, menjadi ramah dan sopan kepadanya. Jangan-jangan dia memang sudah merencanakan ini, agar dia tidak makan malam ini. Reko membayangkan Kenzie sedang tersenyum senang di sampingnya, karena berhasil mengerjainya.
Reko melirik Kenzie, tetapi wajah itu tidak sedang tersenyum, bahkan dia menaikkan kedua alisnya ke atas, seperti orang yang dalam terkejut.
"Kenzie, apakah paman pernah berbuat salah padamu? Yang membuat mu dendam kepadaku? Paman benar-benar tidak ingat? Kau bahkan tidak ingin membuat paman menyelesaikan makan malam ku, tega sekali!"
Deffan mengerjapkan mata kecilnya dua kali, lalu bangkit dan pergi mengambil kotak makanan yang sudah di bungkus oleh pelayan. Dia memberikan dua kotak makanan pada Reko.
"Ini untukmu, Paman."
Eh ....
Reko sangat terkejut melihat kejadian ini, kalau mengingat gaya Kenzie sebelumnya, dua pasti sudah memandangnya dengan sinis dan mengejek, lalu dia akan berkata, kalau kau pantas mendapatkannya! Lalu akan sengaja membuatnya kesal dan marah.
Tapi ini ....
"Hai bocah cilik, apakah kau merasa bersalah?"
Kenzie tersenyum, dsn tiba-tiba mencondongkan tubuhnya, lalu memberikan sebuah ciuman manis pafa Reko. Reko menganga tidak percaya dengan apa yang Kenzie lakukan, dia benar-benar berubah menjadi baik. Dulu, jangankan mencium seperti ini, di sentuh saha dia tidak mau.
"Paman adalah Paman yang terbaik di dunia."
Reko tidak percaya, dan dia merasa sangat aneh, lalu menyeka air liur di pipinya.
"Kau benar-benar mencium ku?" Setelah tertegun beberapa detik, Reko langsung memeluknya dengan erat.
"Katakan apa maksud mu?"
__ADS_1
"Aku suka dengan paman."
Oh tuhan ku!
Dia mencium ku dan merayuku, Reko mau pingsan rasanya.
"Keponakan ku yang tersayang, kalau kau begini terus, aku tidak kuat menahannya. Atau Paman akan memberikan mu hadiah saha bagaimana?"
"Aku tidak mau hadiah."
Kenzie memandang pamannya.
"Paman, ayo makan dulu, nanti kalau makanannya sudah dingin tidak enak lagi."
"Tidak apa apa, nanti Paman ...." Tiba-tiba Reko menyadari. Kalimatnya terhenti seketika, dan memandang Kenzie dengan kecurigaan, ia berpikir ada yang tidak beres.
Makanan yang di berikan Kenzie tadi tiba-tiba gilang, dia menoleh. Dan melihat Daniel sedang makan dengan sangat gembira.
"Kakak, itu kan sudah Kenzie berikan pada ku, kenapa malah kakak yang memakannya?"
Daniel dengan dingin meliriknya dan memperlihatkan raut wajah mengejek.
"Masa bodoh, aku lapar."
Reko dengan cepat menurunkan Kenzie, lalu bangun dan duduk di samping Daniel, mengambil piring dan mulai makan.
"Aku juga lapar." Reko menyenggol lengan Daniel.
Akhirnya mereka makan berdua.
"Kenzie, ini ada uang saku yang di berikan oleh nenek mu. Ada lima belas juta di dalamnya, ambillah, untuk kau membeli makanan."
Mata bening Deffan langsung berbinar, ini banyak sekali, lima belas juta untuk membeli jajanan, dan itu hanya uang saku saja. Kalau dia memiliki uang, dia bisa membelikan adik-adik mainan dan makanan yang enak, aku juga bisa memberikan mana beberapa untuk keperluan dapur, Deffan membayangkan ini, tentu saja membuatnya senang.
Lima belas juta? Gaji tahun Mama saja tidak sebanyak itu, ini lima belas juta hanya untuk uang saku? Keluarga Kenzie benar-benar kaya.
"Kau tidak suka, dengan hadiah yang sering nenek mu belikan untuk mu. Nanti, biarkan papa mu yang membelikannya apa yang kamu sukai."
__ADS_1
Deffan dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau."
"Ambil, ambillah, kau harus mengambilnya."
Nenek menunjukkan ekspresi yang tidak mau di tolak, dan dia memaksa Kenzie untuk mengambilnya.
Deffan menatap Daniel, meminta persetujuan.
"Ambillah, nenek juga akan senang jika kau mengambilnya."
Deffan sedikit tidak enak hati dan ragu-ragu, ia merasa bahwa memanfaatkan Kenzie. Dengan pikirannya seperti itu, akhirnya Deffan mengambilnya.
"Terimakasih nenek."
"Kau ini, kenapa seperti orang lain saja pada nenek?"
"Kedepannya kau tidak usah seperti itu kepada kami, kau bisa menelpon kakek dan nenek kapan pun kau mau."
Deffan memandang mereka satu persatu, perasaannya terasa hangat. Selama ini tidak ada yang memperhatikan dan menyayanginya seperti ini kecuali Mama. Ini adalah pertama kalinya Deffan menyadari dan merasakan apa itu kasih sayang dari keluarga.
Saat mau pulang, Reko terus berkata, bahwa dia harus sering-sering berkunjung dan mendatangi rumah kakek mulai dari sekarang.
Deffan mengangguk senang.
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
vote setiap akhir pekan ☑️
komen jika ada kritik dan saran☑️
dan jangan lupa follow akun author ☑️
__ADS_1