Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
46


__ADS_3

Kenzie masuk ke dalam kelas. Belum sempat dia duduk di kursi, salah satu orang tua dari teman sekelasnya datang dan mendorongnya.


Seketika Kenzie terhuyung dan jatuh ke lantai.


"Kenapa mendorong ku!"


Kenzie menatap marah pada orang tua dari temanya yang mendorongnya itu.


Ariana yang melihat, dia membelalakkan matanya. Seketika tangannya terkepal erat di bawah sana.


"Mengapa mendorong mu? Kau sudah memukul anak-anak kami, wajahnya bengkak dan kau masih saja menggigitnya! Kau benar-benar anjing gila! Anak yang tidak punya sopan santun sama sekali!"


"Dia yang melempar kotak pensil ku lebih dulu!"


"Heh, kotak pensil yang jelek saja kau harus sampai memukul orang? Aku kau hanya ...."


Wanita itu mengulurkan tangan dan mencoba untuk mendorong Kenzie lagi. Seseorang tiba-tiba menghentikan dengan memegang pergelangan tangannya dengan kuat.


Wanita itu mengernyit dan menoleh menatapnya heran.


"Kau. Kau ini siapa sih, lepaskan tanganmu! Sakit!" Tapi Ariana tidak melepaskannya.


"Aduh ..., siapa kamu, Tante mu?" wanita itu melirik Kenzie.


"Sakit, sakit. Lepaskan aku!"


Wanita itu berjuang untuk melepaskan pegangan tangan Ariana.


Kenzie memandang Ariana dengan heran, dia juga tidak berharap Mama muncul saat ini. Dia menatap lurus pada Ariana, kemudian menundukkan kepalanya.


Hidungnya masih memar, dan wajahnya masih bengkak akibat pukulan kemarin, itu masih kentara sekali bengkaknya. Dia berusaha menyembunyikan nya agar Mama tidak melihatnya dalam keadaan seperti ini.


Melihatnya menundukkan kepalanya, Ariana membungkuk dan menatapnya.


"Kenzie, jangan takut, ada Mama di sini."


Ketika dia melihat memar di wajah putranya, Ariana mengernyit dan menatapnya seksama. Ariana segera meraih memar di wajah Kenzie dan mengusapnya dengan pelan, hatinya seakan tertusuk dan sesak.


"Siapa yang melakukan ini? Siapa yang sudah memukul mu?"


Raungan yang tiba-tiba membuat kelas bergetar dan hening seketika.


Ariana memicingkan matanya, dan tiba-tiba emosi melihat keadaan wajah putranya, lalu beralih menatap wanita yang tadi mendorong Kenzie.


"Apakah anak mu yang memukulnya?"


"Tidak, tidak. Anak mu yang memukul anak ku duluan!"

__ADS_1


Ariana menatap anak yang berdiri di sampingnya, lukanya tidak seberapa di bandingkan dengan luka Kenzie. Ada beberapa memar dan luka yang kentara sekali di wajah Kenzie, tetapi luka anak ini tidak sebanding dengan luka Kenzie, bahkan luka anak itu hampir tak terlihat.


Semakin melihat itu, emosi Arian semakin meluap.


"Sudah jelas Kenzie yang di pukul dengan sangat parah, tetapi kau masih mau mempersulit dia!" Ariana berkata dengan sangat dingin.


Wanita itu mau bicara tapi Ariana sudah lebih dulu berbicara lagi.


"Saya mendengar bahwa, dia yang menjatuhkan kotak pensilnya. Kenzie, apakah dia yang memukul mu?"


Kenzie ingin bicara, tapi seseorang yang mendahuluinya: "Dia bilang, siapapun yang membantunya memukul Kenzie, dia akan membelikannya pizza HUT."


Membantunya dan membelikan pizza HUT? Ariana terkejut dan mengernyit.


"Bagus sekali! Anak kecil seperti ini, tau bagaimana memanfaatkan seseorang untuk mencapai tujuannya. Kalu begitu yang memukul Kenzie bukan satu orang saja!"


Ariana menatap kedua ibu dan anak itu sambil menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya.


"Anak mu menghasut teman-temannya untuk memukul anak ku. Minta maaf kepada Kenzie! Kau minta maaf! Biarkan anak mu meminta maaf! Semua anak yang memukul Kenzie demi mendapatkan pizza HUT kemarin minta maaf!"


"Kau .., kau suruh minta maaf? Lalu kami harus minta maaf? Siapa kamu?"


Wanita itu berkata dengan mengernyit sambil menyombongkan dirinya.


Wanita itu menatap Ariana dengan seksama, dan melihat Ariana berpakaian biasa saja. Kenzie sepertinya bukan dari keluarga berada ataupun terhormat, dia ragu apa dia memiliki bekingan?


Dengan latar belakang seperti ini, masih saja berani berdebat dengannya?


"Kau wanita ******! Beraninya kau mendorong ku! Oh tulang ku seperti patah, bahuku. Bahuku juga sakit, sepertinya aku tidak bisa bangun. Alu mau kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, aku ...."


Ariana mencibir sambil mengeluarkan jarum perak dari dalam tasnya. "Tidak bisa bangun ya? Tidak masalah, aku seorang dokter. Aku bantu periksa. Nanti setelah aku tusuk dengan beberapa jarum ini, kau pasti akan sembuh!"


Kemudian Ariana berjalan selangkah demi selangkah menghampiri perempuan itu dengan beberapa jarum suntik di tangannya.


Wanita itu menatap Ariana yang memegang beberapa jarum suntik, dan dia mempunyai firasat buruk, bahwa wanita ini benar-benar akan menusuk jarumnya itu. Seketika dia bangkit berdiri dan berkata: "Jika kau berani mendorong ku, aku akan menuntut mu!"


Ariana menaikkan kedua alisnya ke atas. "Aku mendorong mu karena kau mendorong anak ku! Kau pantas mendapatkannya. Bukankah kau yang terlebih dahulu mendorong anak ku? Kau mau menuntut ku, kan? Lakukanlah! Pergilah sekarang juga, aku menunggumu!"


"Sombong sekali kau .., kau hanya pekerja biasa saja, apa yang kau sombong kan?"


Ariana menatapnya, wanita ini berbicara aneh menurutnya.


Seorang pekerja biasa?


Ariana tersenyum kecut. seorang Dokter internasional terkenal di katakan seorang pekerja biasa.


Ah ....

__ADS_1


Tampaknya TK Bangsawan ini memang suka merendahkan latarbelakang seseorang.


Ariana mencibir.


"Memangnya kenapa dengan pekerja biasa? Apa mereka tidak bisa mendapatkan keadilan?"


Ketika kata-kata itu di ucapkan Ariana, orang tua siswa yang lain mulai berkata dan bergumam satu sama lainnya, membicarakan ibu dan anak itu.


Kemudian mereka berkata, itu adalah adalah kesalahan anaknya, dan mereka berdua lah yang harus minta maaf.


Sebagai orang tua murid, sekarang mereka berpihak kepada Ariana.


Ariana maju selangkah dan berbisik di telinga wanita itu.


"Semua barang yang melekat dan kau pakai di tubuhmu itu limitasi, kan? Tak ada satu pun yang asli. Apa yang kau sombongkan dari itu semua! Apa perlu aku sebutkan satu-persatu harga dari setiap barang yang melekat di tubuh mu sekarang?"


Wajah wanita itu memerah malu, dia tidak tau latarbelakang Arian. Bagaimana mungkin dia tau kalau barang yang ku pakai ini semua limitasi?


Wanita ini ....


Jika dia mengatakan yang sebenarnya, tentu ini sangat memalukan sekali, mereka pasti akan mengetahui dan menertawakannya!


Dia yakin, kalau perdebatan ini di teruskan, wanita ini akan mempermalukannya di depan mereka. Lalu dia menarik napas.


"Maaf, saya minta maaf, saya minta maaf juga atas kesalahan-kesalahan anak-anak ku."


"Lebih keras lagi suaranya!"


"Maafkan aku, aku sudah bersalah."


"Suruh anak mu minta maaf juga!"


Wanita itu buru-buru mengajak anaknya untuk meminta maaf pada Kenzie, awalnya dia datang untuk melampiaskan kekesalannya, tapi malah dia yang meminta maaf.


Anaknya awalnya tidak mau meminta maaf, setelah ibunya memarahinya, dia meminta maaf pada Kenzie dengan begitu sopan.


Pada saat itu, Kenzie merasa, bahwa Mamanya luar biasa.


Mama sangat baik padanya.


Kenzie meraih tangan mamanya, dan tidak rela melepaskannya.


Dia tau Kenzie tidak rela melepaskan tangannya. Ariana melihat luka di wajah anaknya, tiba-tiba wajahnya berubah sedih.


"Sayang, maukah kamu pergi bersama Mama ke toko kue?"


Mata Kenzie tiba-tiba berbinar-binar seperti bintang, dan dia mengangguk dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Mari kita pergi."


Author sudah update ya. Jangan lupa dukungannya.


__ADS_2