
Dengan cara ini, Ariana membawa Kenzie pergi. dari sekolah, dan mereka pergi ke toko kue.
"Kenzie, kau boleh memesan apapun yang kau mau."
"Mama, aku ingin milkshake!" Dia berseru dengan girang.
"Oke!" Ariana tersenyum.
Kenzie jarang mengatakan apa yang dia mau. Hari ini, apa pun yang dia pinta, Ariana akan memberikannya.
Setelah keluar dari toko kue itu, Ariana ke,bali membawanya ke kebun binatang dan melihat banyak binatang di sana. Kenzie menatap panda raksasa itu, yang dangat dilindungi dan dia sangat menyukainya.
"Kenzie, lebih baik Mama membawamu ke taman bermain. Terakhir kali kau tidak ingin bermain, hari ini Mama mau mengajak mu bermain dan bersenang-senang, bagaimana?"
Kenzie tampak berpikir sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya.
Yaman bermain adalah surganya bagi anak-anak, Kenzie naik rollercoaster, bermain Komidi putar, dan menikmati taman air.
Senyumannya mereka, seperti bunga yang sedang mekar, terlukis di wajahnya yang dingin dan arogan.
Sesaat Ariana berpikir, jika dia tidak menyerahkan Kenzie pada Daniel waktu itu, mungkin Kenzie akan lincah seperti Deffan.
Pada siang hari, saat Sela menjemput Kenzie di sekolah, Sela di beritahukan bahwa Kenzie sudah pulang dan di jemput oleh seseorang lebih awal.
Setelah bertanya, dia mengetahui dari orang tua sekelas dengan Kenzie, bawah dia di jemput oleh mamanya. bahkan dia sempat berdebat dengan orang tua yang lainnya.
Mama?
Sela tercengang. Setelah keluar dari sekolah taman kanak-kanak, Sela mengeluarkan ponselnya, dan menelpon Daniel untuk memberitahunya. Tiba beberapa menit, Daniel mengangkat panggilan teleponnya.
Dia tidak sabar untuk bertanya.
"Daniel, siapa nama Mama Kenzie?"
Mama Kenzie?
Seketika dia mendengar Sela menyebutkan namanya seperti ini, wajahnya langsung berubah.
"Untuk apa kau menanyakan ini?"
Sela mengatakan apa yang dia dengar dari sekolah tadi, kemudian bertanya lagi.
"Daniel, siapa nama Mama Kenzie? Apakah ada seseorang yang menyamar? Kalau begitu berarti Kenzie ...."
Belum sempat Sela menyelesaikan kalimatnya, Daniel Sudah memutuskan telponnya secara sepihak.
"Daniel, Dani....." Sela dengan marah menutup ponselnya, dan memerintahkan supirnya.
"Pergi ke perusahaan Mahesa grup sekarang juga!"
Daniel yang sedang emosi, matanya terlihat penuh dengan amarah, sehingga Liki juga tidak berani menatapnya langsung. Dia menundukkan kepalanya, dan diam-diam berpikir, ada hal apa lagi yang membuat Daniel begitu marah sekali.
Kemudian Daniel menelpon seseorang, dia tampak menelpon seseorang dan terlihat tidak di jawab. Dia semakin marah dan kesal.
Lalu dia membalikkan tubuhnya, dan melihat Liki.
"Coba kau yang telpon!"
__ADS_1
Liki tertegun sesaat, lalu dia buru-buru mengeluarkan ponselnya, berjalan menghampiri Daniel. Dengan cepat mencatat nomor telepon yang tertera di ponsel Daniel. Kemudian menelponnya.
Tidak lama kemudian, telpon langsung di angkat.
"Ya, siapa ini." Suara Ariana terdengar jelas di telpon.
Daniel meraih ponselnya yang ada di tangan Liki, lalu berkata dengan suaranya yang lantang.
"Ariana! kau bawa kemana kemana Kenzie!"
"Pak Daniel, Kenzie sedang bersama ku, dan aku berjanji, nanti malam aku akan mengantarnya kembali dengan selamat."
"Antar Kenzie sekarang juga!" Daniel berkata sambil menggertakkan giginya.
"Dia, dia sedang makan dan bersenang-senang sekarang, biarkan dia selesai makan dahulu, atau aku akan mengantarnya kembali setelah makan malam."
"Sebaiknya kau tidak untuk mencoba mempermainkan ku, kalau tidak aku akan mengiris daging mu sepotong demi sepotong untuk di berikan ke pada seekor A****g."
Ini keji sekali!
Membayangkan kemarahan Daniel saat ini, jika dia membuatnya marah lagi kali ini, dia mungkin tidak akan bisa menyelamatkan hidupnya.
Melihat Kenzie yang sedang menundukkan kepalanya untuk makan, dia memutuskan untuk mengantar Kenzie pulang setelah dia menyelesaikan makanya. Dan akan membicarakan masalah sekolah taman kanak-kanak kepada Daniel.
Di rumah mewah
Ariana menggandeng tangan Kenzie memasuki area rumah itu. Kemudian, Ariana membawa Kenzie ke ruang tamu.
Mata Daniel menatap tajam dan lurus ke arah Ariana. Dia merasa seperti ingin menyelinap masuk ke dalam lubang di bawah tanah saja saat ini. Hatinya mulai cemas.
Apakah dia benar-benar akan mengiris dagingnya saat ini? Memikirkan itu Ariana merinding.
Dia meremas ujung pakaiannya dengan perasaan yang resah dan gelisah. Dan dia mencoba untuk berbicara dengan baik dan sopan ke pada Daniel.
"Pak Daniel, Saya ingin berbicara pada anda, tentang masalah Kenzie di sekolah."
Mata Daniel yang sedang dingin itu memandanginya seperti sebuah ejekan.
"Apa yang ingin kamu bicarakan? memangnya siapa dirimu?" Nada suaranya terdengar sinis.
Ariana menelan ludahnya.
"Aku ...,"
Ariana tau kalau Danie akan mengatakannya lagi, kalau dirinya tidak pantas menjadi seorang Mama. Dia melanjutkan kalimatnya lagi dengan pasti dan penuh dengan keyakinan.
"Bahkan, jika aku tidak pantas dan layak, maka kau juga tidak layak membiarkan wanita itu untuk mengantarnya setiap hari."
Apakah dia sedang membicarakan Sela?
Daniel mendengus dingin.
"Tak peduli dengan apa pun yang terjadi, Sela lebih baik dari mu!"
Lebih baik darinya?
Apakah otak Daniel di masuki batu kerikil? Wanita yang terlihat galak sekali dan membentak Kenzie, dia bilang lebih baik darinya? Bagaimana mungkin dia bisa lebih baik dari ibu kandungnya?
__ADS_1
"Pak Daniel, jika kau tak percaya, tetapi setidaknya kau menanyakannya langsung ke pada Kenzie? Bagaimana wanita itu memperlakukannya."
"Papa, aku tidak mau di antara oleh tante Sela, dia jahat. Aku ingin dia yang mengantar ku." Kenzie memandang Daniel dengan marah.
"Aku tidak suka dengan wanita galak itu, dua sangat jahat."
"Pak Daniel, anak mu sendiri mengatakan, kalu temanya di sekolah masih saja mengganggunya, apa tidak sebaiknya Kenzie kau pindahkan ke sekolah taman kanak-kanak lain saja, aku yang akan mengantar jemput dia."
Jika Kenzie bisa sekolah bersama Deffan, Revi, dan juga Reva, dia bisa menjemput mereka bersama.
Dengan cara ini, meski agak menyulitkannya, namun dia senang melakukannya, dan tidak memikirkan Kenzie yang di ganggu oleh teman-teman sekolahnya.
"Ariana, kesabaran ku ada batasnya, jika kau mencoba untuk menghasut Kenzie lagi, coba saja kau lakukan!"
Daniel mengira, apa yang tadi Kenzie katakan adalah hasil hasutan darinya, dan dia mengada-ada.
"Kenzie tidak akan pindah sekolah, dan aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk menjemput Kenzie ke sekolah. Mulai sekarang, kau harus menjauhi putra ku. Jika ketahuan kau menghasut dan membujuk Kenzie lagi, maka aku akan membuatmu membayarnya dengan sangat mahal!"
"Papa, bukan dia ...."
"Kenzie kau masuk ke dalam kamar mu dulu."
Kenzie masih ingin bicara, namun Daniel sudah memanggil kepala pelayan rumah tangga untuk membawanya ke dalam kamar.
"Daniel, jika seperti ini, kau akan menghancurkan Kenzie!"
"Membiarkan kau yang mendekatinya, baru akan menghancurkannya! Kau pergi ke sekolahnya dan bertengkar dengan orang tua teman sekelasnya, dan kau bahkan tidak peduli dengan citra mu lagi. Kau seperti orang gila! Jika Kenzie belajar ini semua dari mu maka ...."
Ariana mengepalkan tangannya dengan erat. Lalu menatap Daniel tidak berkedip.
"Daniel, aku bertengkar dengan nya itu karena dia menggangu Kenzie. Daniel, jika kau tidak tau apa-apa, kau jangan langsung memutuskan bahwa aku gila."
Daniel menatapnya dengan sinis serta mencibirkan bibirnya.
"Saat ini aku melihat mu itu seperti wanita gila."
"Kau ...!"
"Kau boleh pergi sekarang. Lain kali, jika kau berani menjemput dan membawa Kenzie pergi lagi, coba saja! Bahkan jika Kenzie sampai membenci ku, aku juga akan membuat mu membayarnya dengan mahal. Keluar!"
Daniel membentak dan mengusir Ariana.
Author sudah update ya.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Tugas pembaca hanya memberi dukungan, like dan komen, memberi vote dan hadiah, juga bintang lima di penilaian. Karena tugas author sangat berat, dari pada kalian yang hanya membaca. jadi tolong saling mengerti untuk saling menyemangati. yuk mulai dari sekarang
kalian wahai para pembaca:
Wajib likeβοΈ
klik bintang lima di penilaian βοΈ
tap love βοΈ
vote setiap akhir pekan βοΈ
__ADS_1
komen jika ada kritik dan saranβοΈ
dan jangan lupa follow akun author