Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
36


__ADS_3

Ariana menarik napasnya berkali-kali, menahan dan menghembuskan nya secara perlahan.


Kakinya sedang terluka, apakah dia akan memanfaatkan situasi ini?


Tanda tanya mulai muncul satu persatu di benaknya, dia sudah mulai khwatir.


Reko menghela napasnya, dalam hatinya berkata, Kasihan sekali, wanita ini akan mendapatkan bencana dalam hitungan menit.


Saat melakukan pengobatan akupuntur pada Kenzie, Ariana sagat merasa tidak nyaman. Sebentar sebentar dia melirik Daniel.


Matanya yang tajam seperti pedang itu terus saja menatapnya! Dia pasti sedang berpikir, cara yang bagaimana menyiksanya nanti!


Jika Daniel memperlakukannya dengan keterlaluan nanti, apakah Deffan akan kehilangan kesabarannya dan keluar dari dalam lemari?


"Dokter Messa, jika anda masih saja tidak pokus, maka aku akan menusukkan semua jarum perak yang ada di dalam kotak itu pada badan anda!"


Ariana terkejut dengan kata-kata Daniel yang tiba-tiba.


Dia melihat ke bawah, eh ..., titik akupuntur itu kurang satu tusukan>


"Maaf!"


Ariana kemudian buru-buru menusukkan jarum satu lagi kepada Kenzie.


Setelah proses akupuntur selesai, Ariana memasukkan kembali semua peralatan pengobatan medis nya ke dalam kotak. Gerakannya seperti sengaja di perlambatan agar mengulur waktu.


Kalau dapat di perpanjang waktu akan terjadinya bencana, maka semua orang juga mau mengulur waktu supaya bencana yang akan di hadapi di tunda. Dia juga tidak tahu apa yang akan Daniel lakukan padanya.


Reko buru-buru berjalan menuju tepi tempat tidur. "Kenzie, apakah kau sakit?"


Kenzie meliriknya sekilas dan mengabaikannya.


"Anak ini. Paman sengaja datang untuk bermain dengan mu. Kemarin aku kan bilang pada mu, bahwa paman akan memberikan sebuah hadiah untuk mu, kali ini Paman datang dan membawanya. Nanti kita bisa bermain bersama."


Sambil berkata seperti itu, Reko mengulurkan tangannya untuk menyentuh kepala Kenzie.


Namun, Kenzie dengan cepat menghindar.


"Jangan sentuh aku!"

__ADS_1


Dia berbicara dengan tegas dan sungguh-sungguh, hingga membuat Reko terkejut.


Kemudian Kenzie dengan sengaja menggeser tubuhnya ke samping, menjaga jarak dengan sengaja menghindarkan diri darinya.


Kemarin itu dia masih mengatakan kalau dia adalah Paman terbaik yang ada di dunia, kemudian memeluknya dan menciumnya. Tetapi mengapa hari ini dia berbeda lagi?


"Ada apa Kenzie? Paman baru saja datang, apakah aku ada menyinggung mu barusan?"


Reko sangat bingung.


Kenzie duduk di samping, menutup kedua telinganya dan mengabaikannya. Benar-benar menganggapnya seperti udara saja.


Apakah anak ini sedang ngambek?


Tapi mengapa?


Apa karena proses akupuntur itu membuatnya kesal?


Reko yang sedang memikirkan alasannya, tiba-tiba mendengar suara dingin dari saudaranya Daniel yang bertanya padanya.


"Berapa lama waktu yang kau habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan yang hanya bisa di selesaikan dalam hitungan detik saja."


Mengikut pandangan Daniel, ternyata saudaranya berkata pada perempuan yang merawat keponakannya. Dan dia sedang melepas jarum perak.


"Perlu ku bantu?"


Ariana menoleh dan menatapnya.


"Tidak perlu."


Reko berpikir kalau wanita itu hanya segan padanya, lalu dia bangkit dan berjalan ke sisi Ariana dengan antusias dan membantunya memasukkan semua barang-barangnya dalam waktu yang sebentar saja.


"Aku melihat kaki anda terluka, jadi saya datang untuk membantu mu, ini tidak ada apa-apanya, tidak perlu berterimakasih pada ku."


Terima kasih?


Ariana menatapnya dan memasang sebuah senyuman yang aneh.


Terima kasih? Dia memang tidak merencanakan untuk mengatakannya.

__ADS_1


Dia dengan sengaja memperlambatnya, tapi dengan di bantu seperti itu, maka pekerjaannya cepat selesai


Bantuan ini ..., benar-benar mengesankan sekali.


Pada saat ini, dia menyadari, terkadang bantuan seseorang bisa jadi akan cepat membawa bencana baginya. Ariana kesal.


"Kalau sudah selesai, cepat keluar!"


Setelah Daniel selesai bicara, dia menatap mata Daniel yang tajam dan dingin. Pasti ada sesuatu maksud tertentu di balik ucapannya itu tadi."


"Aku sulit bergerak."


"Apakah aku perlu menggendong mu seperti tadi?"


"Tidak. Tidak, tadi aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan berjalan dengan pelan-pelan, dan kau menungguku di luar saja ya?"


Jika Daniel keluar duluan, maja dia akan berkesempatan untuk mengatakan sesuatu pada Kenzie, bahwa Deffan jangan buru-buru keluar jika ada sesuatu yang terjadi, tetaplah bersembunyi dan jangan menampakkan diri dari pria angkuh dan dingin itu.


Sangat di sayangkan, bahwa Daniel tidak memberinya kesempatan ini sama sekali.


"Untuk menyimpan beberapa jarum saja, kau sudah menghabiskan waktu yang paling lama, jika harus menunggu mu keluar dari dalam kamar ini, mungkin aku harus menunggu tahun depan."


Ariana merenggut, berlebihan sekali jika menunggu ku tahun depan.


Ketika dia akan mengatakan sesuatu, untuk membela dirinya, tiba-tiba Daniel berjalan ke arahnya, dengan cepat dia menggendong Ariana seperti tadi.


Ariana kembali terkejut, ini tidak terlihat seperti ingin menghukumnya!


Bagai mana ini?


Yuk Author sudah update


Wajib like☑️


klik bintang lima di penilaian ☑️


tap love ☑️


vote setiap akhir pekan ☑️

__ADS_1


komen jika ada kritik dan saran☑️


dan jangan lupa follow akun author ☑️


__ADS_2