
🌺 vote 🌺
"Jangan mengada-ada, Kenzie sedang bersama ku sekarang, bagai mana mungkin dia meminta kamu membuang barang-barang itu? Apa kau sengaja ingin merusak hubungan dengan keponakan ku?"
Tuan kedua marah saat mendengar kata-kata pelayan. Kepala pelayan itu pun tampak kecewa dengan Reko.
"Tuan kedua, demi Tuhan aku tidak mengada-ada, aku telah bekerja puluhan tahun di keluarga Mahesa, bahkan hampir seumur hidupku, aku tidak pernah membuat masalah. Jika kau tak percaya, aku akan menunjukan vidionya kepadamu!"
Kepala pengurus rumah tangga itu pun orang yang serius, setelah menutup telpon, dia langsung vidio coll pada Reko dan menunjukkan kepadanya.
Reko menatap layar ponselnya serta mengernyitkan keningnya. Dia melihat Kenzie yang sedang membuang mainan-mainan yang sudah ia berikan untuknya, membuangnya dengan kaki kecilnya, kemudian memukul mainan itu hingga hancur, wajahnya tampak marah saat ini.
"Bocah ini benar-benar tidak menghargai kebaikan orang lain. Tahukah kau betapa sulitnya membeli model simulasi ini? Ini bukan ...."
Berbicara lewat ponselnya, menatap Kenzie di layar itu yang penuh emosi dan sombong, dia tiba-tiba sadar dan langsung mengalihkan perhatian terhadap 'Kenzie' yang berdiri di hadapannya sekarang ini.
Matanya tampak berputar melihat 'kenzie' dengan nyata di depan matanya, kemudian beralih menatap 'Kenzie' di layar ponselnya, dia bengong dan tak percaya. Matanya terbelalak.
Ini ....
__ADS_1
"Ada dua Kenzie? Ada apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa keponakan ku ada dua?"
Reko seperti seseorang yang linglung, jantungnya tiba-tiba seperti melompat keluar, beberapa kali menatap Kenzie yang ada di depan matanya sekarang, kemudian Kenzie di dalam vidio itu juga benar-benar nyata.
Dengan keras ponselnya jatuh ke tanah.
Apakah Kenzie sebenar tidak mengalami gangguan mental? atau mungkin Kenzie memiliki ilmu membelah dirinya, dan menjadikannya banyak Kenzie ada di mana-mana. Reko tapak merinding, seluruh tubuhnya meremang.
Ya ampun, menakutkan sekali!
Dalam sekejap tengkuknya menjadi berat, tubuhnya mengigil seperti di guyur air es.
Reko menatap ke sekeliling, tidak ada siapapun di belakangnya, lalu mengumpulkan keberaniannya untuk mengepalkan jarinya.
"Ini sangat aneh sekali!"
Reko tampak sangat ketakutan, sehingga dia berdiri di sana dengan wajah bingung dan pucat.
"Paman, ada apa dengan mu?"
__ADS_1
Reko menatap 'Kenzie' yang sedang mengerjapkan matanya yang jernih dengan tatapan polos, dia tidak lagi memikirkan Kenzie yang lincah dan menggemaskan, tetapi dia ketakutan dan panik!
Deg ..... Jantungnya berdegup kencang!
"Dokter Messa, cepatlah kemari, dia bukan Kenzie, dia bukan Kenzie!"
Reko seperti sudah menemukan rahasia besar yang membuatnya ingin mati ketakutan. Dia ingin cepat-cepat membawa Ariana pergi dan meninggalkan tempat angker itu.
"Ini semua pasti karena tempat ini. Tempat ini benar-benar mengerikan sekali, setan di gedung ini mampu membuat Kenzie menjadi dua, ini tidak benar, dokter Messa tidak boleh tinggal di sini, serem sekali!" Reko bergumam dalam hatinya, dan mengelus tangannya yang dingin, bulu kuduknya berdiri seketika.
Ariana menghela nafas. Menatap Reko yang sedang ketakutan, Ariana menjadi kasihan melihatnya.
"Dokter Messa, ayo kita tinggalkan tempat ini, anak-anak mu tidak boleh tinggal di tempat angker seperti ini! Dia ...."
"Reko, tenang. Tenang lah. Ayo duduk dan minumlah." Ariana memberikan botol air mineral kepadanya dan Reko langsung meneguknya sampai habis.
Reko tampak berkali-kali menghela napas, Ariana menjadi iba melihatnya. Lebih baik aku beri tahu saja dia, lagi pula Reko pasti akan menceritakan kejadian ini kepada semua orang. Jika dia mengetahui yang sebenarnya, mungkin dia bisa menjaga rahasia ini.
...----------------...
__ADS_1
Like setelah membaca. Jangan pelit dongg buat tekan like, gratis kok, ngk bayar.