Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
87


__ADS_3

๐ŸŒบ vote ๐ŸŒบ


Setelah keberanian kembali, napasnya sudah membesar, dia menatap mata Daniel yang sedang melihatnya dengan memicingkan matanya. Kemudian Ariana dengan berani mengangkat jari telunjuknya.


"Yang barusan akau katakan itu adalah kau, kau bajingan yang tidak berprikemanusiaan! Kau! benar-benar bukanlah manusia! Kau bukan manusia!"


Ariana berteriak seolah-olah dia bukan berkata dengan seorang penguasa, dia seperti sedang memarahi adiknya yang sedang melakukan kesalahan yang sangat besar.


Liki merasakan aura dingin yang sedang menyelimuti ruangan ini. Tubuhnya merinding ketakutan, nona Messa begitu beraninya mencaci tuan Daniel?


"Dengan mengutuk pak Daniel seperti itu, apakah nona Messa mau mati di bunuh olehnya? Apakah dia tidak takut? Bagaimana ini? Apakah pak Daniel akan langsung memecatnya?"


Saat itu, Liki melihat Daniel meraih leher Ariana, dengan tangannya yang besar dan kuat, kemudian menggerakkan giginya, wajahnya seperti iblis yang kerasukan.


"Kau memang mencari mati? Akan aku lakukan!"


Ariana membulatkan matanya. Dia berjuang tanpa rasa takut sedikitpun, dia memukul tangan Daniel dengan sekuat tenaganya.


Ariana merasakan tangan Daniel seperti besi baja yang sedang menjepit lehernya yang perlahan-lahan mengencang, Ariana merasa semakin sulit untuk bernapas, dan nyawanya seperti sedikit demi sedikit berkurang. Dia juga merasa bahwa ajalnya sudah mendekat.


Ariana memejamkan matanya seolah-olah pasrah dengan takdir.


"Jika aku ..., harus ..., mati. Maka ..., lakukanlah ...." Ariana berkata dengan terputus-putus, dia sama sekali tidak takut dengan kematiannya.


Melihat itu Liki sangat panik.


"Jika wanita itu mati, maka .... Tidak-tidak, aku harus menghentikan pak Daniel."


"Pak Daniel, jangan .... Tolong stop! Jangan lakukan itu!"


"Keluar! Kau jangan ikut campur!" Daniel membentak dan mengusir Liki.


Liki langsung menutup mulutnya! Dia bingung dengan cara apa harus menghentikannya. Melihat Ariana yang dalam kesulitan, antara hidup dan mati, dia juga ikut ketakutan setengah mati. dalam hatinya bergumam: "Nona Messa, kenapa kau mau mencari mati dengan cara seperti ini? Daniel benar-benar akan membunuh mu? apa yang harus aku lakukan?"

__ADS_1


Wajah Ariana semakin memucat, dan terlihat ada air mata mengalir di sudut matanya yang terpejam, wanita itu sama sekali tidak berontak, dia sangat keras kepala melawan Daniel. Tapi dia sendiri yang mencari mati! Wanita sialan ini!


Liki yang sudah menemukan cara untuk menghentikan Daniel. Karena ini tidak bisa di biarkan, dia sudah bulat mengambil keputusan, tidak tau caranya lagi, entah itu akan membuatnya dikuliti hidup-hidup oleh Daniel, dia tidak tau lagi dengan resiko apapun yang akan dia dapatkan, yang terpenting menyelamatkan nona Messa.


Daniel yang melihat Ariana kesakitan dan menangis dengan pasrah dia tiba-tiba sangat kesal dan mengingat sesuatu.


"Pak Daniel, kau akan membunuhnya kalu seperti ini, bagaimana dengan Tuan muda Kenzie? Dia pasti akan membencimu jika dia tau ibunya mati di tangan mu. Aku mohon lepaskanlah dia. Kasihan dengan Tuan muda pak Daniel."


Liki berkata dengan suara lirih dan sangat memohon.


Mendengar itu, Daniel menatap Ariana dengan masih sangat marah. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa dia tidak boleh memaafkan wanita ini, dan tidak akan membiarkan wanita ini pergi begitu saja. Liki benar, jika wanita ini mati di tangannya, Kenzie pasti akan membenci dirinya seumur hidup, dia tidak ingin itu terjadi.


"Ayo ..., bunuh .., lah, agar .., kau puas dan ..., tenang hidup dalam. dunia yang ..., seperti neraka .., ini." Ariana berkata lagi dengan masih memejamkan matanya, air matanya tidak berhenti mengalir. Melihat bibir Ariana bergerak mengatakan itu, Daniel langsung melempar tubuh Ariana ke lantai dengan sangat keras.


Bukk .....


Tubuh Ariana jatuh terbanting. Dia meringis, merasakan seluruh tubuhnya remuk tak berdaya, napasnya seperti melemah. Daniel sangat kejam memperlakukannya begitu sadis dan bringas dengan seorang wanita. Apakah dia pantas melakukannya?


Ya dia pantas mendapatkannya, karena banyak hal yang sudah di lakukan perempuan gila ini yang membuat Daniel marah dan kesal.


Plak ....


Wajah Ariana di tampar dengan keras, kepalanya tertoleh kesamping, seluruh wajahnya memanas. Air matanya mengalir begitu deras, tamparan ini begitu melukai hatinya. Akan tetapi dia tetap dengan keras kepala tidak mau tunduk terhadap Daniel.


Ariana menatapnya dengan air mata yang berlinang. Wajahnya sungguh menyedihkan, sambil memegangi pipinya, tiba-tiba dia meraih tangan kokoh Daniel.


"Ayo lakukan! Lakukan lagi. Aku belum puas menerima penderitaan yang kau berikan pada ku. Tampar dengan keras lagi! Ayo lakukan ....!"


Ariana berteriak dengan sisa suaranya, bibirnya bergetar hebat dengan air mata yang masih membanjiri pipinya, buliran air mata itu menetes ke lantai setitik demi setitik.


Wanita ini ..., dia benar-benar tidak takut mati! Daniel menatapnya dengan penuh amarah. Seketika dia melayangkan tangannya dengan keras lagi. Dan saat itu juga sudut bibir Ariana mengalir darah segar. giginya tertutup rapat, menahan segala rasa sakit hari ini.


"Lakukan lagi! ini masih belum seberapa untuk mu! Lakukan cepat ....!"

__ADS_1


Ariana berteriak seperti orang gila. Daniel menggelengkan kepalanya, matanya masih menatap Ariana dengan kejam. Tangan Daniel di cengkraman erat dengan Ariana, matanya melotot marah, sangat marah.


"Lakukan...!" Ariana mengangkat tangan Daniel ke atas, ingin menamparkan tangannya Daniel ke wajahnya sendiri. Tetapi Daniel menepisnya dengan sangat kasar.


"Kau begitu bernafsu ingin mati rupanya?"


Ariana melihat sebilah pisau buah, di bawah kolong meja, dia benar-benar sudah tidak memikirkan hidupnya lagi, nanti saat dia menutup matanya, dia kan mengatakan kepada Daniel bahwa semua anak-anak yang ada padanya itu adalah anak kandungnya. Ya Ariana akan mengatakan itu untuk terakhir kalinya, dengan begitu, dia tidak perlu memikirkan banyak masalah lagi. Dan anak-anaknya sudah pasti akan di ambil olehnya. Ariana sudah membulatkan tekadnya. Dia berjalan mengambil pisau itu.


Liki yang melihat sangat ketakutan, matanya melebar selebar lebarnya.


"Nona Messa! Apa yang ingin kau lakukan!"


Liki berteriak dengan kencang.


Sementara Daniel hanya melihatnya dengan tatapan yang dingin.


Tapi tak menyangka Ariana membuang pisau itu ke arah Daniel.


"Cepat ambil pisau itu dan bunuh aku!" Ariana berkata dengan suaranya yang sangat menyedihkan, air matanya tidak berhenti mengalir. Daniel melirik pisau yang tergeletak di lantai, kemudian menatap wajah Ariana dengan cermat. Bibirnya membentuk sebuah lengkungan, dia tersenyum sinis serta menaikkan kedua alis tebalnya.


"Kau begitu licik, menginginkan aku tidak membunuh mu? Jika aku ingin kau mati, aku tidak perlu mengotori tangan ku untuk membunuh seorang wanita licik seperti kau."


"Kau yang licik bajingan Daniel!" Ariana berkata dengan sangat lantang, setiap kata-kata tidak ada rasa takut sama sekali.


Ariana perlahan-lahan mengambil pisau itu, Daniel hanya melihat gerak-geriknya dengan cermat.


Ariana menggenggam pisau itu dengan erat. Tubuhnya membelakangi Liki dan juga Daniel. Kemudian suaranya yang lirih dengan halus terdengar di telinga Daniel dan Liki, suara itu sangat rendah, tidak berteriak seperti tadi.


"Tak ada gunanya juga aku hidup di dunia ini, setiap orang ingin menindas ku, entah apa yang aku lakukan hingga orang-orang selalu memfitnah ku, menuduhku yang tidak-tidak, selalu berasumsi tidak baik terhadapku, aku pikir aku tidak pantas hidup lagi."


Suaranya yang kecil terdengar pilu, kemudian dia tiba-tiba mengangkat pisau itu mengarah ke perutnya melukai perutnya dengan hati kejam dan keras.


"Apa kau benar-benar sudah gila!"

__ADS_1


๐ŸŒบvote๐ŸŒบ


๐ŸŒบ Dan dukung terus karya author ya, ๐Ÿ™ author sangat mengharapkan kerjasama dari kalian, ๐Ÿ™๐ŸŒบ


__ADS_2