
Reko melihat ekspresi wajah Daniel. Dia mengerti kalau kakak nya ini tidak setuju kalau Ariana tinggal di villa itu.
Dia tau berapa banyak kenangan masa lalu kakaknya di sana bersama orang yang telah meninggal. Cinta yang sulit dia lupakan, telah terukir di garis cinta kakaknya.
"Kakek, apakah aku boleh melihat villa itu?"
"Sangat boleh." Ucapnya sambil mencubit gemas pipi Deffan.
"Deffan, Kenzie, kakek buyut lelah, biarkan kakek istrahat dulu, yah. Nanti Paman akan membawa kalian untuk melihat villa itu, oke?"
Kakek Hamsyah mengangguk.
""Pergilah, minta pamanmu untuk mengantar kalian melihatnya."
Deffan membayangkan seperti apa villa Green View itu? Jika tempatnya bagus, maka dia akan mengajak Mama pindah ke sana. Jika Mama merasa tidak enak hati, maka biarkan Mama untuk menganggap bahwa mereka menyewanya. Masalah jumlah sewanya, kakek buyut pasti tidak akan memikirkannya.
Melihat Deffan dan Kenzie telah pergi bersama Reko, Daniel pergi ke ruang kerjanya dan menelpon Ariana.
Melihat layar ponselnya yang berdering dan tertera nama ID pemanggil, dia menduga telah terjadi sesuatu dengan Kenzie dan Deffan. Ariana pun segera mengangkatnya.
"Pak Daniel, ada apa? Apa yang terjadi dengan anak-anak?" Terdengar suara kecemasan dari nada bicaranya.
"Saya mau membahas suatu hal penting denganmu."
"Tidak. Aku tidak akan melepaskan hak asuh Deffan. Kau seharusnya juga mengerti pak Daniel. Deffan Sudah bersama ku beberapa tahun ini, jadi ...."
__ADS_1
"Bukan, aku mau membahas hal lain!"
"Mengenai apa?"
Daniel mengatakan perihal villa yang sudah di berikan kepada Deffan, dan dia meminta kepada Ariana, bahwa dia tidak boleh tinggal di villa itu dan juga tidak boleh tinggal di villa mana pun. Dia bisa mencari tempat tinggal lainnya. Atau mungkin kalau Ariana ada menyukai rumah lainnya, dia sanggup untuk membelikannya saja, asal tidak menempati villa yang sudah kakeknya berikan kepada Deffan.
Ariana juga merasa tidak nyaman ketika mendengar cerita dari Daniel bahwa kakeknya sudah memberi Deffan sebuah villa.
Tetapi, ketika Daniel mengatakan villa Green View itu, Ariana merasa nama villa itu tidak familiar. Secara samar dia merasa tidak asing.
Apakah villa itu berada di pinggiran selatan?
Mendengar Ariana mengetahui villa itu, Daniel mengernyitkan keningnya, bagaimana dia bisa tau? Sepertinya Ariana telah mempelajari mengenai keluarga dan perusahaan Mahesa.
"Benar sekali, villa Green View itu berada di pinggiran selatan. Asal kau tidak tinggal di sana, kau boleh tinggal di mana saja."
Ariana sangat penasaran.
"Ini, aku harus memikirkannya dulu."
"Kenapa? Apa lagi yang kau pikirkan." Daniel seperti mendesak agar Ariana segera memutuskan tidak tinggal di villa itu.
Reko, Deffan dan Kenzie memasuki villa itu.
Villa itu terlihat bersih dan rapi. Meskipun tempatnya tidak terlalu besar tetapi ada beberapa paviliun di sana.
__ADS_1
"Wah, indah sekali!"
"Ya , aku saja baru pertama kali ini datang kesini, aku tidak tau ada tempat yang begitu indah seperti ini."
Mereka melihat villa itu dengan kagum, Reko tersenyum melihat bocah-bocah itu.
"Deffan, mamamu pasti menyukai tempat yang indah ini, kau harus meyakinkan Mama mu untuk pindah ke sini."
"Em ... ya." Deffan mengangguk dengan cepat.
Tempat yang indah, tidak hanya Mama yang menyukainya, Reva dan Revi juga akan sangat menyukainya.
Saat pulang dari villa, menjelang malam Deffan menelpon mamanya. Dia mengatakan kalau dia ingin Mamanya tinggal bersamanya di villa itu, kalau tidak berarti Mama tidak menerima ketulusan hati putranya yang berbakti.
Ariana terlihat senang saat Deffan mengatakan kata 'berbakti' dengan serius. Anak ini benar-benar belajar berbakti, yang benar-benar memberi kesan berbeda kepadanya.
Tetapi, dia teringat dengan permintaan Daniel. Dia pun terlihat ragu-ragu.
"Mama, besok kan akhir pekan, aku akan membawamu kesana untuk melihat villanya. Reva dan Revi juga akan ikut bersama. Kita akan kesana semuanya." Deffan berkata dengan mata yang berbinar-binar.
Untuk melihatnya aku rasa boleh juga. Tetapi kalau untuk tinggal di sana aku perlu mempertimbangkannya.
Dulu, ketika dia masih remaja, dia sering ke villa Green View itu. memanjat dengan diam-diam untuk memetik bunga untuk mamanya, tapi kemudian ....
"Oke, kalau begitu, akhir pekan kita akan kesana."
__ADS_1
Deffan sangat senang. Dia sangat yakin ketika mamanya melihat villa itu, dia pasti akan menyukainya.
Pada saat itu, Mama memiliki tempat tinggal, semua yang menjadi miliknya adalah milik mamanya juga.