Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
67


__ADS_3

Ariana duduk dan melihat dengan teliti soal terjemahan itu. Ada bahasa negara A, bahasa negara M, dan bahasa negara H. Ketiga bahasa ini cukup mudah baginya, karena memang dia sudah menguasai beberapa bahasa negara lainnya, termasuk tiga bahasa yang akan dia terjemahkan sekarang.


Dia membaca soal itu dan langsung menerjemahkannya. Suara ketikan pada keyboard terdengar sangat jelas di ruang CEO.


Wajah Daniel berubah masam. Apakah wanita ini benar-benar mahir dalam menerjemahkan bahasa? Atau dia hanya berpura-pura saja? Atau mungkin dia sedang bermain game?


Dengan penasaran, Daniel berjalan ke arahnya dan melihat ke layar komputer. Wanita ini benar-benar sedang menerjemahkan. Apakah dia benar-benar mengerti dengan ketiga bahasa ini?


Bahasa negara A jarang di gunakan. Pelamar sebelumnya banyak yang tidak lulus karena terjebak di bagian ini. Tapi bagaimana Ariana bisa memahami bahasa ini?


Dalam benak Daniel tiba-tiba muncul lagi kejadian malam itu. Penampilan Ariana saat dia menganggapnya sebagai pria bayaran benar-benar terlihat berbeda dengan Ariana yang di depannya sekarang.


Bukankah banyak yang berpendapat, bahwa wanita yang sedang serius bekerja terlihat cantik. Dada Daniel berdebar kencang saat melihat jari lentik Ariana begitu lincah di atas keyboard.


Tetapi dengan cepat dia menepis perasaan yang dia juga tidak mengerti. Dan kecurigaannya terhadap Ariana tiba-tiba muncul.


Setelah Ariana selesai menerjemahkannya, dia langsung berdiri.


"Pak Daniel, saya sudah menyelesaikannya, anda boleh memeriksanya sekarang."


"Nanti. Ada orang yang bertanggung jawab atas tes wawancara, dia yang akan memeriksanya."


Kemudian Liki berjalan cepat ke arah komputer. Menyimpan data terjemahan sebagai dokumen dan mengirimkannya ke pewawancara.


Beberapa menit kemudian, Daniel menerima telpon.


"Pak Daniel, ketiga dokumen itu di terjemahkan dengan baik sekali. Terutama bahasa negara A. Bahasa ini tidak umum di gunakan dan sangat sedikit sekali orang yang mengerti dan memahaminya. Tidak ada yang pernah menerjemahkannya dengan benar. Dan ini ..., tanpa ada salah sama sekali. Departemen penerjemah membutuhkan orang yang berbakat seperti ini!"


Maira yang berada di samping, mendengar dengan jelas suara dari dalam telpon. Dia tersenyum dan melirik Ariana, diam-diam dia memberikan dua jempol pada Ariana tanpa sepengetahuan Daniel.


Semakin dia melihat wanita ini, semakin dia menyukainya, dan semakin besar keinginannya untuk membuatnya menjadi menantu dari keluarga Mahesa.


Dia tidak hanya baik dan cantik, dia juga sangat berbakat. Dia adalah pasangan yang cocok buat putranya. Maira tersenyum simpul, wajahnya berseri-seri.

__ADS_1


Wanita cantik dan pintar, apa lagi mempunyai bakat yang cakep, ini adalah sebuah kesempurnaan yang sangat indah.


Dan Maira yakin, dengan kesempurnaan dan keindahannya itu, pasti dapat mencairkan hati putranya yang dingin dan beku itu.


Daniel seseorang yang sangat proporsional. Mau tak mau dia harus menerimanya meski hatinya kesal dan marah.


"Daniel, bagaimana pendapatmu? Kali ini dia benar-benar sudah membuktikan ilmu dan bakatnya di depan mu! Dan tentu saja CEO sudah berkata sebelumnya, dan tidak boleh menyesalinya."


Daniel mengalihkan pandangannya, menyipitkan kedua matanya menatap wajah Ariana dengan sempurna.


Dia berjalan mengelilingi Ariana, dengan kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celananya, dan tiba di depannya, dia melihatnya dari atas sampai bawah.


"Baik. Sebagai seorang CEO yang profesional, saya mengakui bahwa kau memang berbakat di bidang ini. Bekerjalah dengan baik di perusahaan ini, dan jangan coba-coba untuk melakukan yang tidak-tidak!"


Ariana cukup paham dengan apa yang Daniel katakan. Dia sama sekali tidak bermaksud untuk mendekatinya, hanya Maira lah yang sepertinya berkeinginan besar untuk mendekatkan mereka. Hal yang paling utama adalah karena Kenzie, bukan karena ada apanya.


"Jangan khwatir Pak Daniel, saya pasti hanya akan melakukan tugas saya."


"Bagus."


Ariana sangat puas dan senang dengan jadwalnya seperti ini. Dengan begitu, dia punya cukup waktu untuk mengurus anak-anaknya yang lain.


Setelah drama yang tercipta di kantor Daniel selesai, dan mereka pun mendapatkan kepuasan, apa lagi Maira, dia tidak dapat mengungkapkan betapa senangnya dia hari ini. Ariana juga terlihat senang. Tapi Daniel, wajahnya tidak begitu terlihat baik. Namun tidak juga bisa meluapkan emosinya meski di dalam dadanya sangat kesal.


Maira dan Ariana pamit pulang setelahnya.


Dan waktu di malam hari, saat Daniel pulang ke rumah mewahnya itu, Ariana tentu saja sudah pergi.


Daniel berjalan ke meja makan, perutnya berasa lapar. Saat sampai di meja makan, dia mendapati banyak makanan enak dan lezat. Dia sedikit mengernyit, ini pasti wanita itu yang memasaknya! Tapi mau tak mau dia mengakui bahwa makanan-makanan ini memang enak di lidahnya.


Kepala pelayan melihat Daniel yang sedang menatap makanan. Dia buru-buru berjalan ke arahnya dan dengan ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu.


"Tuan, ini ..., makanan di masak oleh dokter Messa. Tadi dia mengatakan, kalau Tuan tidak ingin memakannya, jangan dibuang. Itu sama saja menyia-nyiakan makanan. Petani-petani sudah bekerja keras dengan susah paya menanam dan memanen semua bahan makanan ini. Jika Tuan tidak mau, dia berpesan agar menelponnya, dan dia akan datang untuk membawa semua makanan ini."

__ADS_1


Membawa pulang? Hah. Apa yang sedang wanita itu pikirkan! Apa pun dia mau, benar-benar wanita tidak tau malu!


Daniel menarik kursi dan duduk dengan marah, bibirnya tersenyum sinis.


"Panggil Kenzie, dan turun untuk makan malam."


Kenzie keluar dari dalam kamar. Sebelum duduk, dia mengambil sebuah kotak kemasan yang cukup besar dan meletakkannya di samping tempatnya duduk.


Daniel mengernyit heran.


"Kamu mau apa membawa kotak itu?"


"Papa, aku mau mengemas makanan ini, dan setelah itu aku akan menelpon Mama untuk datang mengambil dan membawanya."


Mendengar itu wajah Daniel langsung berubah. Dia mengambil kotak kemasan itu dan membuangnya ke samping.


"Tidak perlu kau berikan untuk wanita itu! Makan semuanya. Dan lain kali, jangan memanggilnya Mama lagi!"


Kenzie terlihat sedih, matanya merah dia seperti hendak menangis. Kenapa tidak boleh memanggil mamanya? Dia adalah mamanya! Kenapa Papa begitu membenci mamanya!


Kepala pelayan itu melihatnya dari samping. Dia juga menundukkan kepalanya, dalam hatinya berkata sama seperti Kenzie saat ini.


"Ayo makan lah, dan habiskan semuanya. Kau jangan memikirkannya lagi."


Daniel dan Kenzie makan dalam diam. Diam-diam Kenzie melirik dan memperhatikan papanya. Dia terlihat sangat menikmati makanan itu, Kenzie ingin tertawa melihat tingkah Papa, makan yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Dia seperti orang yang sangat lapar, mungkin sudah tidak makan beberapa hari.


Semakin Daniel makan, semakin dia merasa lapar. Makanan ini sangat mengundang seleranya, tidak ingin berhenti untuk memakannya.


Dalam hatinya bertanya-tanya, apakah wanita itu sengaja memasukkan obat penambah nafsu makan di makanannya? Besok dia harus mencari dokter untuk memeriksa semua makanan yang di masak oleh Ariana.


Bagaimana ya kisahnya? 🤔🤔


Waduh waduh, sepertinya semakin kesini akan semakin seru ya, jangan mau ketinggalan yuk tap ❤️ agar mendapatkan notifikasi update terbarunya ya.

__ADS_1


🌺 vote 🌺


__ADS_2