Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
45


__ADS_3

Pulang dari kantor


Daniel langsung menemui Kenzie, tadi dia mendapatkan laporan dari Sela.


"Kenzie, siapa yang menyuruh mu pamer?" Setelah membuka pintu kamar, dan melihat Kenzie yang sedang berbaring, Daniel langsung menanyakan hal inti dari kejadian di sekolahnya barusan.


"Aku tidak pamer," ucap Kenzie dengan jujur.


"Lalu, kenapa kamu memukul mereka? Siapa yang memukul duluan?" Tanya Daniel lagi.


Kenzie tertegun, memang dia duluan yang memukul mereka, itu karena mereka merebut kotak pensilnya dan membaringkannya, karena itu dia marah dan langsung memukul.


Melihat dia diam, Daniel mengira bahwa Kenzie lah yang memukul duluan.


Pamer dan memukul? Sifat jelek macam apa ini?


"Daniel, sudahlah. Jangan salahkan dia, kadang kala anak kecil memang seperti itu, berkelahi wajar saja." Sela pura-pura baik dan seakan membela Kenzie, dia mengelus punggung Daniel untuk menenangkannya.


"Besok, ganti semua alat tulis mu dengan yang biasa."


"Jangan biarkan dia memiliki barang yang dapat dia gunakan untuk pamer, maka tidak akan ada lagi konflik seperti ini. Suka memamerkan sesuatu saat masih kecil, juga tidak baik untuknya."


Sela bermulut manis dan licik, dia begitu senang saat Daniel mengatakan, bahwa besok Kenzie akan memakai alat-alat tulis yang biasa.


Kenzie yang memang tidak ingin banyak bicara, wajahnya terlihat sedih, dan meneteskan air mata. Lalu melirik Daniel kemudian memalingkan wajahnya dengan marah.


Melihat bocah itu cemberut dan menangis, bibir merah Sela tersenyum tipis. Memang sudah seharusnya anak ini di beri pelajaran. Dia benar-benar tidak menyukai sifat dan watak anak ini.


Di malam hari


Deffan mengirim pesan pada Kenzie, karena dia penasaran, apakah Kenzie sudah sekolah hari ini atau belum.


"Ken, apa kau sudah masuk sekolah hari ini?" Deffan bertanya lewat pesan aplikasi.


"Sudah, aku sekolah di TK Bangsawan." Kenzie membalas pesan dari Deffan.


Deffan merasa sedikit iri saat membaca balasan pesan dari Kenzie.


"Wah ...! Dulu Mama pernah membawaku ke sana menanyakan sekolah itu, itu adalah sekolah yang sangat mahal dan mewah, kau sangat beruntung!


Beruntung apaan seperti ini! Kenzie mengernyitkan keningnya, lalu menulis pesan lagi. "Tidak, itu sekolah yang tidak bagus .....


Kemudian Kenzie mendengar pintu kamarnya di dorong dari luar, dan pintu itu terbuka sebelum dia mengirim pesan. Kenzie buru-buru menyembunyikan arloji ponselnya itu di bawah bantal, dan pura-pura tidur.


Lama menunggu balasan pesan dari Kenzie, akhirnya bocah itu terlelap.


Daniel menatap Kenzie yang berbaring di tempat tidurnya, dia berjalan menghampiri Kenzie dan duduk di sisi tempat tidur untuk menghiburnya.


Daniel mengulurkan tangannya, mengelus kepala Kenzie dengan lembut.


"Sekolah TK adalah lingkungan yang baru bagimu, dan kamu harus belajar beradaptasi. Nanti jika sudah terbiasa, maka tidak akan ada masalah lagi."


Daniel mengelus wajah Kenzie yang terluka.


Daniel juga membawakan obat untuk anaknya, dan mengoleskannya secara perlahan.


"Dengan obat ini, besok kamu sudah pulih. Kamu haru ingat kejadian ini, dan jadikan pelajaran buat kamu, oke."

__ADS_1


Kenzie mengabaikannya dan terus berputar-putar tidur. Daniel membungkuk dan dengan rasa kasih sayang dia mencium dahinya, lalu menyelimuti tubuhnya yang kecil.


Setelah itu Daniel melangkah keluar dengan sangat hati-hati.


Kenzie memperhatikan sosok tampan, tinggi dan besar itu, sampai Daniel menghilang dari pandangannya. Dia mengerti, bahwa papa masih sangat sayang padanya.


Dia diam-diam mengambil arloji ponselnya yang dia simpan di bawah bantal, dan menghapus kata-kata yang akan di kirimnya pada Deffan tadi.


Esok harinya


Ariana memasak sarapan untuk ketiga anaknya. Setelah matang, dia memanggil dan membangunkan ketiga anaknya.


Untuk Revi, Ariana tidak perlu bersusah payah untuk membangunnya, cukup dengan menyebutkan nama makanan dan kue enak yang di siapkan, maka dia akan langsung terbang ke meja makan untuk mencari dan melihatnya terlebih dahulu.


Ariana tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku anak-anaknya ini.


Setelah selesai mandi Revi dan Deffan sudah siap untuk sarapan.


Hanya Reva yang belum siap, karena dia belum menyelesaikan riasan di wajahnya. Dia selalu datang paling akhir saat mau sarapan, karena dia suka dan lama sekali untuk bersolek.


Deffan selalu duduk lebih awal dari pada Revi dan sebelum Reva.


Deffan melihat susu, dan langsung menyesapnya.


"Mama, Kenzie sangat suka susu rasa ini."


Berbicara tentang Kenzie, hati Ariana bergetar, ada rasa kerinduan menyelimuti perasaannya. Namanya anak, tentu saja dia merindukannya.


"Mama tidak tau apa yang terjadi dengan Kenzie, apakah dia sudah sekolah atau belum?"


"Sudah, di sekolah di TK Bangsawan."


"Tentu saja, papanya kan kaya."


"Iri? Kalu begitu kau tinggal bersama Papa saja!" Sela Revi di sela sarapannya.


"Jangan asal bicara! Tidak peduli seberapa kaya dia, aku tidak akan pernah meninggalkan Mama untuknya."


Revi menyeka keju di mulut kecilnya yang penuh.


"Itu benar, aku tidak akan pernah meninggalkan Mama, Mama adalah yang terbaik di dunia."


Mereka tertawa melihat Revi.


"Revi, kau makan sudah terlalu banyak hingga mulutmu pun manis sekali."


"Suka-suka aku lah."


Revi memutar matanya menatap Reva. Dia boleh memuji Mama, kenapa aku tidak boleh?


"Sudahlah, kalian bertiga cepat makan, jangan sampai terlambat."


Setelah sarapan selesai, Ariana mengantar ketiga anaknya ke sekolah kanak-kanak.


Ketika dalam perjalanan pulang ke rumah, Ariana teringat dengan kata-kata Deffan, bahwa Kenzie sudah mulai sekolah sejak kemarin di TK Bangsawan. Apakah dia bisa beradaptasi dengan lingkungannya?


Memikirkan itu Ariana merasa gelisah dan ingin melihatnya di sekolah.

__ADS_1


Secara kebetulan, saat Ariana sampai di sekolah, dia melihat Kenzie turun dari mobil Audi dengan wajah yang murung.


Ariana tidak tau siapa yang mengantar Kenzie ke sekolah. Dengan cepat Ariana menundukkan kepalanya, takut orang mengenalinya.


"Cepat masuk! jangan lama-lama di sini!"


Ariana mendengar suara wanita yang berkata kasar dengan Kenzie, jantungnya langsung terkejut. Ariana kaget.


Dia mendongakkan kepalanya dan melihat perempuan berpakaian indah, menatap Kenzie dengan emosi.


Ariana mengerutkan dahinya, tidak senang anaknya di perlakukan seperti itu.


Kenzie cepat-cepat masuk dengan tas sekolah di punggungnya. Wanita itu masih mengoceh di belakangnya.


"Awas saja jika kamu masih berkelahi hari ini, aku malu untuk menjemput mu!"


Apa-apaan ini! Dari mana datangnya wanita galak ini?


Ariana menatap wanita galak itu dengan cermat, dan dia merasa pernah melihat wanita itu sebelumnya.


Ah yang benar saja, bukan kah ini wanita yang bersama Daniel di bandara hari itu dan bertengkar dengan Reva waktu pertama kali mereka pulang ke kota ini?


Kenapa jadi dia yang mengantar Kenzie ke sekolah?


Mendengar apa yang baru saja dia katakan tadi, ini bukan yang pertama kali dia mengantar Kenzie ke sekolah.


Apa mungkin Daniel yang memintanya?


Bagaimana bisa meminta wanita ini mengantar Kenzie ke sekolah! Apa dia sudah tidak waras?


Ariana menatap perempuan itu, lalu menoleh Kenzie yang berjalan semakin menjauh, wajahnya terlihat sedih dan murung, sana sekali tidak selaras dengan suasana sekolah yang ramai ini.


Ketika Deffan, Reva dan Revi berangkat ke sekolah, mereka terlihat senang dan bahagia, apakah Kenzie mendapatkan yang tidak menyenangkan di sini?


Pikirannya Ariana terus berputar dan melayang. memikirkan ini, dia memutuskan untuk masuk mengikuti Kenzie dan melihat-lihat suasana di sekolahnya.


.


.


.


Author sudah update ya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tugas pembaca hanya memberi dukungan, like dan komen, memberi vote dan hadiah, juga bintang lima di penilaian. Karena tugas author sangat berat, dari pada kalian yang hanya membaca. jadi tolong saling mengerti untuk saling menyemangati. yuk mulai dari sekarang


kalian wahai para pembaca:


Wajib likeβ˜‘οΈ


klik bintang lima di penilaian β˜‘οΈ


tap love β˜‘οΈ


vote setiap akhir pekan β˜‘οΈ

__ADS_1


komen jika ada kritik dan saranβ˜‘οΈ


dan jangan lupa follow akun author


__ADS_2