Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
69


__ADS_3

🌺 vote 🌺


Hari pertama kerja


Begitu Ariana masuk kantor, dia berulang kali mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia harus bekerja dengan baik, jangan sampai melakukan kesalahan.


Liki membawanya ke kantor eksklusif departemen penerjemah. Kemudian meletakkan dua dokumen di depan Ariana.


"Nona Messa, ini adalah tugas anda pagi ini. Setelah di terjemahkan kemudian di cetak dan diantarkan ke pada pak Daniel. Setelah itu anda boleh pulang."


Menerjemahkan dua dokumen adalah pekerjaan yang sangat mudah baginya.


Hanya saja, untuk mengantarkan dokumen itu kepada pak Daniel dia khwatir harus melihat melihat wajahnya yang dingin itu. Kemudian masih harus mendengarkan kata-kata sinis yang mencacinya. Dari dalam hatinya yang paling dalam, dia sangat enggan melakukannya.


"Bolehkah meminta seseorang untuk mengantarnya kepada pak Daniel?"


"Tidak boleh, kedua dokumen ini berhubungan dengan rahasia internal perusahaan. Pak Daniel juga menugaskan secara khusus harus ada yang mengantarkannya secara langsung, dan tidak ada pihak ketiga untuk ikut campur."


Sepenting itu?


Dan Daniel masih menugaskannya secara khusus?


Kali ini, Ariana merasa sangat gelisah.


Dia merasa, pasti ada sesuatu yang akan terjadi.


Tapi tidak peduli apa yang akan Daniel lakukan terhadapnya dia akan dengan tegar menghadapinya.


Pokoknya hadapi saja dengan tenang dan bertindak profesional. Kalau memang Daniel sengaja menundanya, dia dapat tetap berpura-pura bodoh atau tidak paham.


Teringat akan hal ini, Ariana memutuskan untuk segera menyelesaikan terjemahan dokumennya dahulu.


Dia mulai bekerja. Jemarinya yang lentik mulai mengetik di keyboard. Matanya tertuju pada karakter tulisan negara A di komputer dan dengan cepat dia sudah fokus dalam pekerjaannya.


Keseriusannya dalam bekerja benar-benar sempurna.


Satu jam kemudian, kedua dokumen itu telah di terjemahkan dengan benar. Dia meluruskan kakinya, merenggangkan pinggang dan menggerakkan lehernya ke kiri dan kanan, kemudian dia bangkit dari tempat duduknya, keluar ruangan ingin mencetak dokumen-dokumen itu sesuai kebutuhan.


Setelah selesai, dia tampak menghela nafasnya. Ini adalah pekerjaan yang paling berat dan sulit baginya. Kakinya sangat berat untuk melangkah, sekarang adalah saat yang paling kritis. Di dalam hatinya, dia tahu, dia sudah harus pergi menemui Daniel untuk menyerahkan dokumen-dokumen ini.


Beberapa kali Ariana menghembuskan nafasnya, kemudian mengatur hatinya agar tidak gugup.


Sampai di depan ruangan kerja Daniel, dia berdiri beberapa saat, kemudian menarik napas dalam-dalam, lalu menghembusnya secara perlahan. Setelah itu, barulah dia mengetuk pintu dengan pelan-pelan.

__ADS_1


"Masuk."


Suara Daniel begitu dalam dan tegas. Ariana segera mendorong pintu dan berjalan masuk, kemudian meletakkan dokumen tersebut di depan Daniel dengan hormat.


"Pak Daniel, ini dokumen yang sudah saya terjemahkan, anda bisa melihatnya."


Ariana berucap kemudian menundukkan kepalanya sedikit.


Tanpa menatap Ariana, Daniel langsung mengambil dokumen itu dan melihatnya.


Orang lain biasanya, memerlukan beberapa jam untuk menerjemahkannya, bahkan mungkin bisa sampai setengah hari. Tapi dia hanya butuh waktu satu jam, dia sudah menyelesaikan dengan baik dan benar. Benar-benar cepat sekali!


Daniel khwatir ada terjemahan yang salah, dia sengaja membaca dari awal sampai akhir.


Di luar dugaan, terjemahannya benar-benar tepat, cepat dan akurat. Wanita ini memang hebat.


Kapan dia belajar bahasa A? Daniel benar-benar tertegun di buatnya.


Sementara Ariana harap-harap cemas, dia berdiri meremas ujung bajunya dengan erat. Berusaha untuk tetap tenang meski hatinya memikirkan hal yang tidak karuan.


Dia mendongak dan menatapnya.


"Kau pernah belajar bahasa negara A? Mengapa kamu belajar bahasa ini?"


"Untuk memahami data medis, menyembuhkan penyakit dengan lebih baik dan menyelamatkan orang."


Dan dia menjawabnya biasa saja tanpa terlihat sombong.


Mata Daniel sedikit menyipit dan dia mengamatinya dengan cermat. Wajah putih dan halus seperti porselen, terlihat cantik meskipun hanya dengan sedikit riasan. Riasannya yang tipis sangat cocok dengan setelan pakaian formalnya yang berwarna merah muda, terlihat anggun dan elegan.


Tak di sangka wanita ini kalau ada kalanya terlihat menyenangkan saat orang yang memandangnya.


Teringat apa yang barusan dia katakan, 'untuk menyembuhkan penyakit dan menyelamatkan orang' ada kemarahan di wajahnya. Dia memang telah menyembuhkan penyakit Kenzie, tetapi Kenzie memiliki sedikit masalah dengan mental dan prilakunya. Dan itu terjadi setelah Kenzie berhubungan dengannya. Daniel mencurigai itu semua di sebabkan oleh Ariana.


Saat dia merasa kalau wanita ini terlalu licik dan dia tiba-tiba tidak merasa kalau wanita ini menyenangkan lagi.


Jadi ....


Karena wanita ini dengan sengaja mau bekerja di depan matanya, maka jangan harap dia bisa hidup dengan tenang dan damai!


"Pekerjaan mu di kerjakan dengan baik."


Ini adalah pertama kalinya Daniel memujinya dengan wajah dingin tanpa ragu.

__ADS_1


Ariana tidak menyangka kalau Daniel akan memujinya seperti itu. Dia tersenyum ringan dan baru saja akan membalasnya secara profesional. Daniel tiba-tiba mengatakan sesuatu lagi.


"Sekarang coba kau tulis semua data yang barusan kau terjemahkan itu dengan tulisan tangan. Harus rapi dengan ukuran tulisan yang sama dan terlihat elegan."


Apa-apaan ini?


Ariana menatapnya dengan tatapan bingung. Begitu banyaknya persyaratan?


Mengapa harus menulisnya dengan tangan ketika bisa mencetaknya dengan mesin printer?


Ariana merasa curiga, jangan-jangan Daniel sengaja mempersulitnya.


"Ini adalah dokumen khusus. kontrak yang di tulis dengan tulisan tangan adalah persyaratan dari perusahaan lain. Kau adalah karyawan perusahaan ini, dan sekarang ini adalah tugasmu untuk melakukan hal-hal seperti yang diintruksikan. Kerjakanlah!"


Daniel tidak terburu-buru, dia memberikan alasan ini dengan sempurna.


Ariana tau meski dia tidak terlalu paham mengenai kontrak apalah dia tidak begitu tau, tetapi dia juga tidak terlalu bodoh. Daniel sengaja memberikan alasan yang asal-asalan.


Dengan wajah yang terlihat kesal, Ariana akhirnya berkata: "Tadi pak Liki mengatakan, setelah saya selesai menerjemahkannya dokumen ini, saya boleh pulang. Tapi sekarang anda memintaku untu menuliskannya dengan tangan, di tambahkan dengan persyaratan yang begitu banyak, aku khwatir itu akan menunda waktu ku untuk menjemput Kenzie dari sekolah."


Wajah tampan Kenzie terlihat sedikit cemberut, dan jemarinya mengetuk-ngetuk meja.


"Itu mudah, jangan menghawatirkan Kenzie. Aku akan meminta seseorang untuk menjemputnya."


"Tapi ...." Dia juga masih memiliki tiga anak lainnya yang harus di jemput.


"Ada masalah apa lagi, katakan saja!"


Daniel mendongak dan menatapnya dengan penuh arti. Tatapan yang akan melakukan apa saja untuk mewujudkan keinginannya itu.


Ariana tau Daniel sengaja berbuat seperti itu. Tidak ada gunanya untuk mengatakan apa pun pada laki-laki sinting ini.


Ariana menghela napasnya. Matanya melirik Daniel dengan kesal, jelas-jelas dia dengan sengaja mempersulitnya. Ariana mengulurkan tangannya mengambil dokumen itu kembali sambil menahan emosi, setelahnya dia langsung pergi keluar dengan kesal dan perasaan marah yang tidak bisa dia luapkan.


❤️like❤️


Wajib like☑️


klik bintang lima di penilaian ☑️


tap love ☑️


vote setiap akhir pekan ☑️

__ADS_1


komen jika ada kritik dan saran☑️


__ADS_2