
Untuk seorang anak yang sejak kecil tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Bukankah yang dia inginkan kasih sayang seorang ibu? Dan dia sangat berharap ibunya bisa menemaninya.
Tetapi Daniel melarangnya untuk mengatakan bahwa dia sebenarnya adalah Mama kandungnya.
Apa yang harus dia lakukan?
Kemudian pelayanan rumah tangga itu kembali menghela napasnya. Lalu ia kembali berkata: "Dokter Messa, anda juga seorang wanita, dan saya dengar, anda juga memiliki anak sendiri. Kalau bisa anda dapat lebih memperhatikan Tuan muda kami. Dia biasanya hanya menghabiskan waktunya bersama papanya, tetapi.., sebenarnya dia itu sangat kekurangan kasih dan sayang."
Dokter Messa mengangguk, hatinya berasa sakit.
Pelayan itu melanjutkan kesibukannya.
Ariana berdiri di sana sambil memikirkan apa yang di katakan pengurus rumah tangga itu tadi. Kemudian matanya berbinar, ia menemukan ide yang cemerlang menurutnya.
Dengan tenang Ariana berjalan menuju kamar Kenzie, lalu ia mengumpulkan keberaniannya untuk mengetuk pintu kamar Kenzie.
Tok-tok-tok ....
"Kenzie, Kenzie buka pintunya!"
"Kenapa kau masih belum pergi!" Terdengar suara yang nyaring namun terasa dingin keluar dari dalam kamar Kenzie.
"Aku masih ada satu hal lagi yang harus aku lakukan!" Ariana berkata sedikit berteriak agar Kenzie mendengar suaranya.
__ADS_1
"Apa itu?"
"Kamu buka pintunya dahulu, agar aku memberitahu mu!"
"Menyebalkan sekali!"
Butuh lima belas menit sebelum Kenzie membuka pintu. Ariana menunggu di luar, sangat berharap Kenzie membuka pintunya.
Pintu pun terbuka, wajah kecil itu muncul dari dalam kamar dengan wajah yang marah, sambil menatap Ariana.
"Bicaralah!" Ucapan malas.
"Kenzie, kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk merawat mu? Sebentar lagi kau akan sembuh total. Dan kalau kau mau, mari kita ubah beberapa aturan."
Kenzie menatapnya dengan waspada, hatinya bertanya-tanya, trik apa lagi yang akan di mainkan wanita ini.
Kenzie menatap lurus kearahnya, meski dia sangat penasaran, tetapi ia sama sekali tidak mengatakan satu katapun.
"Aku pikir, tidak baik jika kau hanya duduk di rumah saja sepanjang hari, itu tidak sehat untuk mu, lagi pula itu sangat membosankan. Lebih baik aku menemanimu untuk bermain di luar selama dua jam, dan kamu bisa melihat dunia di luar sana yang sangat indah, bagaimana?"
Kenzie terkejut dengan tawaran ini. Pergi keluar dan melihat dunia luar, itu seperti mainan baru untuknya, dan ini semakin menarik.
Karena kesehatannya yang buruk, Daniel tidak mengizinkannya untuk bermain di luar.
__ADS_1
Tetapi, jika papa mengetahuinya, dia pasti akan sangat marah.
Melihat Kenzie ragu-ragu, Ariana mencoba mengatakan sesuatu yang lebih meyakinkan.
"Semakin sering kau pergi keluar, jalan-jalan dan berhubungan melihat dunia luar, semakin besar kemungkinan mu untuk bertemu dengan orang-orang yang kau sukai dan orang-orang yang ingin kau temui."
Mendengar kata-kata orang yang ingin ia temui, Kenzie langsung ingat dengan mamanya.
Dalam pikiran Kenzie, dia memang selalu ingin menemui mamanya, tetapi papanya tidak pernah mengizinkan dan mengatakan kalua mamanya sudah meninggal, dan Kenzie tidak di perbolehkan untuk menyebutnya.
Jika aku bisa keluar selama dua jam dalam sehari, bukankah ini kesempatannya untuk menyelidiki dan menemukan mamanya secara diam-diam."
Melihat Kenzie yang termenung, Ariana tau kalau Kenzie sudah tertarik.
"Bagaimana?" Ariana bertanya dengan lembut.
?
?
?
?
__ADS_1
Bagaimana? Apakah Kenzie mau?
Nantikan kelanjutannya ya, tetapi tetap saja author mengharap dukungan dari kalian