
Wajib likeβοΈ
Ariana menerima berita dari Erika. Reko juga mulai bertindak.
"Kakak mu kan sudah tau lokasi keberadaan Erika, lalu untuk apa kita kesana untuk memberinya uang?"
Ariana berbicara kepada Reko.
"Tentu saja untuk mengunci posisinya! Biarkan dia berpikir bahwa dia akan segera mendapatkan uangnya dan semuanya dia berpikir bahwa masih di bawah kendalinya. Sehingga dia akan meremehkan hal ini dan kita dapat menyergapnya secara tiba-tiba."
Ariana mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia mengerti. Dia berharap Erika akan memperlakukan Deffan dengan baik demi mendapatkan uang itu.
Disisi lain.
Erika menceritakan perihal yang sangat bagus kepada Siska. Mengenai uang 2 miliar akan dengan mudahnya mereka dapatkan. Keduanya memperlihatkan waja gembira dan juga mengumpat Ariana habis-habisan.
Siska mengumpat semakin keras.
"Wanita ******! Dia mau mengeluarkan uang sebesar itu tanpa membantah lagi? Wanita itu sangat kaya sekarang, jangan-jangan dia mendapatkan laki-laki yang sangat kaya, dia benar-benar beruntung!"
"Mama, menurut mu, apakah dia mendapatkan uangnya dari Papa bocah liar itu?"
"Papa dari bocah liar ini? Mama rasa itu tidak mungkin, dia menemukan pria itu di bar, pria seperti itu hanyalah seorang bajingan, mana mungkin dia memiliki banyak uang. Aku pikir dia punya pria simpan yang lain dan lebih kaya raya ...."
Keduanya bergosip dengan asyik, hingga mereka melupakan dan mengabaikan Deffan yang mereka ikat dan di kunci di dalam sebuah kamar kosong.
Beberapa menit kemudian, Erika dan Siska tampak terkejut dan bingung, bagaimana kunci kombinasi ini bisa di buka oleh anak sekecil itu?
Tepat ketika mereka sedang panik, tiba-tiba mereka di tendang.
Keduanya di sergap secara tiba-tiba dan jatuh ke lantai bersama-sama dan terjerembab!
"Au ..., siapa bajingan ini!"
__ADS_1
Begitu Siska membuka mulut dan mengumpat, dia mendongak ke atas, ada sebuah telapak kaki tiba-tiba menginjak dadanya.
"Siapa yang kau panggil bajingan itu?"
"Aku, aku mengatai mu!" Siska menatap Liki dengan marah.
Liki menarik sudut bibirnya, membentuk senyuman yang licik.
"Betul sekali, wanita ini sedang memarahiku!"
"Kau!"
Siska yang di injak oleh Liki merasa tidak puas. Dia pun menggoyang-goyangkan kaki Liki dengan kedua tangannya, tetapi itu sia-sia saja.
"Siapkan tenaga mu, agar kau bisa menahan pukulan nanti!"
"Kau ...!"
Siska sangat marah, tetapi dia tak berdaya.
Erika menatap pria yang seperti raja ini dengan heran. Tetapi tiba-tiba ketakutan muncul di matanya.
"Kau ..., apakah kau CEO perusahaan Mahesa grup?" Erika bertanya dengan bibir bergetar.
"Cukup cerdas!"
"Aku ..., kami tidak menyinggung perusahaan atau pun keluarga Mahesa Grup. Aku tau mengapa kau melakukan ini pak Daniel?"
"Bocah liar, apakah kau suka berteriak mengatakan seperti itu, hah?"
Seketika wajah Erika memucat, dan ekspresi di matanya menatap tak percaya.
Jangan-jangan bocah-bocah liar yang dilahirkan Ariana itu ada hubungannya dengan pak Daniel?
__ADS_1
Belum selesai dia memikirkan itu, dia melihat Daniel mengeluarkan sebilah belati yang mengerikan dengan cahaya yang dingin.
Erika melangkah mundur, tubuhnya gemetar dan di penuhi keringat dingin. Bibirnya bergetar dan memucat. Dia ketakutan sekali, mau apa dia? Apakah Daniel akan membunuhnya?
Erika memberanikan dirinya untuk membuka mulut.
"Pak Daniel, jangan, jangan ..., jangan lakukan ini, aku tidak tau kalau ..., kalu anak itu ada hubungannya dengan mu, aku ...."
"Jika kau melakukan kesalahan, maka kau harus membayarnya dengan setimpal!"
Daniel terlalu malas untuk mendengarkan kata-katanya, jadi dia mengarahkan belati itu dan menjatuhkannya pada Erika. Seketika Erika berteriak dengan histeris, dia mengeluh merasa kesakitan.
Ada banyak luka di wajahku, goresan belati itu sudah menghancurkan wajahnya. Darah segar mengalir keluar. Dia merintih kesakitan dan berguling guling di tanah.
Jika wajahnya di rusak seperti itu, bagai mana dia melanjutkan sisa hidupnya? Tiba-tiba Erika memikirkan itu, tidak akan ada laki-laki lagi yang mau mendekatinya. Dia terlihat sangat menyedihkan saat ini.
Setelah melukai wajah Erika, Daniel mengalihkan pandangannya menatap Siska yang sedang menangis dalam diam. Melihat hidup putrinya yang sudah hancur, dia pun merasa sangat terpukul.
"Jika kau tidak ingin berakhir seperti dia, maka cepat serahkan anak itu!" Liki membenarkan Siska dengan keras.
Siska terkejut setengah mati, wajahnya memucat seperti mayat hidup. Dengan terbata-bata dia menjelaskan: "Anak itu sudah melarikan diri. Saat kami lengah, dia sudah melepaskan ikatan talinya dan membuka kunci gembok itu dengan sendiri, dan kemudian dia melarikan diri. Baru saja!"
"Melarikan diri?"
Daniel melihat gembok yang sudah di rusak, dan tali pengikat tergeletak di tanah sudah putus dengan benda tajam, seperti apa yang dia katakan itu benar.
"Jika terjadi sesuatu dengannya, kau akan menanggung akibatnya!" Daniel berkata dengan suara yang sangat dingin dengan mata yang setajam silet. Tentu saja Siska yang mendengarnya sangat ketakutan.
.
.
.
__ADS_1
author sudah update ya.
jangan lupa untuk mendukung karya author ini πππ