
Di dalam kamar
Kenzie masuk dan mengunci pintunya. Dia langsung memanggil Deffan. Dan mereka mendiskusikan masalah ini dengan Deffan.
Deffan mengerjapkan matanya.
"Lebih baik, aku pergi mencari tau."
Kenzie tercengang mendengar kata Deffan barusan.
"Kau."
"Ya, aku akan menggantikan mu, dan kau bersembunyi dulu!"
Deffan pergi ke lemari pakaian Kenzie, mengambil pakaiannya dan memakai pakaian Kenzie. Lalu mencari Daniel.
Begitu Deffan sampai di tangga, dia melihat Paman Reko yang sedang berjalan menuruni tangga.
"Paman, apakah Papa ku masih di ruang kerjanya di lantai atas?" Deffan bertanya sambil menatap Reko.
Reko terkejut seraya menatap Kenzie. Paman? Dia memanggilku Paman sekarang?
Tadi dia mengabaikan aku dan sekarang tiba-tiba saja berubah. Reko merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"Paman, ada apa dengan mu? Kenapa kau diam saja!"
Reko yang sedang melamun, segera sadar dari pikirannya.
"Iya, ya. Papa mu sedang ada di ruang baca."
"Kalau begitu, aku akan segera menghampirinya."
Deffan segera naik ke atas.
"Kenzie, Kenzie. Tunggu!"
Reko melangkah lebar untuk mengejarnya, lalu berbisik di telinga bocah itu.
"Nanti jika kau bicara dengan papa mu, kau harus bicara seperti ini ya, kau harus berkata dengan lembut. Jangan melawan. Jangan kan kamu, aku saja tidak berani."
Deffan mengangguk dengan penuh semangat. Kenzie memiliki sifat karakter Tuan muda yang angkuh dan sombong, tetapi Deffan tidak, dia pandai membujuk orang.
"Terima kasih, Paman sudah mengingatkan aku, aku akan selalu mengingatnya tenang saja."
Deffan buru-buru masuk keruang baca.
"Papa!"
Suara anak kecil yang imut itu memanggil Daniel.
"Kamu mau apa lagi?"
Mata Deffan yang jernih mengerling, dia tertawa geli, dan berjalan ke arahnya, meraih ujung pakaian Daniel.
"Papa, jangan marah, kalau marah, tidak akan baik untuk kesehatan mu."
Sambil berkata, dia bergelayut di ujung pakaian Daniel, tingkahnya seperti anak yang manja.
__ADS_1
Apakah anak ini sudah menyadari kesalahannya?
Kalau seperti ini baru benar. Dia yang di besarkan oleh Daniel, bagai mana, bisa di bodohi oleh seorang Ariana.
"Sudahlah, Papa tidak marah lagi, mari kita bermain!"
"Papa benar-benar sudah tidak marah lagi?"
Hehehe, Daniel merasa Kenzie sudah agak bawel sekarang. Dia tersenyum memandang Kenzie.
"Ya, aku tau Papa adalah orang terbaik di dunia."
Daniel tersenyum, dia tidak pernah menyadari sebelumnya kalau Kenzie-nya bisa membujuk orang.
Kenzie melihat dari mimik wajah Daniel, bahwa dia benar-benar sudah lebih baik, maka dia menggunakan kesempatan itu untuk bertanya.
Dengan senyum yang geli dia bertanya: "Kalau begitu, Papa yang baik sedunia ini boleh memberi tahu di mana dokter Messa?"
Mendengar Kenzie menyebut nama itu, warna wajah Daniel seketika berubah. Ternyata, alasannya membuat dia senang itu hanya karena wanita bodoh itu!
Putranya benar-benar berusaha keras.
Dengan sikapnya yang dingin dan arogan, bisa mencoba membujuk orang demi wanita sialan itu.
Melihat wajah Daniel yang berubah suram itu, Deffan merinding dan sedikit takut, kenapa Papa begitu berbeda dengan Mama?
Mama akan baik-baik saja setelah dia membujuknya, tapi dengan Papa, dia sulit di bujuk apa lagi soal Mama.
Papa tidak ingin aku menanyakan Mama lagi.
"Kenzie, aku akan mengatakannya untuk yang terakhir kalinya, jangan tanyakan lagi wanita itu!"
Apakah Kenzie peduli dengan Ariana untuk tubuhnya sendiri? Daniel curiga.
Setelah mendengar ucapan Kenzie, bahwa perawatannya masih di lanjutkan besok, wajahnya sedikit melunak.
"Jangan khwatir, pengobatan mu tidak akan tertunda, papa janji."
"Tapi ...."
Kerlingan mata Daniel seolah memberikan isyarat untuk diam, dan tidak bicara lagi.
"Keluarlah."
Daniel duduk kembali tanpa memperdulikannya lagi.
Deffan menghela napas panjang. Tidak menyangka bahwa dia juga gagal membujuk Daniel. Sepertinya dia harus mencari cara lain.
Dia turun ke bawah dengan sedih, ketika sampai di ruang tamu, dia melihat Reko memanggilnya.
"Bagaimana, apakah papa mu sudah memberi tahu mu?"
Deffan menggelengkan kepalanya, dia terlihat tidak senang.
Daniel mengulurkan tangan dan menepuk pundaknya yang kecil.
"Jangan khwatir, wanita itu akan baik-baik saja, papa hanya memberikan sedikit pelajaran untuknya."
__ADS_1
"Aku tidak ingin papa memberinya pelajaran!"
Setelah berkata seperti itu, Deffan menatap Reko, matanya langsung berbinar, seperti mendapatkan sebuah ide.
"Paman, dokter Messa pasti masih ada di Mansion ini, kenapa Paman tidak membantuku untuk mencarinya saja?"
Reko menatapnya dengan heran.
"Bukannya dia hanya seorang dokter? Mengapa kau begitu mengkhawatirkannya?"
Apakah Dokter itu mamanya?
Deffan memutar bola matanya ke atas.
"Paman, apakah kau tidak ingin tau, apa yang akan papa lakukan padanya?"
Reko ingat, bahwa wanita itu pernah memarahi Danie kakaknya, meski dia mempunyai keberanian untuk itu, sepertinya wanita itu memang mau mencari mati.
Tidak salahnya jika memberinya sedikit pelajaran.
"Sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan ku, dan papa mu tidak ingin aku ikut campur dalam masalah ini."
"Paman, kau adalah paman terbaik ku sedunia, tapi kenapa kau tidak mau membantu ku?"
Reko tak berdaya sama sekali dengan keponakannya yang manja ini.
"Oke baiklah, Paman akan membantu mu mencarinya."
"Terimakasih Paman!"
Setelah itu, Deffan kembali ke dalam kamar, dan menceritakan pada Kenzie, bahwa dia meminta bantuan Paman Reko untuk membantunya.
Kenzie terkejut. "Kenapa kau memintanya untuk membantu mu?"
"Dia adalah satu-satunya orang yang bisa membantu kita sekarang. Aku tidak bisa mengungkapkannya sekarang. Jika kau yang mencarinya, pelayan rumah tangga itu pasti akan melaporkan mu, dan kebebasan mu pasti akan di batasi lagi, itu akan membuat mu kesulitan."
Alasan Deffan sangat masuk akal. Kenzie tidak membantah lagi, dia diam memasang wajah datar dan tidak senang.
Deffan tidak keberatan, bagai mana pun Kenzie seperti papanya yang selalu berwajah dingin dan sombong.
Setelah setengah jam. ada ketukan pintu yang tergesa-gesa.
Tok-tok-tok ....
Author sudah update ya
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
kalian wahai para pembaca:
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
vote setiap akhir pekan ☑️
__ADS_1
komen jika ada kritik dan saran☑️
dan jangan lupa follow akun author ☑️