Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
108


__ADS_3

🌺 Vote 🌺


Reko melihat sikap Daniel yang keras dan kejam. Dia pasti akan membuat masalah lagi dengan Ariana.


Semoga Tuhan melindungi kakak ipar!


Melihat ini, Revi meminta Reko untuk segera menurunkannya dari gendongannya. Kemudian berlari dengan cepat seperti roket kecil.


Dia akan memberi tahu Ariana bahwa orang jahat ada disini!


Reva yang masih ada di luar karena sedang marah, melihat pemandangan ini dia dengan cepat kembali ke rumah.


Daniel yang sedang berjalan menuju rumahnya dengan tergesa-gesa, melihat kedua anak gadis itu mendahuluinya dengan kaki-kaki kecil mereka. Melihat itu Daniel tersenyum kecil. Mereka pergi mengadu juga tidak ada gunanya!


Daniel tetap akan memberikan pelajaran terhadap Ariana yang sialan itu, jika tidak dia akan sulit untuk meredakan kebencian di hatinya!


Reko yang melihat Daniel berjalan dengan penuh emosi, dia hanya bisa menghela nafas.


Ariana melahirkan 4 anak untuk keluarga Mahesa, dan dia tidak mengetahuinya yang sebenarnya. Jika Daniel melakukan sikapnya yang arogan itu dan menindas Ariana dengan kejam, suatu saat dia pasti akan menyesalinya?


Daniel berjalan ke arah pintu dan mengetuknya dengan cepat.


"Mama, jangan di buka pintunya, itu adalah Daniel si bajingan!"


Ha ...


Daniel mendengar dengan jelas anak itu berkata dengan Ariana dari dalam.


Anak ini tidak hanya mengatur dirinya bajingan, tetapi juga menyebut namanya dengan tidak sopan, benar-benar anak yang tidak berpendidikan!


Daniel menatap kedua anak itu dengan kesal, kemudian tidak menghiraukan mereka.


"Kalian berdua masuklah ke kamar, serahkan ini pada Mama untuk menanganinya, oke."


Ariana menarik napas dalam-dalam, cepat atau lambat Daniel memang akan datang ke sini, dia sudah menyiapkan mentalnya untuk menghadapinya.


"Mama, seharusnya kau jangan mengajari kami untuk bersembunyi, tetapi mengajari kami bagaimana caranya untuk menghadapi seorang musuh!"


Musuh?


Wajah Ariana terkejut mendengar ucapan anaknya ini, sikap Reva ini benar-benar sudah menganggap Daniel sebagai musuhnya.


Revi berdiri di sana, menatap wajah Ariana dengan serius.


Ariana akan menghadapinya dengan tegar saja, selain itu tidak ada cara lain untuk menanganinya selain dengan cara itu.

__ADS_1


"Mama, bagaimana cara kau menanganinya?"


"Mama punya cara sendiri, kau ajaklah adikmu masuk ke dalam kamar dan bersembunyi."


"Revi, kau telah menghancurkan semua model karakter orang-orang ku, ini adalah kesalahan mu. Jika kau mau bekerja sama dengan ku, aku akan memaafkan mu."


Revi memandang Reva dengan membulatkan matanya dengan sempurna, dia tidak paham bekerja sama seperti apa yang di katakan Revi.


"Bagaimana, kerja sama seperti apa?" Revi terlihat bingung.


"Bukankah kau waktu itu meminta ku untuk mengajakmu jika ingin memberi pelajaran kepada Daniel? Apakah kau masih ingat, kau berani tidak?"


Begitu mendengar memberi pelajaran kepada orang jahat. Revi langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Kalau begitu kau ikutlah denganku!"


Tanpa ragu lagi, Revi mengikuti langkah kaki Reva masuk ke dalam kamarnya.


Ariana yang melihat mereka berjalan kearah kamar, dan berpikir apa yang akan dilakukan anak gadisnya ini?


Gedoran pintu semakin kencang, jika dia tidak membukanya sekarang, tidak akan lama lagi pintu itu akan hancur.


Ariana dengan terpaksa membuka pintu.


Daniel menatap Ariana dengan wajahnya yang suram, kemudian melangkahkan kakinya masuk. Melihat rumah yang sudah setengah hancur, desain rumah ini jauh dari kata bagus. Melihat ini Daniel memicingkan matanya.


"Selamat datang Pak Daniel, kau adalah tamu spesial. Apakah kau mau meminum teh?"


Ariana bersikap manis dan dengan tenang menatap wajah Daniel yang jelek itu.


"Tidak perlu, kau membuatnya juga aku tidak akan meminumnya, jadi jangan buang-buang waktu."


"Oke, kalau begitu apa tujuan mu datang ke mari?" Ariana langsung bertanya dengan tenang.


Wajah tampan Daniel tersenyum.


"Aku khwatir kau tidak dapat menerima tujuan ku kemari!"


Nada dingin Daniel itu seperti datang dari neraka. Dia menatap Ariana dengan matanya yang tajam, lalu mendekatinya selangkah demi selangkah, seakan memaksa Ariana untuk mendur lalu Ariana tidak dapat bergerak lagi dan tidak memberinya ruang untuk bergerak.


Daniel menatapnya dengan seksama, mengangkat kedua tangannya yang panjang, menempel kuat di dinding mengurungnya.


Dia ingin melihat, apakah wanita ini memiliki nyawa cadangan, dengan beraninya dia terus saja menantangnya.


Dasar bajingan!

__ADS_1


Mau apa dia!


Dengan jarak yang begitu dekat, Ariana mendengar detak jantungnya, napasnya yang hangat menghembus sisi wajahnya yang cantik, dengan aroma parfum yang unik membuat Ariana seakan tidak bisa bernapas.


Semua ini membuat jantung Ariana berdebar tak karuan, wajahnya memerah.


Ah ...


Apakah dia memiliki secuil perasaan terhadapnya?


Tidak, tidak. Tidak akan. Hati Ariana memberontak menolak perasaannya.


Ariana dengan cemas menghindari tatapan Daniel, melihat Ariana bersikap centil dan malu-malu seperti ini, membuat Daniel teringat akan malam yang indah itu, empat tahun yang lalu di passion bar itu ...


Ariana mengumpulkan seluruh tenaganya untuk mendorong tubuh Daniel ke atas sofa yang ada di sampingnya, kemudian dia mengatur napasnya beberapa kali yang tadi sempat hampir tak bernyawa di buatnya.


"Apakah kau akan menggunakan kecantikan mu untuk membuat trik terhadap ku?"


"Kau jangan asal bicara. Seorang CEO perusahaan tidak memiliki wawasan yang cukup! Bahkan kau tidak akan mengerti apa itu trik kecantikan?"


"Wanita sialan! Aku datang kesini untuk memberimu perhitungan!" Daniel menggertakkan giginya.


"Pak Daniel, aku tidak berhutang uang kepadamu, dan semua yang harus aku ganti, aku sudah membayar dan menggantinya!" Ariana berkata dengan wajah yang serius.


Daniel tidak mau mendengar ucapan Ariana yang tidak berguna itu, jadi dia tidak ingin membahasnya.


"Kau tahu apa yang telah kau lakukan? Tak peduli apakah kau mengakuinya atau tidak. Tetapi sekarang kau harus segera pergi dari kota ini, pergilah menjauh dari sini. pergi keluar negeri sana!"


Wajah Ariana tampak tak berdarah, bukankah dia tidak akan pernah bertemu dengan Kenzie lagi! Daniel benar-benar ingin memisahkannya dari Kenzie. Ini keterlaluan.


Melihat Ariana terdiam, Daniel menambahkan kata penekanan lagi terhadapnya.


"Jika dalam dua hari ini aku masih mendengar kau masih ada di kota ini, aku akan mengirim mu ke penjara dan anak-anak mu akan ...."


"Apa yang akan kau lakukan pada anak-anak ku? Kau tidak boleh menyakiti mereka!"


"Ingin tau? Kau boleh mencobanya!"


Tak peduli bagaimana dia mengancamnya, mendengar kata anak-anak, hati Ariana langsung menegang dan cemas.


Ketika Reva dan Revi mendengar ini, mereka tidak tahan lagi untuk keluar dan membantu mamanya yang diperdaya oleh Daniel si bajingan itu.


Daniel yang jahat, masih saja tidak puas menyakiti mamanya, mau memasukkan mamanya ke dalam penjara dan menyakitinya. Mendengar ini wajah kedua gadis kecil itu marah seperti singa kecil.


***

__ADS_1


Bersambung ......


__ADS_2