
Reko terdiam, tugas ini begitu sulit dari pada ujian sekolah.
Watak Maira masih saja seperti itu, begitu keras kepala. Dia hanya dapat melakukan yang terbaik.
Tapi kalau di pikir-pikir, jika usahanya untuk menjodohkan kakaknya bersama Ariana juga tidak akan membuatnya rugi, selain membuat anak-anak itu tinggal bersama kedua orang orang tuanya, dia juga dapat melihat keluarga kakaknya bersatu dan berkumpul menjadi keluarga yang utuh.
Dan sekarang dia mendapatkan status baru untuk dirinya, yaitu dewa jodoh untuk menyatukan kakaknya dan Ariana.
Di rumah mewah Daniel
Deffan dan juga Kenzie diam-diam mengunci pintunya, mereka terlihat sangat senang hari ini.
Barusan mereka berdua sedang mempermainkan pelayan rumah tangga hingga dia merasa halu. Melihat mereka berdua, pelayan itu merasa sangat ketakutan, merasa kondisi kesehatannya kurang baik, jadi dia minta izin untuk cuti untuk pulang kampung beberapa minggu menenangkan diri.
"Menurut mu, jika dia pergi, apakah Papa akan meminta Mama kesini untuk merawat mu?"
Kenzie berpikir sejenak.
"Kurasa tidak. Papa adalah orang yang sangat sulit untuk diajak kompromi."
"Lalu bagaimana cara untuk menyatukan mereka? Kalu mereka berdua sudah bersama, barulah keluarga kita akan utuh seperti keluarga lainnya."
"Ya, kita masih harus memikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya."
Kedua anak itu menghela napasnya masing-masing, dengan muka sedih mereka mulai memikirkan ide-ide baru.
Belum sempat menemukan ide barunya, jam tangan Deffan tiba-tiba bergetar.
Ternyata Reva yang menelpon.
"Ada apa Reva?"
"Deffan, cepat pulang! Sesuatu telah terjadi di rumah kita, ada wanita jahat yang mengganggu Mama!"
"Apa?"
Mata kecil Deffan langsung membulat dengan sempurna mendengar ucapan Reva dari seberang telepon, wajahnya langsung menegang, dia juga mendengar dengan seksama suara yang datang dari belakang telpon Reva.
Seketika Deffan menggertakkan giginya, dia seperti harimau kecil yang sedang marah. Aku harus memberikan pelajaran kepada mereka!
"Deffan ada apa?" Kenzie merasa penasaran dengan sikap adiknya itu, sesuatu pasti sudah terjadi dengan Mama dan juga kedua adik perempuannya di rumah. Kenzie tanpak khwatir.
"Kenzie, kau jangan khwatir, aku akan segera pulang untuk membantu Mama."
__ADS_1
"Aku akan ikut dengan mu!"
"Tidak. Jangan, jika kau ikut pergi, Papa akan mencurigai kita, kau tidak usah cemas, aku bisa mengatasinya."
"Kalu begitu hati-hati, cepat telpon aku jika terjadi sesuatu."
Deffan mengangguk dengan penuh semangat, kemudian dia meninggalkan kamar Kenzie dengan memanjat jendela.
Saat Deffan keluar melalui jendela itu, kepala pelayan tua itu melihatnya kemudian langsung mengejar Deffan, tapi sayangnya, Deffan terlalu cepat berlari hingga dia tidak dapat menemukan Deffan lagi.
Deffan yang melihat pelayan itu mengejarnya, dia langsung bersembunyi. Dadanya bergetar karena ketakutan akan ketahuan, untuk dia cepat melihat, hingga dia juga buru-buru bersembunyi.
Sementara kepala pelayan itu kembali dan melaporkan kejadian ini kepada Daniel.
Daniel sangat terkejut mendengar laporan dari pelayan.
Kenzie menyelinap pergi lagi? Keluar dari jendela!
Kenzie pasti akan pergi menemui Ariana! Wanita sialan itu! Daniel tak mengerti, jimat apa yang Ariana pakai untuk memikat hati Kenzie.
Daniel kemudian berdiri dan langsung melangkah keluar dari ruang kerjanya untuk mengejar dan menyusul Kenzie.
Saat sampai di bawah, Daniel melihat Kenzie berpakaian piyama, sedang duduk di sofa dengan santai sambil memainkan tabletnya dengan tentang dan serius di ruang tamu.
Kepala pelayan itu tertegun tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Kenzie bermain dengan santai di ruang tamu.
Ini ....
Kepala pelayan itu menggosok-gosok matanya beberapa kali. Barusan dia tidak akan salah lihat, melihat Kenzie memanjat jendela dan keluar dengan terburu-buru, tetapi mengapa dia sekarang ada di ruang tamu?
Sepertinya aku memang harus istirahat sejenak, pikiran dan mata ku benar-benar dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Setelah beberapa saat, dia berbalik menatap Daniel.
"Maafkan saya Tuan, sepertinya mata saya mengalami masalah, dan aku sepertinya kurang sehat, izinkan aku untuk menenangkan diri dulu di kampung untuk beberapa waktu, aku mohon Tuan mengizinkan saya."
Melihat kepala pelayan itu memohon dengan sangat. Daniel menatapnya lalu mengangguk.
"Aku akan meminta dokter keluarga untuk datang dan memeriksa keadaan mu, jangan lakukan apapun dulu sementara ini, istrahat lah sebentar untuk menenangkan diri mu."
"Tuan, tidak perlu, aku tak ingin merepotkan mu."
"Tidak apa-apa, lakukan apa yang aku katakan saja."
__ADS_1
Cara Daniel seperti ini mm membuat kepala pelayan itu sangat bersyukur mendapatkan majikan sebaik Daniel.
Kenzie yang duduk di samping, diam-diam dia memperhatikan sikap Daniel. Papa sangat baik terhadap orang lain, bahkan dia sangat menghawatirkan pelayan dan semua pekerja di rumahnya.
Kenzie ingat bahwa pelayan itu lah yang melayaninya untu makan, menemaninya bermain, memberikan mainan dan semua keperluannya hampir semua di lakukan pelayan itu, Kenzie merasa dia dan Deffan sudah sedikit keterlaluan.
Kenzie kemudian menghampiri pelayan tua itu.
"Kakek, kau sebenarnya tidak sakit. Jangan khwatir ya." Setelah mengucapkan itu, Kenzie kemudian melangkah pergi ke dalam kamarnya.
Kepala pelayan itu melihat Kenzie menghilang dari balik pintu kamarnya, dia tidak mengerti apa yang Kenzie ucapkan barusan.
***
Disisi lain. Siska dan Erika yang sudah mengetahui bahwa Ariana sudah pindah, kemudian mencarinya seperti orang gila.
Setelah menemukan alamat Ariana, mereka langsung pergi mendatangi rumah Ariana.
Waktu itu mereka berpikir akan mendapatkan uang dari Ariana, maka dia masih melepaskannya, tapi kali ini tidak lagi, mereka tidak akan melepaskan Ariana begitu saja.
Siska menunjuk wajahnya yang penuh dengan kebencian, seakan-akan ingin mencakar dan mencabik-cabik wajahnya sekarang juga. Siska melotot menatap Ariana dengan matanya yang tajam.
"Wanita murahan, jika aku tau kau melakukannya trik keji seperti ini sejak awal, aku tidak akan melepaskan mu begitu saja, kau sangat kurang ajar sekali!" Siska berkata dengan wajah yang berapi-api.
"Ya, kakak. Kau harus konsisten dengan janji mu. Kau sudah berjanji akan memberikan kami uang. Tetapi mengapa kau malah pindah rumah? Kau harus bertanggung jawab!"
Ariana menatap mereka dengan santai dan terlihat sangat tenang.
Ariana sudah tau, jika mereka tidak mendapatkan uang yang mereka inginkan, mereka juga tidak akan pergi dari sini, mungkin mereka juga sudah berencana untuk membunuhnya. Jika Ariana menggunakan cara waktu itu untuk mengatasinya juga tidak ada gunanya. Untuk sementara waktu, Ariana tidak boleh menunjukkan kelemahannya, semakin dia terlihat lemah, maka mereka aan semakin senang.
Mereka pasti akan merasa bahwa merekalah yang sangat berkuasa dan melakukan apapun yang mereka inginkan.
"Wanita murahan, bicaralah! Apa janji mu waktu itu!" Siska membentak Ariana dengan suaranya yang memekakkan telinga nya.
.
.
.
Apa yang akan terjadi?
tunggu di episode selanjutnya ya, dan jangan lupa like dan vote juga. terimakasih
__ADS_1