
Esok harinya
Kenzie memberi tahu Daniel bahwa dia meminta Paman Reko yang mengantarkannya ke sekolah.
Mendengar itu, Daniel menatap Kenzie dengan heran, dia bertanya-tanya dalam hatinya, apakah dia tidak salah dengar?
"Kau selama ini tidak menyukai Paman Reko, kenapa kau memilihnya?"
Deffan berpikir sejenak.
"Kalau aku lebih sering berhubungan dengannya, mungkin hubungan kami akan dapat di perbaiki."
Daniel mencibir dengan dingin mendengar alasan Kenzie. Saat keduanya bertemu mereka seperti musuh bebuyutan. Jika di gabungkan bersama mereka bahkan sama-sama mencari masalah.
Tidak penting masala hubungan mereka baik atau tidak, yang terpenting saat Kenzie pergi ke sekolah, ada yang antar jemput.
Daniel segera merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya, serta mencari nama adiknya itu. Dia segera menelpon dan memberi tahu kalau harus menjemput dan mengantar Kenzie ke sekolah.
Reko terkejut mendapati kakaknya Daniel menelponnya. Daniel mengonpirmasi kan tujuannya.
Reko memikirkannya berulang kali, dua kali pertemuannya dengan Kenzie tidak terlihat mereka seperti musuh bebuyutan. Setidaknya Kenzie sempat ramah dan hangat saat berbicara dengannya waktu itu. Dia juga masih memanggilnya Paman. Jadi jika sekarang Kenzie menginginkan dia yang mengantar jemput nya ke sekolah juga masih terbilang wajar.
Setelah menyelesaikan sarapannya, dia langsung mengulurkan mobil mewahnya ke rumah kakaknya.
"Hai, keponakan sulung ku, Paman datang untuk menjemput mu ke sekolah!"
"Terimakasih Paman!"
Melihatnya yang tersenyum cerah seperti itu, perasaan Reko menjadi tenang dan damai.
Saat dalam perjalanan ke sekolah, Kenzie menanyakan keadaan Kakek dan Neneknya.
"Paman, bagaimana keadaan Kakek dan Nenek?"
Reko tak menyangka Kenzie akan membicarakan hal itu, Reko meliriknya sekilas, kemudian pokus kembali menatap jalan sambil tersenyum kecil.
"Keponakan Paman, kau sudah berubah, kau sekarang sudah mulai peduli dengan Kakek dan Nenek. Dulu bahkan kau tidak ingin bertemu dengan mereka."
"Sebagai seorang cucu, sudah seharusnya aku menghawatirkan mereka. Paman apakah mereka sehat?"
Reko mengatakan bahwa kakeknya kuat secara fisik, tetapi neneknya sering mengeluh sakit punggung dan nyeri di kakinya.
Deffan memutar matanya.
"Dokter Messa sangat ahli dalam pengobatan akupuntur, dia juga yang menyembuhkan penyakit ku, kenapa Paman tidak memintanya untuk mengobati Nenek!"
Reko mengerutkan kening. Masalah ini ....
"Paman, hari saptu kan kita tidak perlu pergi ke sekolah. Lebih baik kita pergi menjemput dokter Messa hari saptu itu untuk mengobati Nenek saja. Bagaimana? Anggap saja kita memberikan kejutan kepada nenek!"
Reko menoleh dan meliriknya.
"Kau tiba-tiba mengusulkan ide ini. Katakan ada apa? Apakah kau mempunyai maksud lain!"
Deffan terpaku dan tersenyum.
__ADS_1
"Aku hanya ingin membuat Nenek senang saja. Lain kali jika Paman memarahi ku, aku cukup meminta Nenek untuk membela ku!"
Deffan hanya bisa memberikan alasan seperti itu, dia tidak boleh mengatakan alasan yang sebenarnya kepada Reko.
Reko tampak berpikir dan menimang-nimang ucapan Kenzie.
"Kau benar-benar anak yang pintar! Kau tau Nenek dapat menasihati Paman. Jika aku menyetujuinya, bagaimana cara mu untuk berterima kasih kepada ku?"
"Paman ingin aku melakukan apa?"
"Bagaimana kalau Paman mengajak mu bermain di akhir pekan?"
Bermain?
Syarat macam apa ini?
Ini ..., cara berterimakasih yang sangat hebat.
Deffan dan Kenzie diam-diam saling telpon, mereka membahas, bagaimana mewujudkan rencana besar mereka untuk menyatukan Papa dan Mama.
Langkah pertama yang akan di lakukan adalah, meminta Mama untuk merawat Nenek.
Deffan ingat sesuatu, kartu Bank yang waktu itu di berikan Nenek, ini akan menjadi senjata buat mamanya.
Waktunya tiba hari saptu
Mereka melancarkan rencana awalnya.
Ariana mendengar kalau Deffan menerima uang sebanyak itu atas nama Kenzie, dia merasa tidak tenang.
Awalnya Ariana menolak untuk melakukan pengobatan akupuntur pada Mama nya Daniel.
Jika Daniel tau dia pergi kesana, dan mengobati ibunya, Daniel pasti berpikir kalau dia mempunyai maksud tersembunyi lainnya dengan cara mendekati ibunya.
Jadi Ariana tidak mau.
Ariana tidak ingin mencari masalah!
Kenzie berulang kali membujuk dan meyakinkan mamanya, dan memberitahu Mama kalu Papa tidak akan tau. Akhirnya dengan terpaksa Ariana menyetujuinya.
Ariana menatap Deffan.
"Nanti kau katakan saja, kalau kau menggunakan uang yang Nenek berikan itu, untuk meminta ku kesana mengobatinya."
Kenzie tersenyum.
"Jangan khwatir dokter Messa."
Setelah berhasil membujuk mamanya, Kenzie menelpon Deffan, dan mengabarkan berita baik ini padanya.
Deffan sangat senang, setelah itu dia segera menelpon dan memanggil Reko.
"Paman, dokter Messa punya waktu sekarang. Apakah pengobatan nenek akan kita lakukan sekarang?"
"Tentu saja, aku akan datang untuk menjemput mu sekarang, kemudian kita menjemput dokter Messa bersama. Tetapi jangan lupa, kau sudah berjanji untuk bermain dengan ku setelah pengobatan akupuntur Nenek selesai."
__ADS_1
"Jangan khwatir, aku selalu mengingatnya." Deffan berkata dengan gembira.
Setelah Reko menjemputnya, mereka segera menjemput Ariana untuk datang mengobati Nenek hari ini. Sebelum Deffan datang, Kenzie bersembunyi terlebih dahulu.
Ariana yang baru saja selesai berkemas, menyiapkan barang-barangnya untuk di bawa, dia tidak melihatnya untuk beberapa saat. Kemudian melihat Deffan berlari dari luar.
"Deffan, dari mana saja kau!"
Deffan menatap lurus kearah Mama, sudah beberapa hari ini dia tidak melihat mamanya, dan dia sangat merindukannya!
"Aku keluar hanya untuk melihat-lihat, Paman datang untuk menjemput mu, ayo cepat berangkat."
Paman?
Ariana mengernyitkan keningnya dengan heran. Sejak kapan Deffan menjadi begitu dekat dengan keluarga Mahesa?
"Mama, cepat jalan."
Mengingat Deffan memanggilnya Mama, dia kembali mengingatkan Deffan.
"Ingat nanti di depan keluarga Mahesa, jangan memanggilku Mama yah. Mereka kan mengira kalau kau adalah Kenzie, jadi kau harus tetap memanggil Mama dengan sebutan dokter Messa."
"Ya aku sudah ingat." Deffan mengangguk dengan sungguh-sungguh.
Reko mengantar mereka berdua ke rumah nenek.
Reko menatap Kenzie, dan mengingatkannya, bahwa dia harus bersikap baik dan manis untuk sementara ini.
"Paman jangan khwatir, aku akan melakukannya."
Ariana tersenyum diam-diam. Itu bukanlah Kenzie, tetapi Deffan kecilnya. Mulut yang manis adalah sifat alami Deffan, tidak perlu mengingatkannya lagi.
Beberapa orang berjalan masuk ke ruang tamu.
Deffan melihat Kakek dan neneknya, lalu dia bergegas masuk dan bermanja-manja dengan mereka, terlihat mereka sangat bahagia dengan kedatangannya yang tak terduga itu.
"Kakek, Nenek, aku sangat merindukan kalian semua."
"Baik, baik. Kau adalah cucu kami yang paling baik, kau masih mau mengunjungi kami. kau terlihat lebih baik dari pada Papa mu!"
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Author sudah update ya
Wajib like☑️
klik bintang lima di penilaian ☑️
tap love ☑️
vote setiap akhir pekan ☑️
komen jika ada kritik dan saran☑️
dan jangan lupa follow akun author
__ADS_1