
Malam hari, semua anak-anak tampak sedang belajar. Daniel melihat kekompakan anak-anak itu. Melihat Kenzie dengan tegas memberi tahu adik-adiknya, hatinya tiba-tiba mencair lagi.
Saat hendak naik ke lantai atas, Daniel mendengar kata pelayan rumah tangga itu dengan terburu-buru.
"Tuan, di luar ada nona Sela."
Wajah Daniel langsung terlihat masam, dia tidak menyangka wanita itu benar-benar datang ke sini.
Sebelum dia memberi izin, dia juga sudah melihat Sela masuk dengan bibir yang tersenyum menatapnya, dengan beberapa hadiah di tangannya.
"Daniel, aku membaca berita bahwa kau sudah menemukan anak mu yang hilang itu. Aku turut senang mendengarnya. Ini aku bawakan hadiah untuk mu."
Daniel mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Sela yang mengatakan 'Berita'
Dia tidak mengira bahwa masalah Deffan di ketahui media begitu cepat.
Daniel membuka ponselnya dan melihat beberapa postingan mengenai dirinya, Ariana dan beberapa anak lainnya pergi bersama dengannya hari ini.
Berbagai gaya dan pendapat. Wartawan-wartawan itu benar-benar kurang kerjaan ....
"Benar-benar kurang kerjaan!" Daniel mendengus dengan kesal. Tidak menyangka makan-makan di luar sana membuat berita panas di internet.
Sela yang melihat ini membuat paras wajahnya seketika berubah.
Sore tadi ketika dia melihat berita ini masuk dalam berita utama dan semua orang sibuk bergosip tentang keluarga mereka yang terdiri dari enam orang.
Bergosip tentang pernikahan Daniel yang di rahasia.
Sela yang melihat itu langsung muram dan marah. Dia pun langsung merobek kertas itu menjadi kepingan-kepingan kecil dan menghamburkannya begitu saja.
Tadinya dia berencana untuk mendekati Daniel. Ketika melihat berita panas itu, terpaksa dia menyiapkan hadiah untuk melihat anak-anak liarnya itu.
Tetapi dia malah mengatainya 'kurang kerjaan'
"Daniel, kau ...."
Sela melihat Daniel menelpon.
"Hapus semua berita hari ini! Atau kau mau tau apa konsekuensinya!" Daniel berkata dengan sangat marah.
__ADS_1
"Baik pak Daniel, baik."
Daniel menutup ponselnya dan meletakkannya di atas meja begitu saja. Lalu dia menatap Sela.
"Ada hal lain?"
Sela menatap wajah Daniel yang begitu masam dan sangat jelek. Barusan dia menelpon dan mengatakan untuk menghapus semua berita itu. Mungkinkah berita itu tidak benar?
Tetapi Sela mengerti dengan sikap Daniel. Dia tentu tidak menyukai berita itu, dan tau juga kalau Daniel tidak menyukai anak-anak liar itu dan tentunya tidak suka dengan wanita ****** itu!
Semua itu, tentu saja Sela senang jika Daniel tidak menyukai semua ini ....
Jadi aku masih memiliki kesempatan. Dia tersenyum dengan percaya diri sekali.
"Daniel, aku tidak tau apakah anak-anak mu menyukai hadiah ku yang aku bawa ini atau tidak. Aku juga jarang melihat Kenzie sekarang, apakah dia baik-baik saja?"
Sebelum Daniel sempat menjawab, terdengar suara anak-anak kecil yang lebih dulu menjawabnya: "Dia akan baik-baik saja jika dia tidak melihat wajahmu. Jika dia melihat mu, maka dia tidak akan baik-baik saja!"
"Kenzie, sebelumnya Tante sudah melakukan kesalahan kepadamu, maafkan Tante ya."
Deffan memutar matanya ke arahnya. Dia masih mengira kalu dirinya adalah Kenzie. Dan Kenzie mengatakan kalau dia adalah orang yang paling munafik dan memang kenyataannya seperti itu.
"Meminta maaf? Benarkah kau akan meminta maaf." Deffan bertanya dengan serius.
Sela mengangguk dengan cepat.
"Kalu begitu kau harus memintanya dengan tulus. Maka aku akan memaafkan mu jika kau terlihat sangat tulus."
Ketika Daniel mendengar kata-kata ini, dia sudah mengerti. Tanpa menoleh pun dia sudah tau kalau yang berbicara itu adalah Deffan.
Dia tidak menyangka bahwa wanita seperti Ariana dapat mendidik seorang anak menjadi begitu pintar. Ini pasti karena anak itu adalah keturunannya. Daniel berpikir bahwa kecerdasan Deffan di warisi dari kelebihan-kelebihannya! Daniel yang memikirkan itu mengulum bibirnya dengan ekspresi puas.
"Kenzie, Tante harus bagaimana baru kau merasa bahwa Tate meminta maaf dengan tulus, Tante sudah benar-benar tulus."
Deffan menatap Sela dari atas ke bawah. Wanita ini selalu ingin mendekati Papa dan setelah melakukan hal-hal yang menyakiti Kenzie dia masih berani datang kesini. Wanita ini benar-benar tidak tau malu."
"Aku takut jika aku mengatakannya karena kau tidak akan setuju."
"Katakanlah, asal aku bisa melakukannya."
__ADS_1
Sikap Sela yang begitu tulus dan pasti dia sedang mempertahankan keanggunan dan kelembutannya yang harus di miliki setiap perempuan. Tetapi dalam hatinya yang dalam mengumpat: Dasar anak liar! Awas saja jika kau berani mengatakan sesuatu yang aneh, kedepannya aku akan menghabisi mu!
Deffan merenung mencari ide bagaimana caranya untuk mempermalukan wanita ini, agar dia menyerah untuk mendekati Papa. Dan kedepannya dia tidak akan berani datang lagi kesini?
Aku harus memberi tau Kenzie, Reva dan juga Revi.
"Aku akan memikirkannya sebentar. Kau tunggu di sini." Deffan membalikkan badannya dan berlari ke atas dengan cepat.
Bibir Daniel tersenyum simpul, dia duduk di sofa dengan kakinya menyilang dengan santai. Kemudian mengambil dokumen dan membacanya.
Sela merasa sedikit canggung, Kenzie adalah anak yang lucu, sepertinya aku harus menunggunya sebentar lagi?
Setelah berpikir dan melirik Daniel yang duduk di sofa, dia pun mengumpulkan keberaniannya dan berjalan ke sofa mau duduk di samping Daniel.
Sebelum dia sempat memarkirkan bokongnya di atas sofa, Daniel tiba-tiba bangkit. Dia mengabaikan Sela dan langsung berjalan menuju ruang kerjanya di atas.
Melihat itu, Sela sangat malu, dia merasa ditelanjangi oleh Daniel. Tapi tak masalah, wanita itu tidak menyerah. Dia pun sudah menduga sejak awal, kedatangannya kali ini pasti akan di sabut Daniel seperti ini, dia sudah tau itu. Tetapi demi masa depannya yang cerah dia harus bersabar!
Di lantai atas.
Anak-anak berdiskusi dengan serius.
"Sekarang adalah waktu yang sangat penting. Agar wanita itu tidak lagi datang mengganggu Papa, kita harus mencari cara agar dia menyerah."
Kata-kata Deffan kebetulan di dengar oleh Daniel yang baru saja sampai di lantai atas.
Daniel tersenyum kecil, Deffan, anak ini pasti memiliki maksud lain sejak tadi, dia benar-benar anak yang cerdas.
Dan terdengar ide gila yang di buat Deffan untuk mengusir wanita itu. Daniel takjub dan dia merasa tidak sabar mau melihat pertunjukan bagus yang di buat putranya.
Daniel juga sudah muak dengan sikap Sela yang selalu ingin masuk dalam kehidupannya.
"Aku hanya ingin tau, mengapa Tante itu hanya mengganggunya, kenapa dia tidak mengganggu orang lain? Bukankah banyak laki-laki kaya di kota ini? Kurasa dia memang dia memang orang jahat."
Yang barusan bicara itu adalah Reva. Kenapa dia berbicara seolah-olah tidak menyukai Daniel?
.
.
__ADS_1
.
Hai reader .., apa yang akan di lakukan bocah-bocah itu? Tunggu bab setelah ini ya! Jangan lupa like setelah membaca.