
๐บ vote ๐บ
Satu jam kemudian
Daniel turun dari lantai atas, dan langsung melihat Ariana yang kaku seperti balok di ruang tamu, duduk di sofa dengan wajah yang terpaku.
Daniel menyipitkan kedua matanya.
"Apakah kau turun sendiri?"
Ariana mengangguk tanpa berkata.
Wanita ini ternyata masih bisa turun! Apakah luka di kakinya tidak serius?
Daniel menatapnya dengan curiga, lalu berjalan ke sisinya, melihat kaki Ariana dan mengernyit.
Kain kasa putih, di warnai dengan warna merah darah.
Pakaiannya juga berlumuran darah. Ini ..., dia benar-benar turun sendiri. Cukup hebat!
Daniel melihatnya dengan cermat. Dia ..., dengan tubuhnya sendiri dia tidak peduli, lalu apa lagi yang tidak bisa dia lakukan?
Kenzie harus menjauhi dari orang orang seperti ini.
"Ketika saya turun, saya terjatuh dan terguling berkali-kali, dan tulang saya rasanya sudah mau patah. Saya masuk kesini dengan merangkak."
Merangkak?
Daniel melihat lantainya, apakah ini benar darah dari perempuan ini?
Daniel pindah kesamping dengan geli.
"Pak Daniel, kaki ku benar-benar sakit, luka ku semakin parah gara-gara kau!"
Daniel memutar bola matanya, lalu menatap wanita itu dengan memicingkan matanya. Kemudian dia mengeluarkan ponselnya.
Tidak lama kemudian Ariana di bawa kerumah sakit.
Dokter itu membenarkan letak kacamatanya, kemudian mulai membuka perban yang membalut kaki Ariana.
Dokter itu tercengang.
"Bukankah tadi pak Daniel mengatakan kalau lukanya sangat parah, ini kan cuma luka di permukaan kulit saja?" Dokter itu menatap Ariana.
__ADS_1
Ariana mendengarkan gumaman dokter itu, lalu tersenyum dengan arogan.
"Kau tidak tau, pak Daniel sangat baik padaku, bahkan jika aku hanya tertusuk jarum sedikit saja, dia akan merasa sangat sedih sekali! Apa lagi seperti ini ..., dia memang berbeda, lembut dan sangat perhatian, makanya dia mengatakan kalu lukanya sangat parah!"
Mendengar ucapan Ariana, para dokter itu saling pandang, dan mengerti bahwa wanita ini adalah kesayangan Tuan Daniel, sudah pasti dengan lantar belakang yang sangat terhormat.
Setelah itu, dia diperlakukan seperti dewa.
Malam harinya
Ketika Daniel menjenguknya di rumah saat pulang kerja, bangsal sudah kosong.
Hilang kemana orangnya?
"Pak Daniel, tadi istrimu mengatakan kalau dia ada pekerjaan sangat penting, yang tidak bisa di tunda, jadi dia sudah pergi!"
Istri?
Daniel mengernyit heran. Apakah mereka mengatakan Ariana?
"Tapi, bagaimana dia pergi dengan luka seperti itu?"
Bukankah katanya dia jatuh terguling-guling, tukangnya berasa ada yang patah, kemudian masuk dengan cara merangkak?
"Pak Daniel, luka yang ada di telapak kaki istri anda hanya luka di atas kulit. Sepertinya sudah pernah di obati sebelumnya, tapi anda jangan khwatir, dia akan segera pulih!"
Hanya luka di atas kulit?
Dan sudah pernah di obati?
Jadi darah itu ....
Daniel mengepalkan tangannya dengan erat. Wanita sialan itu sudah membohonginya lagi.
"Pak Daniel, istri anda dia ...."
"Jika kau berani mengatakan istri lagi, aku akan mematahkan tulang leher mu!"
Dengan Daniel menggertakkan giginya seperti itu membuat jantung sang dokter bergetar.
"Ya."
Daniel memutar tubuhnya, meninggalkan bangsal dan langsung menuju ke rumah Ariana.
__ADS_1
Daniel datang kekediaman Ariana dengan membanting pintu begitu keras, tetapi tidak ada suara apapun dari dalam. Rumah kosong! Daniel semakin marah.
"Maaf Tuan, anda mencari siapa?"
"Mana penghuni rumah ini!"
Daniel berkata dengan dingin.
"Yang ngontrak di sini sudah pinda Tuan, baru saja, apakah Tuan ada masalah dengannya?"
"Brengsek!"
Daniel memukul pintu dengan keras, hingga pemilik rumah itu terkejut.
Lalu dia bergegas pergi dari rumah kosong itu.
"Meraka sudah pindah, baru saja. Pindah ke mana wanita bodoh itu!"
Daniel bergumam sambil menahan emosinya.
.
.
.
Author sudah update lagi ya
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท
kalian wahai para pembaca:
Wajib likeโ๏ธ
klik bintang lima di penilaian โ๏ธ
tap love โ๏ธ
vote setiap akhir pekan โ๏ธ
komen jika ada kritik dan saranโ๏ธ
dan jangan lupa follow akun author
__ADS_1