Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
116


__ADS_3

Dalam hati Reko sangat cemas. Kakak ipar, kau bicaralah, ayo bicara. Jika Daniel benar-benar mengambil kartu ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa! Reko berharap Ariana mengatakan yang sebenarnya.


"Liko, ambil kartu itu!"


Daniel memerintah Liki untuk merebut kartu itu dari tangan Reko.


Dengan enggan, Liki berjalan kearah Reko.


"Tuan kedua, maafkan aku!"


"Kak, kau masih mau mengambilnya?"


Ketika itu Reko menatap Daniel dengan wajah sedih, mereka pun tarik menarik dengan kartu itu.


Melihat itu, Ariana mengepalkan tangannya demi Deffan. Asalkan dia bisa menyelamatkan Deffan, dia tak peduli dengan harga dirinya.


Dengan mengumpulkan keberaniannya, Ariana menata Daniel.


"Pak Daniel, anggap saja aku meminjam uang itu dari mu, aku sangat membutuhkannya saat ini."


Seketika mata Daniel langsung buram. Kemudian dia terlihat mencibir, menghina Ariana dengan penuh kebenciannya.


"Karena tak dapat menipu, akhirnya mengatakan akan meminjam, licik sekali!"


Demi uang, wanita ini benar-benar menghalalkan segala cara, apakah uang begitu penting baginya?


Ariana tak mengerti apa artinya cibiran Daniel itu. Hatinya merasa nyeri saat mendengar kalimat yang Daniel katakan barusan, tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Reko terlihat muram, mendengar Daniel berkata seperti itu, jika saja Daniel tau uang itu akan digunakan untuk menyelamatkan putranya, apakah dia masih berani berkata seperti itu?


Tetapi Ariana tetap bungkam, tidak mau mengatakan yang sebenarnya, apakah aku harus mengatakannya? Memikirkan ini, Reko menatap Ariana, berharap Ariana mendengarkan kata hatinya.


"Pak Daniel, aku benar-benar membutuhkan uang sebanyak itu, aku membutuhkannya sekarang. Kedepannya aku akan mengembalikan uang itu, aku akan mengingat budi mu!


Ariana berkata dengan sangat tulus, terlihat benar-benar memohon, Ariana sama sekali tak berdaya, yang terpenting adalah menyelamatkan Deffan.


Harga dirinya sudah di buang sejauh mungkin.


Daniel menatap wajah Ariana yang berpura-pura menyedihkan bagi Daniel. Lalu Daniel menghela nafas, kemudian mengangkat sudut bibirnya. Wanita ini benar-benar pintar sekali berakting! Lucu sekali.

__ADS_1


"Dengan apa kau membayarnya? Bagaimana cara kau membalasnya?"


Daniel menatapnya dengan memicingkan kedua matanya, menatap Ariana dengan cermat, serta senyuman kecil yang terlihat menghinanya.


"Aku ..., kau dapat mengalahkannya, kau mau aku membayarnya seperti apa, asal kau mau meminjamkan uang itu kepadaku?"


Ketika Ariana selesai mengucapkan kata-kata itu, terdengar suara Reko yang langsung menyelanya.


"Mengapa kau tidak berjanji untuk menjadi saudara ipar ku saja?"


Begitu kalimat itu selesai di ucapkan reko, Daniel dan Ariana menoleh dan menatapnya.


Hanya saja, tatapan Daniel dan Ariana sangat berbeda.


Wajah Ariana terlihat sangat terkejut. Bagai mana mungkin laki-laki seperti Daniel kekurangan wanita, dan bagaimana mungkin dirinya membalas budi dengan cara seperti itu?


Tetapi Daniel, dia seperti sedang mendengarkan lelucon yang sangat besar. Seorang wanita yang sudah menikah, berjanji kepadanya? Memangnya dia terlihat haus dengan jodoh, hingga punya pikiran untuk menjadikan dia istrinya?


"Tidak masuk akal! Apa kau kira aku mau menikah dengan wanita seperti ini?" Daniel menunjuk Ariana yang kini menggigit bibir bawahnya.


"Apa kau kira tidak ada wanita manapun yang menginginkan aku?"


"Kakak, aku hanya mengatakan usul saja. Tidak ada maksud lain-lain."


Reko menundukkan kepalanya saat mendengar kata-kata Daniel.


Wanita seperti ini, wanita yang sudah menikah. Kemudian Daniel menatap Ariana dengan pandangan yang menghina.


Ariana menundukkan kepalanya, dia tau bahwa Daniel mempunyai pesona yang dapat memikat banyak wanita yang jatuh cinta kepadanya, meskipun dia tidak senang dengan kata-kata Daniel, namun dia pun tidak merasa sakit hati.


Karena itu, Ariana kembali bertanya kepada Daniel dengan biasa-biasa saja.


"Pak Daniel, jadi bagaimana seharusnya aku membalas mu? Agar kau mau meminjamkan uang itu kepadaku?"


Daniel tersenyum kecil.


"Sudah aku katakan, aku tidak akan pernah melakukannya! Apa lagi untuk meminjamkan uang itu kepada wanita seperti mu!"


Mendengar kata-kata Daniel yang sangat keras itu, Ariana merasa kecut. Daniel dengan keras tidak mau membantu. Padahal itu demi anaknya sendiri! Bagaimana bisa dia berkata seperti itu!

__ADS_1


Tetapi Ariana juga sadar, karena Daniel tidak tau apa-apa tentang uang itu akan di gunakan untuk apa, jadi Ariana merasa sangat sedih.


"Liki!"


Daniel berkata, dan menatapnya seperti itu membuat Liki mengerti akan panggil nama itu. Dan dengan cepat Liki menarik kartu yang ada di tangan Reko saat ini.


Melihat kartu itu sudah di tangan Liki, Ariana semakin panik.


Bagaimana ini?


Reko yang berdiri di sampingnya merasa cemas. Dalam hatinya: Aduh kakak ipar, bicaralah! Jika masih tidak mengatakan yang sebenarnya, tentu saja tidak akan ada waktu lagi!


"Kak ipar, bicaralah. Katakan yang sebenarnya! Jika kau mau menyelamatkan orang sekaligus, tidak ada cara lain lagi. Ayo bicara?"


Satu kata 'kakak ipar' kata ini membuat Daniel merasa terhina.


"Kau memanggil siapa? Kakak ipar?"


"Aku ..., kak, di dalam ruangan ini hanya ada seorang wanita. Menurut mu, aku memanggil siapapun?"


"Jangan asal memanggil menyebut seperti itu! Aku tidak suka mendengarnya. Dia tak pantas di sebut seperti itu!"


Daniel menatap Reko dengan marah.


Tak pantas? Justru aku akan terus memanggilnya seperti itu! Reko berkata dalam hatinya dengan keras kepala.


Sementara Ariana masih dengan kebisuannya, dia terlihat bingung dan cemas. Dirinya seperti tak mampu menopang tubuhnya.


"Kak ipar, yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan Deffan, kau katakan saja yang sebenarnya!"


Reko terlihat mendesak Ariana, karena menurutnya.


Daniel semakin mengernyitkan dahinya saat mendengar kata kakak ipar dari mulut Reko, dia menatap wajah Reko dan Ariana dengan jijik. Seketika itu Ariana maju melangkah di hadapan Daniel.


"Pak Daniel, aku mohon, aku sangat memerlukan uang itu dalam keadaan darurat. Tolong pinjamkan uang itu kepadaku. Aku meminjam uang itu untuk menyelamatkan hidup putra ku."


.


.

__ADS_1


.


yuk bantu dukungannya. Jangan lupa untuk membawa like setelah membaca karya author ini


__ADS_2