Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
15


__ADS_3

"Pak Daniel, saya tidak mengerti apa maksud anda?"


"Berani melakukan tapi tidak berani mengakui!" Daniel berkata dengan senyumnya yang dingin.


Melihat ekspresi Ariana yang bingung, Daniel mendengus dingin dan melanjutkan ucapannya: "hanya wanita seperti mu saja yang bisa melakukan hal jahat seperti meretas jaringan perusahaan. Aku lebih penasaran dengan keterampilan meretas dan ilmu medis mu, dimana kau belajar itu semua?"


Ketika di tanya ilmu medisnya, ia terkejut, tapi keterampilan ilmu peretasan ...


Apa mungkin Deffan yang melakukan?


Ariana mengingat sesuatu, beberapa hari lalu, memang Deffan sedang mengutak-atik komputer di rumah. Mungkinkah Deffan sedang mencoba untuk membalas dendam? Jadi Deffan meretas situs web jaringan perusahaan Daniel.


Menyadari hal ini pasti ulah bocah laki-lakinya, Apriana tersenyum dalam hatinya. Lalu Ariana membenarkan semuanya dan mengakuinya pada Daniel.


"Keterampilan ilmu peretasan dan ilmu medis, memang di ajarkan oleh .., guru yang terkenal."


Daniel tersenyum kecut.


"Akhirnya mengaku. Apakah kau sudah bosan hidup, hingga berani sekali melakukan ini?"


Mata dingin Daniel sedikit menyipit, dan semua orang yang ada di sana, merasakan aura yang sangat berbahaya.


Ariana tertegun mendengar kalimat Daniel barusan.


Apakah Daniel begitu menginginkan dia mati?


Tapi .., dia tidak boleh mati.


Ketiga anaknya masih membutuhkan mamanya, dan Kenzie juga membutuhkan perawatannya, dia tidak boleh mati.


Dengan keberanian yang cukup kuat, dengan bibir yang bergetar, Ariana mencoba untuk bicara lagi, berharap Daniel berubah pikiran.


"Pak Daniel, jika anda membunuh saya, maka pengobatan Kenzie akan tertunda."


Membicarakan tentang Kenzie, wajah Daniel seketika murung. Dan dia harus mengakui bahwa akupuntur yang di berikan oleh Ariana berhasil. Hanya dengan treatment sudah terlihat hasilnya.


Daniel terlihat gemas, ia tidak bisa melakukan sesuatu untuk perempuan ini. Tapi .., lihat saja nanti, dia akan menebus semua yang dia lakukan. Daniel serasa ingin melempar perempuan ini ke lobang buaya sekarang juga. Tapi .., demi Kenzie, biarkan saja dulu wanita ini hidup berkeliaran sesuka hatinya.


Tidak masalah, untuk sementara, biarkan dia merawat dan menyembuhkan Kenzie. Anggap saja memberinya kesempatan untuk hidup beberapa bulan lagi. Setelah Kenzie sembuh, ia akan memperhitungkan semua kelakuannya.

__ADS_1


"Paman! Kau tidak boleh membunuh Mama, Mama sudah bersusah payah membesarkan kami!" Bibir sengit Reva berucap, dengan bulu matanya yang lentik bergerak-gerak seperti boneka. Ia anak yang polos dan lucu sekali.


"Jika kau membunuh Mama, kami akan membencimu seumur hidup!" Wajah Reva yang imut itu marah seperti seekor kucing yang siap mencakar mangsanya.


Daniel menatap kedua bocah perempuan itu, yang membela Ariana, dia tiba marah.


Membesarkan mereka dengan susah paya?


Akan membencinya seumur hidup?


Ariana membesarkan mereka dengan susah payah?


"Itu urusan dia yang membesarkan kalian, tidak ada urusannya dengan saya, masalah kalian ingin membenciku seumur hidup, bahkan sampai ke neraka pun, saya tidak peduli!


Daniel berkata dengan dua bocah itu sambil menatapnya tajam.


Ariana segera memegang kedua tangan Reva dan Revi, dan menariknya kebelakang, takut Daniel akan berbuat sesuatu pada kedua putrinya.


"Jangan kau sakiti mereka! Dia masih kecil!" Ariana melindungi putrinya dengan keberaniannya.


Daniel tersenyum sinis.


Aura mematikan di mata Daniel, membuat hati Ariana bergetar ketakutan, dia mendorong kedua putrinya untuk sedikit menjauh.


"Pak Daniel. Saya mengerti, anda jangan khwatir, saya tidak akan memberi tahu Kenzie soal ini."


"Bagus sekali."


Daniel menatap Ariana dengan kekosongan yang cukup lama. Setelah itu ia berbalik badan.


Tepat, ketika Daniel memutar badannya hendak pergi, tiba-tiba suara gelas jatuh ke lantai, suara itu datang dari kamar tidur.


Ada orang lainnya lagi?


Daniel kembali memutar tubuhnya menghadap Ariana dan menatapnya. Dia melihat ada ekspresi khwatir di wajahnya dan juga gelisah yang mendalam di matanya.


Di dalam kamar itu pasti ada pria lain, kan? Yaitu ayah dari kedua gadis kecil ini?


Teringat akan hal ini, mata Daniel semakin gelap.

__ADS_1


Kenzie yang kecil dan sakit-sakitan, selama ini sudah sangat menderita. Bagaimana bisa wanita ini bisa hidup dengan baik seperti tidak pernah ada Kenzie!


Daniel justru penasaran, ingin tau seperti apa pria bodoh itu.


Dengan rasa penasarannya, akhirnya Daniel melangkah kan kakinya dengan cepat menuju kamar itu.


"Pak Daniel! Kau tidak boleh masuk! Ariana menghalangi Daniel.


Deffan masih di dalam, Daniel pasti mengenalinya saat melihatnya nanti! Bagaimana ini! Ariana meremas jemarinya, tubuhnya sudah berkeringat dingin.


"Menyingkir lah!


"Pak Daniel, kau tidak boleh ...."


Daniel mendorong tubuh Ariana, ia melihat kegugupan Ariana.


Apakah Ariana takut suaminya akan aku sakiti?


Bajingan!


Ternyata perempuan ini melindungi suaminya itu! Daniel semakin geram, wajahnya semakin gelap. Lalu dengan segera ia mendorong pintu kamar itu sampai terbuka.


Mata Ariana membulat, sekujur tubuhnya mengalir keringat dingin, Jantungnya seakan berhenti bekerja. Ia sudah pasrah, apa pun yang terjadi.


Oh tuhan ..., tolong hamba mu ini yang dalam kesulitan.


Sudah ..., tamatlah riwayatnya. Ariana memejamkan matanya. berdoa dalam hati.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Bagaimana ya kisahnya?


penasaran?


Apakah kalian penasaran? komen ya


jangan lupa like fan vote untuk mendukung karya ini, agar karya ini cepat berkembang, dan semakin sering untuk update.


terimakasih atas dukungan dari kalian 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2