
Ini bukan bermain air namanya, tetapi bermain dengan nyawa! Dia berusaha mati-matian untuk menghindar, tapi tak peduli bagaimana dia menghindarinya, air itu tetap menghujani kepalanya yang membuatnya tidak dapat menghindar.
Kenzie melarikan diri dengan cepat setelah air pistol itu habis.
Reko berdiri dengan basah kuyup di tepi kolam. Tiba-tiba suara lirih menyadarkan Reko ke bumi.
Dan ketika dia menundukkan kepalanya ke bawah, dia menatap Kenzie yang membawa handuk tebal.
"Paman, cepat keringkan rambut mu!"
Reko menatapnya dengan raut wajah tanpa ekspresi. Tadi saja dia dengan semangat menyemprotnya, sekarang malah membawakan dia handuk. Tadi juga dua memanggil namanya, sekarang dia memanggil Paman.
Aneh sekali! Apa yang sedang ia rencanakan sekarang?
"Kenzie, kau benar-benar anak yang nakal, Paman kan sudah berbuat baik dan memperlakukan mu dengan baik juga, tapi apa balasan dari mu! Kau malah menyemprotkan air itu kepadaku, dan membuat ku basah kuyup seperti ini!"
Deffan sangat terkejut, apakah Kenzie sangat membenci pamannya ini?
Tetapi .....
Reko dengan marah mengambil handuk di tangannya, dan menyeka wajahnya dan juga rambutnya yang basah kuyup.
"Kenzie, Paman peringatkan sekali lagi ya, jangan bermain seperti yang kau lakukan tadi!"
Deffan menganggukkan kepalanya. Dengan penuh perhatian, Deffan mengambil handuk basah, yang baru saja Reko gunakan dan meletakkannya di samping.
Kemudian dia melihat Kenzie dengan perlahan mendekat ke arah mereka, Deffan sangat cemas, jantungnya berdegup kencang.
Jika Reko melihatnya ada dua Kenzie sekarang, maka identitasnya akan segera terbongkar, Reko akan mengetahuinya sekarang juga.
Tidak. tidak boleh sampai ketahuan.
Deffan memutar matanya, dan menyuruh Reko menundukkan kepalanya ke bawah. Reko mengernyitkan keningnya, lalu dia mulai menundukkan wajahnya sesuai permintaan Kenzie. Setelah itu dia mencium pipi Reko, dua tampak tersenyum menatapnya.
Setelah itu dia pergi pamit mau ke toilet. Tapi dalam hatinya dia berdoa agar tidak terjadi apa-apa kepada pamannya dan juga Kenzie.
Baru saja dia berlari ke luar, Reko yang sedang menundukkan kepalanya untuk mengambil pistol air, tiba-tiba di dorong keras dari belakang, Reko yang sedang lengah, terpelanting dan jatuh ke dalam kolam!
"Sialan! Keponakan macam apa ini!"
Reko yang terlihat penampilannya semerawut itu segera bangun dari kolam, dan langsung melihat Kenzie menatapnya dengan puas.
"Reko, apakah itu sangat menyenangkan?"
Wajah Reko masih membayangkan bagaimana Kenzie tadi mencium pipinya, tetapi sekarang wajah dingin dan sombong itu malah memanggilnya Reko?
Ada yang aneh.
Barusan jelas-jelas Kenzie pamit mau ke toilet dan dia juga sudah masuk kedalamnya, tapi kenapa tiba-tiba dia muncul di belakang dan tiba-tiba mendorongnya?
__ADS_1
Reko memandang Kenzie, dia melihat seperti ada dua ekspresi yang sama sekali berbeda, muncul secara bergantian di wajah kecil ini. Detak jantungnya sangat cepat berpacu.
Ya tuhan, apa yang sedang terjadi sebenarnya?
Apakah dia sedang mengalami halusinasi karena kepalanya kemasukan air?
Reko menyentuh kepalanya yang basah, dan melirik handuk yang tadi Kenzie letakkan di samping.
Tidak, ini bukan halusinasi, tapi kenyataan. Dia kembali menatap Kenzie dan jantungnya berdetak lebih kencang lagi, pikirannya tidak karuan.
Apakah anak ini memiliki masalah mental, dan memiliki kepribadian ganda?
"Kenzie, bukankah tadi kau bilang mau ke toilet?"
"Mana ada!"
Kenzie berkata dengan sangat sombong, tangannya terlipat di dada, menatap Reko. Dia melihat ketakutan yang terlukis di mata Reko.
Dia mengernyitkan keningnya. Apakah dia merasa takut?
Tak di sangka, Reko yang biasanya bawel dan mengejeknya ketika dia tidak tahan digoda oleh seorang anak kecil Sepertinya.
"Tidak berguna sama sekali! Ayo pulang saja."
Kenzie meliriknya sekilas, kemudian melangkahkan kakinya pergi ke luar.
Reko yang melihat dari belakang punggungnya. Terlintas di benaknya bahwa saat tadi Kenzie sudah berjalan ke arah sini, lalu kemudian tiba-tiba muncul di belakangnya.
Reko tiba-tiba merasakan hawa dingin di seluruh tubuhnya. Kemudian dia menoleh ke belakang sejenak, lalu buru-buru mengejar Kenzie yang sudah mendahuluinya.
Dalam perjalanan pulang, sekali-kali dia melirik Kenzie. Wajah kecil yang dingin dan sombong itu hanyalah versi mini dari kakaknya.
Kenapa ia merasa sedang bersama dengan seseorang yang berbeda dari tingkah lakunya.
Setelah samapi di rumah yang mewah itu, Kenzie langsung masuk ke dalam kamarnya.
Dan Reko diam-diam menarik tangan Daniel menuju ruang bacanya dan menutup pintu.
Daniel menatapnya dengan heran.
"Apakah kau membuat masalah lagi? Apa yang kau memerlukan bantuan dari ku?"
Daniel bertanya serta mengerutkan keningnya.
"Tidak kak, dengarkan dulu, kali ini bukan aku, tapi Kenzie!"
Daniel melihat ketakutan di wajah Reko, dia memicingkan matanya, menatap Reko dengan cermat.
"Ada apa? Katakanlah?"
__ADS_1
"Kenzie sepertinya memiliki masalah mental yang serius, mungkin memiliki kepribadian yang ganda, atau mungkin juga ..., dia sedang kerasukan!"
Daniel tertegun mendengar pernyataan Reko, kemudian dia mengalihkan pandangan.
"Kau mau cari mati?"
"Kak, apa yang aku katakan ini kenyataan!" Reko mencoba menjelaskan dan bercerita bagaimana saat kejadian yang dia alami di taman air tadi bersama Kenzie.
"Kak, sungguh! Percayalah! Tadi dia memanggilku Paman terus tiba-tiba memanggil sebutan nama ku, lalu di saat yang lain lagi, dia menyemprot wajahku dengan pistol air. Tidak lama kemudian dia mengambilkan aku handuk dan menyeka air di wajahku. Kemudian dia pamit mau ke toilet, tapi tiba-tiba dia sudah ada di belakangku. Ada lagi tadi dia juga mencium ku, lalu aku membungkuk dan memberikan pipiku, sedikit lengah aku mengambil pistol air di samping ku, lalu tiba-tiba dia mendorong dengan keras sampai aku tercebur ke dalam kolam. Perubahan dan ekspresi di wajah anak mu itu cepat sekali berubah, seperti membalikkan telapak tangan saja. Ya tuhan, menakutkan sekali!"
Daniel yang mendengarnya itu tidak percaya.
"Jangan sembarang bicara kamu, dia itu masih kecil. Bagaimana mungkin dia ...."
Saat Daniel mengatakan ini, dia ingat bagaimana tingkah dan cara Kenzie terhadapnya akhir-akhir ini.
Bergantung di kakinya seperti Kuala, bersikap sangat manja. Dia juga memanggil Papa tidak seperti biasanya, sangat enak di dengar. Bawel dan sangat pandai membujuk orang. Teringat akan tingkah Kenzie yang biasanya ..., memang jelas dua kepribadian yang berbeda.
Apa mungkin dia benar-benar ...?
"Kak, kakak juga merasa aneh, kan? Coba kakak pikir-pikir lagi?"
Mata Daniel sedikit menyipit, tingkah laku Kenzie seperti ini semenjak kehadiran wanita itu, sejak melakukan pengobatan akupuntur, Kenzie yang sebenarnya tidak pernah bertingkah aneh seperti ini!
Ariana. Apakah dia yang sudah ...?
"Apakah kau menemukan sesuatu? Aku menyarankan agar Kenzie di bawa dulu dan di periksa? Perubahan mental pada anak adalah hal yang wajar. Tetapi jika memang bermasalah, cepat di obati!"
Daniel tidak mengucapkan apa-apa. Reko pum keluar dari ruang baca itu secara diam-diam.
Setelah lama berpikir, Daniel beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi ke kamar Kenzie dan melihatnya yang sedang duduk di tempat tidur sambil bermain dengan tabletnya.
Ketika dia melihat Daniel masuk, dia diam dan meliriknya sekilas, kemudian kembali menundukkan wajahnya, bermain dengan tabletnya kembali, seolah-olah tidak ada orang yang masuk ke dalam kamarnya.
Daniel berjalan ke arahnya. Dan duduk di sisi tempat tidur.
"Apakah kau senang bermain dengan Paman mu hari ini?"
"Itu sangat membosankan!"
Kenzie menjawab tanpa mengangkat kepalanya.
Mata Daniel tampak keruh.
"Kau mau makan apa malam ini?"
"Terserah!"
Tidak ada ekspresi di wajah kecilnya yang lembut itu.
__ADS_1
Sebenarnya Kenzie tidak bersikap seperti itu saat berbicara dengannya.
Mulai saat ini, Daniel akan memperhatikan Kenzie setiap tingkah lakunya, dan setiap pergerakannya.