
Mahesa yang melihat dan mendengar perdebatan mereka yang seru ini, dia tertawa.
"Dokter Messa benar! Ada pepatah lama mengatakan, jika orang baik berbuat kejahatan maka kejahatan itu akan menjadi hal yang baik. Tetapi jika orang jahat melakukan hal yang baik, maka hal yang baik itu busa saja berubah menjadi kejahatan. Jika kamu melakukan hal yang baik, dengan menggunakan segala cara selama tidak merugikan orang lain, itu sah-sah saja, tidak perlu di pertanyakan!"
"Anda benar sekali! Anda lebih pandai dan berpengetahuan!" Sambil berkata dia melirik Daniel.
Daniel merasa lehernya seperti di cekik, napasnya pun terasa sesak. Tidak ada gunanya berbicara dengan wanita licik seperti ini!
Dia tiba-tiba berdiri dan melangkahkan kakinya dengan lebar. Ketika dia melewati Ariana, dia berhenti sejenak, membuat hati Ariana bergidik ngeri.
Mau apa dia?
Apa karena kalah berdebat kemudian mau menghukumnya dengan tangannya?
Dia membuka bibirnya sedikit, dan dengan nada yang dingin memberi peringatan kepada Ariana: "Kau lebih baik berhati-hati, kalau tidak ..., kau akan tau apa itu yang di namakan mencapai sesuatu dengan segala cara!"
Meskipun suaranya kecil, namun kata-katanya mampu membuat Ariana menjadi bergetar dan sedikit menciut.
Ariana menjadi takut, rasanya Daniel seakan-akan mau menelannya hidup-hidup.
Dia gampang sekali tersinggung, kan hanya kalah berdebat saja!
Apa perlu sampai seperti itu?
"Pak Daniel, kau ...."
Baru saja Ariana mau membuka mulut, Daniel sudah melangkahkan kakinya keluar.
Ketika sampai di depan pintu, dia menghentikan langkahnya dan memanggil Kenzie tanpa menoleh.
"Kenzie, mari kita pulang!"
Deffan menoleh kepada Reko.
"Kak, aku sudah berjanji kepada Kenzie, kami akan pergi bermain hari ini!"
"Kenzie, apakah kau benar-benar tidak mau ikut?"
Deffan tertegun, wajah papanya sangat masam sekali, jika dia tidak ikut pulang, papa pasti akan lebih marah lagi.
Melihat Kenzie yang tidak enak hati, Maira mendekati Kenzie.
"Daniel, jika Kenzie mau bermain dengan pamannya, apa salahnya kau membiarkan dia pergi bersama Reko nanti soreh, nanti malam baru di antara pulang."
Ucapan Maira sangat membantu, Daniel tidak mengajak Kenzie pulang lagi. Dan hanya memperingatkannya.
"Jauhi pembohong itu."
Kemudian dia langsung melebarkan langkahnya dengan cepat. Tau dia sangat kesal dan marah.
__ADS_1
Pembohong. Ini secara sengaja menuding Ariana.
B*****k, sudah mau pergi, masih saja menjelek-jelekkan Ariana .
Baik Mahesa mau pun Maira, mereka merasa aneh dengan sikap Daniel seperti itu. Kenapa dia memusuhi dokter Messa!
"Dokter Messa, apakah di antara kalian berdua mempunyai masalah?"
Maira blak-blakan langsung menanyakannya kepada Ariana dan menatapnya dengan rasa ingin tau.
Masalah?
Empat bayi dalam satu malam!
Apakah ini bisa di bilang dengan masalah?
Ariana merasa ragu-ragu, kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan.
"Tidak. Mungkin saat saya merawat Kenzie waktu itu, kemungkinan ada sesuatu yang membuatnya tidak senang dan salah paham terhadap saya."
Ariana berkata dengan ragu, dan itu membuat Mahesa dan Maira curiga.
"Daniel barusan mengatakan tentang mencapai sesuatu dengan segala cara. Apakah pernah terjadi kesalahpahaman di antara kalian?"
Mahesa bertanya.
"Saya tidak ingat."
Maira tiba-tiba tersenyum.
"Sebenarnya, kau dan Daniel adalah pasangan yang cocok, kami belum pernah melihatnya berdebat seperti ini dengan wanita manapun selama bertahun-tahun!"
Ah ..., yang benar saja. Berdebat dengannya seperti ini di sebut pasangan yang cocok?
"Siapa tau saja kalian memang berjodoh. Dokter Messa, apakah kau mau mencoba mendekati Daniel?"
Ariana tidak menyangka kalau Mahesa akan mengajukan pertanyaan kepadanya seperti itu. Sepertinya dia dan istrinya memiliki pikiran dan maksud yang sama.
Mendekati Daniel? Dia hanya memiliki satu nyawa, apakah dia berani mencobanya?
Mendengar itu semua, Deffan menaikkan kedua alisnya, ini adalah kesempatan bagus untuk membujuk Mama, apa lagi Kakek dan Neneknya seperti mendukung.
Wah ..., bagus sekali! Ini secara tidak sengaja Kakek dan neneknya akan bisa membantu mewujudkan impiannya untuk menyatukan kedua orang tuanya.
Deffan berjalan ke arah Ariana, dan menampakkan wajahnya yang terlihat sedih.
"Jika kau setuju untuk mendekati Papa, maka kedepannya kau akan lebih sering melihat Kenzie. Kenzie juga merindukan mu, dan juga ingin melihatmu setiap hari."
Kenzie?
__ADS_1
Ini bukan hanya memberinya kesempatan untuk mendekati Daniel, tetapi juga memberinya kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan Kenzie.
Melihat Ariana terdiam dan tampak memikirkan sesuatu, Maira mendekat dan berbicara dengan lembut.
"Kenzie kecil kami Sepertinya sangat menyukai mu, jadi cobalah untuk mendekati papanya dan berhubungan dengannya. Jika nanti kau merasa tidak cocok, kami juga tidak akan memaksamu! Daniel pun tidak pernah memiliki pacar dan dia juga malas berbicara dengan wanita lain. Kami sebagai orang tua sangat menghawatirkan dirinya!"
Setelah mengatakan itu, Maira menatap Kenzie dengan wajah sedih.
"Kenzie, dia lahir secara tidak sengaja, aku juga tidak tau siapa mamanya, dan dimana keluarganya. Tetapi dokter Messa jangan khwatir, dia akan menganggap mu sebagai ibu kandungnya sendiri!"
Ariana tersenyum tipis. Tangannya terulur mengelus kepala kecil Deffa.
"Aku juga sangat menyukainya. Tapi aku tidak tau dengan cara apa harus mendekatinya?"
Maira berpikir sejenak. "Apakah akan menyulitkan mu jika kau menjadi seorang pengasuh untuknya? Dirumah Daniel juga ada pelayan, cuma status mu saja yang menjadi pengasuh Kenzie. Tugas mu hanya menjaga Kenzie, seterusnya kau akan sering bertemu dan berhubungan dengan Daniel , dengan begitu kau punya kesempatan untuk mendekati dan memahaminya!"
Apa? Pengasuh! Seorang Dokter junius menjadi sebagai pengasuh! Yamg benar saja!
Ariana berpikir, yang dia jaga itu adalah anaknya sendiri, jika dia mengasuh Kenzie, maka dia akan bertemu setiap hari dengan putra sulungnya.
Ah ..., ini sangat rumit dan membuatnya menjadi dilema.
Merawat Kenzie tentu saja dia sangat mau!
Ariana menghela napasnya dengan berat. Kenzie adalah anaknya. Setelah penuh dengan pertimbangan, Ariana menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Oke, aku setuju untuk merawat Kenzie!"
"Bagus sekali, aku harap kau dan Daniel berjodoh dan menjadi pasangan yang cocok dan bahagia selamanya."
Bibir Ariana sedikit melengkungkan membuat senyum tanpa kata.
Reko terkejut, dia mengira dokter Messa akan menolaknya, tapi dia tidak menyangka sama sekali.
Tadi saja mereka bertengkar sangat hebatnya, bagaimana nanti jika dokter Messa ke rumahnya setiap hari?
Wow ..., ini akan seru, aku akan setiap hari menonton drama ini! Reko tersenyum kecil.
Deffan juga sangat senang ketika Ariana menyetujuinya, dengan begitu dia tidak susah payah untuk mengatur rencananya.
Tiba-tiba Deffan memeluk nenek Maira.
"Nenek, aku sangat menyayangi kalian!" Deffan memeluk Maira dan menatap Mahesa.
Mereka tidak mengerti mengapa Kenzie tiba-tiba memeluknya.
Deffan sangat senang, maka dari itu dia memeluk neneknya tanda berterimakasih secara tidak langsung. Tetapi Ariana memahami kenapa anaknya seperti itu.
🌺Vote🌺
__ADS_1