Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
147


__ADS_3

Ariana yang baru saja sampai di villa Green View, melihat Daniel sedang jongkok di taman bunga mawar sambil membuat karangan bunga.


Mengapa dia tak pergi ke perusahaan hari ini? Dalam hati Ariana bertanya-tanya.


Di melihat dari tampang wajahnya yang sedih, sepertinya ada hubungannya dengan dia yang tadi pergi ke TPU.


Tetapi jika di pikir-pikir, keluarga Mahesa adalah orang yang kaya-raya, seharusnya tidak mungkin mereka menaruh keluarganya di pemakaman umum seperti itu!


Maka Ariana menduga itu mungkin bukan keluarga Mahesa.


Ah masa bodoh, apa peduliku tentang dia, Daniel yang dalam suasana hati yang buruk hari ini juga bukan urusan ku. Dan aku pun harus menjauh darinya.


Ariana segera melangkahkan kakinya menuju pintu belakang.


Di pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. Ariana sudah memutuskan untuk menemui Malik dan ibu tirinya 'SISKA'


Beberapa menit kemudian, Ariana mengendarai mobilnya dan pergi ke kediaman Malik.


Seharusnya keluarga Malik sekarang tidak sebagus dulu, meskipun masih dapat di katakan sebagai rumah istana, tetapi itu sudah tidak terawat dan kusam. Catnya tidak lagi pernah di ganti, bahkan sudah hampir mengelupas, plafonnya juga sudah mulai terlepas dari lemnya.


Ariana menduga bahwa Malik hanya menyewanya atau menggadaikan sesuatu untuk mendapatkan rumah sebesar ini.


Ariana masuk dan langsung di tatap oleh Siska dengan pandangan permusuhan.


Malik sudah banyak mengenyam asam dan garam, dia sudah mempersiapkan suatu rencana yang bagus, tetapi dia masih terlihat sangat tenang.


"Ariana, apakah kau sudah pergi ke makam Mama mu tadi?"


"Ya, kau tidak pergi, kan? Kebetulan sekali, Mama pasti tidak ingin melihat mu."


"Ariana, kau keterlaluan sekali berkata seperti itu kepada Papa mu sendiri. Apakah kau tidak pernah berpikir bagaimana aku dan Mama kamu bisa sampai menikah? Tentu saja kami saling mencintai, dan aku berencana akan pergi kesana soreh hari nanti."


Ariana mendengus dingin. Dia pun tak peduli apakah Malik akan pergi kesana atau tidak. Selama ini dia memperlakukan Mama dengan keji.


Hanya berpura-pura peduli! Ariana mencibir.


"Papa, aku bisa membuat keluarga mu dan juga perusahaan kembali seperti sedia kala, tetapi aku mempunyai sebuah syarat."


"Katakan."

__ADS_1


Malik berkata dengan singkat.


Sebelumnya Ariana juga sudah memikirkannya.


"Jika Papa ingin membangkitkan kembali perusahaan Papa, untuk sementara biarkan aku mengambil alih perusahaan itu, dengan nama pemilik yang sah, aku akan mengelola perusahaan itu dengan baik."


"Apa?"


Siska yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka langsung menyela dan melotot menatap Ariana dengan tajam.


"Kau terlalu serakah, mengatakan pemiliknya yang sah? Mimpi kamu! Kau ingin menghabisi keluarga Papa kamu? Kau benar-benar tidak memiliki hati nurani! Bagaimana pun, Malik adalah Papa mu, bagaimana mungkin kau kau merebut semuanya? Dasar wanita tidak tau malu! Dasar j*****"


Sebelum Siska menyelesaikan kalimatnya, Ariana melempar sebuah apel ke arahnya. Jika Siska tidak dengan cepat menghindarinya, apel itu sudah pasti mengenai wajahnya.


Siska yang terkejut itu masih saja mengomel, bahkan lebih parah lagi.


"Aduh suamiku, kau lihat ini kelakuan anak mu, kalau bagaimana aku ini adalah mamanya juga, bagaimana bisa dia berbuat tidak baik terhadapku! Kau harus memberinya pelajaran ..."


"Jika ini membahas masalahnya, tutuplah mulut rongak mu itu! Jika tidak, aku akan pergi sekarang juga dan perusahaan keluarga tak akan memiliki kesempatan apa pun!"


Ariana melipat kedua tangannya dan menatap mereka dengan tajam.


"Ariana tidak mungkin sekejam itu, dia tidak mungkin merebut semuanya dari kita. Kau jangan khwatir."


Setelah mengatakan itu, Malik menoleh kearah Ariana.


"Ariana, kau ingin mengambil alih perusahaan keluarga kakek mu? Lalu apa yang akan kau berikan kepada Papa?"


Memberi sesuatu kepada mereka? Otak Ariana langsung berpikir, dia terlihat sangat tenang.


Perusahaan yang dulu bernama Azhar Grup, perusahaan kakek yang dulunya memang hasil kerja keras Mama dan kakek Ariana.


85 % dana perusahaan menanamkan sahamnya. Setelah Mama meninggal, Malik mengambilnya dan menguasai seluruhnya bersama Siska. Mereka sudah menikmatinya terlalu lama.


Dan sekarang, mereka masih berani bertanya kepada apa yang akan Ariana berikan kepada mereka untuk menggantinya?


Ini sangat lucu, Ariana tersenyum kecil.


"Apa yang Papa inginkan?"

__ADS_1


"Ariana, aku bisa memberikan perusahaan yang dulu bernama Azhar Grup, kau juga bisa mengubahnya kembali, tetapi kami perlu mempertimbangkan harganya. Perusahaan itu setidaknya masih bernilai 75%, kami juga tidak akan meminta lebih, kau bisa memberi kami 46 miliar saja dan perusahaan itu akan sepenuhnya menjadi hak mu untuk selamanya."


Ariana terkekeh.


Perusahaan yang banyak hutang dimana-mana! Dan itu juga sudah bangkrut, tetapi masih bernilai 75%?


Sepertinya Malik sedang bermimpi, atau mungkin dia berpikir seorang Ariana dengan sangat mudah dibodohi, dan mereka masih menganggap Ariana adalah anak kemarin sore?


"Papa, aku bertanya sekali lagi, sebelum kau menjawabnya, kau pikir baik-baik lagi. Sekarang aku bertanya lagi, apa yang sebenarnya Papa inginkan?"


"Harga 46 miliar itu sudah sangat murah, tidak kurang sepersen pun lagi!"


Siska tiba-tiba berkata dengan berteriak. Ariana menyipitkan matanya, menatap Siska dengan kebencian.


"46 miliar? Baiklah! Nanti ketika kau sudah mati, aku akan mempersembahkannya khusus untuk mu."


"Kau! Suami ku, apakah kau tidak melihat apa yang dia katakan? Kau akan diam saja?"


"Ariana, berapa banyak yang ingin kau berikan kepada kami?" Malik langsung bertanya kepada Ariana, dia tidak memperdulikan Siska. Yang dia pedulikan sekarang adalah dana dan uang yang cukup banyak, berapa banyak uang yang akan dia dapatkan, itulah yang ada dalam otak Malik.


"Papa, aku bisa memberimu uang yang cukup, tetapi kau harus menceraikan istri mu ini!"


"Apa? Apa yang kau katakan ini! kata-kata mu sangat tidak masuk akal, kau konyol sekali!"


Siska menatapnya dengan terkejut.


"Selain itu, cara dia menyiksa aku dan mamaku waktu itu, aku ingin kau sebagai seorang suaminya dan seorang ayah, dan membantu ku sebagai anak kandung mu sendiri, menggunakan cara yang sama untuk menindas dirinya. Dengan itu, mungkin aku dapat mempertimbangkan untuk memberi mu banyak uang."


"Ariana! Kau ...!" Siska menggertakkan giginya, rahangnya mengeras marah.


Malik merenung dan memikirkan kata-kata Ariana. Ariana berni berbicara seperti itu? Dia sama sekali tidak memikirkan masalah uang sama sekali? Sepertinya dia dan Daniel cukup rukun dan damai.


Ada kemungkinan Daniel mendukungnya, jadi dia berani mendatangi mereka dengan sangat arogan.


"Papa, mengapa tak kau pukul dulu wanita ini? Hari ini adalah hari kematian Mama, sudah sepantas kau memberi Mama hadiah dengan menampar wajahnya."


Siska terperangah mendengar ucapan Ariana. Dia tidak percaya Ariana bisa menghasut Malik seperti itu. Kurang ajar! Siska mengepalkan kedua tangannya, berusaha menahan emosi.


"Suamiku, aku sudah bertahun-tahun bersama mu, apakah kau akan menuruti perintah putrimu ini? Dia sengaja melakukannya, bahkan jika kau memukul ku, dia pun akan memberi mu uang."

__ADS_1


__ADS_2