Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
93


__ADS_3

🌺Vote🌺


RS Keluarga Sehat


Daniel menatap Dokter dan mengintruksikan nya untuk memeriksa keadaan Kenzie.


"Pak Daniel , jangan khwatir. Kami akan memeriksa dan melakukan yang terbaik buat Tuan muda."


Kalimat itu terdengar sangat tulus, dan dokter benar-benar tidak asal bicara. Dia pun tidak akan berani melakukan hal yang ceroboh. Dokter itu meneliti Deffan dengan berulang kali, dia takut pemeriksaannya tidak akurat, makanan dia mengganti beberapa alat yang lainnya untuk memeriksanya. Saking lamanya, sampai-sampai Kenzie merasa ingin buang air kecil. Deffan sangat menurut, dan mengikuti apa yang di katakan oleh dokter, dia tidak membantah sama sekali.


Membantah tidak ada gunanya, dia berpikir biarkan papanya melakukan apa yang dia khawatirkan. Sementara Deffan sangat tenang, dia tidak sakit. Jadi dokter tidak akan menemukan penyakit di dalam dirinya, jadi untuk apa takut.


Ketika Deffan keluar dari dalam kamar mandi, dia mendengar Daniel begitu serius berbicara dengan dokter masalah kesehatannya.


Dia berdiri di luar bangsal menguping pembicaraan Daniel dan dokter tersebut. Apa yang Deffan dengar sungguh luar biasa.


Apakah dokter itu mengatakan bahwa dia menderita penyakit mental yang parah?


Dia jelas-jelas normal dan sehat. Ini hanyalah seorang dokter abal-abal. Dokter abal-abal yang melakukan kesalahan!


"Aku tidak sakit!"


Tiba-tiba Deffan masuk serta mengernyitkan keningnya menatap dokter itu dan juga Daniel secara bergantian. Sebelum Daniel membuka mulutnya, dokter itu mendesah secara cepat.


Semakin serius penyakit mentalnya, semakin besar kemungkinan dia akan mengatakan bahwa dia tidak sakit!"


Mengapa Dokter ini mengatakan seolah-olah dia orang yang tak waras, dan orang yang tidak waras tidak akan mengakui bahwa dia adalah orang gila!


Deffan membantahnya, tentu saja dia tidak sakit, kenapa Dokter ini sangat yakin kalu dia sakit? Deffan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di katakan. Dia curiga, bahkan mengatakan dalam hatinya bahwa Dokter ini aneh.


"Aku benar-benar tidak sakit, kau salah dalam melakukan pemeriksaan! Papa, dia adalah seorang Dokter abal-abal!"


Dokter itu merasa canggung, dan sedikit menundukkan wajahnya. Tapi Daniel yang melihat reaksi Kenzie yang begitu besar mengatakan bahwa dia tidak sakit dan mengingat ucapan Dokter barusan, dalam hatinya merasa panik. Dia berjalan mendekati Kenzie lalu berjongkok memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, minum obat dan kau akan baik-baik saja."


"Papa, tidak mempercayai ku dan lebih mempercayai seorang Dokter abal-abal ini?"


"Kenzie!"


Daniel memanggil namanya agar Kenzie berhenti bicara seperti itu.


"Pa, bagaimana jika setelah aku minum obat itu, aku akan menjadi benar-benar sakit? Apakah Papa percaya dengan Dokter ini?"


Daniel menoleh dan menatap Dokter itu yang tertunduk, Daniel juga sedikit ada keanehan, tetapi dia kembali menatap Kenzie.


"Jika dia memperburuk keadaan mu, Papa akan memberi perhitungan dengannya, dan Papa pastikan, rumah sakit ini akan tutup untuk selama-lamanya."


Deffan tertegun mendengar penjelasan Dokter dan juga sedikit ancaman dari Daniel.


"Papa, mungkin ada cara untuk membuat penyakit ku ini benar-benar lebih baik."


Deffan menatap wajah Papa dengan dalam.


"Mungkin dengan Papa berbaikan dan kembali dengan Mama dan keluarga kita bersatu kembali, itu akan lebih baik buat ku!"


Ini akan membantu Papa untuk tau tentang keberadaannya, dan juga Mama tidak perlu menghawatirkan aku untuk di rebut oleh Papa.


Deffan dengan polosnya menatap mata gelap Daniel, dan Daniel merasa bahwa Kenzie terlalu bawel. Daniel menatap Kenzie, sementara Dokter itu mencerna ucapan Daniel barusan.


Mendengar pernyataan Daniel, Dokter itu terkejut dan menjadi cemas. Tetapi dia berhasil menutupnya.


"Pak Daniel, saya akan menuliskan resep obat untuk Tuan muda, Ini hanya satu kali minum saja dalam sehari, dan ini ada vitamin untuk nya. Segera tebus di apotek."


Daniel mengambil kertas yang sudah tertuang resep obat dia tidak bicara sepatah kata pun. Daniel langsung meninggalkan ruangan Dokter itu sambil menggendong Kenzie.


Deffan memperhatikan Daniel dari samping, wajahnya sedikit suram, di dalam benaknya terpikir bahwa Papa dan Mama sedang bertengkar dan bermusuhan, mana mungkin mereka mau bersatu. Benar juga, Papa kan memukul Mama, sampai sudut bibir Mama lebam itu karena dia. Tidak, dia datang ke sini untuk membalas dendam, budi harus di balas budi, balas dendam tentu saja harus berlanjut! Deffan diam-diam tersenyum nakal dalam hatinya. Dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa akan membuat perhitungan dengan papanya.

__ADS_1


Daniel yang tidak ingin membuat Kenzie kesal, maka dia memilih untuk tidak menjawab kata-katanya barusan, dia hanya menyentuh kepala Kenzie dengan lembut.


Setelah sampai di rumah, Daniel mengantar Kenzie masuk ke dalam kamarnya, dan membiarkannya untuk beristirahat.


Dengan kejadian seperti ini, Daniel bahkan merasa yakin lagi, jika apa yang barusan Kenzie katakan tadi adalah sebuah tujuan Ariana. Dia sengaja terus mendesak dan memperalat Kenzie untuk menikah dengannya dan akan menjadi Nyonya Daniel?


Memikirkan itu Daniel tiba-tiba mual dan ingin muntah, dia merasa jijik membayangkan itu.


Jangan harap! Daniel mengepalkan tangannya, matanya dingin menatap keluar jendela.


Sore harinya, Daniel baru saja memarkirkan mobilnya di lantai bawah kantornya, dan dia langsung mendapatkan telpon dari asistennya Liki.


"Pak Daniel, ada masalah dengan jaringan perusahaan." Liki berkata dengan suaranya yang bergetar.


"Apakah diretas lagi?" Daniel bertanya dengan santai.


"Iya, kali ini, peretas itu terlalu ganas. Setelah jaringan pulih dia akan menyerang kembali. Dan itu terus berulang sehingga kami tidak dapat melakukan pekerjaan dengan tenang, kami hanya bisa melihat komputer menyala dengan berkedip-kedip. Sebentar pulih, dan sebentar rusak lagi. Ini sangat menjengkelkan sekali." Liki berkata dengan sangat kesal.


Mata Daniel menyipit. Terakhir kali jaringan perusahaan di serang seseorang itu adalah Ariana. Apakah ini juga karena ulahnya? Jika iya. Apa yang dia inginkan?


Segera mengirim seseorang untuk memeriksa alamat peretas.


"Baik pak Daniel!"


Ketika Daniel baru menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba dia merasa seseorang menarik-narik ujung bajunya. Daniel menundukkan matanya dan melihat seorang gadis kecil mengedipkan matanya dengan mata yang besar dan bening seperti air sungai yang bersih dan dapat bercermin di dalamnya. Air mata beningnya seakan mengelilingi bola matanya yang hitam, dan menambah sekeliling bola matanya berkaca-kaca.


"Kau?" Daniel berucap dengan terkejut.


"Paman, bisakah kau membantu ku?"


Ini adalah tempat parkir khusus untuk pejabat tinggi Mahesa grup. Kenapa gadis kecil ini bisa sampai di sini? Beribu pertanyaan meliputi kepala Daniel.


"Hai gadis kecil, apakah kau sendirian di sini? Kemana ibu mu?"

__ADS_1


__ADS_2