Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
49


__ADS_3

TK Bangsawan


Beru saja Kenzie masuk dengan tas sekolah di punggungnya, dia sudah di kelilingi dan ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya.


"Kau tidak bisa mengalahkannya, lalu memanggil orang tua mu. Benar-benar tidak berguna!"


"Itu benar. Tidak berguna sama sekali!"


Mendapati ejekan mereka, Kenzie meletakkan studi kecil di meja, kemudian dia berkata: "Kalau kalian merasa berguna, kemari lah! Kita bertarung satu lawan satu!"


"Kami tidak mau berkelahi dengan mu. Nanti malah kamu memanggil orang tua mu lagi," ucap salah satu dari mereka.


"Ya benar. Kau hanya bisa mengadu kepada orang tua mu, benar-benar tak berguna! Mama mu seperti harimau betina!" Ucap salah satu temannya.


Kalimat terakhir ini benar-benar membuat Kenzie marah.


Beraninya mengejek dan memarahi mamanya seperti itu, dia tak bisa menahan sabar lagi. Lalu melayangkan pukulan keras kepada anak yang menghina ibunya.


Tapi anak itu dapat menghindar lebih cepat.


Yang terjadi selanjutnya adalah mereka berlari dan Kenzie mengejar mereka yang mengejek mamanya. Tanpa terasa mereka sudah berada di depan kantor guru.


Yang kebetulan di lihat oleh gurunya yang baru saja keluar dari kantor ruang guru tersebut.


"Bu guru, Kenzie memukul kita!"


"Ya betul, mereka mengejar kita!"


"Bu guru, tolong awasi dia!"


Mereka mengadu dan berkata satu persatu.


"Kezia, apa yang kamu lakukan?" Guru itu menatapnya dengan tajam.


"Mereka mengejek ibu ku!"


"Kemudian kau memukul orang? Memukul orang itu tidak baik tau tidak kamu!" Guru itu memarahi Kenzie dengan wajah yang marah.


"Lalu, mengejek orang itu apakah bisa di katakan baik?" Kenzie berdebat dengan guru tanpa rasa takut.


"Memarahi orang juga tidak baik, kalian kembali ke kelas dan di setrap. Kalian yang ada di sini semua berdiri di depan kelas, untuk satu jam mata pelajaran. Kenzie yang memukul orang di hukum tiga hari. Termasuk yang kau lakukan waktu itu."


Hanya di setrap satu jam mata pelajaran saja, mereka bisa mendapatkan pizza HUT, mereka semua kembali ke dalam kelas dengan hati senang dan puas.


Wajah Kenzie sangat kesal sekali, Sedang kesal dan marah pun tidak dapat mengeluarkan emosinya.


Papa masih mengatakan kalau ini adalah sekolah yang bangsawan, anak-anak yang sopan dan teredukasi dengan baik. Hanya namanya saja bangsawan.


Kenapa dia merasa bahwa Papa sedang membohongi dirinya!


Dia juga tidak tau, apakah memang seperti itu, dan apakah sekolah Deffan juga seperti ini?


Saat istirahat, teman-teman sekelasnya bermain semua dan Kenzie hanya berdiri sendiri, dengan tatapan kosong yang tampak tidak cocok dengan mereka.


Karena guru terus menerus menghukumnya, baru pertama kali masuk sekolah, dia sudah di perlakukan sangat tidak baik. Dan mereka tidak ada satupun yang ingin bermain dengannya. Kenzie terlihat sangat sedih.


Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. Kenzie terkejut dan langsung menoleh, melihat orang yang sama persis dengan dirinya.

__ADS_1


"Deffan, kenapa kamu ada di sini?"


"Aku mengirim pesan pada mu tadi malam, tapi kamu tidak membalas, maka dari itu aku memutuskan datang untuk menemui mu. Bagaimana, apakah kamu senang sekolah disini?"


Deffan bertanya, tetapi Kenzie menundukkan wajahnya. Dia merasa sedikit frustasi, karena pergaulan di taman kanak-kanak ini berbeda dari apa yang dia pikirkan sebelumnya.


Deffan menatap Kenzie, raut wajahnya menampakkan kesedihan.


"Kenzie, jangan sedih. Atau kalau kau mau, kita bisa bertukar posisi. Kau pergi ke sekolah taman kanak-kanak ku saja, di sana ada banyak teman bermain bersama.


Ketika Kenzie mendengar ini, wajahnya langsung bersemangat lagi.


Barusan Kenzie memikirkan sekolah taman kanak-kanak Deffan, dan sekarang Deffan tiba-tiba memberinya kesempatan itu!


"Deffan, kalau ketahuan bagai mana?"


"Tak akan, ayo pergi. Kita cari tempat untuk berganti baju."


Kenzie mengangguk dengan penuh semangat.


Setelah bertukar baju, Deffan memberikan alamat titik GPS sekolahnya, dengan begitu dia dengan mudah menemukan alamatnya.


Deffan bingung dengan hukum yang menggantikan posisi Kenzie. Betisnya terasa sakit.


Mengapa Kenzie dihukum seperti ini?


Dalam hati Deffan terus bertanya-tanya.


Aku harus mencari cara, bagaimana merayu guru, agar Kenzie tidak di hukum seperti ini lagi untuk yang seterusnya.


Deffan mulai penasaran, seperti apa sih wanita yang bernama Sela itu? Nanti dia akan mencoba mempermainkannya!


Baru saja dia melangkah keluar dari sekolahan, dia melihat sebuah mobil berwarna putih yang di parkir tidak jauh dari situ. Deffan langsung berjalan menuju mobil tersebut.


Sela turun dari mobil dan menatapnya dengan kosong.


"Apakah kau membuat onar lagi hari ini? Apakah kau kembali berkelahi dengan teman sekelas mu?"


Deffan mengerling dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tante, hari ini aku sangat patuh. Mana mungkin aku berkelahi dengan teman-teman sekelas ku!"


Tante ...?


Nama panggilan ini mengejutkan Sela.


Kenzie tidak pernah memanggilnya Tante, ada apa gerangan?


"Kau. Kau memanggilku Tante?"


Sela merasa sedang bermimpi dan menatap wajah Kenzie dengan cermat.


Sementara Kenzie langsung mengangguk dengan penuh semangat.


"Ya, aku memanggil mu Tante, kau Tante yang cantik."


Sela menatapnya tanpa berkedip, merasa ada yang salah dengan Kenzie.

__ADS_1


Apa dia sudah berubah dan tidak membencinya lagi?


"Tante, aku masuk ke mobil dahulu, tolong antara aku kembali."


Deffan masuk ke dalam mobil. Sela memandang punggung kecil Kenzie dengan tidak percaya apa yang dia dengar barusan. Dia butuh beberapa saat untuk sadar dari lamunannya.


Di dalam mobil


Deffan menatap Sela yang terlihat sangat terharu itu, dan diam-diam dia merasa senang.


Kenzie yang asli tentu tidak memiliki sikap seperti itu padanya.


Kenzie mengatakan kalau wanita ini bermuka dua, memperingatkan untuk berhati-hati. Deffan berpikir bahwa dia dapat menggunakan caranya sendiri untuk menghadapi wanita ular seperti ini. Deffan bisa menjaga dirinya dan sekaligus memberikan pelajaran kepada perempuan ini.


Aku akan membalasnya demi kakak ku! Dengan pemikiran seperti itu, Deffan menatap Sela.


"Tante, mengapa kau menatapku terus?"


Deffan mengerjapkan matanya beningnya yang tampak polos itu.


Sela mendengus dingin. "Aku hanya heran, kenapa kau tiba-tiba bersikap sopan kepadaku! Apakah kau sudah paham bahwa tak ada gunanya kau mengadu kepada papamu, jadi ...."


"Tante kau benar sekali!" Deffan langsung memotong kalimatnya.


"Hem .., baguslah kalu kau sudah paham. Jadi, lain kali kau harus bersikap baik lagi pada ku, kita jangan saling melukai satu sama lain. Setelah aku menikah dengan Papa mu, kau nanti ngomong sendiri saja sama Papa mu, bahwa kau mau tinggal bersama Kakek dan Nenek mu. Dengan begini, maka kita berdua akan baik-baik saja."


Wanita ini jahat sekali!


Ingin menikah dengan Papa, lalu mengusir Kenzie dari rumahnya sendiri. Benar-benar wanita jahat. Dia tersenyum sinis dalam hati kecilnya.


Lihat saja, apakah kau akan berhasil melakukannya?


Deffan memutar matanya dan tersenyum meyakinkan wanita jahat ini.


"Tante jangan khwatir, aku akan melakukannya!"


Sela menoleh dan menatap Kenzie, Lalu menampilkan senyuman termanisnya. Dia jadi sangat penurut sekarang, dengan begini, aku akan mudah untuk menyingkirkannya.


Author sudah update ya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Tugas pembaca hanya memberi dukungan, like dan komen, memberi vote dan hadiah, juga bintang lima di penilaian. Karena tugas author sangat berat, dari pada kalian yang hanya membaca. jadi tolong saling mengerti untuk saling menyemangati. yuk mulai dari sekarang


kalian wahai para pembaca:


Wajib likeβ˜‘οΈ


klik bintang lima di penilaian β˜‘οΈ


tap love β˜‘οΈ


vote setiap akhir pekan β˜‘οΈ


komen jika ada kritik dan saranβ˜‘οΈ


dan jangan lupa follow akun author

__ADS_1


__ADS_2