Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
75


__ADS_3

...🌺 Like setelah membaca🌺...


...🌺Jangan lupa follow akun author 🌺...


❤️Vote❤️


"Mama tidak ada gunanya kau mencari ku. Aku telah memutuskan bahwa aku tidak akan pernah membiarkan wanita ini masuk perusahaan ataupun ke rumah ku lagi!"


"Kau ..., mengapa kau harus memperlakukan dia begitu sebagai seorang wanita?"


Mengapa? Karena kebencian?


Daniel mengepalkan tangannya. Karena wanita itu tidak mempunyai hati nurani sama sekali, menelantarkan anaknya, berbohong, menghasut, memperalat ..., semuanya!


Tetapi Daniel bungkam, tidak mau menyebutkan apa alasannya!


Dia tidak ingin mamanya tau bahwa dokter Messa adalah Ariana dan dia adalah mamanya Kenzie.


Dia takut setengah Maira tau yang sebenarnya, dia akan membantu wanita itu agar Kenzie memiliki seorang Mama.


Tak di sangka tanpa menyebutkan nya pun mamanya sudah mau membantu wanita seperti ini, benar-benar mengejutkan.


Tunggu sebentar! Jangan-jangan.


"Mama kau tau dia ...."


"Dia apa?" Maira memandangnya dengan curiga.


Melihat ekspresi mamanya, Daniel merasa lega, itu berarti mamanya tidak tau tentang ini.


"Ma. dia seorang dokter yang mahir dalam keterampilan medis, dan harus menyelamatkannya pasien yang sekarat dan sakit. Bagaimana kita boleh memintanya untuk bekerja di perusahaan kita?"


Maira memandang Daniel dan dia merasa alasannya itu juga masuk logika.


Tetapi ....


Wanita itu sangat baik, dan Maira lebih suka dia menjadi menantunya!


Jadi sebenarnya Daniel sengaja menyulitkan wanita itu, atau memang memikirkan yang terbaik untuknya?


Maira menjadi bingung.


Apakah putranya mempunyai rencana sendiri?


"Daniel, sebenarnya apa yang kamu pikirkan?" Mendengar ucapan Maira , Daniel tiba-tiba menemukan ide nya. Dia tersenyum menatap Maira.


"Ma, kau tidak perlu khwatir dengan bisnis ku, kau dan Papa kan sudah lama tidak berpergian. Mengapa kalian tidak pergi berlibur saja? Bukankah kau selalu ingin pergi ke kota Paris?"


Pergi ke Paris adalah impian mamanya sedari dulu.


Namun, Mahesa selalu menghindar dan tampak enggan menemaninya pergi sehingga jadwal untuk pergi itu selalu ditunda.


"Tetapi Papa mu dia ...."


"Jangan khwatir, bagian Papa nanti biar aku akan membantu mu untuk menyelesaikannya!"


Anak ini, sangat ingin dia pergi berlibur saat ini ....


Mata Maira terlihat berbinar.


Karena Daniel akan membantunya mengurus acara liburannya itu, dia pun meninggalkan perusahaan dengan hati senang.


Masalah ini akhirnya beres juga. Daniel menyunggingkan bibirnya dan tersenyum.

__ADS_1


Ariana, sekarang tidak ada lagi orang yang akan membantu mu. Dan mari kita lihat apa yang bisa kau lakukan!


.


.


.


Ariana yang sedang menggigit apelnya, dia melihat lowongan kerja yang di sebarkan berulang kali oleh perusahaan Mahesa grup di TV.


Sepertinya posisi ini cukup penting!


Matanya yang lincah itu melirik sedikit. Dia meletakkan apel sambil menyatukan tangan dan jemarinya kemudian berdoa dalam hati: Tuhan, Daniel yang menindas wanita lemah seperti ku, itu keji sekali! Berlatihlah aku agar dia tidak tak dapat menemukan orang yang cocok. Aku akan memberikan persembahan yang bagus-bagus nanti sebagai tanda terima kasih ku! Tuhan memberkati! Tuhan memberkati!


Selesai berdoa, dia membuka matanya dan tersenyum tiba-tiba.


Tidak tau apakah uneg-uneg Ariana itu benar-benar di dengar dan di perhatikan oleh tuhan. Tetapi beberapa kandidat yang telah di rekrut oleh perusahaan Daniel itu, tak ada satupun yang lulus ujian tes wawancara.


Ada satu yang lulus tes, tetapi minta gaji yang sangat tinggi sekali.


Ketika Daniel mengetahuinya dia dengan kesal menghancurkan folder di tangannya ke atas meja dan bertanya dengan marah.


"Dengan kemampuan seperti itu, beraninya dia membuat permintaan seperti itu? Orang-orang macam apa yang kalian rekrut itu!"


Liki menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mata Daniel langsung.


Dia batuk ringan seraya menyentuh hidungnya.


"Mungkin ini yang di namakan menyombongkan bakat. Karena merasa lebih mampu, lebih pandai di bandingkan orang lain, akhirnya jadi menyombongkan dirinya sendiri."


Menjadi sombong sampai gaji sebaik itu yang telah ditawarkan oleh perusahaan pun merasa tidak puas?


"Biarkan dia pergi!" Daniel berkata dengan suara yang penuh dengan tekanan.


Liki segera berjalan keluar dari ruang kerja Daniel, dia berlari kecil seolah-olah menyelamatkan nyawanya.


Orang itu langsung di keluarkan dari perusahaan oleh satpam seperti menghalau orang gila!


Dia tidak tau mengapa dia diperlakukan seperti ini, kemudian dia menatap kontrak yang sudah di isi itu dengan tatapan yang tidak dapat di jelaskan. Isian angka ini ....


Ini tidak benar ....


Matanya menatap kertas kontrak itu dengan melebarkan matanya selebar-lebarnya.


Apa yang telah terjadi?


Dia ingin kembali dan bertanya, tetapi ketika dia ingat bahwa Liki tadi memperingatkan jika dia berani mendekati perusahaan Mahesa grup lagi, maka dia akan mematahkan kakinya. Kemudian dia ragu-ragu dan mundur!


Lupakan saja. Perusahaan ini aneh sekali, tidak ramah dan orang-orangnya terlalu galak, lebih baik cari perusahaan lain saja.


Maira yang telah memesan tiket pesawat menelpon Liki.


"Bagaimana dengan tugas yang ku berikan?"


Daniel, bajingan itu tiba-tiba dengan baik hati mengatur jadwal berlibur untuknya. Saat ini sudah dapat di pastikan dia mempunyai motif yang tersembul.


Dia yakin itu, Daniel adalah anaknya yang dia besarkan sejak bayi, dia sudah paham sifatnya itu. Maira tersenyum mengingat putranya sengaja ingin dia berlibur.


Anaknya ingin memberikan hadiah berupa pergi berlibur ke kota impiannya, tentu saja dia terima dengan senang hati. Tetapi tujuan awalnya tidak boleh di lupakan begitu saja, karena itu sama pentingnya.


"Nyonya, semua di lakukan sesuai perintah anda!"


"Baiklah, maksud ku, perusahaan tidak boleh merekrut penerjemah lain selain nona Messa. Itu adalah permintaan ku. Kau jangan khwatir aku akan memberimu hadiah jika ini dilakukan dengan baik!"

__ADS_1


Mendengar kata hadiah. Liki merasa tidak nyaman, dia merasa seperti sedang menghianati bosnya sendiri!


Di satu sisi adalah bosnya, sedangkan di sisi lain adalah mamanya bos. Keduanya hanya bisa di katakan kelapa tua lebih banyak santannya!


Semoga saja benar seperti yang di katakan nyonya Maira, ini semua di lakukan agar Daniel mendapatkan jodoh yang baik, jika benar seperti itu, maka di tidak perlu merasa bersalah lagi.


Setelah Nyonya Maira selesai menelpon, dia segera mengambil dokumen yang berisi informasi pesanan dengan jumlah besar dari negara A dan dia berjalan ke ruang kerja Daniel dengan hati yang gelisah.


Ketika dia mengetuk pintu, dia terlihat ragu-ragu dan ketakutan.


Pada saat ini, jika dia mendesak Daniel untuk memohon kepada Nona Messa, apakah dia akan dikuliti hidup-hidup olehnya?


Dia tidak mau menunda-nunda lagi, seketika dia mengetuk pintu ruangan CEO dengan memberanikan dirinya.


Setelah mendengar instruksi masuk. Liki segera membuka pintu. Saat itu dia melihat Daniel menatapnya layar komputer dengan matanya yang tajam dan dalam itu.


Setelah menarik napasnya, dan berusaha tenang sedikit, Liki melangkah maju kedepan meja kerja Daniel, dan meletakkan dokumen itu di samping komputernya.


"Pak Daniel, perusahaan di negara A sudah mendesak. Kita perlu menerjemahkan dokumen-dokumen ini secepat mungkin."


Daniel mengangkat kepalanya dan menatap Liki. Liki merasa bersalah dia tidak berani menatap langsung manik mata Daniel.


Daniel mengulurkan tangannya mengambil dokumen tersebut. Melirik tanggal di atasnya dan kemudian melihat jumlah ....


Wajah Daniel langsung terlihat kaku dan dingin seperti es batu.


"Bagaimana dengan orang yang kau rekrut?"


Liki mengangkat kepalanya.


"Orang-orang itu, kita .... Kita belum menentukan yang cocok." Liki ragu-ragu untuk mengatakannya.


Mata Daniel menyipit dan tanpa mengucap sepatah kata pun.


Liki merasakan ruangan lebih terasa dingin dari sebelumnya, dia seperti sedang berada di gunung es.


Teringat dengan ucapan Maira yang berulang kali mengatakan bahwa jika semua itu demi kebahagiaan pak Daniel, maka nona Messa harus kembali ke perusahaan. Dia pun memutuskan untuk berada di pihak Maira .


"Pak Daniel , melihat waktu yang sangat mendesak, apakah anda ingin mencoba memanggil Nona Messa untuk kembali?"


Liki mengepalkan tangannya dengan erat, sebelum mengatakan kata-kata yang beratnya seperti ribuan kilogram itu. Dia melirik Daniel yang wajah tampan itu terlihat gelap sekali.


Apakah benar, seorang CEO yang terhormat, diminta untuk memohon kepada karyawan yang sudah mengundurkan diri, bahkan pernah ditindas olehnya untuk kembali ke kantor! Ini benar-benar memalukan. Dan ini seperti menjilat kembali ludahnya di tengah tanah.


Selain itu, dengan sifat nona Messa, dia tidak akan pernah memaafkan Daniel dengan begitu mudah.


Liki yang sedang menganalisa masalah ini, lalu mendengar Daniel berkata dengan tiba-tiba: "Masalah ini aku serahkan kepada mu, aku tau kau mampu mengatasinya!"


Liki mengangkat kepalanya dengan ekspresi terkejut dan menatap Daniel dengan tatapan kosong.


Apa maksud pak Daniel ini? Dia yang membuat nona Messa pergi dari perusahaan ini, lalu sekarang malah meminta orang lain untuk memohon kembali ke perusahaan? Apakah dia tidak punya hati?


"Pak Daniel, aku khwatir itu tak akan berhasil, nona Messa pergi dari sini karena dipersulit oleh anda. Kau mau aku yang memohon kepadanya? Aku ...."


Daniel menatap Liki dengan wajah mengernyit.


"Siapa yang menyuruh mu untuk memohon padanya?"


Setelah berkata seperti itu, bibir tipis Daniel membentuk sedikit lingkaran.


"Tentu saja kau yang bertanggung jawab atas masalah ini. Tetapi ..., jika kau tak dapat menemukan orang yang cocok, maka kau juga mungkin boleh menggunakan cara ini."


🌺like🌺

__ADS_1


__ADS_2