
🌺like🌺
Ariana mengingat perlakuan Siska terhadapnya, cepat atau lambat dia akan membalas mereka semua!
Erika melangkah mendekati Ariana.
"Kak, kau harus menepati janji mu. kami akan memberikan waktu untuk mu mendapatkan uang 800 juta dalam tempo lima hari kedepan. Jika nantinya kau tidak menepati janji mu, maka ...."
Tatapan Erika penuh dengan ancaman.
"Kami tidak akan pernah melepaskan mu, kami akan menjual mu beserta anak-anak haram mu itu, dengan begitu kami akan mendapatkan harga yang sesuai."
Mendengar itu, wajah Ariana langsung berubah suram. Tentu saja aku tidak akan membiarkan itu terjadi, sekarang biarkan mereka berkoar-koar seenaknya menindas mereka, Ariana tidak akan takut dengan ancamannya. Mereka tidak tau kalau Ariana sekarang berbeda dengan Ariana yang dulu.
Enak sekali mengatakan akan menjual dirinya beserta anak-anaknya. Ariana tersenyum kecil menatap Erika yang bisanya berkata lembut dan bermartabat.
"Oke, kalian semuanya pulang lah, tunggu kabar dari ku setelah ini, semoga kalian akan mendapatkan apa yang kalian mau. Mudah-mudahan aku akan membuat kalian puas nantinya."
"Apa maksudmu dengan kata-kata puas itu?"
Siska memandangnya dengan curiga.
Ariana tersenyum kecil.
"Dengan permintaan kalian, jika di penuhi. Bukankah kalian akan puas?"
Erika dan Siska saling pandang setelah memikirkan kata-kata Ariana, kemudian mereka memutuskan pulang dan menunggu kabar dari Ariana.
Setelah mereka pergi, Ariana merasa lega. Masalah sudah teratasi untuk sementara, sudah pasti mereka akan datang lagi dalam lina hari kedelapan. Apa yang harus aku lakukan?
Disisi lain
Daniel bergegas kembali ke perusahaan setelah selesai pertemuan dengan klien proyek barunya.
__ADS_1
************ demi selangkah dia berjalan memasuki ruangan kerjanya.
Baru saja dia duduk di kursi kebesarannya, dia sudah merasa ada yang tidak beres. Daniel mengernyitkan keningnya, kemudian hendak bangkit, lalu dia merasa celananya menempel di kursi.
Apa-apaan ini?
Celana mahalnya yaitu brand ternama, benar-benar lengket di kursi.
Wajah tampan Daniel langsung menggelap.
Siapa yang sengaja menaruh lem di kursi kebesarannya? Sial!
Daniel langsung mengambil ponselnya dan menelpon Liki.
"Cepat kemari dalam satu menit!"
Liki yang mendengar 5 kata dari Daniel dan langsung memutuskan telponnya sebelum dia menjawab.
Ada masalah apa? Jika Pak Daniel berkata seperti itu, berarti ada sesuatu yang terjadi!
"Pak Daniel, apa yang terjadi?"
"Coba kau lihat apa yang ada di kursi itu?"
Liki memeriksa kursi kulit CEO, dan memperhatikannya dengan cermat.
"Ini adalah lem bening yang tidak berwarna dan tidak berbau, dengan daya rekat yang sangat kuat."
Liki bergumam, tapi Daniel bisa mendengarnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa kau ceroboh sekali!"
"Maafkan saya pak Daniel, saya akan menyelidikinya." Liki juga merasa sangat aneh.
__ADS_1
Setelah selesai mengganti pakaiannya, Daniel menghampiri Liki, menatapnya dengan tatapan tajam. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya menatapnya dengan mata yang penuh dengan aura penindasan.
Liki berkeringat dingin. Dia juga tidak berani membayangkan bagaimana pak Daniel saat duduk dan lem itu menempel di celananya.
"Lakukan! Sebelum pulang kerja, aku ingin mengetahui segalanya."
Liki melirik arloji di tangannya, tidak banyak waktu lagi, dua segera bergegas keluar, untuk memeriksa semua keadaan melalui CCTV yang terpasang.
Baru saja dia keluar beberapa langkah meninggalkan ruangan kerja Daniel, Liki kembali mendengar teriakan Daniel.
"Berhenti!"
Jantung Liki seperti mau loncat keluar mendengar teriakkan Daniel dari dalam.
Liki segera berlari dan melihat Daniel sedang menatap dokumen yang ada di atas meja. Matanya yang gelap tampak membeku kedua tangannya terkepal erat. Ini pasti di sengaja!
Daniel mengambil dokumen itu, satu persatu mengambilnya dari tumpukan kertas dokumen yang ada di mejanya. Dia melihat selembar demi selembar, ketika keempat lembarnya, tiba-tiba Daniel melemparkannya ke arah Liki.
"Apa-apaan ini? Periksa semuanya!" Daniel berteriak dengan emosi, sementara Liki sudah ketakutan setengah mati.
Kata-kata Daniel berakhir dengan dokumen yang tersebar di seluruh lantai.
Dengan tangan bergetar Liki membungkuk dan memungut lembaran kertas itu satu demi satu, kemudian melihat apa yang terlukis di kertas dokumen itu.
kening Liki mengernyit. Ada gambar mata yang besar sangat mirip dengan dengan mata salah satu karakter dari kartun, sepertinya gambar itu menunjukkan sedang mengejek sesuatu.
Kemudian ada gambar mulut bebek, menyerupai seperti Donal bebek, kemudian mulut bebek itu tergambar sebuah paku yang tajam sedang menusuk lidahnya.
Yang satu ini ..., duh. Kenapa mirip sekali dengan wajah pak Daniel?
Wah ..., pak Daniel di gambar seperti membiru dan bengkak, wajahnya seperti di cakar-cakar dengan air mata yang mengalir.
Liki mengulum bibirnya menahan tawa. Ini sangat lucu sekali. Siapa yang berani berbuat seperti ini.
__ADS_1
Duh ..., jangan sampai aku tertawa, kalau tidak matilah aku! Liki berusaha mati-matian menahan tawanya dan buru-buru menutup dan tidak ingin melihat dokumen-dokumen itu lebih jauh lagi.
Liki bergidik ngeri. Dia buru-buru mengumpulkan dokumen itu, lalu setengah berlari keluar dari ruangan CEO, seakan-akan dia sedang melarikan diri.