Jangan Marahi Mama

Jangan Marahi Mama
98


__ADS_3

Liki segera mencari tau siapa yang berani melakukan kopi pahit itu. Jika dia tidak dapat menemukan siapa pelakunya kali ini, pak Daniel pasti akan mengulitinya hidup-hidup!


Liki bergidik ngeri membayangkannya.


Siapakah yang yang telah begitu berani membuat lelucon kekanak-kanakan seperti itu? Ada malah apakah dia? Beberapa pertanyaan melintas di kepalanya.


Daniel mengambil gelas air minum lalu lalu teringat akan rasa pahit itu, dia melemparkan gelas kelantai dengan marah.


Jaringan perusahaan diretas, ruangan kerja CEO dengan mudahnya diakses dan membuat gambar lelucon dengan sesuka hatinya, setiap kejadian seakan-akan menantangnya!


Wajah Daniel sangat dingin. Tak peduli siapa pelakunya, jika ketahuan olehnya, dia akan membuat perhitungan dengannya.


Beberapa menit sebelum pulang kerja, Liki bergegas pergi ke ruangan kerja pak Daniel. Dia berjalan dengan tergesa-gesa dan terengah-engah, mau melaporkan tentang kejadian sebenarnya kepada pak Daniel.


"Pak Daniel, gadis kecil itu ...." Liki berkata dengan napas yang tak beraturan hingga dia menjelaskan dengan susah payah.


Liki mengatur napasnya kemudian menghembuskan dengan perlahan. Sementara pak Daniel mengernyitkan keningnya mendengar kata 'gadis kecil'


"Benar pak Daniel, gadis kecil yang kau bawa ke perusahaan. Dia yang memberi tahu resepsionis bahwa kau memesan kopi itu dan meminta ku untuk membawakannya untuk mu. Kamera CCTV menunjukkan bahwa dia juga diam-diam menyelinap masuk keruangan kerja anda, dan juga, kamera CCTV yang ada di parkiran perusahaan menunjukkan bahwa setelah dia meninggalkan perusahaan dia bersembunyi di suatu tempat, aku akan mengirimkan vidionya."


Liki segera mengirim vidio CCTV itu ke komputer Daniel. Daniel menatap video itu dengan teliti. Gadis itu bersembunyi di sudut tempat parkir untuk menghapus riasan di wajahnya dan kemudian pergi dengan sombong setelah kembali ke penampilan aslinya.


Daniel menyipitkan kedua matanya, alisnya saling bertautan.


Wajahnya .., seperti ...?


Sama persis seperti Ariana.


Ariana memiliki putri yang sama persis seperti dia. Yang satu gemuk dan yang satu lagi kurus, dan ini gadis kecil yang kurus itu.


Daniel teringat ketika pertama kali mereka datang dan bertemu di bandara. Dan juga tempat tinggal Ariana yang pertama itu. Putrinya menunjukkan wajah masam seperti dia sedang berhutang banyak kepadanya, lalu menatapnya dengan arogan dan berkata: "Mama, aku tidak takut dengannya! Mama jangan khwatir."

__ADS_1


Daniel mengingat kejadian itu dengan benar, memikirkan ini, Daniel merasa ini pasti karena Ariana kemarin tak berhasil melancarkan rencananya, jadi sekarang dia menyuruh putrinya untuk melakukannya. Masuk dan menyelinap seperti seorang yang mau mencuri, benar-benar orang tua gila.


Mengajarkan anak-anaknya seperti ini? Sungguh ibu yang tidak punya hati, anaknya yang masih kecil sudah di ajarkan seperti ini!


Jika Kenzie di besarkan olehnya sejak kecil, dia juga tidak tahu akan seperti apa Kenzie sekarang!


"Pak Daniel, kau merasa gadis kecil itu terlihat familiar?"


"Dimana Ariana tinggal sekarang?"


"Di jalan Raden pata!"


Daniel tanpa ragu-ragu bangun dan melangkahkan kakinya yang panjang itu keluar dari ruangannya. Melihat Daniel pergi, Liki buru-buru mengikutinya dari belakang.


Daniel bergegas menuju lokasi Raden pata. Daniel sengaja memarkirkan mobilnya di luar jalan, dan berjalan masuk dengan tenang bersama Liki asistennya.


Dia ingin melihat pria seperti apa yang menikah dengan Ariana dan melahirkan seorang putri yang begitu cantik tapi nakal. Nakal karena di ajari Ariana sejak dini.


Setelah sampai di depan pintu, Liki segera mengetuk pintu. Setelah mengetuk beberapa kali dengan waktu yang lama, sepertinya tidak ada orang.


"Pak Daniel, sepertinya tidak ada orang di rumah ini."


"Tak ada orang?"


Apakah wanita itu merasa bersalah, lalu menghindarinya?


Daniel mengeluarkan ponselnya dan ingin menghubungi.


Ariana yang sedang mengemasi barang-barangnya, melihat ID pemanggil di layar ponselnya, seketika wajahnya menampilkan ekspresi semrawut. Mengingat Daniel yang menundanya, Siska dan Erika tak akan memperlakukannya seperti itu jika bukan karena si bajingan sialan ini!


Jika bukan karena anak-anaknya yang masih kecil dan takut mereka akan melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan, Ariana tidak akan pindah dengan tergesa-gesa seperti ini.

__ADS_1


Jika dia tidak kehilangan uang ratusan juta karena Daniel, dia tidak akan mungkin membawa anak-anaknya untuk di rumah kumuh seperti ini.


Ariana menutup ponselnya dengan marah. Teringat saja dia seperti ingin menghabisi laki-laki yang tidak punya perasaan itu, tapi mengingat dia tidak punya kekuasaan, dia pasti akan kalah jika melawannya.


Jangan pernah bertemu dengan laki-laki seperti itu lagi. Ariana segera memblokir kontak nomor Daniel di ponselnya.


Dia berani menutup telponnya!


Seumur hidupnya, hanya wanita yang bernama Ariana saja yang berani menutup telponnya. Wanita ini benar-benar berani.


Wanita sialan, dia sudah pasti menyadari kalau dia melakukan kesalahan-kesalahan jadi dia dengan sengaja menghindarinya.


Daniel mengepalkan jari tangannya dengan erat.


"Bukankah sudah menyuruh orang untuk memeriksa dan mengawasinya?"


"Sudah di periksa. Dan sudah dapat di pastikan bahwa peretas yang menabotase sistem pertahanan bukan dia, jadi dia di keluarkan dari daftar."


Daniel menatap Liki dengan tajam. Liki merasa sekujur tubuhnya dingin.


"Wanita itu sangat licik, pergi dan cari tau dimana dia sekarang!"


"Baik pak Daniel."


"Kau harus menyelidikinya sendiri dan kau juga yang harus mengawasinya!"


"Baik, baik."


Liki dengan gemetar mengikuti Daniel dari belakang. Melihat Daniel sudah meninggalkan rumah itu, dia menghela napasnya lalu pergi untuk mencari Ariana.


Liki berusaha seharian, dengan keras bekerja menemukan alamat Ariana yang baru, hingga malam pun tiba, dia bergegas pulang setelah menemukannya.

__ADS_1


__ADS_2