
Siska tau perangai Malik dengan baik.
Memang benar, Malik memiliki perasaan dengannya, tetapi pria tua ini lebih mementingkan uang.
Jika tidak, dia tidak akan menikahi mamanya Ariana.
Dengan wanita baik saja Malik tega meninggalkannya setelah mendapatkan semua yang dia mau, apa lagi Siska?
Saat ini Ariana cukup khwatir jika Malik menyetujui permintaannya.
Saat ini Erika keluar dari kamarnya, dia berjalan dengan marah ke arah Ariana dan ingin langsung memukulnya. Namun Ariana dengan cepat mencengkram pergelangan tangannya. Dia tersenyum melihat Erika berusaha melepaskan pergelangan tangannya.
"Diam lah, biarkan aku menusukkan jarum perak ku ini di tangan mu, agar membuat tangan mu cacat seumur hidup, diam lah dan jangan bergerak ..."
Erika terlihat bingung dan panik. Dia buru-buru melepaskan diri dari cengkraman tangan Ariana.
"Papa, dia tidak akan membantu kita, biarkan dia pergi!"
"Yang kau katakan adalah benar."
Ariana menyerigai.
"Aku memang tidak ingin membantu mu dan juga ibumu ini, tetapi dia adalah ayahku, jadi aku tak mungkin tidak memperdulikannya." sambung Ariana lagi.
Malik terlihat mempertimbangkan sesuatu. Dia tidak punya pilihan lain selain Ariana.
__ADS_1
MALIK mengepalkan tangannya menatap Siska. Kemudian menamparnya dengan keras.
Plak ....
Telapak tangan Malik membekas di pipinya, Siska menutup wajahnya dan menatap dengan marah.
"Aku sudah bersama mu bertahun-tahun, tetapi demi j*****g kecil ini kau ....."
"Jangan pernah memangilnya j*****g lagi, dia adalah putriku!"
Kata-kata Malik terdengar ironis bagi Ariana.
Dia sudah tau siapa papanya ini!
Malik tidak mungkin dan tidak akan pernah membelanya jika tidak ada sesuatu yang dia pertimbangkan.
Apa yang telah di alami mamanya waktu dulu itu, Ariana ingin Siska juga mengalaminya seperti mamanya dulu. Dan perlakuannya terhadap Ariana, dia juga ingin Siska membayarnya termasuk bunga-bunganya sekaligus!
"Satu tamparan tak cukup, Mama tidak bisa melihatnya."
"Tentu saja dia tidak dapat melihatnya, dia kan sudah mati!"
"Mama ku sedang nonton di atas angkasa langit, dia dapat melihatnya dengan beberapa tamparan lagi. Papa, tampar lah!"
Ariana melipat tangannya di dada. Dalam hati kecilnya berkata: 'Ini baru permulaan, suatu hari nanti, dia akan membuat mereka membayar semua dengan tangannya sendiri'
__ADS_1
Siska yang sudah di tampar beberapa kali oleh Malik, kemudian dia berjongkok di lantai sambil menangis.
Erika tak dapat membantunya. Dia berlutut dan memeluk kaki Malik dengan erat dan tak mau melepaskannya. Dia menangis dan memohon.
"Ariana, aku sudah menampar wajahnya, kau lihat? Dan uang itu ...."
"Jangan khwatir, aku akan pulang dan menghitungnya. Asalkan aku sudah melihat akta cerai mu dan juga melihat bahwa perusahaan keluarga kakek ku telah di ubah kepemilikannya menjadi atas nama ku, Papa akan mendapatkan uang itu, dan aku pastikan Papa akan puas melihatnya."
Selesai bicara, Ariana membuka pintu dan berjalan ke luar.
Setelah berjalan beberapa langkah, dia sengaja berdiri dan diam di sana.
Dia ingin mendengar bagaimana keluarganya itu akan memakinya dan memarahinya dari belakang.
Dan tepat seperti dugaannya. Malik membujuk Siska. Dia mengatakan bahwa ini hanyalah demi untuk mendapatkan uang dan ketika sudah mendapatkan apa yang dia mau, dia akan menikahinya lagi.
Siska menangis dengan sedih, sambil mengatainya wanita j***** kecil
Mereka menduga bahwa Daniel dan Ariana memiliki hubungan yang baik-baik saja. Jadi Malik akan bersikap baik terhadap Ariana.
πΊπΊπΊπΊ
Maafkan author ya man-teman.
pekerjaan banyak banget, hingga menyempatkan diri untuk menulis walaupun hanya sedikit, dari pada tidak sama sekali
__ADS_1
ππ