
Chapter 88 : Keramaian Ini Membuatku Pusing.
Akhirnya saat yang paling ditunggu-tunggu tiba. Hari ini adalah hari pensi di mulai, aku sudah dapat melihat anggota OSIS yang sibuk dengan tugasnya masing-masing, dan beberapa murid yang sibuk mengurus stannya masing-masing.
“Oi Mar, kau tidak ingin memberikan arahan kepada kami?”
Maul menghampiriku dengan seragam kantor Comic Universe yang saat ini dia pakai.
“Apa kita memang memerlukan hal seperti itu?”
“Tentu saja, hal itu biasanya dilakukan sebelum acara agar acaranya berjalan dengan lancar, para OSIS saja melakukannya tadi.”
“Kenapa tidak kau saja yang melakukannya?”
“Saat ini yang menjadi ketua di sini adalah kau, jadi kau saja yang memberikan arahan kepada mereka.”
Sejak kapan aku menjadi ketua di sini, sepertinya aku tidak pernah mendengar mereka mengangkat ketua ataupun menunjukku sebagai ketua.
Riki datang dengan membawa sebuah kardus di tangannya. Memang dia aku berikan tugas untuk memindahkan beberapa kardus ke stan dari dalam kelas.
“Apa masih ada lagi yang perlu aku bawa ke sini Mar?”
“Tidak perlu, kau cukup istirahat saja. Nanti kalau seandainya souvenir yang di stan sudah habis baru kita mengambil lagi di dalam kelas.”
“Baiklah kalau begitu.”
Riki pun langsung duduk di sebuah bangku yang ada di sana untuk beristirahat.
“Maaf menunggu!”
“..!”
Rina dan Miyuki pun datang setelah mengganti pakaiannya. Saat ini aku melihat Miyuki dan Rina yang menggunakan seragam kantor sama seperti kami semua.
“Kalian berdua cantik sekali.”
Riki memuji penampilan mereka.
“Terima kasih Riki.”
Miyuki senang atas pujian dari Riki.
Seperti yang aku duga dari penampilannya Kak Friska, kombinasi dari rok span dan stoking memang sangat luar biasa. Hanya dari kedua barang itu sudah dapat membuat aura dewasa dari seseorang pun timbul. Mungkin pandanganku kepada Miyuki akan berubah jika dia setiap hari menggunakan pakaian seperti ini.
“Semuanya ayo berkumpul sebentar ada yang ingin aku sampaikan.”
Aku pun mengumpulkan mereka semua untuk memberikan arahan. Semuanya berkumpul dan bersiap untuk menyimak arahan dariku.
“Apa semuanya yang ada di sini sudah sarapan?”
“Sudah.”
Jawab mereka semua secara bergantian.
“Itu bagus, karena hari ini kita akan bekerja sampai acara pensi ini selesai dan kita membutuhkan tenaga untuk melakukan itu. Aku akan membagi tugas masing-masing, Rina dan Miyuki akan bertugas untuk melayani pengunjung yang datang.”
“Baik Ar!”
“Ok.”
“Riki, kau bertugas untuk mengawasi pengunjung yang datang agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kau juga bisa membantu Miyuki dan Rina dalam melayani pengunjung jika mereka kewalahan dengan jumlah pengunjung yang datang ke stan kita.”
“Aku ada pertanyaan Mar?”
Riki mengangkat tangannya.
“Silahkan.”
“Apa aku boleh mengambil tindakan jika ada seorang yang berani melakukan macam-macam?”
“Selama yang kau lakukan itu tidak berlebihan tidak masalah. Kau hanya mengamankannya dan setelah itu berikan orang itu ke OSIS, biar OSIS yang memutuskan mau diapakan orang itu.”
“Baiklah kalau begitu.”
“Dan terakhir Maul, kau fokus saja dengan orang-orang yang ingin mengunduh aplikasinya melalui barcode.”
“Itu hal mudah bagiku.”
Ok semuanya sudah aku berikan tugasnya masing-masing waktunya menutupnya.
“Lalu apa yang kamu lakukan Mar?”
Miyuki bertanya kepadaku.
“Aku akan menjadi pelengkap saja, bagian mana yang membutuhkan orang tambahan, aku akan melengkapi hal itu.”
Ya... Karena aku sangat suka sekali menjadi seorang pelengkap. Menurutku menjadi pelengkap tidaklah buruk, kalian masih dapat berkontribusi terhadap sesuatu dan orang lain tidak begitu bergantung kepada kalian.
“Sampai sini apa ada pertanyaan?”
“Aku rasa sudah cukup.”
Ucap Maul.
“Kalau tidak ada pertanyaan lagi, sebelum memulai semuanya. Agar acara hari ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan, mari kita berdoa terlebih dahulu. Berdoa... Dimulai.”
...
“Berdoa selesai, kalian bisa langsung berada di posisi masing-masing dan ingat, tidak perlu tegang santai saja karena kalau kalian tegang, itu akan mengganggu peforma kalian dalam melayani pengunjung.”
“Siap Pak!”
Heeee... Sejak kapan aku bertingkah seperti ketua seperti ini. Aku tidak merasa ini seperti diriku saja.
Setelah memberikan arahan mereka pun pergi ke posisi masin-masing. Aku pun duduk di bagian belakang stan, tepatnya di samping Maul untuk mengawasi mereka semua dari sana.
Karena saat ini masih pagi dan pengunjung yang mengunjungi rata-rata masih murid yang bersekolah di SMK Sawah Besar, sama sekali belum ada pengunjung yang mengunjungi stan kami, hal itu membuatku bosan sekali.
“Apa yang sedang kau lakukan Mul?”
Aku pun bertanya kepada Maul yang sedang sibuk dengan laptopnya di sampingku.
“Aku sedang melihat perkembangan dari aplikasi dan iklan yang aku pasang di internet, apakah hal itu efektif atau tidak. Kalau tidak efektif, aku ingin merubahnya.”
“Lalu perkembangannya?”
“Sampai saat ini perkembangannya bagus, iklan yang aku pasang banyak dilihat oleh orang dan kebanyakan orang yang melihat iklan itu langsung menuju ke halaman web untuk mengunduh aplikasinya.”
Aku pun melihat ada beberapa murid dari sekolah ini yang mengunjungi stan kami.
“Selamat datang!”
Miyuki dan Rina langsung menyambut mereka.
“Dari kemarin ada yang ingin aku tanyakan, bagaimana jika ada seseorang yang sudah mengunduh aplikasinya tapi dia juga ingin ikut mendapatkan hadiahnya?”
Aku pun melihat Miyuki dan Rina yang sedang melayani mereka, sepertinya mereka bertanya tentang Rina dan Miyuki yang kenapa bisa menjaga stan Comic Universe.
“Kalau memang ada orang yang sudah mengunduh aplikasinya, mereka tinggal tunjukkan saja aplikasinya kepada kita.”
Kemudian murid itu menghampiri kami.
“Apa aku boleh mendapatkan hadiahnya juga? Kebetulan aku sudah mengunduh aplikasi Comic Universe.”
__ADS_1
“Aku juga.”
“Bolehkah kami melihatnya?”
Ucap Maul kepada mereka.
Mereka pun menunjukkan aplikasinya kepada kami berdua.
“Silahkan, kalian bisa memutar ruletnya.”
“Sini biar kami pandu.”
Miyuki dan Rina pun mengambil alih mereka kembali.
“Apa hadiahnya cukup ya?”
Aku melihat hadiah-hadiah yang terpajang dihadapanku.
“Tenang saja, aku sudah membuat roletnya sedikit unik dibandingkan sebelumnya.”
Aku dan Maul pun melihat para murid yang sedang memutar roletnya untuk mendapatkan hadiah.
“Aku sudah membuat bagian barang yang memiliki jumlah hadiah yang banyak sedikit lebih besar dibandingkan barang yang jumlah hadiahnya sedikit. Jadi ketika roletnya diputar, kemungkinan orang mendapatkan barang yang jumlahnya sedikit juga kecil.”
Maul menjelaskan hal itu kepadaku.
“Hebat sekali Mul!”
Aku pun memuji Maul atas pekerjaannya itu.
Kemudian saat kami sedang melihat Miyuki dan Rina memberikan hadiah kepada orang yang memutar rolet. Pak Febri bersama dengan kepala sekolah, kesiswaan, dan beberapa guru lainnya datang mengunjungi stan.
“Selamat datang Pak!”
Miyuki dan Rina langsung menyambut mereka.
Woah! Sedang apa mereka datang ke sini?
“Kalian sudah buka Mar?”
Pak Febri langsung menghampiriku dan juga Maul.
“Begitulah, apa yang kalian lakukan di sini?”
“Tentu saja untuk melihat-lihat stan apa saja yang ada di pensi ini, mumpung belum banyak pengunjung yang datang jadi mereka dapat melihat-lihat dengan santai.”
Aku pun melihat ke luar stan dan memang belum banyak pengunjung yang datang ke sana.
Aku melihat jam tanganku dan sekarang masih jam setengah sembilan pagi.
Pantas saja belum banyak pengunjung yang datang, sekarang masih pagi. Lagi pula bintang tamunya baru mengisi acara di panggung pada siang hari, pasti pada saat itu mereka baru berdatangan.
“Saya sudah mengunduh aplikasinya, apa saya boleh mendapatkan hadiahnya juga?”
Salah satu guru menunjukkan aplikasi Comic Universe kepada Miyuki.
“Silahkan bu!”
Guru itu pun memutar roletnya.
“Sepertinya semuanya berjalan dengan lancar.”
Ucap Pak Febri sambil melihat guru itu mendapatkan hadiahnya.
“Begitulah.”
Dan setelah itu rombongan guru-guru itu pun pergi mengunjungi stan lainnya.
“Stan apa saja yang ada di sini?”
“Kebanyakan ekskul yang mendirikan di sini dan selebihnya hanya sponsor seperti stan kita.”
Rina memberitahu kepadaku.
“Lalu ekskul apa saja yang membuka stan?”
“Ada ekskul robotik yang menampilkan robot-robot yang telah mereka buat, ada ekskul ITC yang menampilkan gim yang mereka buat, karya-karya dari anak multimedia, dan masih banyak lagi.”
“Kau tidak ikut menyumbang robot di ekskul robotik Mul?”
Tanyaku kepada Maul yang sudah sibuk kembali dengan laptopnya.
“Tidak, aku belum menciptakan robot seperti anggota lainnya. Kau sendiri seharusnya juga tau kalau aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dibandingkan mengikuti kegiatan ekskul.”
“Sepertinya aku tertarik untuk mengunjungi stan itu satu per satu.”
“Kalau begitu kamu pergi saja Ar, mumpung stannya masih sepi pengunjung.”
Rina menyuruhku untuk pergi, tapi entah kenapa tubuhku rasanya terlalu malas untuk pergi mengunjungi stan-stan itu, lebih baik aku pergi ke sana saat makan siang saja.
“Tidak, aku ingin berada di sini terlebih dahulu.”
Para murid pun mulai berdatangan mengunjungi stan kami dan mereka sangat senang karena bisa dilayani oleh Miyuki dan juga Rina. Aku rasa keputusanku meminta Rina dan Miyuki untuk melayani para pengunjung tidaklah salah.
Semakin siang mulai banyak pengunjung yang mulai datang ke acara pensi dan juga mereka mulai memadati lapangan utama. Jumlah pengunjung yang mulai mengunjungi stan pun juga meningkat pesat.
Mungkin aku mencari makan siang untuk yang lainnya terlebih dahulu.
Aku melihat ke arah kerumunan orang yang sangat banyak sekali. Untuk mencapai ke stan makanan aku harus melewati kerumunan orang itu.
Huh! Sepertinya tidak ada pilihan lain untuk pergi ke sana.
Dengan sekuat tenaga, aku pun menerobos kerumunan pengunjung itu.
Aku pun berniat untuk membeli nasi kuning, dan setelah membelinya aku pun kembali ke stan untuk memberikan mereka makanan yang telah aku beli. Awalnya aku berniat untuk mencari makanan sambil melihat-lihat stan yang ada di sini. Tapi karena teriknya matahari dan ramainya pengunjung yang ada di sana membuat niatku itu pun menjadi luntur.
“Maul.. Rina... Kalian makan dulu sana dan juga setelah itu kalian bisa beristirahat saja terlebih dahulu. Biar aku yang menggantikan tugas kalian.”
“Baiklah kalau begitu.”
Maul dan Rina pun pergi untuk makan.
Ketika aku sedang menggantikan Rina untuk melayani pengunjung yang berdatangan, Kak Alvin dan Kak Fauzi datang ke stan.
“Ramai sekali pengunjungnya, seperti yang aku duga.”
Ucap Kak Fauzi sambil melihat ke keramaian itu.
“Apa semuanya baik-baik saja?”
Tanya Kak Alvin.
“Semuanya amar terkendali sampai saat ini karena ada Riki yang membantu menjaga juga, memangnya kenapa?”
“Tidak, hanya saja aku ingin mengingatkan untuk selalu waspada di saat seperti ini, karena biasanya di saat ramai begini ada orang yang menggunakan kesempatan ini untuk mencuri.”
“Baik, akan aku perhatikan hal itu.”
“Kalau begitu kami pergi dulu ya, kami mau menggecek stan yang lainnya.”
Kak Alvin dan Kak Fauzi pun pergi dari stan Amar.
“Permisi, boleh saya bertanya sesuatu?”
__ADS_1
Beberapa orang datang menghampiri Amar.
“Iya silahkan.”
Tersenyum... Tersenyum... Saat ini aku harus tersenyum kepada mereka.
“Apa aku boleh bertanya sebentar tentang aplikasinya?”
“Tentu saja, apa yang ingin kalian tanyakan?”
“Bagaimana caranya menjadi komikus di aplikasi ini?”
“Kalau kalian ingin menjadi komikus, pertama yang harus kalian lakukan adalah mendaftar terlebih dahulu di web dari Comic Universe, setelah itu kalian harus mengikuti lomba membuat komik spin-off agar komik kalian bisa diserialisasi.”
Akhirnya aku harus terlibat dengan hal seperti ini juga, ternyata merepotkan juga memjawab pertanyaan mereka satu per satu.
Ngomong-ngomong dari mana Miyuki dan Rina tau cara menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini? Sepertinya aku sama sekali belum pernah memberitahukan hal ini kepada mereka.
“Lalu bagaimana biar aku dapat menjadi komikus yang memiliki kontrak dengan perusahaan?”
“Kalau komik kalian sudah diserialisasi, secara langsung kalian akan dikontrak oleh perusahaan.”
“Terima kasih atas infonya.”
Orang-orang itu pun akhirnya pergi, bersamaan dengan Rina dan Maul yang sudah selesai beristirahatnya.
“Aku sudah selesai Ar.”
“Baiklah, kau sudah salat Mul?”
“Sudah.”
Maul langsung sibuk lagi dengan laptopnya.
“Sekarang Miyuki dan Riki... Kalian bisa istirahat sekarang.”
“Kau duluan saja Mar, aku akan makan setelahmu.”
Kalau kondisinya seperti biasa mungkin aku akan berdebat sebentar dengan Riki karena aku tidak mau berduaan saja dengan Miyuki. Tapi karena kondisinya sedang ramai, aku tidak mau membuang-buang waktu.
“Baiklah.”
Aku pun akhirnya pergi makan siang dengan Miyuki di belakang stan.
“Aku tidak pernah makan siang berdua saja denganmu Mar.”
Baru saja aku ingin menyantap makananku tapi dia sudah membahas hal yang aku khawatirkan tadi.
“Cepatlah habiskan makananmu.”
Aku pun mulai menyantap nasi kuningku.
“Panas sekali udaranya!”
Miyuki pun melepaskan seragam yang dia gunakan dan mengusap keringat yang mengucur di wajahnya dengan sapu tangan yang dia bawa. Aku pun melihat keringat mengucur di wajah Miyuki yang putih itu.
“Apa pendingin yang ada di stan masih kurang?”
“Tidak, sudah cukup. Udaranya saja yang sedang panas-panasnya.”
Aku pun melihat ke langit dan terlihat matahari yang bersinar dengan sangat terik yang membuat mataku menjadi silau karenanya.
“Bagaimana tanggapanmu tentang pekerjaan pertamamu ini?”
“Cukup berat, tapi menyenangkan.”
Miyuki mengatakan itu sambil tersenyum.
“Aku turut senang mendengarnya.”
Setelah menghabiskan makanan dan melaksanakan salat, aku pun bergantian dengan Riki untuk melayani tamu-tamu yang ada di sana.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, bintang tamu yang diundang pun tampil setelah ishoma. Semua pengunjung mulai pergi ke panggung utama untuk menonton pertunjukkan itu.
Walaupun banyak dari mereka yang sudah pergi menuju ke panggung utama tetapi karena saking banyaknya pengunjung yang datang ke acara pensi itu, membuat para penonton yang ada di panggung utama sampai ke depan stan Amar yang posisinya di dekat gerbang sekolah.
Aku mengerti kenapa sekolah hanya menjual tiket sebanyak tujuh ribu saja padahal masih ada tiga ribu ruang yang tersisa. Aku lupa menghitung jumlah murid yang berada di sekolah ini dari kelas satu hingga kelas tiga.
Karena stanku dapat melihat pertunjukkan yang berada di panggung dengan sangat jelas, banyak para pengunjung yang menontonnya dari stan kami.
Ah... Kepalaku mulai pusing melihat kerumunan ini.
Akhirnya pensi yang panjang dan melelahkan itu pun selesai. Setelah membereskan stan yang dibantu oleh Kak Malik dan juga beberapa karyawan dari kantor, aku pun mengadakan pesta kecil di tempat makan yang berada di sekitar sekolah untuk berterima kasih kepada teman-temanku yang membantuku dalam acara tadi.
“Sebelumnya aku berterima kasih kepada kalian semua karena telah membantuku.”
“Aku juga.”
Aku dan Maul berterima kasih kepada Rina, Riki, dan Miyuki.
“Dan ini juga bayaran yang aku janjikan kemarin kepada kalian.”
Aku memberikan mereka masing-masing satu amplop yang di dalamnya berisikan uang.
“Tidak usah repot-repot Ar, aku memang ingin membantu kalian.”
Rina menolak upahnya.
“Itu adalah upahmu Rina, lebih baik kau ambil saja.”
Ucap Maul kepada Rina.
Rina yang bingung harus berkata apalagi, akhirnya dia pun menerima upahnya.
“Akhirnya aku mendapatkan uang tambahan juga!”
Riki sangat senang sekali mendapatkan upahnya.
“Banyak sekali uangnya!”
Begitu juga Miyuki setelah membuka isi amplop itu.
Aku kira Miyuki tidak begitu senang karena uang jajannya hampir sama dengan upah yang aku berikan.
“Kalian berdua tidak perlu sesenang itu.”
“Aku senang karena ini pertama kalinya aku mendapatkan bayaran dari hasil kerja kerasku.”
“Aku juga.”
“Aku tau perasaan kalian, karena aku juga pernah mengalaminya.”
Ucapku kepada mereka berdua.
Makanan yang aku pesan pun akhirnya datang.
“Silahkan dinikmati, kalian tidak usah khawatir semua makanan ini aku yang membayarnya. Kalian juga bebas memesan makanan yang kalian mau.”
Aku pun mulai menyantap makanan yang aku pesan.
Dan kami pun menutup hari yang melelahkan itu dengan makan-makan.
-End Chapter 88-
__ADS_1