Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti
Sepakat bersama


__ADS_3

Dini hari Ameera terbangun dari tidurnya dengan tubuh polosnya yang tertutup selimut. Ia menatap dalam wajah pria kebulean yang sedang tertidur dengan memeluknya. Senyum menghiasi wajah Ameera. Ia lalu mengecup kening suaminya itu.


"Aku mencintaimu, suamiku." bisiknya pelan.


Ia kembali teringat pembicaraannya dengan Rangga sesaat setelah dokter memeriksa kondisi Rangga dan meninggalkan mereka berdua. Saat itulah, mereka saling mengungkapkan perasaan yang pernah mereka simpan masing-masing.


Flashback


Setelah di periksa oleh dokter dan di beri beberapa suntikan, Rangga merasa lebih baik. Bahkan suaranya tidak selemah saat baru terbangun, sehingga suaranya terdengar lebih jelas.


"Ameera... aku mau mengatakan sesuatu." ucap Rangga dengan suara lemahnya.


"Kamu masih berani bicara setelah apa yang kamu lakukan padaku?" sahut Ameera, ia membuat wajahnya seperti seseorang yang sedang kesal.


Rangga terkekeh seraya memegangi dadanya, menahan rasa sakit yang tersisa di tubuhnya.


"Maafkan aku..." Rangga menatap dalam wajah Ameera, "Kamu pasti merasa aku merantai kakimu selama ini. Aku membatasi hidupmu. Bahkan kamu tidak punya teman selain aku."


Ameera teringat dulu semasa sekolah, Rangga sangat mengekangnya, bahkan Ameera merasa Rangga sangat berlebihan menjaganya. Ia tidak membiarkan Ameera dekat dengan siapapun selain dirinya.


"Dulu aku sering kesal, aku merasa kamu dan ayah adalah paket combo paling menyebalkan di dunia." sahut Ameera.


"Apa kamu pernah bertanya kenapa aku dan ayahmu melakukannya?"


Ameera menggeleng. Dia sangat cuek dan tidak peduli walaupun kadang merasa penasaran.


"Kami melakukannya untuk melindungimu. Kamu tidak tahu kan, selama ini hidupmu berada di bawah ancaman seseorang. Kamu adalah target balas dendam seseorang yang ingin menghancurkan ayahmu."


Mendengar ucapan Rangga, Ameera tergelak kaget. Pertanyaan mulai bermunculan di benaknya.


"Apa maksudmu, Rangga?"


"Kamu ingat waktu kamu di serang beberapa orang? Dan ada banyak orang yang datang melindungimu? Mereka adalah pengawal Chandra Jaya Group yang ditugaskan untuk mengawalmu secara sembunyi-sembunyi."


Wajah Ameera sudah berubah pucat. Dia bahkan sudah mau menangis. Rangga pun menceritakan segalanya pada Ameera. Semua rahasia yang tersimpan selama ini. Tentang Rudi yang menyembunyikan identitas Ameera sebagai anaknya, dan alasan mengapa Rudi melatih Ameera ilmu bela diri, menembak, memanah dan lain-lain. Tentang penyerangan demi penyerangan yang terjadi hingga akhirnya kejadian terakhir yang menewaskan ayahnya. Juga kecelakaan yang menewaskan ibunya.


Ameera kembali menangis sejadi-jadinya mendengarkan cerita Rangga.


"Siapa yang melakukan semua ini padaku, Rangga?"


Deg!


Akhirnya keluarlah pertanyaan dari bibir Ameera yang akan sulit di jawab oleh Rangga. Ia yakin, Ameera akan membencinya jika tahu bahwa ternyata ayahnya lah yang menyebabkan Ameera kehilangan kedua orang tuanya.


"Baiklah, aku akan mengatakan semuanya dan mengambil resiko, walaupun pada akhirnya kamu akan membenciku setelah aku mengatakan rahasia yang ku simpan selama ini."


Ameera mengerutkan alisnya. Ada rahasia apa sebenarnya yang di maksud Rangga.


"Ameera... Papaku, Ayahmu dan Om Hasan dulu bersahabat.


Ibumu dan papaku pernah menjadi sepasang kekasih, sebelum akhirnya menikah dengan ayahmu. Karena sesuatu, akhirnya bersahabatan mereka menjadi permusuhan. Papalah yang melakukan semua ini. "

__ADS_1


Ameera diam mematung. Rangga seperti menjatuhkan bom atom di jantungnya. "Maafkan aku, Ameera. Aku takut kamu akan membenciku kalau kamu tahu siapa aku. Makanya aku menyembunyikannya dan memilih melindungimu sebagai penebusan rasa bersalahku."


Selama beberapa saat Ameera terdiam dan tangisannya tertahan.


"Apa ayah tahu siapa kamu?"


Rangga mengangguk, "suatu hari aku mendatanginya dan mengatakan siapa diriku yang sebenarnya. Aku berjanji pada ayahmu akan melindungimu dengan jaminan nyawaku. Saat itulah, kami sepakat melindungimu dengan cara seperti itu."


"Kamu jahat Rangga..." ucap Ameera. Ia kembali menangis dan untuk pertama kalinya Rangga tidak berani menghapus air matanya. "Kenapa kamu diam saja? Kenapa tidak menghapus air mataku. Kamu kan yang membuatku menangis?" Ameera berteriak, membuat Rangga menutup telinganya yang terasa berdengung.


Ada perasaan lega di hatinya mendengar ucapan Ameera barusan. Ia berusaha meraih wajah Ameera dan menghapus air matanya. Ameera pun menyandarkan kepalanya di bahu Rangga yang sedang terbaring itu.


"Kenapa kamu melindungiku dengan cara aneh seperti itu?" tanya Ameera di iringin isakan.


"Karena aku mencintaimu, Ameera." bisik Rangga pelan di telinga Ameera. " dan karena kesialanku, aku hanya dapat menjadikanmu sebagai sahabatku. Maafkan aku." Rangga sudah menjatuhkan air matanya.


"Aku juga mencintaimu."


Akhirnya mereka saling mengungkapkan perasaan yang tersimpan selama ini. Membuat kelegaan di hati masing-masing.


"Kamu tidak membenciku setelah tahu semuanya?" tanya Rangga.


"Kamu pikir, aku masih bisa membencimu setelah melihat isi kamarmu?" ucap Ameera seraya tertawa kecil.


Rangga bernafas lega, namun sedikit ada perasaan malu karena Ameera telah melihat isi kamarnya. "Pasti si keras kepala Dina yang mengajakmu melihat kamarku kan?"


Ameera menjawab dengan anggukan kepala.


"Sekarang kamu harus bahagia, kamu punya suami yang mencintaimu. Aku tahu kamu juga sudah mulai mencintainya kan?" ucap Rangga kemudian. Ia bisa melihat ada cinta di mata Ameera untuk suaminya itu.


"Iya.. manusia jadi-jadianku itu berhasil membuatku jatuh cinta untuk yang kedua kalinya. Padahal tadinya aku tidak menyukainya. Aku tidak tahu kenapa sekarang aku malah jadibucinnya."


Rangga terkekeh, ia merasa lega jika Ameera sudah memiliki perasaan yang sama dengan Ozan. Berarti janjinya pada ayah Ameera sudah bisa di katakan lunas.


"Sekarang tugasmu menjadi istri yang baik untuknya. Kamu tahu Ameera, Ozan sudah berkorban untukmu. Dia menebus rasa bersalahnya karena merasa dirinya lah penyebab ayahmu meninggal. Padahal itu bukan kesalahannya."


"Dan tugasmu sekarang, membayar kesalahanmu pada Dina. Tebuslah perbuatanmu yang menyakitinya dan mengabaikannya selama ini." ujar Ameera.


"Baiklah, kita sepakat." sahut Rangga.


"Kamu tahu, kita tidak di takdirkan sebagai jodoh itu bukan kesialanmu, tahu. Itu keberuntunganmu, kamu punya pilihan seorang Dina yang sempurna. Dia gadis yang cantik, dewasa dan lembut. Harusnya kamu kasihan pada laki-laki yang menjadi suamiku."


"Hahahha..." Rangga tertawa terbahak-bahak membayangkan betapa repotnya Ozan menghadapi Ameera yang bar-bar. Gadis itu bahkan tidak pernah segan memukuli siapa pun yang membuatnya kesal. Termasuk Rangga yang sudah kenyang dengan amukan Ameera.


"Aku bisa bayangkan bagaimana kamu memukulinya di malam pertama kalian, haha...."


Seketika wajah Ameera merona merah, tebakan Rangga sangat tepat. Ameera memang memukuli Ozan saat akan menyentuhnya pertama kali. Karena kesal dengan ucapan Rangga yang frontal, Ameera melayangkan tinjunya di lengan Rangga. Tidak peduli keadaan Rangga yang masih sangat lemah itu.


"Aauuhhhh sakit.."


"Biar saja. Jangan membayangkan bagian yang itu..." bentak Ameera.

__ADS_1


Bukannya menghentikan tawanya, Rangga semakin tertawa terbahak-bahak sampai membuat dadanya terasa sakit.


Mereka akhirnya sepakat akan menjalani hidup mereka dengan lebih baik. Rangga akan membuka hatinya selebar-lebarnya untuk Dina. Dan Ameera akan berusaha menjadi istri yang baik untuk Ozan.


Setelah pembicaraan panjang itulah, Rangga kemudian tertidur dengan menggenggam tangan Ameera.


Bahkan tidak ada sedikitpun dendam di hati Ameera untuk semua yang terjadi padanya karena perbuatan Hendri. Cinta Rangga padanya yang mengalir bagai sungai mampu menghanyutkan segala perasaan marah dan kekecewaannya pada ayah sahabatnya itu.


Flashback off


Dan... disinilah Ameera sekarang. Dalam pelukan hangat laki-laki yang menjadi suaminya. Dia telah berjanji akan menjalani hidupnya dengan mencintai Ozan sampai maut memisahkan mereka.


****


**PENGUMUMAN!!!!


Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh...


Haiii Haiii haiiii....


Para pembacaku... terima kasih untuk dukungan kalian selama ini. Kalian tahu, aku sebenarnya bukan seorang penulis, makanya maafkan kalau tulisanku amatiran dan nggak enak di baca.. hehehe...


Maaf kalau mata kalian jadi sakit karena membaca tulisanku yang amburadul ini. Hiks hiks...


Tapi walau begitu aku sangat bahagia ketika ada yang berkomen atau sekedar like. Apalagi vote.. hehehe


Bagi ku itu adalah mood boaster terbesarkuuu...


Walaupun pembacaku sedikit, tapi aku sangat bahagia. Tujuanku menulis hanya untuk menyalurkan jiwa halu ku yang berlebihan ini....


Setidaknya ada yang terhibur... heheh😁😁😁


Jadi singkat cerita...


Aku mau membuat season ke 2.


Yaitu kelanjutan kisah Rangga dan Dina... tapi tetap akan ada Ameera dan Ozan. Karena Rangga, Ameera, Ozan. Dan Dina satu paket yang tidak terpisahkan.. hehe


Tapi kemungkinan sekuelnya akan ku pisah...


Baiknya pisah atau satukan saja ya....??? Hmmmm πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Akan kupikirkan dulu gaes..


Hanya satu pertanyaan dalam otakku,


"Masih sanggupkah kalian membaca tulisanku yang recehan ini??" 🀧🀧🀧


Wk wk wk


Akhir kata aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih untuk dukungan kalian selama ini.

__ADS_1


Luv u all**


__ADS_2