Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti
Kekacauan di club


__ADS_3

🎈Mohon dukungannya gaes. Supaya aku lebih semangat menjadikan karya ini lebih baik lagi🎈


Bartender yang tadi bicara dengan Ameera melihat gadis itu meninggalkan ruangan VIP sendirian. Ia pun memberi kode pada beberapa orang pria.


Saat lewat di depan meja bartender, tiga orang pria menghampiri Ameera dan menghalangi langkahnya.


"Hai... sendirian aja nih. Mau di temenin gak?" Sapa salah seorang pria. Tapi yang di sapa diam seribu bahasa. Ameera menatap malas satu persatu pria di hadapannya.


"Ayo kita bersenang-senang dulu, sayang...! " Ameera sangat jijik mendengar kata sayang yang keluar dari mulut laki-laki itu.


"Kok diam aja sih, ayo dong!" Pria itu mencoba menarik tangan Ameera, namun belum sempat menyentuh lengannya, Ameera sudah menghindar.


"Jangan coba-coba menyentuhku! Sentak Ameera.


"Sok jual mahal ni cewek. Ayo angkut! Kita happy-happy dulu...!" Salah satu dari mereka hendak menyentuh dagu Ameera, namun ia mendapatkan jurus persatuan lima jari milik Ameera. Pria itu mengaduh kesakitan karena Ameera melayangkan tinjunya dengan keras membuat tulang hidungnya nyaris patah. .


"Jangan halangi jalanku. Nanti kalian menyesal sendiri." Ancam Ameera.


"Hehehe sombong juga ini orang.Kecil-kecil galak juga. Jadi makin suka. " Kata salah satunya lagi.


Ameera memutar bola matanya malas.


"Baiklah. Kalian punya asuransi kesehatan, kan? Masuk rumah sakit itu mahal lho." Ameera mencoba mengingatkan.


Pria itu mencoba meraih lengan Ameera namun gadis itu memukulnya. Pria itu ingin membalas, namun Ameera tidak memberikan celah bagi pria itu untuk menyerang balik. Sampai akhirnya ia tersungkur di lantai dengan hidung dan sudut bibir nya mengeluarkan darah.


Melihat temannya di aniaya oleh seorang gadis muda, kedua pria lainnya tidak terima. Harga diri mereka seperti di injak-injak. Mereka bersamaan menyerang Ameera. Terjadilah perkelahian antara Ameera dan dua pria itu. Bagi Ameera menghadapi dua pria seperti mereka bukan apa-apa. Jangankan mereka, ayah Ameera pun yang nota bene dulunya seorang pelatih bela diri, di buat kewalahan jika menghadapi Ameera yang menyerang membabi buta.


Tidak butuh waktu lama bagi Ameera melumpuhkan ketiga pria hidung belang tersebut sampai mereka tersungkur tidak berdaya di lantai. Bartender yang tadinya ingin maju pun mengurungkan niatnya. Ia sudah gemetar duluan melihat kemampuan bela diri Ameera.


"Bukan salahku, ya... Aku tadi sudah memperingatkan kalian"


Dengan santainya Ameera melangkah melewati tiga pria itu dengan menginjak perutnya satu persatu karena berada di jalan. Tidak ada satupun orang yang berani mencegah Ameera keluar dari club itu. Mereka hanya memandang heran pada Ameera dan ada juga yang sambil berbisik satu sama lain. Bahkan petugas keamanan yang berjaga tidak berani mendekat. Tidak ingin mengalami hal yang sama dengan tiga pria yang sudah terbaring tak berdaya dengan penuh luka lebam di wajahnya.


Sepertinya bartender yang sebenarnya adalah pemilik club itu akan meminta ganti rugi pada Naura. Karena ide gila Nauralah sehingga mereka berniat melecehkan Ameera. Namun bukannya mendapat kepuasan, malah mendapat kerugian besar karena kekacauan yang di akibatkan perkelahian tadi. Bahkan beberapa orang memutuskan untuk keluar dari club saat terjadi perkelahian itu.

__ADS_1


Ameera sudah berada di dalam mobil. Ia duduk melamun menyandarkan kepalanya. Adegan Naura bersandar di bahu Ozan kembali terbanyang dalam ingatannya. Tiba-tiba kepalanya berdenyut mengingat semua yang tadi dilihatnya. Ameera sampai mual saking kesal dan jijiknya pada kelakuan Ozan dan Naura.


Cih... aku sampai mual saking jijiknya pada kelakuan mereka di dalam sana. Batin Ameera.


Ameera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran club itu. Ia ingin jalan-jalan sebentar sembari menghilangkan kekesalan dan rasa kecewaanya pada Ozan.


Sampailah ia di sebuah toko ice cream. Ameera jadi ingin makan es krim untuk mendinginkan rasa panas di hatinya. Ia masuk ke dalam toko es krim dan mengambil satu cup besar es krim. Setelah membayar di kasir, ia kembali ke mobil.


Dengan tidak sabarnya Ameera membuka tutup cup dan mulai makan es krim itu sampai habis setengahnya. Ia bahkan belum meninggalkan parkiran toko es krim tersebut.


Segar sekali. Tapi kenapa rasa panas di hatiku masih terasa juga. Batin Ameera


"Sepertinya aku harus beli lebih banyak es krim sebagai persediaan di rumah kalau hatiku tiba-tiba panas" gumam Ameera.


Gadis itu turun dari mobil dan masuk kembali ke dalam toko es krim. Ia mengambil banyak es krim cup besar dengan berbagai rasa. Entah kenapa hatinya merasa terhibur dengan kegiatan sederhana itu.


Ameera keluar dari toko es krim dengan menenteng dua plastik besar berisi es krim. Ameera lalu menyimpan kantongan tersebut di kursi penumpang belakang.


****


Ozan melajukan mobilnya meninggalkan club menuju rumah Naura. Ia melirik kaca spion. Di lihatnya Naura di kursi penumpang belakang sudah tertidur. Ozan menggelengkan kepalanya.


Aku sampai harus di repotkan untuk urusan tidak penting ini. Batin Ozan.


Tak lama ia sudah sampai di halaman rumah Naura. Ozan memanggil beberapa pelayan di rumah Naura untuk membantu Naura masuk ke rumah. Setelah pekerjaan nya beres, Ozan kembali melajukan mobil menuju ke rumahnya.


Ozan mengambil ponsel yang tadi ia tinggal di mobil. Matanya terbelalak kaget melihat banyaknya panggilan tidak terjawab dari rumah. Ia lalu menepikan mobilnya. Mengecek satu-persatu panggilan yang tidak terjawab. Lalu membuka pesan yang berasal dari sopir pribadinya.


Ozan tiba-tiba panik setelah membaca pesan itu. Ozan segera mengubungi nomor Ameera, namun tidak di jawabnya. Ia terus mencobanya beberapa kali namun hasilnya tetap sama.


Ozan segera melajukan mobilnya secepat yang ia bisa untuk segera sampai ke rumahnya.


****


Ameera melajukan mobil dengan santai menyusuri jalan-jalan di ibu kota. Sambil sesekali memakan es krimnya. Ia tidak tau bahwa Ozan di rumah sudah mengamuk memarahi penghuni rumah yang lalai menjaga Ameera dan membiarkannya keluar sendirian.

__ADS_1


Ia menyetel musik favoritnya di mobil, sesekali ikut berdendang.


So why don't you go your way


And i'll go mine


Live your life, and i'll live mine


Baby, you'll do well, and I' ll be fine


Cause we're better off, separated


Potongan lagu milik penyanyi Usher yang berjudul separated, yang ikut di nyanyikan oleh Ameera ini benar-benar mewakili perasaannya saat ini.


****


Sementara Ozan di rumah masih memarahi seluruh penghuni rumah. Ia meminta Ramon lagi untuk melacak keberadaan Ameera. Saking paniknya ia sampai lupa bahwa ia dapat mengetahui keberadaan Ameera dari ponselnya. Mobil yang di gunakan ameera sudah terpasang GPS yang terhubung dengan ponsel Ozan. Bahkan ini tidak terpikir sedikitpun di benak Ozan. Ternyata benar kata orang, terkadang cinta membuat seseorang jadi bodoh.


**


Ameera masih duduk termenung di mobil memandangi obat yang baru di belinya di apotek. Ia menghela nafas panjang.


Pil ini akan menyelamatkanku dari manusia jadi-jadian itu. Huh, kenapa baru sekarang terpikirkan olehku. Padahal sudah beberapa bulan aku tidur bersamanya. Bahkan hampir setiap hari dia melakukannya padaku dan hanya absen saat aku datang bulan. Yaa, aku kan hanya objek untuk memuaskan nafsunya. Batin ameera


Memikirkan itu saja sudah membuat Ameera kesal setengah mati.


Ameera membenturkan kepalanya pelan di setir mobil beberapa kali. Setelah itu, Ameera bergegas pulang ke rumah, bukan karena takut orang di rumah panik. Tetapi karena Ameera takut es krimnya meleleh.


Tak lama kemudian mobil sudah sampai di depan gerbang besar, seorang penjaga membuka gerbang. Mobilpun memasuki halaman rumah. Di depan pintu sana sudah ada Ozan yang berdiri tegak di depan pintu menunggu Ameera dengan wajah paniknya.


Eh, dia sudah sampai? Aku kira dia akan menghabiskan malamnya bersama kekasihnya.


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Bersambung gaes

__ADS_1


__ADS_2