
Sejak mengetahui bahwa ayahnya adalah dalang dibalik kecelakaan yang menewaskan ibu Ameera, rasa bersalah yang sangat besar tumbuh dihati Rangga. Ia bersumpah akan menggagalkan segala usaha ayahnya untuk mencelakakan Ameera yang menjadi target balas dendam ayahnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri, akan melindungi Ameera dengan nyawanya sendiri sebagai taruhannya. Rangga tahu anak buah ayahnya akan selalu mengintai Ameera. Itulah alasan mengapa Rangga tidak pernah membiarkan Ameera keluar rumah sendiri. Bahkan ke toilet umum sekalipun, Rangga tetap mengawasinya.
Ketika Hendri mengetahui Rangga melindungi Ameera, ia menjadi sangat geram sehingga membuat hubungannya dengan Rangga memburuk. Namun, karena rasa trauma akibat tewasnya Ratna, Hendri tidak ingin hal yang sama terjadi kepada Rangga. Jangan sampai Rangga menjadi korban karena melindungi Ameera sama seperti yang terjadi pada Ratna saat melindungi Ameera.
Karena itulah, Hendry melarang anak buahnya bertindak jika Rangga ada bersama Ameera. Rangga tahu anak buah ayahnya tidak akan berani macam-macam jika Rangga ada bersama Ameera. Sehingga Rangga tidak membiarkan Ameera sendirian keluar rumah tanpa pengawalan.
Waktu terus berjalan, pelan-pelan tapi pasti persahabatan Rangga dengan Ameera menumbuhkan cinta sedikit demi sedikit dihati Rangga. Hingga rasa bersalah, rasa sayang sebagai sahabat berubah menjadi cinta yang begitu dalam. Semua rentetan peristiwa yang terjadi disimpan Rangga sendirian. Ia tidak pernah mengatakannya kepada siapapun. Rangga menanggung bebabnya sendiri, sampai suatu hari Rangga menyadari bahwa ia telah jatuh cinta kepada Ameera, barulah Rangga menceritakan kepada ibunya tentang segalanya.
Mengetahui kenyataan pahit tersebut Aliyah hanya mampu menangis. Tapi demi Rangga, Aliyah berusaha sekuat mungkin. Tidak ingin ibunya ikut terlibat, Rangga memintanya untuk tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa dihadapan Hendri.
***
Di sisi lain, Hendri baru saja menerima laporan dari mata-matanya bahwa Ozan Chandra Jaya akan menikah dengan anak Rudianto Hutomo. Mendapat informasi tersebut, tentu saja merupakan berita baik baginya.
"Ini berita yang sangat bagus, sekali tepuk dua lalat akan mati." ucap Hendri dengan seringai liciknya.
"Pernikahan mereka tiga hari lagi tuan." ujar Jack anak buah kepercayaan Hendri.
"Baiklah, siapkan penyerangan besar, aku tidak mau ada kegagalan lagi. Aku ingin nyawa mereka sebelum acara pernikahan itu." kata Hendri yang sedang mengelap senjata di tangannya dengan sapu tangan.
"Baik tuan. "
"Rudianto dan Hasan, Kalian berdua akan tau sedang berhadapan dengan siapa." gumam Hendri diiringi tawa licik.
***
Keesokan harinya...
Hari ini Ozan dan Ameera akan pergi ke toko perhiasan, cincin yang di pesan khusus untuk pernikahan mereka yang akan digelar dua hari lagi sudah siap. Seperti biasa, mereka pergi dengan pengawalan ketat. Ameera dan Ozan duduk di kursi belakang, sementara Ramon duduk di kursi depan, dengan seorang sopir.
Ameera sejak tadi mendengus kesal karena Ozan terus menggodanya. Menggoda Ameera yang masih polos menjadi kesenangan tersendiri bagi Ozan. Hal yang terlihat aneh dan menggelikan bagi Ramon.
__ADS_1
Ozan terus menggoda Ameera bukan karena menyukai Ameera, tapi karena luka hatinya yang masih terasa begitu sakit karena Naura, sehingga menjadikan Ameera pelampiasan untuk menghiburnya. Hanya Ramon yang menyadari hal itu. Dan mengutuk kebodohan bos sekaligus sahabatnya itu.
"Aku sedang merencanakan bulan madu untuk kita setelah menikah" kata Ozan
"Siapa juga yang mau berbulan madu denganmu?" sahut Ameera kesal.
"Hmmm... kamu tidak akan bisa menolak, kamu kan harus jadi istri yang baik. " tersenyum tipis.
"Jangan mimpi! Kamu tidak akan mendapatkan apapun dariku. "
"Benarkah? Bagaimana kalau ku beri tau ayahmu, sekurang ajar apa anaknya pada calon suaminya?" Dengan sedikit mengancam. Ameera yang mendengar nama Ayahnya di sebut semakin kesal.
"Kamu mengancamku menggunakan ayahku?"
" anggap saja begitu, ayahmu kan sangat sayang padaku. " tersenyum penuh kemenangan sambil menggerakkan alisnya naik turun.
Ameera terdiam seketika, sampai akhirnya mereka sampai di toko perhiasan.
Setelah selesai mereka segera meninggalkan toko perhiasan. Tanpa disadari oleh siapapun, bahwa sesuatu yg besar akan segera terjadi.
Di perjalanan pulang, Ozan yang tadinya sangat menyebalkan menjadi pendiam. Ada perasaan tidak enak mengganggu hatinya tapi entah apa. Tiba-tiba dia teringat saat kemarin Ramon menemuinya, membawa data lengkap tentang Rangga.
Flashback
"Nih data lengkap teman calon bini lu!" ucap Ramon sembari menyerahkan amplop coklat ketangan Ozan.
"Namanya Rangga Agung Darmawan. " Mata Ozan seketika terbelalak mendengar nama belakang Rangga.
"Lu gak salah orang kan, Ram?"
"Itu ada foto nya kok."
__ADS_1
Ozan mengambil sebuah foto, dan benar laki-laki inilah yang menemuinya beberapa hari lalu.
"Apa dia anak Hendri Agung Darmawan? Setau gue Hendri Agung Darmawan cuma punya satu anak perempuan, kan?"
"Sepertinya Rangga anak dari istri simpanannya. Mungkin mereka menyembunyikan rapat-rapat pernikahan mereka. Jadi tidak tercium media.
Gue bisa dapat info ini dari sekolahnya. Rangga sama Ameera satu sekolah, bahkan satu kelas. Menurut info yang gue dapat, Rangga satu-satunya teman dekat Ameera. "
Ozan mengusap wajahnya kasar. Kenapa ada begitu banyak teka-teki.
"Apa Rangga adalah bagian dari rencana Hendri untuk menyerang ayah melalui Ameera? Tapi Kenapa Rangga sepertinya begitu melindungi Ameera. Bahkan Rangga sempat mengancam gue, akan bawa Ameera pergi jauh, kalau sampai gue lalai menjaga Ameera. Padahal ayahnya memiliki dendam besar pada ayah Ameera? Apa nyawa Ameera benar-benar terancam seperti yang Rangga bilang ke gue?"
"Itu dia yang aneh, setelah gue selidiki, Rangga itu seperti bayangan Ameera. Dia mengikuti Ameera kemana-mana. Seandainya Rangga memang bagian dari rencana Hendri, harusnya mereka sudah berhasil dari dulu, dan point pentingnya, selama bersama Rangga, Ameera masih baik-baik saja kan? Itu berarti Rangga memang melindungi Ameera selama ini."
Ozan mengurut keningnya dengan jari,sambil membaca data tentang Rangga.
"Tapi kenapa Rangga melindungi Ameera sampai segitunya?" Ramon bertanya semakin bingung.
Ozan pun sudah bisa menebak, ada apa antata Rangga dan Ameera.
"Rangga mencintai Ameera, alasan Rangga mendatangi gue, itu untuk memperingatkan gue supaya lebih hati-hati. Rangga pasti tau, ayahnya juga berambisi menjatuhkan CJG melalui gue. Kalau gue sampai menikah dengan Ameera, bukankah langkah Hendri balas dendam akan semakin mudah?" Ozan menjelaskan kemudian,
"Rangga gak mungkin terus mengikuti Ameera saat sudah menjadi istri gue kan? Itulah yang Rangga takutkan. Kalau tidak bisa lagi mengikuti Ameera kemana-mana."
Ramon hanya menganga mendengar penjelasan panjang lebar dari Ozan.
"Sepertinya gue mengerti apa yang dia maksud dengan kesialannya yang menjadi keberuntungan buat gue. Karena dia anak Hendri, makanya dia gak bisa memiliki Ameera."
"Jadi mulai sekarang lu harus extra hati-hati dan memperketat pengawalan lu sama Ameera." Sahut Ramon.
Flashbac off
__ADS_1
Ozan memperhatikan beberapa mobil yang mengawalnya. Ia memperketat pengawalannya mengingat peringatan Rangga bebarapa hari lalu.