Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti
Menolak lupa


__ADS_3

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter, Ameera yang masih sangat lemah itu berbaring dengan memeluk anak-anaknya yang tertidur.


Erzan yang beberapa hari ini demam menjadi sangat rewel dan tidak mau makan. Bahkan tengah malam sering terbangun dan menangis mencari ibunya. Namun kini bocah itu tidur dengan lelapnya.


"Yank... Aku pindahkan mereka ke sofabed saja, ya... Supaya kamu bisa istirahat," kata Ozan.


"Jangan, Mas! Biar mereka di sini," ucap Ameera dengan suara lemahnya.


"Kamu masih lemah, suara kamu saja masih serak begitu. Kamu juga harus istirahat, Yank." Ozan mengusap puncak kepala istrinya itu dengan sayang.


"Aku masih sangat merindukan mereka. Aku merasa habis pergi jauh," kata Ameera dengan mata berkaca-kaca.


Ozan lalu mengecup kening Ameera, "Kamu tidurnya lama. Hampir sebulan..."


Ameera terkejut mendengar dirinya yang ternyata mengalami koma selama itu.


"Sebulan? Selama itu?"


"Iya, Yank. Makanya Erzan sama Elmira nggak mau lepas dari kamu, waktu itu kita pergi meninggalkan mereka sebulan. Dan baru satu hari kita bersama mereka, kamu kecelakaan dan koma selama hampir sebulan."


Ameera lalu menatap kedua anaknya yang tertidur itu, "jadi selama hampir sebulan ini, Mas di sini terus?"


"Iya. Aku menjaga kamu. Aku cuma pulang untuk mandi dan ganti baju."


"Pantas kamu bewokan dan kurus," kata Ameera seraya mengusap wajah Ozan yang di tumbuhi bulu lebat itu, "Aku juga merasa Er jadi sedikit kurus,"


"Dia rewel selama beberapa hari ini. Mama bilang dia tidak mau makan, malamnya susah tidur. Dia terus menangis cari ibunya."


"Kasihan anak-anak ibu..." kata Ameera seraya mengusap kepala anak-anak itu.


"Sekarang kamu tidur, ya... Kamu juga harus banyak istirahat."


"Iya, Mas..."


Tidak lama kemudian, Ameera ikut tertidur sambil memeluk kedua anaknya. Ozan memandangi wajah tiga orang yang paling dicintainya itu bergantian.


Kalian adalah hartaku yang paling berharga. Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan kita.


***

__ADS_1


Malam harinya...


Ameera masih duduk selonjoran di tempat tidur, matanya berkaca-kaca mengingat kejadian di hari terakhir sebelum dirinya mengalami kecelakaan. Ozan yang baru saja masuk ke kamar itu setelah mengantar Erzan dan Elmira pulang, segera mendekatinya.


"Kamu kenapa, Yank?" tanya Ozan seraya duduk di samping Ameera.


"Mas pasti sudah tahu kan apa yang terjadi sebelum aku kecelakaan?" tanya Ameera seraya terisak.


Ozan lalu memeluk istrinya itu, "Aku tahu, Yank... Papa sudah cerita semuanya."


Tangis Ameera semakin menjadi-jadi mengingat kenyataan bahwa ternyata dia adalah anak dari orang yang telah membunuh ayah dan ibunya, dan juga orang yang selama ini berambisi membunuh dirinya.


"Aku nggak mau jadi anak orang itu, Mas. Aku anak Rudianto Hutomo,kan? Aku bukan anak Hendri Agung Darmawan,kan? Aku nggak mau, Mas... Aku benci, kenapa aku harus jadi anak orang jahat itu? Mas nggak benci sama aku karena aku anak dari orang yang pernah mau membunuh Mas, kan?" Ameera bicara dengan nada terputus-putus karena sesegukan.


"Siapapun kamu, aku mencintaimu, Yank... Kenyataan itu tidak akan merubah apapun. Kamu istriku, ibu dari anak-anakku."


"Kenapa ibuku harus menikah dengan orang itu." Ameera masih terus menangis dalam pelukan Ozan. Rasa sakit di hatinya menjadi semakin besar.


"Tadinya aku juga marah, Yank. Bahkan aku tidak mengizinkan dia melihat kamu. Tapi, sekarang aku tahu, dia juga merasakan penderitaan yang sama."


"Sama apanya, Mas? Dia pembunuh..."


"Dia melakukan itu karena rasa kecewa dan sakit hatinya. Dia salah paham, Yank... Dia tidak tahu kalau waktu itu ibu kamu sedang mengandung kamu. Dia menceraikan ibu kamu untuk melindunginya dari orang-orang yang berniat mencelakakannya."


"Jangan bicara begitu, Yank. Aku mengerti perasaan kamu. Aku tahu kamu terluka. Tapi kamu harus yakin, tidak ada apapun di dunia ini yang terjadi tanpa alasan."


Ozan menghapus air mata Ameera yang terus mengalir. Berusaha meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Kamu ingat kan? Bagaimana beratnya kita menjalani pernikahan kita di awal-awal... Aku sempat memohon mama sama papa supaya membatalkan pernikahan kita, kamu pernah mau bunuh diri, kamu memohon supaya aku menceraikan kamu. Tapi setelah kita melewati semuanya, sekarang kita bahagia. Kita punya dua anak yang lucu. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya."


Ameera terdiam dalam pelukan Ozan. Menyandarkan seluruh beban dalam hatinya di bahu lelaki yang dicintainya itu. Hanya ada suara isakan yang terdengar memenuhi setiap sudut kamar itu. Hingga akhirnya, Ameera tertidur setelah lelah menumpahkan seluruh air matanya.


****


Setelah hampir tiga minggu terbangun dari komanya, hari itu Ameera di izinkan pulang oleh dokter. Elmira dan Erzan yang kegirangan sedang bermain kejar-kejaran di dalam ruangan itu. Tawa mereka menggema memenuhi setiap sudut ruangan itu.


"Erzan, Elmira, sudah mainnya. Ayo kita pulang," panggil Zarima pada cucu kesayangannya itu.


"Sebentar aja, kok Oma..." kata Elmira yang sedang asyik bermain bersama kakaknya.

__ADS_1


"Kalau nggak mau berhenti lari-lari, Om Rangga tinggal nih... Biar aja Erzan sama Elmira tidur di sini nanti malam."


Ucapan Rangga yang bermuatan ancaman itu membungkam kedua bocah itu. Seketika mereka menghentikan aksinya dan mendadak menjadi anak baik.


Mereka pun segera pulang setelah membereskan barang-barangnya.


"Ibu... Nanti Er boleh tidur sama ibu kan?" tanya Erzan saat dalam perjalanan pulang.


Ameera tersenyum seraya mengusap kepala anaknya itu. "Boleh, dong..." jawabnya.


"Bu, Nanti main ke rumah kakek juga, ya?" kata Elmira.


"Kakek?" Ameera mengerutkan alisnya, lalu menatap Zarima dan Rangga bergantian, "Kakek siapa?"


"Kakeknya kakak sama El..." jawab Elmira dengan polosnya.


Ameera masih bingung tentang kakek siapa yang di maksud Erzan dan Elmira.


Dua minggu lalu Hendri baru saja selesai menjalani masa hukumannya. Dan sekarang tinggal bersama Aliyah dan Naura.


Rangga sering mengajak dua keponakannya itu untuk mengunjungi Hendri dan Aliyah saat sedang ada waktu luang. Ozan yang menyadari keadaan itu langsung mengalihkan pembicaraan.


"Ibu kan masih butuh istirahat, El. Belum boleh kemana-mana,"


"Tapi kan kakek lagi sakit, Ayah," ucap Erzan.


"Sakit?" tanya Ameera.


"Iya, Bu... Kakek lagi sakit. Kakek bilang, mau sering ketemu Er sama El," jawab Erzan lagi.


"Boleh kan, Bu... Kakak sama El main ke rumah kakek?" tanya Elmira lagi.


Ameera terdiam setelah mendengar ucapan anak lelakinya itu. Seketika matanya telah di penuhi cairan bening. Ameera menghela napas, lalu mengarahkan pandangannya keluar jendela. Ada banyak pertanyaan yang bermunculan di benaknya.


****


BERSAMBUNG


Jangan lupa baca novel rasa bawang karya author amatir dan kepedean ini.... "MYSTERIOUS HUSBAND" sudah up 21 episode.

__ADS_1


Babang Ojan, Babang Rangga dan Neng Ameera bentar lagi End... Sedih aku tuh.


Di end nggak yaaa... author takut pembaca bosan kalau kepanjangan... wkwkkwkwkwk


__ADS_2