Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti
Rumah sakit


__ADS_3

Dokter keluar dari ruangan, Ozan dan Ramon langsung berdiri menghampirinya.


"Dokter, bagaimana istri saya?" Tanya Ozan yang di penuhi rasa khawatir


"Tidak ada luka serius. Setelah siuman dia akan baik-baik saja.Beberapa saat lagi pasien akan di pindahkan ke ruang perawatan." Jelas dokter


Tidak bisa di bayangkan betapa leganya perasaan Ramon. Jika Ameera sampai kenapa-kenapa, maka dirinya lah yang akan merasa paling bersalah.


Ameera pun di pindahkan ke ruang perawatan. Ozan tidak beranjak dari sisinya. Ia terus memandangi wajah dan tubuh Ameera yang penuh luka memar dan lecet akibat terperosok ke dalam jurang. Ia membelai puncak kepala Ameera lalu mencium keningnya.


"Maafkan aku, tidak seharusnya aku membiarkanmu pergi ke sana. Ini salahku" ucapnya pada Ameera yng masih memejamkan matanya.


Ozan berbisik ke telinga Ameera.


"Aku sayang kamu. " sambil melingkarkan tangannya ke perut Ameera. Ozan tidak beranjak dari sisi Ameera sampai akhirnya ia tertidur dengan menelungkupkan wajahnya dengan lengannya menopang kepala.


Beberapa saat kemudian Ameera terbangun. Memegangi kepalanya yang terasa berdenyut, dan beberapa bagian tubuhnya yang terasa sakit. berusaha mengumpulkan sisa kesadarannya. Ia melihat sekeliling ruangan yang tampak asing.


Dimana ini? Aku ingat aku sedang tersesat di hutan. Tapi kenapa aku di sini?


Ameera merasakan ada tangan melingkar di perutnya. Ia menoleh dan melihat Ozan sedang tertunduk di sampingnya.


"Mas..." panggilnya sambil mengusap rambut Ozan dengan lembut. Ozan terbangun merasakan pergerakan Ameera. Ia sangat lega melihat Ameera sudah siuman. Di peluknya tubuh Ameera dengan erat, membuang segala ketakutannya.


"Kamu sudah bangun, sayang. Aku khawatir sama kamu"? Ucapnya cemas sambil menangkup pipi Ameera. Ozan mencium keningnya.


"Bagaimana aku kesini mas? Tadi aku kan kesasar di hutan" tanya Ameera yang masih bingung

__ADS_1


"Kamu jatuh ke jurang, untung kamu cepat di temukan. Kamu pingsan di dasar jurang" ucapnya sambil terus memeluk Ameera


"Terus kamu? Bukannya kamu ke bandung ya?" Melepaskan sejenak pelukan suaminya.


"Aku dapat laporan kamu hilang, makanya aku cepat menyusul ke sana cari kamu" sambil membelai puncak kepala Ameera. "Sayang, aku minta maaf, seharusnya aku tidak mengizinkan kamu ke sana. Kalau terjadi apa-apa sama kamu, aku tidak akan bisa memaafkan diriku" Ucap Ozan penuh sesal.


"Aku yang harus minta maaf, mas. Aku yang ngotot mau ke sana. Aku pasti sudah mengacaukan perjalanan bisnismu." Sesal Ameera


"Aku akan mengorbankan apapun yang aku punya untukmu" imbuh Ozan sambil meraih tangan Ameera


Ameera tersenyum, kemudian berusaha merubah posisinya yang sedang bebaring.


"Kamu mau ngapain?"


"Aku mau duduk. Capek baring terus" keluh Ameera


"Tunggu, kamu jangan banyak gerak" cegah Ozan


Tiba-tiba pintu terbuka. Tampak Indah dan Riri sudah berada di depan pintu. Karena rasa khawatirnya kepada Ameera mereka langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan Ameera meskipun sudah larut malam, saking khawatirnya dengan Ameera, mereka sampai lupa mengetuk pintu sebelum masuk, sehingga harus mendapatkan sambutan pemandangan Ozan dan Ameera yang sedang berciuman mesra. Ozan yang menyadari ada orang di depan pintu melepaskan ciumannya. Dan menoleh ke pintu. Dilihatnya beberapa gadis remaja di ambang pintu yang sedang menutup matanya dengan telapak tangan. Membuat Ozan tersenyum geli.


Wajah Ameera seketika memerah, ia menunduk malu ciuman mesranya dengan Ozan yang selama ini dia akui sebagai sepupunya kepergok teman-temannya.


"Maaf kak! Kami sudah tidak sopan, tidak mengetuk pintu dulu." Ucap Riri takut-takut


"Masuklah! " kata Ozan singkat. Mereka pun masuk ke dalam ruangan "Sayang, kamu mau makan sesuatu, nanti aku belikan" tawar Ozan


Ameera menggeleng.

__ADS_1


"Baiklah, kalau butuh sesuatu bilang, ya. Aku mau temui Ramon di depan dulu"


Ozanpun tersenyum ramah kepada teman-teman Ameera sebelum keluar dari ruangan untuk mencari keberadaan Ramon.


Sementara Ameera dan teman-temannya mengobrol di dalam kamar. Mereka benar-benar merasa lega Ameera tidak mendapatkan luka serius, kalau tidak maka habislah mereka semua. Karena Ameera hilang saat jalan-jalan bersama mereka di hutan pinus.


"Kamu jahat deh. Kenapa kamu gak bilang kalau kamu sudah menikah?" Protes Riri


"Maaf, aku gak bermaksud bohong sama kalian"


"Kenapa juga kamu harus bilang dia sepupu kamu. Kalau tau dia suami kamu, aku kan gak akan sampai mengeluhkan ketampanannya terus di depanmu. Dan membuat kamu cemburu. " ucap Indah ikut protes


Merekapun ngobrol panjang lebar mengenai kejadian tadi yang membuat panik semua orang.


"Suami kamu kalau marah serem juga ya. Tadi pas datang dia marah-marahin beberapa orang yang katanya di tugaskan mengawasi kamu di sana?" Ucap Riri


"Apa? Orang-orang yang mengawasiku?" Tanyanya bingung


Apa dia mengirim orang untuk mengawasiku? Ya tentu saja, karena itulah dia segera tahu saat aku menghilang. Batin Ameera


"Aku dengar sih begitu. Suami kamu panik banget loh. Dia ikut turun ke jurang cari kamu. Sampai tiga jam, akhirnya kamu ketemu, dia gendong kamu ke atas. Kami semua sudah ketakutan setengah mati." Indah menjelaskan panjang lebar.


Mendengar cerita dari teman- temannya, hati Ameera jadi berbunga-bunga mendengar bahwa suaminya begitu mengkhawatirkan keadaanya sampai rela ikut turun ke jurang untuk mencarinya.


Hari semakin larut, teman-teman Ameera sudah pulang. Ozan sedang memaksa Ameera makan sup asparagus kesukaan Ameera. Yang Ozan minta sebelumnya pada pelayan di rumahnya, agar mereka membuatkan untuk Ameera. Setelah makan, Ozan menyuruh Ameera tidur.


"Mas, tidur disini ya sama aku." Rengek Ameera yang meminta Ozan ikut berbaring di sampingnya. Ozan menuruti permintaan Ameera. Ia segera membaringkan tubuhnya di samping Ameera. Meskipun tidurnya harus berbagi ranjang pasien yang sempit, Ozan merasa senang karena Ameera sedang manja kepada dirinya. Sepanjang malam Ameera meminta Ozan memeluknya. Ia tidak ingin Ozan menjauh darinya sedetikpun.

__ADS_1


Tanpa Ameera sadari hatinya sedikit demi sedikit sudah mulai terbuka untuk Ozan. Sehingga Ameera lupa bahwa ia sedang berusaha membentengi hatinya agar tidak jatuh cinta pada Ozan mengingat Ozan memiliki Naura di hatinya. Ozan pun baru menyadari bahwa hatinya telah di rebut sepenuhnya oleh gadis kecil yang menjadi istrinya itu, saat dia merasa hampir gila karena Ameera tidak juga di temukan. Ozan bahkan berpikir ingin menggunduli hutan itu untuk memudahkannya mencari keberadaan Ameera. Terkadang cinta memang segila itu.


***💎💎💎💎


__ADS_2