Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Awal


__ADS_3

“Aku akan menunggu dudamu, Mas,” ucap Jenny sambil memeluk lelaki di samping Airin saat mereka masih berdiri di pelaminan hari ini.


Gadis cantik dan bohay itu menatap Airin nanar, tangannya menggenggam erat tangan suami Airin. Lelaki yang beberapa jam lalu sah menjadi suami Airin itu, pun membalasnya tak kalah mesra.


Cemburu? Tentu saja tidak.Airin tahu mereka memang telah berpacaran lama, kebetulan Ibram mengenalkan Airin pada Jenny kekasih nya saat mereka sudah resmi di jodoh kan,Ibram menjelaskan pada Airin jika dia mencintai Jenny dan tak bisa menolak perjodohan ini.


Sebenarnya Airin berpikir pernikahan seperti apa yang akan dia hadapi kedepannya, menikah dengan lelaki yang sama sekali tak mencintai nya tapi Airin juga tak bisa menolak nya di karena kan janji buyut mereka dan kedua belah pihak keluarga pun sangat menginginkan pernikahan ini terjadi tanpa tau kalau banyak hati yang terluka.


Airin sendiri juga memiliki kekasih bahkan mereka juga sudah mengukir janji untuk pernikahan tapi semua nya kandas karena perjodohan ini.


Semua tatap mata teman-teman Ibram tahu tentang perjodohan ini dan ikut mengadili Airin mereka seakan memvonis Airin lah yang menjadi perusak hubungan mereka tanpa tau jika ada hati yang juga Airin sakiti.


"Perempuan nggak punya malu.dia kan bisa menolak nya"


"Nggak punya hati,kasihan Jenny kalau begini"

__ADS_1


"Apa mungkin dia juga menyukai Ibram secara Ibram lelaki tampan dan pekerjaan nya pun oke"


"Mungkin cari hidup kali" bisik-bisik para tamu yang mengetahui kalau Ibram sudah memiliki seorang kekasih hati.


"Kamu puas sekarang?" Ibram tiba-tiba muncul dengan wajah penuh amarah, tetapi tak mengurangi ketampanannya sama sekali.


"Untuk?" tanya Airin berusaha cuek sambil menarik guling memberikan ruang untuk Ibram berbaring di tempat tidur kosong, meskipun itu mustahil bagi menurut Airin.


"Akan aku pastikan pernikahan bodoh ini nggak akan lama. Dan aku akan kembali ke Jenny!" tegas Ibram lagi penuh penekanan lalu mengambil selimut dan bantal, kemudian menggelarnya di lantai depan TV.


" Kamu tau kan kondisi mama mu bagaimana jika aku menolak bisa-bisa kumat jantung mama mu, seharusnya kamu berterimakasih kepada ku mas,bukan malah menyalahkan ku begini" lanjut Airin mulai berapi-api sementara Ibram mulai tenang dia tak membantah omongan Airin mungkin dia juga sadar kalau pihak keluarga nya lah yang lebih menginginkan Airin untuk di jadikan Istri secara Airin wanita berhijab dan sopan menurut keluarga Ibram dan yang lebih penting Airin berpendidikan sedangkan Jenny kekasih Ibram perempuan yang bekerja di kantoran bahkan pakaian yang di kenakan Jenny membuat Keluarga Ibram ilfill.


Airin menarik selimut nya dia tak peduli Ibram mau tidur di mana terserah yang jelas tubuh nya sudah lelah dan butuh istirahat saat ini.


Tak ada rutinitas malam pengantin seperti yang di harapkan pengantin baru pada umumnya justru mereka larut dalam pikiran masing-masing.

__ADS_1


***


Airin bangun dengan merenggang kan otot tangan nya dia segera membasuh muka dan berwudhu untuk segera melaksanakan sholat subuh.


"Mas...bangun,sholat" ujar Airin pelan


"Mas....bangun" ujar Airin lagi di telinga Ibram


Ibram membuka mata nya dan melihat Airin dengan mukena membuat nya kaget.


"Kamu!!!" pekik Ibram kesal


"Kalau mau sholat ya sholat saja jangan mengganggu ku" marah Ibram membuat Airin mundur,Ibram menarik selimut nya kembali lalu tidur.


Airin hanya menghela nafas panjang terserah apa yang mau di perbuat oleh suaminya ini toh dia sebagai istri sudah mengingatkan pikir Airin..

__ADS_1


__ADS_2