Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Terganggu


__ADS_3

Dikampus..


Adel sudah berada dikampus siang itu, ia diantar oleh Pak Adi seperti biasanya karena memang Kevin tidak mengijinkannya memakai taxi. Setelah turun dari mobil ia pun berjalan menuju ke kelasnya.


Adel berjalan dengan santai karena memang ia berangkat 1 jam sebelum kelas dimulai, takut seperti kemarin ia harus tergesa-gesa untuk berangkat karena jamnya sungguh sangat mepet.


Dipertengahan jalan ada seseorang yang menahan langkahnya dengan memegang pundak Adel. Sontak Adel membalikkan badan dan melihat siapa orang yang menahannya tersebut.


“Elu” ucap Adel dengan suara heran


“Hai” sapa Rey


“Hmm, ada apa?” tanya Adel singkat


“Tidak ada, gue hanya ingin nyapa lu aja” jawab Rey


“Hanya itu saja? Astaga gue kira ada hal penting. Ya sudah” ujar Adel sambil melangkahkan kakinya.


Tetapi belum sempat ia melangkahkan kakinya, tangan Adel dicekal oleh tangan Rey. Sontak Adel langsung menepis tangan Rey dengan kasar.


“Jangan pernah lo megang-megang gue” teriak Adel dengan memelototkan matanya.


“Sorry sorry, gue cuma ingin kenalan sama lu doang” ucap Rey dengan senyum


“Tapi gue gak mau kenalan sama lu” ketus Adel sambil beranjak pergi.


“Astaga tu cewek jutek amat, tapi meski jutek makin manis aja dia. Sungguh menggemaskan wajahnya” gumam Rey dalam hati


Sedangkan Adel ia melangkahkan kakinya menuju kelas dengan menggerutu kesal. Sungguh membuat mood siangnya menjadi jelek. Sesampai dikelas sudah terlihat Tyo dan Meli disana.


Meli yang melihat wajah sahabatnya tersebut kesal merasa heran.


“Lu napa Del, baru datang udah ditekuk-tekuk tu wajah” tanya Meli


“Gue kesel, noh ada mahasiswa baru gak punya malu minta kenalan sama gue, sampai megang tangan gue segala” ujar Adel kesal


“astaga berani sekali tu cowok, divisi apa emang dia?” tanya balik Tyo


“Gak tau dan gue gak mau tau, gak penting. Udah gak usah mikirin dia” ketus Adel.


Ketiganya pun akhirnya berbincang-bincang sambil diselingi candaan ringan sampai dosen yang mengajar datang.


Setelah jam mata kuliah selesai, ketiganya langsung berjalan menuju taman belakang kampus. Karena memang tempat paling nyaman mereka bertiga adalah disana. Saat hendak menuju kesana, lagi-lagi Adel bertemu dengan Rey.


Rey yang melihat Adel pun begitu senang, Rey langsung berjalan menghampiri Adel.


“hai” sapa Rey


Adel yang mendengar sapaan Rey pun tak menggubris dan dia langsung beranjak dari tempatnya. Sedangkan Tyo dan Meli melihat ke arah Rey dengan tatapan tidak senang. Rey juga heran kenapa dua orang yang bersama wanita itu seperti tidak menyukai nya.


“Kalian kenapa, liat muka gue segitunya?” tanya Rey


“Gue ingetin ya sama lu, jangan pernah ganggu Adel lagi mulai sekarang” ketus Meli


“Memangnya kenapa? Apa hak kalian ngelarang gue” suat Rey


“Hak kita karena dia sahabat kita, dan siapa aja yang buat Adel gak nyaman bakalan berurusan sama kita. Lu ngerty?” ancam Tyo sambil pergi meninggalkan Rey yang mematung.


“Astaga sepertinya mereka memang sudah sangat cocok, jutek banget tapi juteknya tu cewek bikin gue makin penasaran” gumam Rey dalam hati


Dilain sisi..


Adel, Meli dan Tyo sudah sampai di taman belakang kampus.


“Tu orang ganggu mulu, males gue” kesal Adel


“Lu bener del, tu cowok gak bisa dibilangin banget” ketus Meli


“Udahlah biarin yang penting dia gak kelewat batas, kalau udah kelewat batas kita cincang-cincang tu orang” kata Tyo sambil menggoda kedua temannya.

__ADS_1


Adel dan Meli yang mendengarkan pun tertawa terbahak-bahak.


“Hahahha habis di cincang kita bagi ke kolam buaya” saut Adel sambil tertawa


“Lu bisa aja Del” saut Meli.


Ketiganya pun bercanda ringan di taman, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap mereka dari kejauhan.


“Kalau ketawa gitu makin manis aja dia” gumam lelaki itu yang tak lain adalah Rey.


Rey masih memperhatikan dari kejauhan, sungguh ia merasa kagum dan suka pada Adel sejak pertama bertemu. Tapi ia tidak tau jika Adel sudah menikah. Sepertinya Rey akan terus mengejar Adel sampai Adel menjadi miliknya. Rey tidak menyadari jika ia berurusan dengan Adel maka ia juga berurusan dengan Kevin.


-*****-


Di hotel..


Kevin sudah bersiap siap ia berencana akan pulang sekarang untuk menebus kesalahannya pada istrinya tersebut. Setelah semua barangnya beres ia langsung merogoh ponsel dan menghubungi Rudi.


“Lo udah siap?” tanya Kevin dari balik ponsel


“Udah, gue udah siap yuk check out” saut Rudi


Setelah keduanya mematikan sambungan telfon, mereka langsung beranjak keluar dari kamar. Setelah itu mereka langsung berjalan menuju lobby hotel. Ternyata di lobby sudah ada Sheirin disana. Sepertinya ia mau masuk hotel juga.


“Kalian mau kemana?” tanya Sheirin


“Pulang” jawab Singkat Kevin


“Loh bukannya masih besok ya kamu pulang ta?” tanya Balik Sheirin.


“Gak jadi, gue udah kangen sama istri gue dirumah” lirih Kevin


Sheirin yang mendengar ucapan Kevin pun menjadi kaget.


“istri?” tanya Sheirin dengan terkejut.


“Kapan kamu nikah ta?” tanya Sheirin lagi


“Beberapa bulan yang lalu” jawab Kevin


Sheirin yang mendengar seperti tertanam duri tajam dihatinya. Ia begitu sakit sekaligus terkejut karena lelaki yang ia cintai sudah menikah.


“jika kamu sudah tidak ada kepentingan, kita mau pergi” ucap Rudi


Sheirin tidak menjawab, dan akhirnya Kevin dan Rudi pergii meninggalkannya. Melihat Kevin yang acuh padanya, Sheirin merasa geram. Rasanya tidak adil untuknya.


“Aku akan merebut hatimu kembali Ta, aku yakin kamu masih cinta sama aku. Dan kamu pasti terpaksa menikahi istrimu untuk bisa melupakanku. Aku pasti akan mencari informasi tentangmu” gumam Sheirin dalam hati.


-***-


Dibandara ....


Kevin dan Rudi langsung melakukan bording pass karena memang pesawat mereka hendak berangkat. Setelah selesai mereka langsung berjalan menuju pesawat yang akan membawa mereka pulang.


Kevin sudah menyiapkan kejutan sederhana untuk menebus kesalahannya kepada istri tercintanya. Ia sunggu menyesal kemarin telah mengabaikan istrinya tersebut. Sungguh rasanya begitu sakit ketika ia mendengar istrinya menangis karenanya.


Setelah beberapa jam, akhirnya pesawat yang mereka tumpangi telah sampai di tujuan mereka. Kevin dan Rudi pun sudah berada didalam mobil menuju rumah mereka.


“Rud, mampir ke toko bunga dulu oke” ajak Kevin


“Mau ngapain lu?” tanya Rudi


“Ya beli bunga masak iya beli baju gue, dasar bodoh” ketus kevin sambil menggeplak kepala temannya tersebut.


“Astaga, lu sekarang romantis ,kemarin bikin nangis. Dasar “ saut Rudi dengan nada mengejek


“Sialan ku, kemarin gue sumpah ya kasihan juga sama dia ,terus juga bayangin aja gue dulu sayang banget sama dia ,sudah lama gak ketemu dan baru kemarin ketemu jelas gue masih terkejut dan khilaf. Sorry” ujar Kevin sambil menunduk


“Hahha lu jadi bucin jadinya bisa bilang maaf” ejek Rudi

__ADS_1


“Sialan, awas aja lu. Gue doain lu cepet dapet cewek terus jadi bucin” Ejek balik Kevin


“Hahah sayangnya gue jomblo” ledek Rudi


“Hati-hati lu, udah tua entar jadi perjaka tua. Amit amit deh” seru Kevin


“Shit. Sialan dasar ***** “ umpat Rudi.


Akhirnya mereka sambil berbincang-bincang mereka pun menoleh kanan kiri untuk mencari toko bunga. Setelah melihat toko bunga, Rudi langsung membelokkan mobil dan memberhentikan mobil didepan toko tersebut. Setelah membeli bunga mawar merah akhirnya Kevin dan Rudi melajukan mobilnya ke rumah Kevin.


Sesampai dirumah Kevin, dengan semangat dia masuk kerumah disambut oleh Bi Ira dan Bi Ani.


“Selamat datang Tuan” sapa Bi Ira dan Bi Ani.


Kevin hanya tersenyum dan ia hanya terfokus untuk mencari istri tercintanya.


“Adel kemana bi?” tanya Kevin


“Nona Adel masih belum pulang tuan” ujar Bi Ira


“Ini sudah jam 3 sore” gumam Kevin sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


“Apa tuan butuh sesuatu?” tanya Bi Ira


“Tidak bi, saya akan kekamar” ucap Kevin sambil beranjak ke kamar utama.


-******-


Di kampus.


“Yuk pulang” ajak Adel


“Yuk” serempak Tyo dan Meli


Akhirnya mereka bertiga berjalan ke arah parkiran. Adel langsung menghampiri mobil Pak Adi dan langsung menuju rumahnya.


Setelah sampai dirumah ..


Adel langsung berjalan gontai menuju kamarnya, rasanya hari ini begitu lelah ditambah dengan adanya lelaki penggangu membuat moodnya terasa rusak. Ia berjalan menuju kamar utama.


Sesampai dikamar utama, ia membuka pintu dan terlihat kamarnya gelap.


“Kenapa jadi gelap begini, sepertinya tadi tirai aku buka dan lampu aku hidupkan. Kenapa sekarang jadi tertutup. Padahal Bibi kan gak tak kasih ijin masuk kamar” gerutu Adel sambil mencari tombol lampu di dinding kamar. Setelah lampu hidup terdengan teriakan dari belakangnya.


“Surprisee.....” teriak seorang laki-laki yang tak asing bagi Adel.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah..biar author makin semangat uploadnya🤗


jangan lupa di favorit juga biar gak ketinggalan**.

__ADS_1


__ADS_2