
Tok tok tok
“Masuk” suara Adel menyaut
Ceklek
“Assalamu...” belum selesai ia mengucapkan salam matanya sudah melotot melihat lelaki yang tak jauh dari pandangannya
Hah kenapa harus bertemu dengan dia, sejujurnya ia ingin sekali menjauh dari lelaki menyebalkan ini tetapi mau bagaimana lagi sepertinya takdir akan selalu mempertemukan mereka.
Tanpa memperdulikan kehadiran lelaki itu, Meli masuk lalu menghampiri Aqila yang duduk bersama Axel.
“Halo sayang, gimana kabar kamu” ujar Meli dengan tersenyum
“Hy kak Mel, Udah baikan kok kak. Kakak sendiri gimana kabarnya?” Aqila bertanya balik
“Kakak juga baik sayang” saut Meli lalu beralih menatap Axel. “Axel sendiri gimana?” tanya Meli pada adik dari sahabatnya itu.
“Sehat dong kak, hehhe” menjawab sambil cengengesan
“Kamu itu ya tetep aja gini” ujar Meli dengan geleng-geleng kepala
“Hahha memang kenapa sama aku kak? Ganteng yah” ujar Axel dengan menyisir rambutnya kebelakang.
“Oh ya ampun, kenapa kamu sekarang kepedean. Ketularan siapa kamu pedenya Xel?” perempuan cantik itu masih menatap Axel tak percaya
“Hahahaha tuh” menunjuk lelaki yang sedang duduk
Meli mengikuti telunjuk Axel itu dan matanya membulat ketika menyadari siapa yang Axel masuk.
“Hah, pantas saja GR mu langsung tinggi” seru Meli
Rudi yang mendengar pun mendengus kesal pada Meli.
“Namanya aja Laki pantas ganteng lah” celetuk Rudi tiba-tiba
“Ya memang tapi kalau penyakit GR nya ketinggian gak baik juga” dengus Meli
“Sudah-sudah” lerai Adel
“Kemarilah Mel, aku kangen kamu” rengek Adel dengan merentangkan tangannya
Meli berjalan cepat menuju sang sahabat lalu menyambut pelukan sahabatnya itu.
“Aku juga kangen kamu loh, aku kesepian di kampus” seru Meli dengan melepaskan pelukannya.
“Kan sudah ada Rey sama Tio” ledek Adel
Wajah Meli sontak memerah saat mendengar nama Rey. Ia jadi teringat ketika Rey mencium punggung tangan Meli.
Flashback On
“Mel” panggil Rey
Meli yang sedang berjalan menuju kelasnya sontak berhenti dan menatap ke arah belakang. Senyum nya mengembang saat melihat lelaki dibelakangnya tersebut.
“Rey” cicit Meli
“Nanti pulang kampus bareng aku yah” ajak Rey
Sontak Meli langsung mengangguk setuju. Bukannya ia wanita gampangan yang mau diantar oleh lelaki tetapi karena memang Meli harus irit dengan uangnya, ya meski Rudi selalu mentranfer uang padanya akan tetapi ia malu jika harus meminta terus.
Hitung-hitung mengirit uang untuk ongkos pulang jadinya ia menerima diantar Rey.
__ADS_1
“Oke, tapi nanti aku pulang jam 1 Rey” seru Meli
“Sama kok Mel, jadi nanti aku jemput didepan kelas kamu yah” ujar Rey
“Iya” jawab Meli
“Ya udah sana masuk” pinta Rey
“Iya aku masuk dulu yah, bye” melambai tangan kearah Rey dengan tersenyum.
“Bye” membalas melambai tangan lalu berbalik menuju kelasnya.
Dan benar saja, ketika Meli baru keluar dari kelasnya terlihat Rey sedang menunggunya di kursi depan kelasnya.
“Hy” sapa Meli
“Hy Mel, ayo” ajak Rey dengan menarik tangan Meli
Mengikuti langkah Rey, Meli masih menatap tangan yang digenggam oleh Rey. Kenapa hatinya merasakan tak terima jika tangannya dipegang oleh lelaki lain. Bukannya biasanya juga ia diam saja.
“Lepasin Rey, banyak yang liatin” cicit Meli dengan menunduk.
Rey sendiri menatap kanan kiri dengan sorot mata tajam. Sejujurnya ia juga merasakan orang-orang memperhatikan mereka. Tetapi bukan namanya Rey jika tak acuh.
“Udah biarin aja, jangan mikir orang lain” seru Rey
“Iya” menjawab dengan mengangguk.
Sesampai di parkiran Keduanya langsung masuk ke mobil Rey. Selama perjalanan keduanya terlihat bercanda riang dan mengobrol sesuatu yang seru. Terlihat jelas diwajah Meli yang berseri.
Beberapa menit kemudian Mobil Rey telah sampai didepan kos Meli. Sebelum turun Rey memegang tangan Meli.
“Boleh aku mencium punggung tanganmu?” ujar pelan Rey
Sontak pipi Melu memerah malu. Tetapi tetap wanita itu mengangguk.
Cup
Deg deg deg
Jantung keduanya berdetak kencang.
Flashback Off
“Ehem” deheman Kevin membuyarkan lamunan Meli.
“Ciyee yang mikirin Rey yah” masih dengan mode meledek, Adel bahkan ikut tersenyum.
“Kamu apa sih Del, malu tau” dengus kesal Meli
“Hahahha udah tenang aja” ujar Adel menyakinkan
“Udah jangan bahas Rey” masih dengan wajah memerah.
Berbeda dengan Rudi, lelaki itu sedari tadi mengepalkan tangannya tak suka.
Memang nya siapa dia?
Berhak memprotes Meli?
Untuk apa?
Bahkan mereka berdua tak ada hubungan spesial hanya hubungan menguntungkan saja. Rudi membantu Meli dan Meli menemani Rudi makan atau menemani lelaki itu ke pesta tak lebih.
__ADS_1
Tetapi kenapa hatinya merasa sakit ketika perempuan itu bersama lelaki lain. Bahkan Rudi tak rela jika wanita itu tersenyum untuk lelaki lain. Tetapi balik lagi hubungan mereka berdua apa?
Jadi Rudi memilih diam menahan amarah dan sakit hatinya itu. Karena ia belum bisa meyakinkan hatinya tersebut.
Kevin yang melihat tingkah Rudi sedari tadi pun menahan tawa. Kevin sendiri sejujurnya tau jika lelaki yang merupakan sahabatnya itu menyukai sahabat dari istrinya. Tetapi Kevin yakin Rudi belum menyadari perasaan itu.
“Ehemm ada yang cemburu nih” sindir Kevin dengan menatap melalui ekor matanya pada lelaki yang duduk di sofa sebelahnya itu.
Adel yang mendengar akhirnya menatap suaminya.
“Siapa yang?” tanya Adel
“Coba liat yang” seru Kevin dengan memberi kode melalui ekor matanya.
Sama seperti Adel, Meli pun mengikuti ekor mata Kevin dan akhirnya kedua perempuan itu menatap Rudi yang sedari tadi diam.
“Ada apa? Kenapa kalian menatapku” dengus Rudi
“Huh dasar pemarah. Awas cepet tua lohh” sindir Meli
“Apaa!!! Tua” melotot tajam ke arah Meli
“iya tua. Kan lo marah-marah mulu” seru Meli
“Awas aja lo yah” dengus kesal Rudi
Meli hanya mengedikkan bahu acuhnya lalu menatap Adel.
“Lo gak mau kuliah lagi?” tanya Meli
“Entah” saut Adel
“Kak Kevin bolehin lah Adel kuliah yah” pinta Meli”
“Kalau aku terserah istriku yang cantik ini” mencium pipi Adel
“Oh astaga kenapa kalian menodai mata suciku” seru Meli dengan menutup mata
“Halah ngapain ditutup, umur udah tua” seru Rudi
“Hehhhh ya dirimu yang tua bukan aku wlekkk” menjulurkan lidahnya kearah Rudi
“Oh astaga seperti anak kecil saja” ejek Rudi
“Biarin daripada lo. Perjaka tua wlekk” seru Meli tak kalah mengejek
“Gue masih muda yah” kesal Rudi
“Jangan marah inget entar cepet tua hahahah” Meli tertawa terbahak diikuti semua orang disana.
Melihat wajah Rudi yang sudah merah padam menahan kesal membuat semua yang diruangan tersebut tertawa.
--*--
Mohon maaf yah kemarin author gak bisa update karena sikecil rewel seharian. Jadi author usahain hari ini up 2 episode yah.
Ayo jangan lupa VOTE yah. Biar author makin semangat. VOTE KOIN/POIN sama aja loh author terima.
Biar Author makin semangat menyelesaikan Cerita ini.
Untuk Cerita Aqila, Author sudah punya kerangkanya tinggal ketik aja heheh. Mungkin dicerita Aqila lebih menonjolkan ketegaran, Kekuatan, Pengorbanan, Perjuangan, Pengkhianatan, Mengiklaskan dan Akhirnya kejutan heheh.
Penasaran gak sama cerita cinta Aqila. Author pengennya mau bikin judul " Aqila Love Story " Kalian setuju gak?
__ADS_1
Kasih saran yah!!"