
“Surprisee.....” teriak seorang laki-laki yang tak asing bagi Adel.
Adel yang melihat lelaki yang begitu ia rindukan berada dibelakangnya dengan membawa bunga langsung senyum merekah.
“Ya allah mas, untung aku gak ada penyakit jantung” saut Adel sambil mengelus dadanya.
“Ahh istri sayangku, i miss you” ujar Kevin sambil mendekat dan meretangkan tangannya bersiap memeluk.
“I miss you too babe” ucap Adel sambil mendekat dan menerima pelukan hangat suaminya
Keduanya berpelukan cukup lama dan akhirnya Adel melepaskan pelukannya terlebih dahulu sambil menyipitkan kedua matanya ke arah suaminya.
“Mas kenapa pulang sekarang? Bukannya masih besok yah?” tanya beruntun Adel.
“Emang mas gak boleh pulang sekarang? Apa kamu betah jauh dariku?” tanya Kevin dengan sinis
“Bukan begitu mas, aku kaget aja mas bisa pulang secepat ini. Jangan bilang seperti itu, ditinggal sebentar saja aku gak betah apalagi lama” saut Adel dengan wajah sendu.
“Aku pulang cepet karena sudah tidak kuat menahan rindu sayang” ujar Kevin sambil memeluk istrinya kembali.
“Oh begitu mas, ini bunga untuk siapa?’ tanya Adel setelah melepaskan pelukannya dan menunjuk ke arah bunga yang dipegang Kevin.
“Ini untukmu sayang” jawab Kevin sambil menyodorkan bunga itu.
“Serius mas? Bagaimana mas tau kalau aku suka bunga?” Tanya Adel
“Iya serius sayang, ya tau lah kamu itu istri mas jadi mas tau pasti” jawah Kevin dengan membusungkan dadanya.
“Uhhh suami aroganku angkuh tapi aku sayang” ujar Adel sambil mencubit pipi suaminya.
“uhh sakit babe, daripada dicubit kau cium saja” goda Kevin
“Sini sini nak” saut Adel sambil memanyun-manyunkan bibirnya.
Kevin yang melihat gemas istrinya sedang memanyunkan bibirnya, langsung ia mendekat dan ******* bibir Adel. Sedangkan Adel yang menerima balasan lumatan yang menggairahkan akhirnya melepaskan ciuman itu.
“Mas ini masih sore, nanti malam aja yah” pinta Adel
“Aku sudah rindu denganmu sekarang, sekarang saja ya sayang” rengek Kevin
Melihat suaminya yang manja seperti itu akhirnya Adel pun luluh dan menjadikan sore itu dengan berakhir nya ranjang panas diantara mereka.
-******-
Disisi lain
“Bagaimana apa kalian sudah mendapatkan infonya?” tanya wanita cantik yang sedang duduk bersantai disebuah apartemen dengan ditemani sebuah botol wine.
“Sudah nona, tadi pesuruh saya telah mengikuti sebuah mobil yang telah anda beri tau dan benar tuan turun kesana dan memasuki rumah tersebut” jawab seorang lelaki dari seberang.
“Baiklah ,terus awasi mereka terutama istrinya” saut Wanita cantik dan sekaligus mematikan sambungan telfon mereka.
Setelah mematikan telfon, wanita itu senyum menyeringai.
“Tunggu saja tanggal mainnya sayang, kau akan kembali kedalam pelukanku” ujar wanita itu sambil meneguk wine ditangannya.
Setelah menghabiskan 1 botol wine, akhirnya si wanita tersebut yang tak lain adalah Sheirin ia langsung berjalan melenggang ke arah pintu apartemen. Ia beranjak keluar dan turun ke lobby apartemen itu. Ia keluar dan menuju keparkiran untuk mengambil mobilnya.
“Sepertinya aku harus mencari hiburan, sebelum aku mulai beraksi nanti” ujar Sheirin sambil tersenyum tipis.
Ia masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke sebuah gedung apartemen yang jaraknya 20 menit dari gedung apartemen miliknya.
Sebelum ia keluar dari mobil, ia merogoh ponselnya dan melakukan panggilan telfon.
“Kau dimana?” tanya Sheirin
...........
“Baiklah tunggu disana, aku sudah berada didepan apartemenmu” ujar Adel langsung mematikan telfon dan keluar dari mobil.
Ia berjalan bak seorang ratu, melenggak-lenggokkan dirinya dan menebar pesona kepada semua mata yang melihat dan langsung memasuki lift.
Lift bergerak dan terbukalah pintu itu, Sheirin menyusuri lorong tersebut dan berhenti di sebuah pintu apartemen. Ia langsung memencet bel berkali-kali.
Dan langsung terdengar seseorang membuka pintu.
__ADS_1
Ceklekkk
“Masuklah” ajak seseorang dari balik pintu.
Sheirin langsung melenggang masuk ke apartemen itu dan duduk di sofa, sedangkan sang pemilik apartemen menutup pintu dan menyusul Sheirin yang sudah duduk.
“Ada apa?” tanya seseorang itu yang tak lain adalah teman kerja Sheirin sewaktu mereka masih 1 tempat model.
“Kau sedang sibuk tidak sekarang?” tanya balik Sheirin.
“Tidak, jika aku sibuk pasti aku tidak akan menerimamu disini” jawab Ketus wanita tersebut.
“Hahhaha kau masih tak berubah yah” tawa ledek Sheirin
“Seperti itulah, dan jawab kenapa kau kemari?” tanya sinis wanita tersebut.
“Aku ingin bercerita padamu dan meminta bantuan mu sedikit” ujar Sheirin
“Bantuan apa?” tanya serius wanita itu.
Ya wanita itu adalah Siren. Ia adalah teman sekolah SMA Kevin dan Sheirin, sekaligus dia sahabat karib dengan Sheirin. Hingga mereka berdua bekerja disalah satu agensi model yang sama. Dan itu yang membuat hubungan mereka sampai saat ini baik-baik saja.
Bahkan keduanya saling membutuhkan dan saling membantu. Sheirin dan Siren seperti perangko dan surat. Tidak bisa dipisahkan karena memang hubungan mereka sudah dianggap saudara antara satu dengan yang lainnya.
Kembali ke percakapan mereka oke, hehhe Author kasih sedikit penjelasan siapa Siren biar pada gak bingung😁😁
“Aku ingin merebut kembali hak ku yang sudah diambil orang” ucap Sheirin
Siren yang mendengarkan pun menautkan salah satu alisnya dan menela’ah apa yang dibicarakan sahabatnya tersebut.
“Maksutnya?” tanya Siren
“Kau ingat Kevin dikta?” saut Sheirin
“Ya aku ingat, dia kan kekasihmu” ujar Siren dengan polosnya.
“Tapi itu dulu, sekarang kita sudah putus. Dan dia sudah menikah dengan wanita lain” ucap Sheirin sambil meremas rok nya
“What!! Menikah” seru Siren
“Tapi dengan siapa? Setauku Kevin mencintaimu tapi kenapa sekarang dia berpaling?” tanya Siren
“Entahlah untuk itu aku masih meminta seseorang memata-matai wanita itu” ujar geram Sheirin
“Astaga, sunggu berita heboh seperti ini. Lelaki tampan dan kaya yang katanya mencintai seorang wanita dan tidak mau ditinggal akhirnya sekarang sudah menikah dengan wanita lain” jawab Siren sambil menepuk kedua tangannya.
“Apa yang kau lakukan? Apa ada suatu kebanggaan hingga kau tepuk tangan?” seru Sheirin sambil melototkan matanya pada Siren
“Tidak ada, terus apa rencanamu sekarang?” ujar Serin
“Aku masih belum tau” jawab Sheirin sambik tersenyum tipis.
“Seius? Aku tau kau Shei, dan kau wanita ambisius. Kau akan melakukan apapun untuk mendapatkan sesuatu.” Ujar santai Siren.
Sheirin yang mendengarkan itu hanya tersenyum miring. Dan disambut senyuman miring dari Siren.
“Hahahaha kau sudah mengenalku sayang, jadi aku tidak perlu menjelaskan kan?” ucap Sheirin menyeringai.
Keduanya pun akhirnya hanyut dalam perbincangan ringan di apartemen itu.
-*****-
Kembali di kamar seorang pasutri yang terlihat kelelahan karena habis memadu kasih.
Adel yang tidur sambil memeluk suaminya itu akhirnya mengerjapkan matanya, ia melihat langit sudah menggelap menandakan hari sudah malam. Ia menatap jam yang berada dinakas, jam menunjukkan pukul 18.30 .
“Astaga sudah malam?” pekit kaget Adel yang menyebabkan Kevin telah bangun.
“Kenapa sayang raut wajahmu terlihat terkejut?” tanya Kevin yang terbangun karena suara Adel.
“Itu mas” tunjuk Adel kearah luar kaca yang memperlihatkan awan berubah gelap.
“Sudah malam? Ayo makan” ajak Kevin yang menjadikan Adel sedikit kesal.
“Huftt gara-garamu akhirnya aku tidak bisa memasak sayang” ujar Adel lirih
__ADS_1
“Biarlah biar kau diam saja. Kau sudah kuperingatkan jangan bekerja tapi tetep kekeh kerja” sinis Kevin
“Hufttt” adel menghela nafas dan dibuangnya secara kasar.
“Aku terbiasa dirumah sayang, aku bukan wanita manja” sambung Adel
“ Ya aku tau sayang, ya sudah segera mandi. Aku ingin makan malam diluar bersamamu” ucap Kevin
“Baiklah” Ucap Adel.
Adel sudah tidak bisa membantah perkataan suaminya tersebut. Karena memang Kevin orang yang tidak suka dibantah. Adel langsung melenggang ke kamar mandi dan diikuti Kevin. Keduanya melakukan ritual mandi bersama.
Setelah berdandan keduanya keluar dari rumah menuju mobilnya. Kevin melajukan mobilnya dan membelah jalanan malam yang agak padat tersebut. Hanya butuh waktu 30 menit mobil yang mereka tumpangi berhenti disebuah restoran mewah.
Keduanya turun dengan bergandengan tangan dengan senyum merekah diwajah Adel. Ia merasa senang jika suaminya tersebut mengajak dinner berdua diluar. Anggap seperti kencan dipikiran Adel.
Kevin sudah memesan tempat dan ia membantu menarik kursi untuk istrinya dan kemudian dia mendudukkan dirinya dikursi setelah istrinya duduk juga.
Pelayan berjalan ke meja mereka dan memberikan buku menu. Setelah memesan mereka menunggu makanan yang ia pesan. Pelayan datang dan memberikan makanan yang mereka pesan dan manata di atas meja. Keduanya pun melaksanakan makan malam dengan romantis. Sesekali mereka bertukar makanan dengan menyuapi satu dengan yang lainnya.
Hingga terdengar suara wanita yang berdiri disamping kursi Kevin dengan menepuk pundak Kevin.
“Dikta, kita bertemu kembali” ucap wanita tersebut dengan senyum menyeringai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.Mohon maaf ya readers setia novel ini, kemarin author gak sempet up soalnya dirumah padam jadinya sinyalnya gak maksimal.
.
.
.tapi author usahain bisa up lebih banyak bab yah.
.
.
.
.
.
.
. Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya biar author makin semangat nih.
.
__ADS_1
.Dan jangan lupa favorit biar gak ketinggalan ceritanya. oke😚