
Hari-hari calon mama muda pun dilewati dengan berolahraga seperti jalan kaki setiap hari. Senam ibu hamil dan melakukan pel jongkok. Ya khusus mengepel jongkok itu adalah usulan dari Mama Angel. Karena memang kalau orang jaman dulu bilang kalau orang ngepel jongkok pas hamil tua biar so bayi posisinya pas dan cepet turun. Begitu sih menurut pendapat orang dulu.
Adel pun melakukan semua itu dengan senang. Karena memang ia juga menginginkan melahirkan normal. Jadi ia akan banyak berjalan dan melakukan kegiatan agar ia bisa lahir normal.
Pagi ini Adel sudah bersiap dengan celana ibu hamil dan kaos longgar menutup sampai pinggul. Perut membuncitnya pun sudah terlihat jelas. Hingga kegiatan Adel berhenti dengan sebuah tangan kekar yang memeluknya dari belakang.
“Mommy sudah siap?” tanya Kevin dari belakang
“Sudah sayang” jawab Adel dengan mengusap tangan sang suami
Kevin membalikkan tubuh istrinya dan menatap nya penuh cinta. “Ayo kita jalan” ajak Kevin
Adel mengangguk lalu ia menggandeng tangan sang suami. Keadaan rumah masih sepi. Bagaimana tidak sepi waktu masih pukul setengah 5 pagi. Dan mungkin hanya pelayan yang akan terjaga untuk melakukan kegiatannya.
“Kalau capek bilang yah” kalimat ini akan selalu diucapkan Kevin ketika mereka akan jalan pagi.
“Pasti sayang jangan khawatir” jawab Adel tersenyum
Keduanya berjalan mengelilingi perumahan Rumah Kevin. Hingga cahaya matahari terbit senyum merekah Adel menyapa sinar matahari yang muncul.
“Semoga kamu lahir dengan selamat sayang, lalu kita akan melihat matahari terbit bersama dengan mommy dan daddy” mengelus perutnya penuh sayang
Kevin yang mendengar pun ikut senang dan mengelus perut istrinya juga. “Anak Daddy pasti kuat ya kan, Daddy doakan baby sama mommy lahiran selamat dua-duanya” ujar Kevin penuh cinta
Adel tersenyum ia sangat bersyukur bahwa sang suami sungguh sangat mencintainya. Sangat memperdulikannya dan sangat menjaga hatinya.
“Aamiin Daddy, semoga Allah mendengar doa daddy” ujar Adel dengan suara seperti anak kecil
Kevin tersenyum lalu mencium pelipis sang istri. Mereka bergandengan tangan menatap matahari terbit. Setelah puas keduanya melanjutkan jalan pagi mereka. Sekarang Adel akan mengelilingi taman komplek diperumahannya. Jalan ke kanan dan kekiri. Sambil bersenandung dan mengusap perutnya Adel berjalan dengan hati-hati.
Kevin menatap sang istri dari kursi taman karena ia juga melakukan gerakan otot dan perut. Melihat sang istri mengusap peluh didahinya membuat Kevin menghampiri sang istri dengan sebotol air putih.
“Minum dulu sayang” pinta Kevin
Adel tersenyum, “Makasih sayang”
“Apapun untukmu. Samasama” ucap Kevin
Adel mulai melanjutkan jalan-jalannya kembali hingga ajakan sang suami ia iyakan.
“Pulang ya sayang sudah jam setengah 7 kamu pasti lelah” ajak Kevin
“Iya mas ayo”
Sejujurnya bukan karena lelah Adel menerima ajakan sang suami tapi ia sudah tak tahan dengan sakit pinggangnya. Yah selama hamil memang Adel kebanyakan sakit pinggang. Tetapi ia tak pernah mengeluh karena Dokternya pun bilang bahwa itu wajar.
---*---
Sesampainya dirumah..
Adel duduk berselonjor dan Kevin sendiri ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk sang istri.
“Ini sayang” menyodorkan segelas teh hangat
“Hmmm romantisnya. Makasih sayangku” mengecup singkat bibir Kevin
Anggap saja ciuman itu sebagai hadiah untuk suaminya. Karena memang suaminya akhir-akhir ini lebih banyak dirumah untuk menemaninya. Dan juga suaminya juga jarang tertidur malam karena keinginan Adel yang ini itu.
Setelah kandas segelas teh. Adel mengajak Kevin ke kamar. Itu pun dijawab anggukan bahagia oleh Kevin. Adel mengambil dua handuk dan berjalan menuju kamar mandi bersama Kevin. Ritual mandi bersama sudah dirutinkan ketika Adel hamil. Kata Kevin agar ia bisa menjaga istrinya. Takut terjatuh dan takut kenapa-napa, yah namanya aja calon papa muda pasti khawatir ya kan.
30 menit setelah mandi, Adel keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan terlihat makanan sudah tersusun rapi. Dan satu persatu orang rumah pada keluar dan berjalan menuju meja makan. Adel mengernyitkan dahinya ketika melihat kedua adiknya berada dirumah.
Sekarang hari apa?
__ADS_1
Apa hari ini libur?
Adel perlahan mendekat ke meja makan. Mama Nora yang melihat tersenyum manis.
“Selamat pagi menantu mama” sapa Mama Nora
“Pagi juga mamaku sayang” mencium kedua pipi Mama Nora dan Adel menghampiri sang mama tercinta yang terlihat lebih sehat dan badannya menggemuk.
“Pagi mamaku sayang” mencium dahi dan pipi Mama Angel
“Pagi juga anak mama” saut Mama Angel dengan tersenyum
Lalu semua orang mulai duduk dikursi dan Kevin pun ikut bergabung dengan duduk disamping istrinya.
“Mas mau makan apa?” tanya Adel menawari
Kevin melihat menu masakan satu-satu. Dan beralih menatap sang istri.
“Terserah kamu sayang” saut Kevin
“Loh tumben mas, apa mas gak ada yang suka sama masakannya?” tanya Adel
Kevin menggeleng, “Aku ingin makan sepiring berdua” ujar Kevin
Adel tersenyum kecil “Baiklah sebentar”
Adel mulai mengambil makanan dan meletakkan dipiringnya setelah selesai ia mencuci kedua tangannya terlebih dahulu lalu mulai menyuapkan makanan pertama ke mulut suaminya.
“Makasih sayang. Masakannya lebih terasa enak karena menggunakan tangan indah mu” gombal Kevin
“Cihhh usstt udah makan dulu jan ngegombal pak” goda Adel
“Baiklah bu bos” patuh Kevin
Baru saja menghabiskan setengah makanan dipiring lalu tiba-tiba Adel mengaduh.
“Kenapa sayang? Apanya yang sakit?” tanya Kevin dengan wajah khawatir.
Semua orang pun menatap Adel dengan wajah tak kalah cemas.
“Perutku sakit mas” jujur Adel
Ya Adel merasa perutnya sakit dan seperti ada dorongan didalam perutnya. Dengan sekejap Adel sudah berada digendongan Kevin dan semua orang mengikuti Kevin.
Papa Radit sudah berteriak meminta supir menyiapkan mobil untuk mereka semua. Kevin segera masuk dan memangku istrinya bersama Mama Angel.
“Cepetan pak” teriak Kevin di mobil
“Sakit mas shhhh” desis Adel dengan memejamkan matanya ketika sakit itu kembali.
“Nak ikuti mama, tarik nafas dan buang perlahan” tutur Mama Angel lembut.
Adel mengikuti arahan sang mama. “Jika sakitnya datang tetap ikuti apa kata mama dan jangan lupa istigfar dan berdzikir sama allah” ujar Mama Angel mengingatkan
Adel tersenyum dan menitikkan air mata. Ia selalu merasa tenang ketika ada mamanya disaat ia sakit. Mamanya paling bisa untuk menenangkan hatinya ketika ia takut.
“Mama jangan kemana-mana yah” ujar pelan Adel
Mama Angel hanya mengangguk.
“Awww mas sakit nya datang lagi” ujar Adel dengan dahi berkerut ketika sakit itu kembali menyerang.
“Pak cepet pak” ujar Kevin pada supirnya.
__ADS_1
“Kevin tenang sayang, kamu harus tenang dan menenangkan Adel juga” Mama Angel mengingatkan.
Seketika Kevin tersadar. “Astagfirullah maafin mas sayang. Kamu kuat kamu pasti bisa mommy” Kevin mulai menyemangati.
Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai dirumah sakit milik Keluarga Raharja. Semua Dokter sudah menunggu didepan. Kevin membopong istrinya dan meletakkannya diranjang yang tersedia.
Kevin membantu mendorong brangkar istrinya sambil memegang tangan Adel. Sesampai diruangan Dokter membawa brangkar masuk dan berhenti sejenak.
“Biarkan saya masuk” ujar Kevin dengan nada dingin.
Perawat ingin menawarkan tetapi ternyata Kevin lebih bicara terlebih dahulu hingga akhirnya perawat mengangguk. Lalu Kevin ikut kedalam.
“Bagaimana Dokter Tia?” tanya Kevin setelah Dokter Tia memeriksa istrinya.
“Masih pembukaan pertama tuan” Dokter Tia menjelaskan.
“Tetapi kenapa istri saya sudah kesakitan Dokter?” tanya Kevin tak sabaran.
“Ya karena memang itu sudah wajar tuan. Nanti semakin naik pembukaan maka sakitnya bertambah juga. Tugas anda harus menyemangati istri anda” ujar Dokter Tia mengingatkan.
“Pastinya dokter” saut Kevin
--*--
Diluar Rudi datang dengan tergesa-gesa. Ia tadi kerumah sahabat sekaligus atasannya karena ada panggilan penting. Tetapi hal tak diduga ia dapat, pelayan mengatakan bahwa semua keluarga kerumah sakit.
“Om” panggil Rudi sopan
Papa Radit menoleh. “Rudi? Ada apa nak?” tanya Papa Radit.
“Kevin kemana om?”
“Kevin didalam” saut Papa Radit.
“Apa Kevin tak bisa keluar om” seru Rudi
“Memangnya ada apa nak?” tanya Papa Radit.
“Penting ini om”
“Oke”
Akhirnya Papa Radit bertindak setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu terbuka dan terlihat Kevin keluar dengan wajah merah padam. Bisa dilihat lelaki itu menahan amarah.
“Ada apa?” tanya Kevin dingin
“Meeting penting kita sebentar lagi, mereka meminta anda datang tuan” ujar Rudi dengan menunduk
“Apaa!! Aku tidak bisa istriku hendak melahirkan” Kevin berteriak
“Tapi ini tak bisa ditunda tuan. Karena semua orang menunggu anda” Rudi berbicara hati-hati
Ia tau dilubuk hati sahabatnya itu begitu cemas pada istrinya tetapi ia juga tak boleh lupa meeting penting ini untuk perusahaannya. Dengan banyak rayuan Mama Nora dan Mama Angel akhirnya Kevin mengangguk pasrah.
Setelah membicarakan kondisi Adel yang pembukaan pertama pada kedua Mamanya. Kevin mulai meninggalkan rumah sakit.
--*--
Next gak?
Cenut-cenut mau lahiran hehehe dipart ini sampai lahiran aku ambil dari pengalaman pribadiku guys. Jadi part nanti ini sama dengan masa ketika aku lahiran hehehe.
Stay terus yah. Detik-detik tamat.
__ADS_1
Author udah mantapin hati biar kuat hati bisa move on dari Kevin dan Adel.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA GUYS