
Sudah menunggu didalam toko dengan mondar-mandir akhirnya mereka mendapat rekaman cctv. Kedua lelaki itu melototkan matanya ketika melihat wanitanya mengendap-ngendap untuk keluar dari toko.
Masih fokus melihat cctv, akhirnya menemukan wanita yang mereka cari sedang makan makanan yang mereka pesan.
Kedua lelaki itu segera berterimakasih, lalu berjalan dengan angkuh menuju restaurant tempat Adel dan Meli sekarang.
“Gue gak habis pikir sama pikiran istri gue Rud” seru kesal Kevin
“Apalagi gue, astaga calon istri gue bar bar banget” celetuk Rudi
“Lain waktu kita harus jagain mereka saat belanja” ujar Kevin
“Lo bener. Gue harus diem disebelahnya kek nya” Rudi memberikan usulan
“Yap lo benar” memberikan jempol pada Rudi.
Berjalan dengan cepat membuat nafas mereka tersenggal. Tetapi senyum mereka terbit ketika melihat dua wanita sedang memakan makanan dengan lahap.
Segera keduanya menghampiri dan berdehem.
“Ehem”
“Uhuk uhuk” Adel terbatuk ketika melihat seseorang yang berdiri dibelakang Meli.
“Lo kenapa del? Ayo minum” Meli menyodorkan minum
“Lo kenapa sih?” tanya Meli setelah Adel selesai minum
Adel masih terdiam tapi ia mencoba memberi kode dari mata. Dan ternyata Meli tau arti kode itu. Ia melirik kesamping dan melihat kebawah.
“Astaga sepatu punya mas Rudi” ujar Meli dengan menunduk
“Kenapa diam? Lagi asyik yah makan berdua” ujar Kevin sambil menyeringai
“Ehh enggak mas enggak kok” Adel terbata-bata.
“Terus ini kenapa kita ditinggal” Kevin pura-pura kesal.
“Hehe aku laper soalnya mas” celetuk Adel dengan memaksa senyum
“Hmm begitu?” tanya selidik Kevin dengan mata tajam
Adel menelan ludahnya, sejujurnya ia juga masih merasa takut jika suaminya itu menatapnya tajam. Tetapi ia sekarang mencoba rileks. Salah siapa punya suami malah asyik main game daripada menemaninya belanja pikir Adel.
“Iya mas, aku laper banget” memasang wajah santai dengan senyum tipis
“Baiklah, lain kali gak boleh gini lagi. Mengerti?” masih dengan nada tegas
__ADS_1
Adel mengangguk lalu kedua lelaki itu duduk disamping wanitanya masing-masing.
“Mas gak makan?” tanya Adel
Semarah-marahnya istri kalau sudah tentang kesehatan suami pasti perhatian. Adel juga gitu meski dia sebel sama suami yang asyik main game tetapi ia tak lupa untuk menanyakan hal hal yang harus ia kontrol.
“Makan yang ,tapi...” masih menggantung
“Tapi apa mas?” Adel menatap mata Kevin
“Suapin yah” ucap Kevin
“Baiklah, sini” Adel meminta Kevin lebih mendekat.
Bagaimana pun Adel juga suka jika suaminya bermanja dan bergantung padanya. Selama Adel hamil memang Kevin lebih manja dan tak pernah lepas dari Adel. Urusan kantor saja ia pasrahkan pada Rudi dan sekretarisnya. Kecuali jika rapat penting Kevin yang akan turun tangan sendiri.
Adel dengan telaten menyuapi Kevin sampai ia harus memesan makanannya lagi. Setelah menghabiskan porsi makanannya, akhirnya mereka berjalan kembali mengelilingi mall.
Membeli semua bahan dan produk yang dipakai Meli, setelah semua selesai akhirnya mereka kembali pulang.
--*--
Sesampai dirumah Kevin.
Adel langsung berjalan masuk kerumah meninggalkan ketiga manusia yang sedang sibuk menurunkan barang-barang.
“Ya tuhan, ampun capeknya kakiku sampai ngilu begini dan pinggangku sakit banget” lirih Adel dengan memegang pinggangnya.
Mama Nora yang akan berjalan ke dapur mengurungkan niatnya karena melihat menantunya kesakitan.
“Sayang kamu kenapa?” tanya lembut mama Nora.
“Pinggang Adel sakit banget ma, sama kaki Adel ngilu” lirih Adel
“Kamu pasti kecapekan kan ayo sini angkat kakimu taruh dipaha mama sayang” pinta Mama Nora
Adel tertegun ia sudah bisa menebak pasti mertuanya akan memijit kakinya. Adel tak habis pikir dan tak percaya jika sang mertua sangat menyanyangi sampai terlihat jelas diwajahnya jika ia sangat mengkhawatirkan keadaan dirinya.
“Jangan ma” tolak Adel
“Loh kenapa sayang, kemari biar kakimu mendingan” ucap Mama Nora
“Gak sopan ma” Adel menggeleng pelan. “Apalagi mama pasti capek kan jagain mama Angel juga” lirih Adel dengan mata berkaca-kaca.
“Ya ampun sayang ,udah jangan nangis” ucap Mama Nora sambil menghapus bulir air mata di pipi dan mata menantunya.
“Mama gak keberatan sayang. Mama juga gak capek ngurusin mama kamu. Malahan mama suka ada teman mama dirumah. Mama bisa cerita sama mama kamu disini. Mama juga kan yang nyuruh kamu mengangkat kaki kamu. Ayo sini kemarikan” masih mencoba meminta kaki Adel agar naik.
__ADS_1
Adel masih ragu tetapi melihat tatapan mertuanya ia jadi menurut. Ia angkat kakinya dan perlahan ia letakkan di paha sang mertua.
“Dulu mama juga sering sakit begini pas hamil suamimu sayang” Mama Nora bercerita sambil memijat kaki Adel
“Serius ma?” Adel mulai antusias
“Iya sayang, dulu papa Radit juga sama kayak Kevin. Ngerasain morning sickness dan juga selalu menjadi bahan mama untuk memijat mama” lirih Mama Nora sambil menatap kedepan seperti membayangkan masa masanya dia saat mengandung.
“Terus ma?” tanya Adel
“Ya dulu mama juga kayak kamu, sering sakit pinggang dan kaki mama bengkak juga. Tapi gitu papa Radit peka sayang, ia sering pijat mama di kaki dan mengompres punggung mama dengan air hangat. Sekaligus mengusap punggung mama lembut. Apalagi kalau Kevin saat diperut aktif banget kak, dan itu Papa Radit yang nenangin Kevin agar geraknya berhenti” ujar Mama Nora dengan tersenyum
“Wah papa romantis ya ma” ujar Adel
“Banget sayang, papamu juga menggemaskan” lirih Mama Nora dengan pipi bersemu merah
“Hihi mama rindu papa yah” Adel cekikikan
“Eh anak mama godain mama yah” ucap Mama Nora dengan melebarkan senyum dan mencubit pipi menantunya.
“Hehhehe mama lucu kayak anak abg yang sedang menceritakan kisah cintanya heheh” masih cekikikan
“Memang begitu sayang haha, mama suka banget perhatian papa waktu mama hamil dulu”
“Pasti mama seneng banget”
“Banget sayang, mama seneng banget”
Dari tatapan mata Mama Nora pun Adel bisa melihat banyak cinta untuk Papa Radit. Saat menceritakan semua tentang Papa Radit binar bahagia dari wajah dan mata Mama Nora terlihat.
Hingga obrolan keduanya terganggu dengan kehadiran ketiga manusia itu.
--*--
Hayoo udah episode segini hihi.
Bagaimana dengan part ini?
Author : Otw Prepare nikahannya Abang Rudi sama Neng Meli hehe. Jangan Lupa siapain kado ye buat kondangan. Kadonya Poin sama Koin aja buat Author hahaa.
Readers : Lah napa jadi ngasih ke ente thor?
Author : Yaiyalah, Kan ane yang nyiapin nikahannya, ane juga jadi penerima tamu didepan jadi ente ngasih ke ane aja. Ntar poin sama koinnya gue kasih ke Abang Rudi sama Neng Meli
Readers : Heleh itu mah akal-akalan lo doang thor
Author : lah malah marah ,udah ayo jangan lupa VOTE DAN LIKE OKE
__ADS_1