
“Sayang mau kemana?” tanya Kevin karena melihat Adel menjauh dari meja makan.
“Aku tunggu diruaang tamu ya mas. Aku gak kuat liat makanan nya, perutku mulai gejolak lagi” ucap sendu Adel
Akhirnya Kevin mengijinkan istrinya kembali keruang tamu. Dengan heran keluarga disana pun menanyakan kemana Adel.
“Loh istri kamu kemana Vin?” tanya Papa Radit
“Itu pa Adel nunggu diruang tamu” saut Kevin
“Loh memang istrimu gak makan?” tanya lagi Mama Nora
“Gak mau ma, katanya liat makanannya bikin perutnya gejolak” saut Kevin
“Mmmm apa istrimu lagi...” belum Mama Angel menyelesaikan bicaranya akhirnya dipotong oleh Aqila
“Ayo ma makan, Qila udah laper” seru Aqila memotong ucapan Mama Angel
“Ah baiklah gadis kecil ayo makan” seru Mama Angel
Semua orang akhirnya makan malam kecuali Adel. Hanya suara denting sendok dengan garpu yang memenuhi meja makan. Selesai makan malam seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga, disana terlihat Adel masih setia memakan buah apel miliknya. Kevin pun menghampiri istrinya.
“Sudah selesai makan yang?” ucap Adel sambil menatap wajah suaminya
“Sudah sayang, kamu gak mau makan?” tanya Kevin
Adel menggelengkan kepalanya. “Aku mau makan buah kiwi yang” seru Adel
“Kiwi?” ucap Mama Nora
“Iya ma kiwi” saut Adel
“Tapi kayaknya dikulkas gak ada kiwi nak” ucap Mama Angel
“Aku mau kiwi sekarang mah” ucap Adel dengan raut wajah cemberut
“Ok oke aku bakal belikan besok ya sayang” seru Kevin
“Gak mau mas, aku mau sekarang” ucap kesal Adel
“Astaga ,ini sudah malem sayang” rayu Kevin
“Siapa bilang siang mas, emang malem. Aku pokok mau sekarang kiwi” seru Adel dengan nada marah
“Hufttt” Kevin membuang nafas kasar
“Oke ayo kita beli kiwi” ajak Kevin
“yeyyy ayok” seru Adel semangat
Akhirnya Kevin dan Adel berjalan keluar dari rumah tetapi sebelum sampai didepan pintu suara Axel memanggil.
“Kak Adel aku ikut boleh” teriak Axel
__ADS_1
“Ayo” seru Adel dengan tersenyum
Akhirnya Axel dan Aqila pun ikut bersama Kevin dan Adel untuk mencari buah kiwi. Kevin melajukan mobilnya untuk ke market terdekat. 15 menit akhirnya mobil sampai didepan market terdekat, keempatnya pun turun dari mobil. Dengan semangat Adel berjalan masuk dengan digandeng oleh Kevin.
Keempatnya pun berjalan menuju bagian buah, Adel pun mencari buah yang diinginkannya tetapi seperti rejeki bukan padanya. Buah kiwi yang dicari ternyata kosong. Dengan raut wajah sedih Adel keluar dari market.
“Jangan sedih sayang, kita cari di market yang lain oke” ujar Kevin.
Adel hanya mengangguk pasrah. Lalu keempatnya masuk kembali kemobil dan Kevin pun melajukan mobilnya kembali untuk ke market lainnya. Setelah 10 menit akhirnya mereka telah sampai di market lainnya. Keempatnya langsung bergegas ke bagian buah ternyata yang dicari ada disana tinggal 1 kotak saja.
Tetapi ketika Kevin hendak berjalan kesana dan mengambilnya, kiwi tersebut telah diambil oleh orang terlebih dahulu. Adel yang melihat langsung berjalan menuju orang tersebut.
“Maaf tante, bolehkah kiwi nya diambil saya saja” ucap Adel setelah berada didepan wanita paruh baya itu.
“Tapi tante juga butuh ini kiwi nak, anak tante pengen kiwi ini” saut Orang tersebut.
“Ku mohon tante. Ambil saya. Saya lagi kepengen banget. Saya sama suami saya sudah nyari keliling. Ku mohon tante” rengek Adel dengan wajah memohon.
“Tapi tante juga minta maaf nak, anak tante juga lagi pengen makan ini. Jadi maaf yah” ujar Wanita paruh baya itu pelan
Adel hanya bisa berkaca-kaca menatap buah kiwi dikeranjang wanita paruh baya itu. Entah kenapa malam itu ia ingin sekali memakan buah tersebut. Tetapi lagi-lagi buah itu sudah diambil oleh orang, Kevin yang melihat sejujurnya tidak tega. Apalagi istrinya sampai memohon-mohon pada orang yang tak dikenal.
“Sayang, ayo kita cari ditempat lain” ajak Kevin
“Gak mau, aku mau kiwi itu” rengek Adel
“Itu kiwi sudah diambil ibu itu sayang, kita cari ditempat lain” bujuk Kevin
“Gak mau, Aku udah keliling mas. Itu didepan mata udah ada tapi ibu ini ambil” ujar Adel dengan mata berkaca-kaca.
“Ada apa ma?” tanya seseorang yang tak asing bagi Adel suaranya memanggil wanita paruh baya didepannya.
“Ini nak, wanita ini ingin mengambil kiwi ini yang sudah mama ambil lebih dulu” ujar wanita paruh baya itu pada anaknya.
Akhirnya anaknya tersebut langsung menatap kearah Adel yang sedang menunduk. Betapa terkejutnya ia menatap wanita yang sangat ia kenal.
“Adel” ucap lelaki itu
Merasa namanya dipanggil akhirnya Adel mendongakkan wajahnya. Betapa terkejutnya lelaki didepannya adalah lelaki yang selalu ia hindari di kampus.
“Rey” pekik Adel
“Lo ngapain?” ujar Rey
“Mmm gue pengen itu” ucap Adel dengan menunjuk buah kiwi dikeranjang mamanya Rey.
“Kiwi? Emang ditempatnya gak ada” seru Rey
Adel hanya menggeleng lemah lalu “plis Rey tolong kasih kiwi itu sama aku. Aku pengen banget” mohon Adel
Rey masih memandangi wajah Adel lekat, hingga membuat Kevin merasa geram karena lelaki didepannya itu seperti menelanjangi istrinya.
“Udah sayang, kita cari dimarket lain ayo” ajak Kevin
__ADS_1
“Baiklah mas” saut Adel pasrah
Akhirnya Adel mengalah dan menuruti suaminya tersebut karena ia sudah putus asa. Tetapi langkah mereka berhenti ketika suara bariton Rey keluar.
“Yaudah Del, nih lo ambil” seru Rey
Adel berbalik lalu berjalan menghampir kedua orang itu lagi. “Lo serius?” tanya Adel
Rey mengangguk lalu “Tapi ada syaratnya” seru Rey
“Syarat apa?” celetuk Kevin
“Lo harus nemenin gue selama kuliah” ujar santai Rey
“Whatt!!” pekik Kaget Adel
Kevin yang geram langsung menghampiri Rey dan menarik kerah bajunya. “ Lo tau Adel siapa? Adel itu istri gue. I S T R I gue lo faham” seru Kevin menekankan setiap ucapannya.
“Apa!! Jadi Adel udah nikah” kaget Rey
“Ya dia udah nikah, dan lo jangan pernah ganggu dia lagi” tegas Kevin
Seketika Rey menjadi kikuk dan kecewa karena cintanya tidak bisa terbalaskan tetapi ia mencoba menguasi dirinya dan tetap memberikan kiwi itu pada Adel.
“Ya udah ini tetap buat lo del” seru Rey
“Serius?” lirih Adel
Rey mengangguk lalu Adel pun menerima dan mengucapkan “Terimakasih Rey”
“sama-sama” lirih Rey
“Ya udah ayo pulang sayang” ajak Kevin
Adel mengangguk lalu berpamitan pada Rey dan Mamanya. “ Mari Tante dan Rey, saya pulang dulu” seru Adel
“iya nak” ujar Mama Rey
“Sekali lagi makasih ya te” ucap Adel lalu berjalan meninggalkan mereka yang masih tak bergeming ditempatnya.
Mereka akhirnya berjalan menuju kasir dan membayar semua belanjaan mereka. Terlihat wajah lelah di benak Axel dan Aqila. Adel yang melihatnya merasa bersalah.
“Maafin kakak yah” seru Adel
“Udah gakpapa kak” ucap Axel
Sedangan Aqila sudah tertidur ketika mereka sudah masuk ke mobil. Berbeda dengan Kevin selama perjalanan pulang Kevin selalu mengajak mengobrol istrinya entah apa yang berada dipikiran istrinya tetapi Kevin takut bahwa istrinya akan berpaling darinya.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
__ADS_1
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.