
“Kamu kenapa sayang?” tanya khawatir Kevin saat melihat mamanya memijat kaki istrinya
“Gak papa mas, cuma pinggang sama kaki aku sakit” ucap lembut Adel
“Kan pasti kamu kecapekan yah” ucap Kevin dengan mendekat dibawah istrinya.
“Mas jangan duduk bawah, duduk disofa aja” Adel berucap dengan tak enak hati
Kevin menggeleng, “Ayo ke kamar biar aku yang mijit kamu” lirih Kevin
“Mas kamu kan capek juga ” Adel masih duduk setelah ia memindahkan kakinya dari paha mertuanya.
“Mas gak capek sayang” lirih Kevin
“Apanya gak capek, mas pasti capek. Udah ayo sini mas duduk” memukul sofa disampingnya.
Akhirnya Kevin menurut, ia duduk disamping istrinya. Rudi dan Adel duduk di sofa sebrang. Dan Mama Nora pindah di sofa single.
“Kalian sudah beli semua untuk hantaran?” tanya Mama Nora
“Udah tan” jawab Rudi
“Berarti tinggal antar ke bagian penata hantaran yah” seru Mama Nora
Rudi dan Kevin mengangguk, kecuali Meli ia terdiam. Sejujurnya ia memiliki 1 rahasia dengan sahabatnya Adel.
“Mmmmm tante, apa boleh khusus bagian mukenah jangan dianter” ucap Meli takut-takut
Rudi reflek menatap sang calon istri, begitupun Kevin dan Mama Nora. Kecuali Adel ia tersenyum sendiri.
“Maksutnya apa sayang?” tanya Rudi
“Begini” Meli membenarkan duduknya. “Sejujurnya sebelum berangkat ke mall aku dan Adel telah bercakap-cakap tadi” ujar pelan Meli
“Adel meminta bagian mahar perangkat shalatnya biar Adel yang menata” ujar pelan Meli dengan menunduk.
Sejujurnya ia takut bilang seperti ini, ia takut Kevin marah padanya karena takut berpikir ini semua permintaannya agar Adel yang menatanya. Ia juga takut Mama Nora menyalahkannya juga.
“Kamu serius yang?” tanya Kevin
“Iya mas” Adel mengangguk
“Aku pengen melakukan sesuatu untuk sahabatku mas” memakai wajah memelas
Adel berdoa semoga cara ini berhasil untuk memenangkan hati sang suami.
“Gak boleh, nanti kamu sakit” menolak mentah-mentah
“Ku mohon mas plis. Cuma sekotak aja” masih dengan nada memohon
Mama Nora dan Rudi pun memilih diam. Mereka tak berani bersuara karena mereka tau jika Kevin sudah berbicara tak bisa ditolak.
__ADS_1
“Kamu butuh istirahat yang, kamu ini lagi hamil” lirih Kevin
“Kan aku sambil duduk yang” masih berusaha
“Tapi kan sama aja kamu bakalan capek” ucap geram Kevin
Adel terdiam ia memutar otak agar sang suami mengijinkan.
“Aku janji gak bakal capek, kan ada kamu yang bantu aku” ujar yakin Adel
Yaya ia harap berhasil jika begini kan pasti suaminya tau kalau dia akan menemani Adel selama wanita itu membuat hantaran satu kotak itu.
“Tidak boleh” masih bersikukuh
Adel menghela nafas berat. Hah sepertinya aku harus memakai jurus ini pikir Adel.
Adel berangsur mendekat dan mulai berbisik.
“Aku janji deh kalau mas ngijinin aku, nanti malam aku kasih jatah” sambil meniup daun telinga Kevin
Kevin bergidik tapi ia juga merasa senang dengan tawaran sang istri. Tetapi ia coba tutupi dengan raut wajah datarnya.
“Tapi setidaknya ia mengerjakannya bersamaku” gumam Kevin dalam hati.
Kevin menatap sang istri. Ia memusatkan pada manik teduh itu. Adel pun tersenyum ketika tatapan mereka bertemu.
“Baiklah mas ijinin ,tapi dengan syarat mas akan bantuin kamu” ujar Kevin tegas.
“yeyyyy horee, oke mas” Adel bertepuk tangan
Memang istri yang berbeda dengan yang lain, jika yang lain mungkin meminta hal seperti barang mahal tetapi tidak dengan Adel. Ia bisa bahagia dan tertawa senang dengan hal hal sederhana. Ah seperti itu membuat Kevin semakin mencintainya.
“Ya udah ayo sekarang kamu istirahat” ujar Kevin
“Bentar mas” Adel menahan lalu menatap Meli. “Lo tidur sini kan?” tanya Adel
Meli mengangguk, “Kan lo yang minta gue diem disini” ujar Meli
“Iya bagus, lo harus diem disini sampek lo mendekati hari H” ujar Adel
“Baiklah baiklah jadi tahanan gue” gerutu Meli
“Bukan tahanan ogeb, gue takut lo kenapa-kenapa kalau di kos an sendiri” ketus Adel
“Ah baiklah iya iya udah jan cemberut” goda Meli
“Iya gue ke kamar ya, lo istirahat sana. Bye” ujar Adel sambi melambaikan tangan.
Kevin pun berdiri dan membantu istrinya itu. Adel hendak melangkah tetapi kakinya masih sakit akhirnya ia hampir jatuh karena tubuhnya tak seimbang tetapi untung saja Kevin langsung memegang Adel.
“Hati-hati sayang” ucap Kevin
__ADS_1
“Maaf mas, kaki ku sakit”cicit Adel
Kevin sontak meletakkan tangan nya pada leher dan lekuk kaki Adel. Dan menggendong Adel ala bridal style. Berjalan pelan dan Adel pun mengalungkan tangannya dileher Kevin.
“Makasih ya mas” ucap Adel sambil menatap wajah sang suami
“Untuk apa?” tanya Kevin
“Semuanya” ucap Adel dengan menyandarkan wajahnya pada dada bidang Kevin.
Sesampai di kamar, Kevin membantu Adel berganti pakaian dan memakai dress rumahan kembali. Adel sudah bersiap untuk tidur. Kevin yang selesai membersihkan diri akhirnya ia merangkak diatas ranjang dan memeluk istrinya yang sudah terpejam lebih dulu.
--*--
Di ruang keluarga.
Seperginya Adel dan Kevin. Rudi membantu Meli meletakkan semuanya dikamar Meli yang sudah disiapkan Adel. Ternyata kamar Meli dan Rudi bersebelahan.
“Mas tidur sini?” tanya Meli
“Iya lah yang. Aku gak mau jauh sama kamu” goda Rudi
“Ihh mas, padahal kita tiap hari ketemu” lirih Meli
“Tapi aku kan gak mau jauh sama kamu” manja Rudi
“Hmm ternyata selain sifatnya kayak es ia memiliki sifat Manja. Berbeda banget pas diluar” gumam Meli dalam hati.
“Kenapa yang?” tanya Rudi.
Rudi bingung karena melihat calon istrinya termenung.
“Enggak papa mas. Aku kaget aja kamu ternyata manja juga” ucap Meli
“Ya iya lah yang tapi ini khusus kamu doang” ujar Rudi dengan mengedipkan matanya
“Genit banget sih” ketus Meli
“Lah khusus kamu doang” ledek Rudi.
Akhirnya keduanya tertawa bersamaan didalam kamar Meli. Rudi dengan lawakannya membantu Meli membereskan semua barang yang baru mereka beli didalam lemari. Setelah semua selesai Rudi meninggalkan Meli agar wanitanya beristirahat.
“Istirahat ya” mencium kening Meli
“Iya mas. Mas juga yah” lirih Meli didepan pintu
Rudi melambaikan tangan lalu masuk kedalam pintu samping kamar Meli, Meli hanya bisa tersenyum lalu menutup pintu kembali. Dengan segera ia mengistirahatkan tubuhnya yang sudah terlalu lelah karena berkeliling.
--*--
Part selanjutnya nikannya Abang Rudi yah
__ADS_1
hihi Ayo kumpulin Poin Dan Koin yah. Jan lupa siapin ucapan dan doa untuk pengantin baru. Biar Langgeng sampai Allah yang memisahkan. Aamiin.
Jangan lupa LIKE DAN VOTE YAH