
Kevin langsung mendongakkan wajahnya kepada orang yang menepuk pundaknya.
“Kau” pekik Kevin
“Iya ini aku Ta” jawab wanita tersebut sambil tersenyum merekah.
Flashback on
“Haloo bos” panggil seorang lelaki dari balik telfon
“Iya , apa ada kabar terbaru?” tanya Wanita dari seberang telfon.
“Iya bos, pemilik rumah dengan istrinya sepertinya akan dinner berdua diluar bos. Kami sekarang sedang mengikutinya.” Ucap Lelaki dari seberang telfon.
“Terus ikuti mereka dan cepat beritahu aku dimana mereka dinner malam nya. Oke!” ujar wanita itu.
“Oke bos, nanti kami akan mengirimkan alamatnya” ucap lelaki tersebut.
Dan tut tut
Mereka langsung memutuskan panggil telfonnya, dan setelah wanita itu mendapat lokasinya ia langsung melajukan mobilnya ke restaurant tempat yang telah diberitahu oleh mata-matanya.
Flashback off
Adel yang melihat seorang wanita cantik menepuk pundak suaminya tersebut menjadi sedikit risih. Ia menatap seksama wanita yang berada didepannya tersebut.
Sedangkan wanita itu setelah menyapa Kevin ia beralih ke arah wanita yang berada duduk didepan Kevin. Ia tersenyum miring dan ....
“Siapa dia Ta?” tanya Wanita tersebut
Kevin yang masih kaget akan kehadiran sosok wanita yang sangat ia kenal dan kemarin sempat bertemu menjadikan Kevin sedikit takut, takut akan terbongkar karena ia belum bercerita kepada istrinya masalah kemarin sewaktu ia tak ada kabar. Akhirnya kevin menghembuskan nafasnya perlahan dan menjawab pertanyaan wanita itu
“Kenalkan dia Adel istriku” ucap Kevin
“Hai Adel, salam kenal yah. Aku Sheirin mantan kekasih Kevin” ujar Sheirin sambil tersenyum sinis penuh maksud dan menyodorkan tangannya.
Adel yang mendengar penuturan Sheirin pun terkejut, ia juga belum tau kisah cinta suaminya dulu dan sekarang ia dihadapkan dengan masa lalu lelaki yang sangat ia cintai. Adel pun mencoba tetap tenang dan menyodorkan tangannya juga menyambut tangan Sheirin.
“Salam kenal juga, Aku Adel istri Kevin” ucap Adel penuh penekanan pada kata istri
Sheirin yang mendengar kata penekanan itu merasa geram tapi ia mencoba menahan rasa geramnya agar Kevin bisa kembali pada pelukannya.
“Bolehkah aku ikut bergabung dengan kalian? Aku disini sendirian” lirih Sheirin dengan memasang wajah sendu agar Adel berbelas kasihan.
“Boleh nona silahkan” jawab Adel dengan senyuman nya
Sebenarnya Adel tidak mau menerima permintaannya tapi ia juga harus bersikap dewasa. Apalagi ia tau jika wanita itu hanya masa lalu Kevin. Jadi ia mencoba bersikap tenang agar emosinya dan cemburunya tidak naik.
Kevin yang melihat istrinya mengijinkan Sheirin makan bersama mereka menjadi kesal, karena ia berniat hanya dinner berdua melepas rindu mereka. Tetapi sekarang malah harus berakhir buruk karena ada seorang pengganggu.
__ADS_1
Setelah Sheirin mendudukkan dirinya dan memesan pesanannya akhirnya ia menunggu pelayan datang. Dan sambil melirik ke arah Adel.
“Hmmm hanya wanita seperti dia, mencoba bersaing denganku. Tidak mungkin” gumam Sheirin dalam hati
Ia berfikir bagaimana caranya dia bisa membuat hubungan Kevin menjadi retak. Ia tersenyum menyeringai karena telah menemukan ide.
“Hmmm Adel, apa kau sudah lama menikah dengan Kevin?” tanya Sheirin memecah keheningan.
Adel yang sedang makan pun, akhirnya mendongakkan wajahnya dan menjawabnya.
“Tidak baru beberapa bulan kok” jawab Adel dengan tersenyum
“Hmmm, bagaimana bisa menikah dengan Kevin? Apa kau berpacaran dulu dengannya?” ucap Sheirin dengan mencoba memancing pertanyaan yang sensitif.
Adel ingin menjawab tapi ia takut, karena memang pernikahan mereka pertama kali hanya untuk memenuhi permintaan mamanya. Tapi sekarang mereka saling mencintai. Adel yang ingin menjawab akhirnya diam karena Kevin memotong.
“Ya kita berpacaran dan berakhir menikah” ujar Kevin cepat
“Ohhhh begitu” saut Sheirin sambil manggut-manggut.
“Oh iya ta, kemarin ketika kamu menjagaku dirumah sakit. Aku belum mengucapkan terimakasih padamu. Maafkan aku ya, seharusnya kamu diluar kota mengerjakan proyek jadinya karena kaki aku kesleo akhirnya kamu jagain aku dirumah sakit.” Ucap Sheirin sambil tersenyum licik ke arah Adel
Deg
Adel yang mendengar pun jadi merasakan sesak nafas bagai tertusuk jarum di dadanya. Ia tak pernah tau jika suami yang ia cintai akan bersikap seperti itu dibelakangnya. Mata Adel mulai memerah, ia menahan agar air matanya tidak jatuh. Dan memberanikan diri untuk meminta penjelasan.
“Maksutnya apa mas?” tanya Adel lirih
“Tunggu sayang aku akan menje...” saut Kevin
“Apa kau tidak memberitahu istrimu ta, jika saat kau di luar kota kau berpartner bisnis dengan bosku. Dan kau menjagaku dirumah sakit semalaman karena aku kesleo saat kita melihat proyek dan jangan lupa kau menggendongku” ujar Sheirin santai
Adel yang mulai tidak tahan akan perkataan Sheirin pun, ia langsung beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan mejanya. Tapi sebelum ia beranjak pergi tangannya dicekal oleh Kevin.
“Tunggu yang, aku akan menjelaskan” ujar Kevin menahan
Adel yang sudah dipenuhi amarah, cemburu dan sakit hati langsung menepis kasar tangan Kevin. Dan langsung pergi meninggalkan restaurant ,sekaligus tepat sekali waktunya didepan restaurant sedang ada taxi berhenti.
“Taxi, tunggu” panggil Adel
Taxi yang dipanggil pun menunggu, Adel langsung masuk dan supir melajukan taxinya. Dari Restaurat pun Kevin mencoba mengejar tapi tangannya ditahan oleh Sheirin.
“Biarkan, apa lebihnya dia. Ayo makan malam denganku” ucap Sheirin santai sambil memegang lengan Kevin
Kevin yang sudah marah akhirnya langsung menepis tangan Sheirin dengan begitu kasar dan ia melirik tajam ke arahnya.
“Jangan pernah mencoba memprovokasi istriku dan mengganggunya. Apalagi berusaha memisahkan kami. Karena itu tidak akan mungkin dan tidak akan pernah terjadi” ujar Kevin menekankan setiap perkataannya dengan murka.
Ia langsung berlari ke mobilnya dan mencoba mengejar taxi yang telah membawa istrinya tersebut. Tapi nihil taxi yang ia coba kejar tidak ada. Akhirnya Kevin melajukan mobilnya ke rumah. Ia berharap bahwa istrinya akan pulang kerumah dan Kevin akan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Sedangkan ditaxi, Adel hanya menatap ke luar jendela sambil menangis. Ia tak habis pikir bahwa suaminya akan melakukan itu semua dibelakangnya. Ia tak tau apa yang dikatakan Sheirin benar atau tidak tapi dilihat dari raut wajah Sheirin itu seperti jelas terjadi. Tapi kenapa Kevin tidak menjelaskan semua itu? Apa ia sudah tidak mencintai Adel? Atau dia akan kembali ke pelukan mantan kekasihnya?
Akhirnya lamunan Adel pecah karena supir taxi menanyakan akan kemana mereka.
“Maaf nona, kita kemana ?” tanya supir taxi
Adel berfikir ia tidak ingin pulang ke rumah Kevin dulu karena ia masih dipenuhi rasa amarah dan sesak didadanya, dia juga tidak akan pulang kerumah takut sang ibu menjadi kepikiran akan apa yang terjadi pada Adel. Akhirnya Adel pun berinisiatif akan kerumah sahabatnya Meli.
“Kita ke daerah L ya pak” ujar Adel pada supir Taxi
Supir taxi pun paham dan melajukan taxinya ke tempat yang diminta Adel. Setelah sampai di lokasi yang dijelaskan Adel pun langsung berjalan menuju rumah sahabatnya itu. Ia mencoba menghapus air matanya dan memanggil Meli dari depan pagarnya.
“Assalamu’alaykum, Mel meli” panggil Adel dari luar pagar
Meli yang mendengar suaranya dipanggil akhirnya ia menengok ke kaca jendela. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat sahabatnya Adel yang datang. Ia langsung membuka pintu dan berlari ke arah pagar.
“Hay, kau bersama siapa?” sapa Meli dan membuka pagarnya.
“Aku sendirian, mm bolehkah aku malam ini tidur dirumahmu Mel?” tanya Adel.
“Ya tentu saja boleh, ayo masuk” ajak Meli
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya biar author makin semangat nih.
__ADS_1
.
.Dan jangan lupa favorit biar gak ketinggalan ceritanya. oke😚