
“Ayo mamah sekarang aku antar ke ruangan mama oke” ajak Kevin
“Baiklah nak, tetapi kamu tidak usah mengantar mama. Biar Mama sama Axel dan Qila, kamu disini jaga Adel” ucap pelan Mama Angel
“Mama yakin. Aku tidak apa-apa kok anter mama” seru Kevin
“Tidak usah nak ,kamu jaga Adel aja disini oke” pinta Mama Angel
Kevin akhirnya hanya bisa mengangguk lalu membukakan pintu ruangan Adel agar Mama Angel dan Axel bisa dengan mudah keluar dari ruangan Adel.
“Mama istirahat yah, biar bisa cepet pulang” ucap Kevin saat mertuanya sudah didepan pintu.
“Iya nak, mama titip Adel” ujar Mama Angel
“Meski mama tidak menitipkannya, aku pasti selalu menjaganya ma” ucap Kevin yakin
“Yasudah nak, mama pergi dulu”
Lalu Axel mendorong kursi roda Mama Angel menjauh dari Kevin.
-**-
Dikamar Adel
Setelah Mama Angel kembali ke ruangannya akhirnya dikamar itu hanya ada Meli, Kevin dan Adel. Kevin berjalan menuju ranjang istrinya sedangkan Meli terlihat tertidur disofa empuk itu.
Kevin menggenggam tangan Adel lalu menciumnya.
“Kembalilah tersenyum sayang, aku janji akan membuat siapapun yang mencelakaimu harus membayar ini semua” ujar Kevin dengan sorot mata marah.
Kevin dengan lembutnya mengusap pipi Adel dan rambutnya hingga sang empu mengerjapkan matanya.
“Kenapa kau bangun sayang?” tanya Kevin setelah Adel membuka matanya dengan sempurna
“Aku ingin ke kamar mandi” ujar pelan Adel
“Baiklah ayo aku bantu sayang” seru Kevin
Akhirnya Adel dipapah ke kamar mandi oleh Kevin dan membantunya membawa infus tersebut. Setelah beberapa menit akhirnya Adel keluar dengan disambut senyuman oleh Kevin didepan pintu kamar mandi.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu sayang?” tanya Adel
“Karena aku senang kamu kembali seperti Adelku yang dulu” saut Kevin dengan wajah sendu
Cup
Adel mencium sekilas bibir Kevin
“Ayo antar aku ke sofa” pinta Adel
“Tapi...”
__ADS_1
“Tapi apa sayang?” tanya Adel
“Di sofa ada Meli tidur sayang” saut Kevin
“Hah? Iya kah sayang. Kenapa aku tidak melihat” ujar Adel lalu berjalan pelan menuju sofa.
Dan memang benar terlihat Meli tertidur dengan memiringkan tubuhnya dan menjadikan tangannya untuk bantal.
“Ayo ke ranjang aja sayang” ajak Kevin
Akhirnya Adel kembali duduk diranjang dengan dibantu Kevin. Setelah mendudukkan Adel akhirnya ponsel Kevin terdengar.
Drtt drtt
Rudi memanggil....
“Ya hallo” ucap Kevin
“Pelaku sudah ditempat” saut Rudi
“Kerja bagus, tahan dia jangan sampai kabur” ujar tegas Kevin
“Oke, ada lagi?” tanya Rudi
“Kemarilah, Meli masih diruangan Adel. Dia sendirian? Bukankah ku menyukainya?” ledek Kevin
“Sial*n lo” ketus Rudi
“Eh eh jangan dong. Ampunn tuan” saut Rudi
“hahahha” tawa Kevin meledak karena berhasil mengerjai Rudi lalu ia mematikan sambungan telefon.
Adel yang mendengar mulai awal pun mengerutkan dahinya. Apa yang terjadi pada suaminya, diawal ia bersikap tegas dengan sorot mata kemerahan. Sekarang ia malah meledek sahabatnya itu. Membingungkan batin Adel.
“Ada apa mas?” tanya Adel dengan penah selidik
“Oh emmm itu yang emm..” Kevin mulai gugup terlihat jelas dari mata dan mimik wajahnya.
“Kenapa mas, jujur sama Adel” ujar Adel dengan menangkup wajah Kevin dan menatap kedua mata suaminya itu.
“Mas sudah menemukan orang yang berniat menyakitimu sayang” lirih Kevin
“Apa? Jadi maksut mas. Semua ini direncanakan” seru Adel
“Iya sayang betul, dan mas harus segera melihat wanita itu. Wanita ular yang telah mencelakaimu lewat orang lain” seru Kevin dengan sorot mata tajam
“Sayang lihat aku lihat” pinta Adel
Tetapi Kevin enggan menatap wajah istrinya itu. Karena ia tau seberapa baiknya hati istrinya itu.
“Sayang, ku mohon tatap aku” pinta Adel dengan wajah yang sudah mulai menahan tangis
__ADS_1
Kevin mendongak dan menatap kedua mata istrinya.
“Jangan berbuat apapun sayang ,ingat hukum Allah. Ini semua sudah takdirnya sayang, bukan salah orang tersebut. Bayi ini memang milik sang penguasa agung yaitu Allah. Dia maha pemberi tetapi dia juga yang tau tentang ajal kita sayang. Kita harus ikhlas dan jangan mendendam pada mereka” ujar Adel menjelaskan dengan tetesan air mata.
“Jangan menangis untuk orang yang telah jahat padamu sayang. Kumohon” pinta Kevin dengan memeluk istrinya
“Aku tidak akan menangis jika kamu berjanji tidak akan menyakiti mereka” pinta Adel
Huft
Kevin membuang nafasnya kasar, ia tak habis pikir. Istrinya yang sudah ditabrak hingga sang anak kembali pada sisi Allah tetapi ia masih berusaha tegar dan kuat sejujurnya Kevin tau isi hati Adel sangatlah rapuh dan lemah. Tetapi ia masih mampu mengeluarkan senyumannya untuk mengelabuhi semua orang, tetapi itu tak mempan untuk Kevin.
“Kenapa kau sebaik ini sayang, bahkan sekarang kita telah kehilangan anak tetapi kau masih bisa memaafkan mereka?” tanya Kevin dengan menatap kedua mata istrinya.
“Karena aku manusia sayang, kita manusia memiliki khilaf didalam diri kita. Mungkin orang itu memiliki kesalah fahaman atau iri pada kita. Ajaklah aku untuk menemui mereka yah?” pinta Adel
“Tidak” jawab cepat Kevin
“Oh ayolah sayang ,kumohon” rengek Adel
Sejujurnya Adel ikut bukan karena apa. Tetapi ia takut suaminya akan bertindak lebih dari hal wajar, ia tidak ingin suaminya menjadi bertingkah buruk hanya karena sakit hati kehilangan anaknya. Ia tidak ingin melukai seseorang diluar sana yang telah sengaja menyakiti dia dan anaknya.
Adel mengerti disetiap hal pasti Allah telah mencatat dan akan memberi pembalasan yang sesuai dengan tingkah laku mereka. Jadi karena itu Adel lebih memilih biar Allah yang menghukum mereka daripada suaminya sendiri.
“Mas kumohon yah” pinta Adel dengan mata yang berkaca-kaca
Kevin akhirnya kalah telak ia hanya bisa menganggukkan kepalanya. Ia tidak ingin melihat istrinya menangis hanya untuk orang yang menyakiti dirinya.
---*---
Di rumah Kevin
“Pah, mama gak bisa bayangin bagaimana kecewanya hati menantu kita pah” ucap Mama Nora dengan sendu
“Mama harus kuat demi anak dan menantu mama. Papa yakin Adel adalah wanita yang kuat. Dia cocok dengan Kevin sama sama tangguh” ujar Papa Radit menguatkan
“Tetapi kenapa harus menantu kita yang merasakan ini pah. Ini kehamilan pertama untuknya. Mama saja melihat kebahagiaan ketika mereka kerumah memberitahu soal Adel hamil. Terlihat jelas kebahagiaan diwajah keduanya pah” isak tangis Mama Nora
“Hiks hiks dan kenapa sekarang mereka harus mengalami ini pah” ujar Mama Nora dengan sesegukan
“Karena mereka adalah orang pilihan ma. Allah yakin bahwa mereka berdua adalah dua orang yang kuat dan tangguh mah” seru Papa Radit.
“Sekarang mama harus berhenti menangis dan beri senyuman untuk papa dan menantu mama” sambung Papa Radit.
“Iya pah ,terimakasih papa selalu bisa hibur mama” ujar Mama Nora memeluk Papa Radit.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
__ADS_1